NovelToon NovelToon
Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Wanita Miskin Pengganti Nyonya Mahesa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Duda
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Nadira, gadis miskin dari desa, datang ke kota demi biaya pengobatan ibunya. Hidupnya berubah ketika ia menemukan seorang wanita tewas di pinggir jalan dan tanpa sengaja menjadi tersangka pembunuhan karena DNA-nya ditemukan di tubuh korban.

Korban itu adalah Nayla Adiprana, istri Mahesa Adiprana, pengusaha kaya yang dipenuhi duka dan amarah. Sebagai hukuman, Mahesa memaksa Nadira menikah dengannya dan hidup menderita di rumahnya.

Namun seiring waktu, Mahesa mulai melihat ketulusan Nadira yang merawat putranya dengan penuh kasih. Saat benih cinta tumbuh, kebenaran mengejutkan terungkap.

Akankah Nadira memaafkannya atau justru Nadira akan menjauh darinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

Mahesa mematung di tempatnya, maniknya tak teralihkan dari Nadira. Mahesa melihat Nadira begitu cantik dan membuatnya tak bisa mengalihkan pandangan. Nadira seperti orang yang berbeda.

" Tuan Mahesa, apa anda tidak jadi pergi?." tanya Dion di tengah keheningan.

Mahesa tersadar dari lamunannya, ia kemudian mengusap wajahnya pelan lalu menatap Dion.

" A...aku akan pergi sekarang. Atur semuanya Dion dan jelaskan pada Nadira. Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan apapun padanya." Mahesa berbicara memberikan perintah pada Dion.

" Baik tuan." Dion mengangguk paham.

Akhirnya Mahesa memutuskan untuk segera pergi, tapi sebelum benar benar pergi ia menatap Nadira sekali lintas.

Sementara itu Nadira hanya bisa terdiam di tempatnya, ia masih tidak mengerti tapi jantungnya berdebar begitu cepat.

Setelah kepergian Mahesa, kini menyisakan Nadira, Dion, dan Salsa di dalam ruangan itu.

Dion bergegas membayar, kemudian Dion meminta Salsa memberikan beberapa baju dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan Nadira untuk beberapa hari ke depan.

Salsa langsung bergegas dan melaksanakan pekerjaannya.

Setelah semuanya selesai, Dion dan Nadira keluar dari toko kosmetik itu.

Di dalam mobil, Nadira melihat semua barang barang yang ada di sampingnya. Barang barang itu sangat banyak sampai memenuhi kursi mobil. Bahkan di bagasi juga ada.

Nadira belum bisa tenang karena belum mendapatkan jawaban atas pertanyaannya. Nadira memutuskan untuk bertanya sekali lagi pada Dion.

" Tuan, apa yang sebenarnya terjadi?." tanya Nadira takut takut.

Dion yang sedang menyetir akhirnya menjelaskan semuanya, ia mengatakan jika Nadira akan menemani Mahesa ke pertemuan bisnis selama tiga hari. Pertemuan itu hanya boleh di datangi dengan pasangan, jika tidak memiliki pasangan maka pebisnis yang di undang akan kehilangan kesempatan.

Nadira mulai paham, tapi ia tidak menyangka jika Mahesa akan mengajaknya sebagai pasangan. Padahal Mahesa sangat membencinya.

Nadira memilih diam dan melihat apa yang selanjutnya akan terjadi, Nadira tahu jika ia menolak itu sama saja akan membuat masalah baru lagi.

Selama di perjalanan Nadira hanya diam dan terus berdoa agar semuanya baik baik saja.

***

Sementara itu di sisi lain, Mahesa yang baru saja tiba di rumah terlihat gelisah. Ia mondar mandir di ruang tamu.

Pikirannya saat ini masih tertuju pada Nadira, wajah gadis itu yang terlihat sangat cantik membuatnya tak bisa tenang.

Tak berselang lama Arya datang dari luar, sepertinya pria itu baru saja selesai balapan motor. Arya memang memiliki hobi balapan sejak ia remaja.

" Tumben di ruang tamu kak? Siapa yang di tunggu jam segini?." tanya Arya yang saat itu langsung duduk di sofa yang ada di sana.

Mahesa memijit pelipisnya, ia berusaha berpikir keras bagaimana caranya agar Arya tidak melihat Nadira saat gadis itu datang. Mahesa tahu bagaimana Arya selalu mencoba mendekati Nadira. Entah kenapa Mahesa tidak terima jika Arya melihat kecantikan Nadira.

" Tidak ada yang aku tunggu, ini rumahku jadi aku bebas duduk dimana saja." ujar Mahesa dengan cuek.

" Kakak jangan bohong, aku tahu kakak sedang gelisah. Jadi katakan siapa yang kakak tunggu?." Arya begitu penasaran. Biasanya Mahesa tidak pernah duduk di ruang tamu dengan gelisah seperti itu.

" Arya! Kamu penuh keringat sebaiknya bersihkan tubuhmu sana!." ujar Mahesa mendesak Arya untuk pergi.

" Tidak! Aku akan menunggu di sini. Aku penasaran siapa yang akan datang!." Arya menolak perintah Mahesa.

Di saat yang bersamaan, pintu utama terbuka. Nadira datang bersama Dion yang membawa belanjaannya.

Arya yang semula duduk santai di sofa seketika berdiri saat melihat Nadira yang datang. Wajah Nadira sangat cantik, tubuhnya yang langsing dan berisi terlihat sangat indah, lehernya yang jenjang serta kakinya yang putih mulus membuatnya terlihat seperti Dewi.

" Ya Tuhan, bidadari darimana ini?." gumam Arya takjub.

Mahesa memperhatikan Arya, Mahesa mengepalkan tangannya.

Arya terlihat akan melangkah mendekati Nadira, tapi Mahesa langsung berdiri dan menahan dada Arya dengan tangannya.

" Nadira! Keano sedang menangis! Urus dia dan ganti bajumu!." perintah Mahesa pada Nadira yang sudah tiba.

" Baik tuan." jawab Nadira dengan cepat. Nadira langsung berjalan ke atas tanpa menoleh lagi ke belakang.

Setelah kepergian Nadira, Mahesa bernafas lega, namun sedetik kemudian tangannya di hempaskan oleh Arya yang membuat Mahesa menatap ke arah adiknya itu.

Terlihat Arya menyipitkan matanya dan terlihat menatap Mahesa penuh kecurigaan.

" Kenapa kakak melarang ku untuk mendekati Nadira?". Tanya nya.

Mahesa berdehem dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana.

" Apa kamu tidak dengar Keano sedang menangis? Kalau kamu mengobrol dengan Nadira, tidak ada yang mengurus Keano!." jawab Mahesa dengan santai.

" Bi Siti?."

Mahesa terlihat tak bisa menjawab lagi. " Aku ada pekerjaan mendesak." Mahesa pura pura mengangkat telepon dan berlalu pergi dari ruang tamu.

Arya menggeleng tak percaya melihat kejadian hari ini. Mahesa jelas jelas tidak mengizinkannya mendekati Nadira. Arya menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.

" Nadira... Kalau saja kamu tidak menikah dengan kakakku, aku tidak akan melepaskan mu! Kamu sangat cantik." ujar Arya pelan sambil menyentuh dadanya yang berdetak. Semenjak Arya melihat kebaikan Nadira pada Keano, Arya tak bisa lagi membenci Nadira.

***

Pagi hari tiba, Nadira sudah siap dengan style barunya. Mahesa sudah menunggu di dalam mobil karena mereka akan segera berangkat. Bi Siti meminta Nadira untuk segera pergi. Bi Siti terlihat bahagia karena hubungan Nadira dan Mahesa terlihat semakin membaik.

Sementara Keano tinggal bersama bi Siti, Keano juga terlihat sudah jarang menangis. Apalagi sekarang Keano sudah jauh lebih besar dari sebelumnya. Jadi Keano sudah bisa di tinggal.

Sebelum pergi Nadira tak lupa berpamitan pada Keano.

Nadira memutuskan untuk segera turun ke bawah, ia juga membawa sebuah koper kecil tempat perlengkapan dan bajunya.

Namun di saat sedang menuruni tangga, Arya terlihat berlari cepat mendekatinya.

" Mau kemana Nadira?." tanya Arya sambil mengambil alih koper yang ada di tangan Nadira.

Nadira merasa tidak enak, " Tuan, berikan kopernya biar saya saja."

" Jawab dulu mau kemana bawa koper?." tanya Arya semakin penasaran.

Nadira tak punya pilihan, di tambah lagi Mahesa sedang menunggu di mobil membuatnya panik. " Aku akan menemani tuan Mahesa ke pertemuan bisnis. Tuan Mahesa sedang menunggu ku sekarang." jelas Nadira.

Arya mematung di tempatnya, sekarang ia paham kenapa Nadira berdandan cantik seperti ini sebab akan menemani Mahesa keluar.

Arya merasa kesal, tapi ia tetap membawa koper Nadira.

Arya tak bicara sepatah katapun lagi, ia berjalan ke arah mobil dan melihat Mahesa yang sudah berada di sana. Tak ada percakapan diantara mereka, Arya meletakkan koper Nadira di bagasi, kemudian ia langsung masuk ke dalam rumah. Tapi saat berpapasan dengan Nadira di pintu, Arya menatap Nadira sejenak. Tapi lagi lagi Arya tidak bicara apapun. Pria itu langsung masuk ke dalam rumah dengan wajah kesal.

Di dalam mobil, Mahesa memperhatikan semuanya. Mahesa melihat Nadira yang sudah mendekat. Nadira akan duduk di kursi penumpang.

" Duduk di depan!." ucap Mahesa dingin.

" Tuan, saya duduk di belakang saja." jawab Nadira yang tidak enak hati.

" Nadira! Apa kamu mau melanggar perintahku?."

Nadira tak punya pilihan, sejak awal ia memang tidak ingin membuat masalah sekecil apapun. Jadi ia memutuskan untuk mengikuti perintah Mahesa.

Nadira duduk di depan, ia tak berani menatap Mahesa. Suasana nya begitu canggung, Nadira bahkan tidak bisa bernafas dengan normal.

Mahesa mulai melajukan mobil menuju pelabuhan yang nantinya akan menjadi tujuan akhir mereka.

***

Dua jam kemudian, Mahesa dan Nadira sudah tiba di pelabuhan. Nadira terlihat takjub pada sebuah kapal yang besar dan mewah di hadapannya. Di sana ada penjaga yang bertugas.

" Ikut aku, ingat jangan bicara apapun tanpa seizinku paham!." ucap Mahesa pada Nadira.

Nadira mengangguk pelan, tiba tiba Mahesa menarik tangannya dan melingkarkan tangan Nadira pada lengannya. Nadira sangat gugup dan terkejut. Posisi mereka sangat dekat layaknya sepasang kekasih.

Jantung Nadira kembali berdegup kencang, ia bahkan tak tahu harus berekspresi bagaimana.

Mereka berdua berjalan memasuki kapal, sesampainya di dalam sana, Nadira lagi lagi terpaku melihat kemewahan kapal itu. Ada bayak kursi dan meja di sana dan banyak orang yang sudah duduk dengan pasangan masing masing. Semua orang terlihat luar biasa. Tak ada yang menampilkan kecacatan dari penampilan mereka.

Saat Mahesa akan mengajak Nadira duduk, seseorang yang begitu Mahesa kenal datang bersama seorang wanita. Pria itu adalah Reno, pria yang sempat menjadi pesaing bisnis Mahesa.

" Mahesa Adiprana! Lama tidak bertemu!." sapa Reno dengan tatapan licik.

1
Haura Az Zahra
👍
Emi Sudiarni
ad yg jatuh cinta ni..
Quin: hehehe iya ni lagi cemburu2 gemas 🤭
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
Quin: mohon maaf ya teman teman untuk beberapa hari ini saya tidak bisa upload dulu karena sedang ada urusan penting 🙏 mohon dimaklumi ya teman teman, 🩷🩷🩷 saya berjanji akan kembali melanjutkan ceritanya 🥰🥰 love you all 🩷
total 1 replies
Emi Sudiarni
kren kak, di tungu kelanjutannya
Emi Sudiarni
lanjut kak...
Quin: ciapp👍🤭
total 1 replies
Emi Sudiarni
entar lo jatuh cinta ama nadira.
Emi Sudiarni
kamu tu mahesa yg peluk anindira🤣🤣
NN
lanjut
Quin: okeyy best👍😍
total 1 replies
Ma Em
Semoga kebenarannya segera terungkap agar Nadira bisa cepat bebas dari siksaan Mahesa , dan bisa pulang kerumah ibunya .
Quin: terimakasih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!