NovelToon NovelToon
My First Night With My Boss

My First Night With My Boss

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / CEO / One Night Stand / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:109.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Hesti Noviani

Lyra terbangun dari tidurnya, ia di buat terkejut ketika mendapati seorang pria bertelanjang dada yang tengah tertidur pulas di sampingnya.

"Siapa dia, di mana ini?" Gumam Lyra menatap sekeliling ruangan.

Lyra panik, dan semakin panik lagi ketika ingatan semalam terlintas di kepalanya. Ia beranjak turun dari ranjang, lalu bergegas memakai pakaiannya yang tergeletak di lantai.

Setelah berpakaian, Lyra terburu-buru mengambil dompet di tasnya. Lalu mengambil tiga uang pecahan seratus ribu. Dan di salah satu uangnya, Lyra menuliskan sepenggal kalimat. "Maaf, lupakanlah kejadian semalam. Karena itu hanyalah sebuah kesalahan di saat ku mabuk."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hesti Noviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Bekerja Khusus Untuknya

Kening Lyra mengerenyit menatap Axel dengan penuh keheranan. Ucapan Rigel mampu membuat Lyra tersadar akan perilaku Axel yang sangatlah tak biasa tiap kali Lyra bersama dengan seorang pria. Ia pun teringat akan perkataan Daniel ketika saat dirinya berpisah.

"Aku ingin bertanya kepadamu, Axel."

"Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Axel mengerutkan alisnya.

"Apa kau menyukaiku?"

Axel tergelak. "Tentu saja aku menyukaimu, bukankah sudah jelas bahwa kau adalah sahabatku. Bila aku tak menyukaimu mana mungkin aku mau berteman denganmu."

"Bukan itu yang ku maksud. Apa kamu menyukaiku seperti layaknya Daniel dulu."

Seketika Axel memalingkan pandanganya. "Jangan terpengaruhi ucapan atasanmu itu. Apa aku terlihat seperti apa yang di katakannya?"

"Hm, tentu saja aku tak percaya apa yang di ucapakan pak Rigel. Tapi hanya saja, aku merasa penasaran dengan perasaanmu yang sebenarnya.

Axel lalu tersenyum menatap sembari memegang kedua pundak Lyra. "Aku hanya mengkhawatirkanmu saja. Kamu pulang terlambat, dan ketika seorang pria mengangkat teleponku, aku jadi semakin mengkhawatirkanmu. Bagaimana bila sampai kamu kenapa-kenapa. Oleh sebab itu aku rela menunggumu di sini."

Seketika Lyra tergelak. "Bagaimana bisa kamu mengkhawatirkanku seperti sama halnya orang tuaku dulu saat ketika aku masih bersekolah. Bila pulang terlambat dan mendapatiku bertemu dengan pria, mereka pasti akan mengomeli pria yang ku temui seperti kamu tadi."

"Tentu saja aku akan sama seperti mereka yang sama khawatirnya. Aku ini sahabatmu yang akan siap menjagamu sampai kapanpun."

Lyra menggeleng. "Aku ini bukan lagi seorang gadis remaja, bila pulang terlambat harus di tunggu di depan rumah seperti ini. Kedua orang tuaku bahkan tak seperti ini lagi ketika di usiaku yang sekarang."

"Biarpun mereka sudah tak bersikap seperti aku yang sangat mengkhawatirkanmu di saat kamu pulang terlambat. Tapi aku akan tetap seperti ini. Terutama bila sampai kamu pulang terlambat karena menemui pria. Karena di zaman sekarang pria perlu di curigai, pria zaman sekarang itu tak dapat di percayai. Contohnya mantan pacarmu si Daniel."

Sontak Lyra pun tergelak setelah mendengar apa yang di ucapkan sahabatnya itu. "Pikiranmu benar-benar sangat kolot, Axel." Lyra lalu melepaskan tangan Axel dari pundaknya. "Sudahlah, lebih baik aku masuk sekarang. Apa kamu ingin bertemu orang tuaku terlebih dahulu sebelum pulang."

"Tidak, sepertinya mereka sudah tidur, aku takut mengganggu. Lebih baik aku pulang saja," ucap Axel sembari menggaruk tengkuknya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Esoknya, pagi sekali Lyra pergi berangkat berkerja. Kali ini Lyra berangkat lebih pagi dari kemarin, agar ia tak lagi terlambat. Jarak yang cukup jauh, membuatnya harus sarapan di dalam bis. Lyra membekal roti yang sudah di siapkan ibunya ke dalam kotak makan.

Makan di dalam bis tak bisa senikmat saat makan di rumah bersama kedua orang tuanya. Biarpun begitu, Lyra harus mengganjal perutnya sebelum nanti ia mengeluarkan lebih banyak tenaga. Tak seperti dulu yang pekerjaannya lebih banyak menatap layar komputer, dan sering mengandalkan jari tangan dan otaknya. Tidak dengan sekarang yang lebih banyak menghabiskan tenaga di sekujur tubuhnya. Memasak perlu menggunakan tenaga dan pikiran, terlebih lagi bila sampai Rigel meminta kembali Lyra memasak untuknya, kakipun jadi lebih sering bergerak karena harus pula mengantarkan makanan untuk Rigel ke lantai atas.

Sesampainya di gedung perkantoran, semua pekerja termasuk Lyra bersiap untuk mengawali pekerjaannya. Memotong sayur dan daging, serta menyiapkan beberapa bumbu rempah yang jumlahnya terbilang sangat banyak, adalah awal dari pekerja yang berada di posisi kafetaria.

Di saat Lyra tengah bekerja, tiba-tiba saja Rigel dan Ryan datang ke dapur. Semuanya pun sampai di buat bertanya-tanya tentang seorang CEO yang menginjakan kakinya di dapur. Karena tak biasanya seorang Rigel Callisto mengijakan kakinya di dapur kantin. Jangankan menginjakan kakinya, makan dari kafetaria saja tak pernah di lakukannya. Semenjak Lyra bekerja, semua pekerja di kafetaria sampai di buat terkejut dan heran tentang Rigel yang meminta makan dari masakan kantin. Dan sekarang pun sama terkejutnya dengan Rigel yang tiba-tiba saja datang ke dapur.

"Apa ada yang perlu saya bantu?" Tanya Susi menghampiri Rigel.

"Saya hanya ingin bilang, mulai saat ini Lyra hanya bekerja untuk saya," ucap Rigel.

"Bukankah Lyra memang bekerja untuk anda. Menyiapkan makanan untuk seluruh pekerja di gedung kantor ini termasuk bekerja untuk anda," ucap Susi heran.

"Bukan itu yang saya maksud, tapi mulai saat ini Lyra hanya menyiapkan makan untuk saya. Di mulai dari pagi, siang, dan juga malam apabila saya lembur bekerja."

Sontak Lyra pun terkejut, ia yang tengah memotong sayuranpun di buat berhenti setelah mendengar apa yang di lontarkan Rigel tersebut.

"Mengapa saya harus melakukan itu. Jika saya hanya menyiapkan makan untuk anda, bukankah para pekerja di sini akan kewalahan bila kurang satu pekerja," lontar Lyra.

"Benar apa kata Lyra. Bila kami kekurangan pekerja, kami akan kewalahan. Untuk menyiapkan makan bagi seluruh pekerja kantor yang jumlahnya terbilang banyak, kami membutuhkan banyak pekerja," imbuh Susi.

"Bila kewalahan, maka buka kembali lowongan pekerjaan. Dan minta HRD untuk mengumumkan lowongan baru bagi pekerja di kafetaria. Dan tentang Lyra, biar Ryan saja yang menyampaikannya kepada HRD," tegas Rigel.

"Apa lebih baik anda menunggu pekerja baru untuk di pekerjakan. Bila mulai saat ini saya yang menyiapkan makan untuk anda, para pekerja di sini akan kewalahan karena kekurangan tenaga," imbuh Lyra.

"Bila kamu menyuruhku untuk menunggu pekerja baru, aku akan menunggu. Tapi dengan satu syarat, kamu harus berhenti bekerja di sini."

Lagi-lagi Rigel mengancam, dengan pangkatnya yang tinggi di perusahaan, ancaman Rigel mampu membuat Lyra kembali ketakutan akan kehilangan pekerjaannya. Lyra harus mempertahankan pekerjaannya, biarpun menyediakan makan untuk Rigel adalah hal yang paling sulit. Dia yang sangat pandai mengkritik bisa saja membuat Lyra terus berulang memasak sama seperti hari kemarin. Biarpun kemarin merupakan aksi balas dendamnya, bukan berarti ia akan puas dengan masakan Lyra untuk di hari ini maupun berikutnya. Bila Lyra menolak, bagaimana dengan membantu membayar cicilan hutang kedua orang tuanya. Terlebih lagi hutang yang di miliki orang tuanya bernilai sangat fantastis. Terpaksa Lyra pun harus menerima apa yang di inginkan Rigel tersebut.

Lyra menghela nafasnya. "Baiklah saya akan bekerja untuk anda. Jadi anda tak perlu memecat saya."

Seakan merasa senang karena Lyra mau menyiapkan makan untuknya, Rigel tampak tersenyum samar. Hanya saja ia tampak seperti malu untuk menunjukannya, ia memalingkan wajahnya dari Lyra.

"Bagus, itu yang aku mau. Nanti siang kamu langsung saja menyiapkan makan untukku," ucapnya yang langsung saja melangkah pergi dari dapur.

Sekitar pukul 10.30 Lyra langsung saja menyiapkan makan siang untuk si pria paling menyebalkan itu. Sedikit kesal dan marah, namun Lyra perlu menyelesaikan masakannya sebaik dan seenak mungkin, agar Rigel tak kecewa dan kembali menyuruhnya mengulang masakannya.

"Akan terlalu lelah bila sampai makhluk paling menyebalkan di muka bumi ini, sampai tak menyukai apa yang ku buatkan ini ," batin Lyra.

Di saat jam makan siang sudah tiba, Lyra selesai memasak dan segera mengantarkan makanan ke ruangan Rigel. Raut wajah Lyra tampak masam di saat ia sudah menginjakan kakinya di ruangan pria yang menurutnya paling menyebalkan itu.

"Apa kamu kesal karena aku sudah menyuruhmu bekerja untukku?" Tanya Rigel tanpa menatap dan hanya fokus mentanda tangani beberapa berkas di meja.

Seketika Lyra pun memaksakan senyumannya. "Tentu saja tidak. Mana mungkin saya kesal hanya karena ini."

"Bagus jika kamu tak kesal, kalau begitu taruh makanannya di meja."

Lyra pun segera menaruh makanan yang di bawanya itu ke meja. Setelah itu, ia pun kembali melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan.

"Kamu tak perlu beranjak pergi sebelum aku menghabiskan makanannya," lontar Rigel.

Seketika Lyra menghentikan langkahnya, dan kembali berbalik menghadap ke arah Rigel.

"Saya harus membantu yang lain di kafetaria, bila saya menunggu anda makan, mereka mungkin akan kesusahan karena tak ada saya."

"Tadi kan sudah ku bilang bahwa mulai saat ini kamu hanya bekerja untuk saya," tegas Rigel.

1
Chiell like reading.
mampir?
Hestiiiii: terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Nur Alimi
Rigel somplak
Nur Alimi
Lumayan
SR.Yuni
kenapa aku bacanya Regal terus ya teringat biskuit bayi😀😀🙏🙏
maya mutia
sippp
Kaila
siap thor langsung gas
Rey
gas ksana
meilani
time traveler nih ceritanya
Rossa
Siap thor gas mampir
gek novi irayanthi
aseekkk....gasss....hehe
meilani
cusss
Rey
psti mampir,, d tunggu thor
aria
siap thor nanti mampir
kai
happy end
ayu
lanjut s2 ga tuh thor, soalnya blum tau jnis kelamin rigel junior
rudy
lanjut s2
maya mutia
akhirnya happy ending
Kaila
tamat sebelum lyra lahiran.. mna blum tau jenis klamin anaknya
Rossa
kenapa hrus tamat blum tau jenis klamin bayinya thor
meilani
yah ko tamat msih ada season 2 hrusnya, blum tau nih jenis kelamin rigel junior
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!