Humaira sejak kecil hidupnya dihabiskan di pesantren mencari ilmu, ia juga tidak pernah jatuh cinta hingga suatu saat ayahnya sakit ia harus kembali pulang menunggu ayahnya yang sedang koma.
Setelah ayahnya sadar ia harus dijodohkan dengan anak yang telah membantu biaya penyembuhan ayahnya harus menikahi seorang duda beranak.
Setelah melangsungkan pernikahan Raka membuat kontrak perjanjian selama satu tahun pernikahan setelah itu mereka akan bercerai.
Namun dengan seiringnya waktu Aira mulai jatuh cinta kepadanya tetapi Raka sangat membencinya, dan sering menyakiti Aira. Akankah cinta Aira terbalaskan atau sebaliknya yang membuatnya semakin terluka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13.Doa tulus Aira
Alarm Aira berbunyi, ia bangun seperti biasa melakukan shalat hajat setiap malamnya.
Aira setelah melakukan berbagai shalat malam, shalat taubat, tasbih, tahajut, istiqorah, yang terakhir ia shalat hajat untuk memohon setiap doa-doanya.
Setelah melakukan shalat ia banyak-banyak Dzikir, lalu ia memohon doa kepada sang pencipta.
Surat Al-imran ayat 31,
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ
وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya : "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Lalu Aira berdoa sambil menanggis,
"Yaa Allah, Engkau sebaik-baiknya pemberi petunjuk bagi orang-orang yang tersesat. Maka, kupanjatkan doa untuk suamiku dan diri ini agar Engkau sudi memberi kami dzikir berupa dzikir agar selalu mengingat-Mu secara berkesinambungan, serta dengan taufiq-Mu. Bantulah hamba-Mu yang lemah ini untuk bersenantiasa besabar menunggunya membukakan pintu hatinya buat hamba dan mencintai hamba menjadi kelurga seutuhnya."
“Yaa Allah, wahai harapan orang-orang yang rindu. Sediakanlah untukku sebagian dari rahmat-Mu yang luas. Berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-ajaran-Mu yang terang, serta bimbinglah aku dan suami menuju kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu.”
“Yaa Allah, berikanlah kepadaku suami yang terbaik di sisi-Mu, suami yang juga menjadi sehabatku dalam urusan agama, baik urusan dunia pun akhirat.”
“Yaa Allah, jadikanlah ibadah malamku dan suamiku sebagai ibadah orang-orang yang benar-benar melakukan ibadah malam. Dan lindungilah aku dan suamiku daan tidurnya orang-orang lalai. Hapuskanlah dosa kami. Wahai Tuhan sekalian alam. Dan ampunilah aku. Wahai Maha Pengampun para pembuat dosa.”
“Yaa Allah, dekatkanlah aku dan suamiku kepada keridhoan-Mu dan jauhkan kami dari kemurkaan serta balasan-mu. Berilah aku dan suamiku kemampuan untuk membaca ayat-ayat-Mu dengan rahmat-Mu, Wahai Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”
“Yaa Allah, sediakanlah untukku sebagian dari rahmat-Mu yang luas, dan berikanlah aku petunjuk kepada ajaran-ajaran-Mu yang terang, dan bimbinglah aku beserta suamiku menuju kepada kerelaan-Mu yang penuh dengan kecintaan-Mu. Wahai harapan orang-orang yang rindu.”
“Yaa Allah, tanamkanlah dalam diriku dan suamiku kecintaan kepada perbuatan baik, dan tanamkanlah dalam diriku dan suamiku kebencian terhadap kemaksiatan dan kefasikan. Jauhkanlah dariku dan suamiku kemurkaan-MU dan api neraka dengan pertolongan-MU. Wahai Penolong orang-orang yang meminta pertolongan.”
“Yaa Allah, lindungilah suamiku yang sedang mencari nafkah. Semoga titik peluhnya kau berkahi dan permudahkan segala urusannya."
“Yaa Allah, mudahkan dan lancarkanlah rezeki suamiku hari ini, jika rezeki itu masih jauh maka dekatkanlah, jika dekat, maka rapatkanlah, jika masih tergantung di langit, turunkanlah, jika tersembunyi dalam perut bumi, keluarkanlah, jika sedikit, banyakanlah, jika caranya susah untuk sampai kepada kami maka mudahkanlah. Sebab, sesungguhnya hanya Engkau yang Maha Memberi Rezeki, Maha Mengethaui dan Maha Penyayang pada hamba-hamba-Nya.”
“Yaa Allah, berkahilah setiap langkah suamiu dalam mencari rezeki, kuatkan dan lapangkanlah dadanya, berikanlah dia kesabaran yang tak terhingga, dan jauhkanlah dia dari hal-hal yang tidak baik.”
“Yaa Allah, Yang Maha Pengasih, jagalah suamiku di dalam mencari rezeki-Mu dan bawalah ia kembali dengan membawa keridhoan-Mu. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Kabulkanlah Ya Allah, aamiin aamiin ya rabbalamamin.
Raka terbangun dari tidurnya merasa dirinya haus, melihat teko tempat airnya telah kosong, ia segera keluar menuju dapur untuk mengambil air minum. Raka hendak berjalan melewati kamar Aira mendengar suara tangis, ia berhenti untuk memastikan suara tangis dari mana.
Raka meperjelas pendengaranya dibalik pintu kamar Aira, ia menempelkan telinganya mendengar suara tangis Aira serta doa-doa yang dia panjatkan doa tulus yang Aira ucapkan.
"Kenapa dia masih saja mendoakanku? Aku saya tidak pernah peduli dengannya," gumam Raka berlalu pergi dari depan pintu kamar Aira.
****
"Mas, sudah bangun," tanya Aira di balik pintu kamar Raka.
"Hem ...," jawab Raka yang belun tersadar dari tidurnya.
"Pah, papa ..., ayo bangun," teriak Nathan dengan cempreng.
Tidak ada jawaban dari sang papa Nathan membuka pintunya, lalu ia berlari ke atas ranjang, mengoyang-goyangkan tubuh sang papa.
"Pah ..., ayo bangun, sudah siang pah," kata Nathan lalu mengelitik tubuh sang papa.
"Anak papa, awas ya," ucap Raka sambil mengelitik tubuh Nathan kembali.
Sedangkan Aira kini menuju lemari pakaian Raka mengambilkan setelah kemeja, jas juga dasi untuk ia pakai kerja hari ini.
"Mas, Aira letakkan disini ya," kata Aira menggantungkan pakaian Raka di dekat meja rias.
"Sayang kita tunggu papa dimeja makan ya, biarkan papa mandi dulu," ajak Aira kepada Nathan.
"Baik bunda," ucap Nathan dengan melebarkan kedua tangannya memberi kode kepada sang bunda untuk meminta gendong.
"Mas, kami tunggu dimeja makan untuk sarapan bersama," ucap Aira kepada Raka.
"Iya."
*****
Di meja makan kini sudah ada Aira, Raka serta Nathan mereka menikmati sarapan pagi yang dibuat oleh Aira. Mereka menikmati nasi goreng seefood serta telur cepok di atasnya.
Raka membuka pembicaraan terlebih dahulu, "Kamu kuliah ngak?" tanya Raka yang masih sibuk mengunyah nasi goreng.
"Kuliah mas, saya ada mata kuliah pagi hari ini," jawab Aira.
"Jika kamu kuliah bagaimana dengan Nathan? Biar saya cari baby sitter saja buat Nathan," kata Raka.
"Tidak perlu mas, Nathan akan dirumah mama mas, disana sama bibi, setelah pulang kuliah saya akan menjemputnya," ucap Aira pelan-pelan ia takut jika berkata salah.
"Nathan ngak mau kalau pah, kalau Nathan punya pengasuh, Nathan sudah gede lihat ini. Nathan sama bunda saja," kata Nathan memeluk Aira.
"Terserah kalian, yang pasti saya ngak mau gara-gara kamu kuliah Nathan tidak terurus juga mama kecapean," tegas Raka.
"Saya mengerti mas, Aira pamit pergi duluan mas, ayo sayang kita kerumah oma," pamit Aira mengajak Nathan untuk segera berangkat.
"Kalian naik apa?" tanya Raka.
"Saya pesan taksi online mas."
"Berangkat sekalian sama saya saja, saya antar kalian," ucap Raka menggandeng Nathan masuk kedalam mobil.
"Tuan muda kita kemana dulu?" tanya sopir.
"Kita kerumah mama mengantar Nathan, setelah itu ke kampua mengantar Aira," ucap Raka.
"Baik tuan," sahut sopir.
Di dalam mobil kini yang banyak bicara dan bercerita adalah Nathan. Dia sibuk bercerita kepada sang papa. Raka mendengarkan dengan setia cerita sang jagoan kecilnya.
Aira sungguh pintar mengasuh Nathan dari dia belum bisa bicara hingga kini ia menjadi sangat pandai bahkan menjadi anak jenius. Bahkan dengan usia dua tahun ia sudah memiliki kepandainya di atas umurnya, tidak salah pilih mama mencari pengasuh buat Nathan gumam hati Raka.
Di sisi jalan Nathan melihat pasar malam, banyak permainan seperti komedi putar, bianglala, ombak kayu ia merajuk memintanya kesana.
"Bunda ayo main kesana," rengek Nathan.
"Sayang, itu adanya kalau malam hari, lihat itu kan sepi," kata Aira membelai pipi Nathan.
"Nathan pokoknya mau naik itu," rengek Nathan masih merajuk kepada Aira.
"Bagimana kalau nanti malam kita kesana, tapi Nathan ngak boleh nakal. Di rumah oma yang pintar ya, bermain dengan bibi, jangan buat oma repot, janji sayang," kata Aira dengan mengajungkan jari kelingkingnya kepada Nathan.
"Janji bunda, Nathan tidak akan membuat oma repot, bunda kuliah yang pintar ya, Nathan masuk dulu," kata Nathan mencium pipi bundanya lalu menyalami bunda serta papanya.
****
Di dalam mobil Raka dan Aira sangat canggung tidak ada percakapan sama sekali hingga sampai di kampus.
"Makasih mas, sudah bersedia mengantar kami, Aira masuk dulu mas," pamit Aira lalu mencium punggung tangan Raka.
Aira berjalan menuju ke dalam kelasnya. Di kagetkan dengan pukulan di bahunya.
"Astagfiruallah," ucap Aira menoleh ke belakang.
"Maaf Ra, aku mengangetkanmu ya," ucap Nia.
"Tidak kok," jawab Aira bohong.
"Ra lihat itu, dosen killer," ucap Nia melihat dosen killer yang baru turun dari mobil mewahnya.
****
Jangan lupa like ya juga kasih komen.... terimakasih...