Sekuel dari novel HeavenlyEarth..
Gala ArMikha Rahardian Wijaya, pengusaha muda yang tertarik pada adik angkatnya sendiri yang tak lain adalah anak dari salah satu ART di rumahnya, tapi sayang cinta Gala tak pernah di Terima oleh sang gadis pujaan hati sampai sosok pria lain yaitu Sean hadir dalam hubungan Gala dan Ara yang masih belum jelas kepastiannya.
Siapakah yang akan di pilih Ara? .
Gala yang ia cintai atau Sean yang selalu Ada?
Yuk, kepoin kisah Gala Asmara dan jangan lupa klik ❤️ ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
acuhnya Gala.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ara udah punya pacar!"
Gadis cantik berusia delapan belas tahun itu berucap sambil berdiri di hadapan Gala yang duduk di meja kerjanya.
"Udah tau" jawab Gala santai, bahkan matanya tak lepas dari layar laptop yang menyala.
"Boleh, kan Ara pacaran?" tanya Ara pelan.
"Hem!"
"Kak Gala gak marah? ini Ara udah punya pacar loh. Ara gk jomblo lagi loh. Ara... "
"Ara udah gede!" timpal Gala, ia menoleh sambil membuka kacamatanya yang hanya di pakai saat menyelesaikan pekerjaannya saja.
"Nah itu dia" sambung Ara sambil menjentikkan ibu jari dan telunjuknya secara bersamaan.
"Kak Gala kok diem? Biasanya kalo tau Ara ada yang nembak aja udah marah marah sampe pengen makan orang itu, kok ini kak Gala gak marah? " gumam Ara yang masih bisa di dengar oleh Gala.
Hati keduanya sebenarnya perih, tapi harus di sembunyikan di balik senyum mereka. Gala dengan perasaan kesalnya sedang Ara dengan rasa bingungnya.
"Ara suka Sean kan? makanya mau pacaran sama dia. Sedangkan sama kakak di tolak terus. Ara gak suka kakak" ujar Gala masih berusaha menekan hatinya.
"Eh... gak gitu, Araaaaaa..."
"Apa? Ara kenapa?" tanya Gala masih di posisinya.
"Gak tau ah!"
Braaak....
Gala tertawa melihat kepanikan gadis kecilnya, karna Ara tak pernah mau menjawab alasan kenapa Ia selalu di tolak, dari situlah muncul rencana konyol antara Sean dan Gala.
.
.
**
Libur satu hari selesai, kini saatnya semua kembali beraktifitas seperti biasa tak terkecuali Ara yang kini sudah rapih dengan seragam sekolahnya. Rambut yang biasa di gerai kini di kuncir kuda tinggi sampai leher putih jenjangnya terlihat sempurna membuat siapapun pasti ingin meninggalkan jejak merah disana.
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu membuat Ara yang sedang memakai sepatu akhirnya menoleh, alhasil ia berjalan dengan sepatu yang belum di talikan.
"Ibu, ada apa?" tanya Ara karna biasanya mereka akan bertemu di dapur sebelum Ara ke ruang makan.
"Ibu mau pulang ke kampung, kamu ibu tinggal gak apa apa ya" ucap Titin, ibu kandung Ara yang merangkap menjadi Asisten Rumah Tangga.
"Kok dadakan, kenapa?" tanya Ara bingung, karna seingatnya sebelum ia tidur Ibu tak mengatakan apapun.
"Tuan besar lagi cari tanah, dan kebetulan ibu tahu siapa yang akan menjualnya. Besok sore Ibu pulang, Nak" jelas Titin sembari mengusap pipi putih bersih anak semata wayangnya.
"Ya sudah, janji Jangan lama-lama tapinya ya" pinta Ara manja dan langsung memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu.
Keduanya turun bersama ke lantai bawah setelah Ara selesai merapihkan diri. Ia yang bergelayut manja di lengan ibunya langsung mendapat senyum hangat dari wanita bergamis hitam, umi angkatnya.
"Jadi pulang pagi ini, Tin?" tanya Khayangan.
"Jadi Nyonya, jam sembilan nanti" jawab Titin yang kemudian berlalu ke dapur meninggalkan putrinya yang akan sarapan bersama sang keluarga majikan.
Ara yang sudah menarik kursi di samping Gala melihat pria itu fokus pada ponselnya tak seperti biasa, ia malah seakan tak sadar jika sedang di perhatikan.
"Ara mau bareng kak Gala kan?" tanya Khayangan sambil menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya.
"Enggak, Ara di jemput kak Sean" jawab Ara sambil melirik ke arah Gala yang menerima piring berisi sarapannya.
"Loh tumben di jemput Sean?" tanya Bumi bingung.
"Iya, Bi. Ara bareng kak Sean nanti" Ara yang sudah menyahut penuh penekanan ternyata tak di respon oleh Gala.
"KAK GALA DENGER GAK SIH KALAU ARA MAU DI JEMPUT COWO LAEN?!" jerit Ara kesal sambil memukul lengan pria dewasa di sebelahnya.
"Iya, denger. Terus kenapa?"
.
.
.
.
Iiiiih.... marah dong!
langsung bubar jalan itu chatting 👻
🐒:"pisang ya 1 Tundun 👻🤣😎"
gue malah suudzon di tabrek Jessy 😆
😂😂😂😂😂😂🌹
ijin pingsan oey