NovelToon NovelToon
Pemuas Ranjang Sang Mafia

Pemuas Ranjang Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / One Night Stand / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:647.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayuk Triatmaja

Sesion Pertama Mafia Psikopat Jatuh Cinta

Sesion Ke dua Pemuas Ranjang Sang Mafia

Daka putra pertama adalah seorang mafia yang sangat di takuti di negara itu hingga dirinya bertemu dengan seorang gadis yang bernama Veni dan ingin menikah dengannya tapi demi karirnya sebagai artis Veni menolaknya. Daka mengijinkannya merintis karir di luar negri asalkan mau menyerahkan harta berharganya yang selama ini di jaga dan Veni terpaksa menyetujuinya. Sebenarnya itu alasan Daka agar agar Veni segera hamil dan berhenti menjadi seorang artis karena dirinya ingin menikah.

Veni yang tidak ingin dirinya hamil terlebih Daka seorang pria miskin terpaksa menjebak kakak kembarnya yang bernama Venisa di sebuah hotel bintang lima dan berakhir Venisa menikah dengan Daka.

Siapa yang di pilih Daka istrinya yang baru dinikahi atau Veni yang menyesali perbuatannya dan ingin kembali padanya?

Ikuti yuk novelku dengan judul Pemuas Ranjang Sang Mafia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karma

Jam sembilan malam Veni sudah berada di aula hotel 🏨 xxxx banyak para artis, aktor, produser, sutradara dan semua kru film berkumpul di pesta tersebut.

Dua pasang mata menatap Veni tanpa berkedip karena di antara semua para artis Veni yang paling menonjol yaitu cantik dan seksi membuat dua orang tersebut saling berbisik.

Setelah dikatakan sepakat salah satu dari mereka menjentikkan ke arah pelayan dan pelayan tersebut mengerti kode tersebut.

"Maaf nona, silahkan minum anggur 🍷 ini," ucap pelayan tersebut mendekati Veni.

"Aku juga mau anggur itu," ucap temannya Veni sambil merebutnya dan langsung meminumnya dengan cepat.

"Ambilkan aku anggur 🍷 cepat," ucap Veni dengan nada merendah tapi sorotan matanya tajam sambil mencengkram ke dua tangannya dengan erat terhadap wanita itu.

("Dia selalu mencari masalah denganku, awas saja akan aku balas kamu," ucap Veni dalam hati).

("******Apa yang menjadi milikmu akan aku rebut termasuk minuman tadi. Sayang kekasihnya miskin kalau kaya sudah aku rebut juga," ucap gadis tersebut dalam hati sambil tersenyum menyeringai ke arah Veni******).

Pelayan itupun pergi meninggalkan ruang pesta tersebut sambil menahan amarah terhadap gadis tersebut yang telah menggagalkan rencananya yang diperintahkan oleh bosnya.

Pelayan itupun mengambil gelas baru dan mengisi kembali anggur 🍷 merah yang terkenal sangat mahal kemudian memasukkan sesuatu ke dalam minuman.

"Rencana ini harus berhasil," ucap pelayan tersebut.

Pelayan itu pun pergi ke ruangan pesta dan berjalan ke arah Veni namun lagi - lagi seorang artis mengambil anggur 🍷 tersebut membuat pelayan tersebut menahan amarahnya kembali karena dirinya tidak mungkin marah di depan gadis tersebut.

"Bagaimana nih? Sudah dua kali pelayan itu gagal," ucap pria pertama.

"Ke dua gadis itu tahu kalau anggur yang dikeluarkan oleh pelayan itu sangat mahal dari pada anggur yang ada di pesta ini," jawab teman satunya.

"Aku ada ide," ucap pria pertama.

"Ide apa?" tanya pria ke dua.

Pria pertama membisikkan sesuatu ke temannya sedangkan temannya hanya tersenyum bahagia karena idenya sangat bagus.

"Bagus tidak ide ku?" tanya pria pertama.

"Bagus juga," jawab pria ke dua sambil tersenyum mesum.

Pria pertama menjentikkan jarinya dua kali kemudian dua anak buahnya datang menemui dirinya. Pria pertama membisikkan sesuatu ke anak buah pertama setelah mengatakan sesuatu anak buah pertama pergi ke arah asisten Veni kemudian menarik tangannya dengan pelan.

Sedangkan pria pertama membisikkan sesuatu ke telinga anak buahnya yang ke dua sedangkan anak buahnya hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

"Maaf nona, sutradara Toni ingin nona Veni untuk datang ke kamar nomer 808 untuk membicarakan pemeran utama wanita," ucap pria tersebut dengan suara pelan agar tidak terdengar orang lain.

"Baik, saya akan sampaikan," jawab asisten tersebut.

"Aku tunggu," jawab asisten tersebut.

"Ok," jawab asisten tersebut.

Asisten tersebut berjalan mendekati Veni kemudian membisikkan sesuatu. Veni hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan mengikuti pria tersebut.

Veni berjalan menuju ke arah lift dan pria tersebut menekan tombol paling atas dan tidak berapa pintu lift terbuka barulah mereka masuk ke dalam kotak persegi empat tersebut.

Singkat cerita kini mereka sudah tiba di depan pintu kamar nomer 808, pria tersebut mengetuk pintu sebanyak tiga kali.

"Masuk," ucap pria dari dalam.

Ceklek.

Pria tersebut membuka pintu dengan lebar kemudian Veni berjalan dengan angkuh masuk ke dalam kamar tersebut tanpa curiga sedikitpun.

Setelah Veni masuk ke dalam pria tersebut menutup pintu dengan rapat hingga terdengar suara klik tanda pintu itu otomatis terkunci.

Veni berjalan hingga dirinya melihat dua pria gendut, jelek dan botak satu sutradara film dan satunya CEO di perusahaan yang mendanai film kakaknya. Mereka adalah kakak beradik sedang duduk di sofa dekat ranjang.

"Nona Veni silahkan duduk," ucap sutradara.

Tanpa bicara Veni duduk dengan angkuh membuat dua sutradara tersebut berusaha menahan amarahnya karena mereka tahu Veni terkenal dengan sifat sombong, angkuh dan sering bertengkar serta semena - mena dengan para artis yunior.

"Ada apa tuan?"tanya Veni tanpa basa basi.

"Kami berencana ingin menjadikan dirimu sebagai bintang utama dalam film terbaru kami yang akan di rilis empat bulan lagi, apakah kamu bersedia?" tanya sutradara tersebut sambil mengambil gelas yang berisi anggur begitu pula dengan adiknya.

"Benarkah? Tentu saja aku setuju," jawab Veni sambil tersenyum bahagia.

"Kalau begitu sebagai kerjasama kita maka mari kita bersulang," ucap sutradara film tersebut.

"Ok," jawab Veni singkat.

Tanpa curiga sedikitpun Veni mengambil gelas tersebut kemudian mereka bersulang. Ke tiga orang tersebut meminum gelas tersebut hingga habis kemudian sutradara film tersebut menuangkan kembali minuman anggur.

"Maaf tuan, saya hanya bisa minum gua gelas saja," ucap Veni.

Di gelas ke dua mereka meminum tapi ketika sutradara film tersebut ingin menuangkan kembali Veni menolaknya.

"Ok," jawab sutradara film tersebut sambil tersenyum menyeringai.

"Kalau begitu aku boleh keluar?" tanya Veni.

"Silahkan," jawab sutradara film tersebut sambil tersenyum devil begitu pula dengan ke dua temannya.

Veni langsung turun dari sofa dan berjalan ke arah pintu kamar hotel. Tanpa sepengetahuan Veni ke dua pria tersebut melepaskan satu persatu pakaiannya.

Ceklek

Ceklek

Ceklek

"Tuan kenapa pintu kamarnya di kunci?" tanya Veni sambil masih berusaha menggenggam gagang pintu untuk membukanya.

"Ops ... lupa kalau pintu itu sudah terkunci," ucap sutradara tersebut sambil membuka segi tiga bermuda yang terakhir dan kini tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun sama seperti adiknya.

"Maksud tuan, a ...." ucapan Veni terhenti ketika Veni memalingkan wajahnya ke arah samping di mana ke dua pria tersebut polos tanpa sehelai benangpun membuat wajah Veni pucat.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya Veni panik sambil berusaha membuka pintu kamar tersebut.

"Menurut mu jika dua pria dan satu wanita dalam satu kamar, mau ngapain kalau bukan melakukan yang enak - enak," ucap adiknya.

Brak brak brak

"Kalian gi*a ..... Tolong ..... Tolong...." teriak Veni sambil menggedor pintu kamar.

"Teriak lah sepuasnya karena kamar ini kedap suara jadi orang luar tidak mendengar suara teriakan mu," ucap sutradara film tersebut.

Ke dua pria tersebut hanya berdiri memperhatikan Veni yang sedang berusaha membuka pintu dan terkadang menendang pintu tapi usahanya sia - sia saja tidak ada orang yang tahu dan pintu masih tetap tertutup.

("**Sil aku menjebak kakak kembarku dengan Daka tapi kenapa aku juga di jebak oleh dua pria jelek, botak dan gendut? Lebih baik sama Daka dari pada sama mereka berdua, apakah ini karma ku?" tanya Veni dalam hati).

("Tidak .... Tidak aku tidak percaya dengan adanya karma," sambung Veni dalam hati sambil berusaha menendang pintu tersebut yang tidak punya salah apa-apa***).

1
Sri Haryanti
rencana jahat Veni besuk yg akan merusak masa depan ya sendiri
Nicky Nick
hehee mommy karen hebat deeh...
Nicky Nick
dsr penjahat kelamin.. daka cpt tolongin istrimu
Nicky Nick
hhhh veni gila
Nicky Nick
sadis bgt mereka thor... 😫😫
Nicky Nick
haduuh
Nicky Nick
adik luknut ga" pny hati..
Nicky Nick
adik nya jahaat kakaknya lugu pdhl an sultan
Nicky Nick
veni hny mentingin karier & harta aja..
Blonky
ceritanya baguuss
Yayuk Triatmaja: terima kasih banyak
total 1 replies
@MEIMEI🙃🤩
venisa kayaknya hamidun deh jadi manja banget
Fathiyya Aulia
kok calon menantu kak bukannya menantu?
Mmhh Al Fatih
hamil berjamaah lahiran berjamaah😀😀
Vivin Yulistian Pradesti
suka cerita nya ka
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
Nabila Petta
Mantappppp Author... Tetap semangat dalam berkarya...
Nabila Petta: Itu sudah menjadi tugasku sebagai reader yaitu terus menyemangati Author... Saya sangat mengapresiasi Karya-karya milik Author... Tetap semangat ya Author... God bless you Author...
total 2 replies
saya cantikkj
waktu karen melahirkan daka tunggal.terus Karen meninggal...gitu roh Karen masuk k tubuh Elisabeth Karen nikah lagi sama David terus hamil anak kembar denisa sama siapa lagi kembaran Masa daka kembar sama denisa
Raifa
serem ihhh sikopat smuah🤭😂tp sikopat bucin.
J family
terlalu banyak cerita selingan nya d ulang2 bosen malh bikin plot cerita jadi GK jelas
Benny Citra Lestari
😏😏😏😏😏
Valeria Petra Manao
venisa pasti hamil tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!