NovelToon NovelToon
Buaya Darat Yang Terhormat

Buaya Darat Yang Terhormat

Status: tamat
Genre:CEO / One Night Stand / Playboy / Selingkuh / Tamat
Popularitas:236.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Reski Muchu Kissky

⚠️Ini hanya karya fiksi semata⚠️

“Kalau kau tak suka dengan sikap ku, kau boleh pergi, Dianna Chana.” Adipati Leon pemilik warisan yang takkan habis sampai 7 turunan dengan mudah mengganti Chana, bila wanita sebatang kara itu meminta pisah dengannya.

“Maafkan aku, aku yang salah! Aku janji enggak akan mencampuri urusan pribadi mu lagi, Leon.”

Tes!

Chana yang miskin tak bisa berkata apapun pada Leon yang selalu menduakannya berulang kali karena ia masih butuh pria tampan itu untuk membiayai sekolahnya yang mahal.

Namun semua berubah saat Leon melakukan kesalahan yang sangat bagi Chana.

“Pada hal kau sudah mengambil segalanya dari ku, tapi kenapa! Kau lakukan juga dengannya?! bangsat!” pekik Chana.

Plak!

Chana yang naik pitam menampar wajah tampan Leon.

“Cih! Bukannya kita langganan pelac*r?! Lagi pula kau bertahan karena uang, bukan cinta kan, Chana!” pekik Leon.

Kata-kata Leon yang begitu menyakitkan membuat Chana mengambil keputusan besar, yaitu meningga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Egois

“Mau apa kau kesini?” Chana menyusul langkah Leon yang menuju dapur.

“Aku haus, tolong buatkan air dingin.” Leon yang lelah setelah mengantar Meri ingin segera menyegarkan dahaganya yang kering.

Lalu Chana yang benci Leon mengambil sebuah gelas kaca dari rak piringnya, setelah itu membuka kulkas dan mengambil air dalam botol Marjan.

Currr!!!

Setelah gelas terisi penuh Chana meletakkan air dingin pesanan Leon di atas meja.

Tuk!

“Orang kaya kalau haus itu minumnya di New Zeland, kalau kepanasan ke kutub Utara, ini malah ke kosan orang miskin!” Chana mengkritik halus sikap Leon yang menyusahkannya.

“Dirimu lebih susah di jangkau di banding negara apapun di dunia ini.” kemudian Leon meneguk air dingin spesial buatan Chana tanpa melepaskan pandangannya dari gadis cantik itu.

Gluk gluk gluk!

Tuk!

Leon meletakkan gelasnya kembali di atas meja.

“Tidak ku sangka, kau masih tinggal disini.” seketika sorot mata Leon menjadi muram.

“Memangnya aku mau kemana lagi?” Chana yang tak punya tujuan lain dan repot jika harus mengangkut barang-barangnya ke tempat baru memutuskan untuk tetap tinggal di kosan yang telah di lunasi Leon.

Leon pun bangkit dari duduknya kemudian berdiri tepat di hadapan Chana.

“Kalau mau pergi jangan tanggung-tanggung Dianna, sekalian kau tinggalkan kosan ini.” Leon menyinggung sang kekasih yang telah lama absen di sekolah.

Sontak Chana membuang wajahnya dan menjauh dari Leon.

“Aku sudah berhenti, sebaiknya jangan ganggu aku lagi.” Chana yang ingin membersihkan diri menuju kamarnya.

“Kenapa?” Leon lupa kelemahan kekasihnya.

“Karena aku enggak mampu, rencananya aku ingin mengumpulkan uang sebelum masuk tahun ajaran baru, karena aku ingin masuk ke SMA umum.” ucap Chana seraya mengambil handuk warna lilac yang ia gantung di belakang pintu kamarnya.

“Kau tidak boleh berhenti!” Leon tak ingin kehilangan Chana lagi.

“Kenapa? Apa urusan mu?” Chana mulai marah karena ia tak suka di atur-atur oleh Leon.

“Karena kau masih ada sisa kontrak dengan ku.” alasan tak mengenakan dari Leon membuat Chana tersinggung.

“Bukannya kita sudah putus?” Chana merasa perpisahan mereka yang tanpa melanjutkan komunikasi apapun adalah tanda kalau hubungan mereka telah berakhir.

“Siapa bilang?” Leon menggenggan kedua bahu Chana.

“Aku dan keadaan, apa kau enggak sadar yang kau lakukan pada ku itu sangat kejam? Tanpa mendengar penjelasan ku kau malah memikirkan banyak hal tentang ku?!” Chana yang masih menyimpan sakit hati malah menangis.

“Habis kau murahan, memangnya 2 orang yang kau dekati itu lebih kaya dariku?” Leon yang terus terang tak sadar jika kata-katanya membuat orang lain naik darah.

“Keluar kau dari sini?!” Chana menunjuk kasar ke arah pintu.

“Enggak mau, aku baru sampai!” Leon tak ingin pergi karena masih rindu.

“Kalau begitu aku yang pergi!” Chana yang ingin beranjak di hentikan oleh Leon.

“Kau boleh kemana pun asal sisa gaji yang kau terima serta barang-barang yang kau yang kau dapat dari ku kau tinggalkan, termasuk baju yang kau pakai.

Chana memegang kaus oblong seharga 2 juta yang di beli oleh Leon.

“Enak saja!” Chana tak mungkin sanggup keluar tanpa memakai apapun.

“Kalau tak mau ku tagih sebaiknya kau masuk sekolah lagi, perbaiki cara kerja mu sebagai pacar ku.” Leon yang bosan berbasa-basi langsung memeluk Chana.

“Apa-apaan ini?” tanya Chana.

“Ayo baikan orang miskin.” Leon mengajak Chana menjalin hubungan kembali dengannya.

“Enggak! Pulang sana! Aku enggak butuh kau lagi.” Chana yang sudah bekerja merasa telah bisa mencukupi kehidupannya.

Lalu Leon memijat pelipisnya yang terasa sakit akibat Chana yang susah di atur.

“Baiklah, aku akan pergi setelah kau memberi ku makan.” Leon mencoba banyak alasan agar lebih lama bersama Chana.

“Boleh, seporsi 200 ribu!” Chana menilai segalanya dengan uang, tujuannya agar tabungannya cepat banyak dan ia bisa menata kehidupan yang baru.

“Ku beli 1 juta perpiring asal kau izinkan aku makan setiap hari kesini.” Leon

tawar ke atas untuk masakan Chana yang rasanya jauh dari rasa enak.

“Boleh deh.” kemudian Chana mengambil nasi dan sayur sawi hijaunya yang baru matang dari dalam panci.

Setelah itu Chana meletakkannya di hadapan Leon.

Mata Leon menatap seksama lauk yang hanya ada satu macam di piringnya.

“Kau pikir aku kambing? Untuk 1 juta aku cuma dapat nasi sama sawi hijau?” Leon marah bukan karena menunya kurang enak. Tapi ia merasa iba pada kekasihnya yang makanannya kurang bergizi.

“Kau tahu sendiri kalau ini bukan restoran, jadi jangan menuntut apapun pada ku.” Chana yang inggin membersihkan diri menuju kamar mandi.

“Setelah aku selesai mandi ku harap kau tak disini lagi, aku juga enggak mau kau datang kesini setiap hari.” setelah mengatakan itu Chana masuk ke dalam kamar mandi yang letaknya ada di sebelah kamarnya.

Leon yang di usir secara tidak hormat merasa dongkol.

“Enak saja! Kau pikir bisa memperlakukan aku dengan seenaknya?!” Leon yang kesal melahap masakan kekasihnya yang rasanya hambar.

“Piuh! Apa ini? Enggak ada garamnya sama sekali!” Leon yang ingin menambah asin di piringnya bangkit dari duduknya lalu menuju dapur.

Matanya yang indah pun sibuk mencari garam dalam wadah plastik kecil yang memiliki tutup.

“Dimana sih? Masa iya, dia enggak punya garam juga? Bukannya dulu aku memberinya uang belanja?” karena tak mendapat apa yang ia inginkan, Leon pun kembali ke meja makan minimalis kekasihnya.

“Iya juga sih, akukan hanya kasih 10 juta buat keperluan dapur, jelas saja sudah habis, tapi... selain itukan aku kasih 50 juta, yang benar saja garam 5 ribu sebungkus enggak bisa dia beli.” Leon tak habis pikir dengan Chana yang tak mau membeli bahan pangan penting itu.

Ia yang tak ingin memakan sisa nasinya lagi malah berpikir 2 kali, sebab itu adalah masakan kekasihnya.

Setelah penuh pertimbangan akhirnya ia menghabiskan nasinya sampai tak tersisa.

5 menit kemudian, Chana yang telah selesai mandi keluar dengan kepala di gulung handuk, baju teng top dan celana potong di atas lutut.

“Syukurlah dia sudah pergi.” Chana merasa senang, meski sebenarnya ia berharap Leon memohon untuk tetap tinggal lebih lama.

Chana yang ingin memakai bedak pun masuk ke dalam kamarnya.

Namun saat ia membuka pintu kamar, ia syok berat melihat Leon yang telah berbaring di atas ranjangnya.

“Haaah! Sedang apa kau disitu?!” Chana membentak Leon yang telah membelinya ranjang empuk itu 4 bulan yang lalu.

“Kau lihat sendiri aku lagi apa, pakai nanya lagi!” jawab Leon.

Kemudian Chana mendatangi Leon yang sedang meluruskan otot-ototnya.

“Pulang sana!” Chana menarik tangan Leon, sebenarnya bukan untuk mengusir, melainkan melepas rindu yang ada di dalam dadanya.

Tangannya masih hangat seperti dulu, batin Chana.

...Bersambung......

1
Dy
Luar biasa
Dy
Biasa
Susanti Si Bontot
bagus
mia guspiami
apaun alasan Jesika locik ular keket..ingin ku cakar wajah liciknya
TadashiI Ryuji
semangat yaa
TadashiI Ryuji
biar Leon buat kmu yaa??
TadashiI Ryuji
najiss
TadashiI Ryuji
anyingg guru juga di embatt
TadashiI Ryuji
fakk
TadashiI Ryuji
lagian cowo kek gitu jugaa
Gavin Bae
aku bingung membela siapa.seharhmusnya yg menjadi peran utama disini adalah sarah.hanya dia wanita baik2 di cerita ini.yg lain tdk bener.tapi kenapa chana yg menjadi peran utamanya.padahal chana jelas2 perannya sebagai wanita murahan.
Aora Ibim
kok sampai ada yg dibunuh jadi ngeri thor
Isnay Maulani
maacih thor 🙏🙏
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
Zuraida Zuraida
leon sialan
Zuraida Zuraida
leon sialan
Arni
Akhirnya happy ending
bellavolin
ibu paling terlalu senoveltoon nih
Rina
maaf beribu maaf ya chana... aku ga simpatik padamu... dulu waktu kamu hamidun anak leon ga mau dinikahi.. oke lah dgn alasan masih bocil kok hamil bocil dan mau mengejar cita². dgn kamu aborsi, ilang sudah simpatiku....
makin kesini kenapa malah terlihat murahan. lagi² dgn alasan cita² mau jd duri rumah tangga wanita lain. 6 thn jadi istri simpanan ky biasa saja.. masa ga ada sedikitpun percikan cinta utk stefan(terlepas stefan sikopet/dia kan ga tau). malah berharap balikan lagi dgn aa leon...
helooooo..... kamu kapan suksesnya dan kapan balas dendamnya ke om dan tantemu....?????
maaf ya thor ini cm kesan pribadiku trhdp chana, bukan karyamu...kalau karyamu mah ky mengandung magis. begitu baca ga bisa berhenti sblm habis bab.
karyamu keren thor...
Rina
kan leon juga ga minta anda lahirkan buuu...
lagian itu sdh kewajiban seorang ibu merawat dan membesarkan
Rina
orang suruhan bu aminah kah thor...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!