Pegang aku erat-erat, peluk aku dan percaya padaku.
***
Story by MTMH18
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
Aellys sudah mengatakan semua yang ada di benaknya kepada Saga, dia bilang kalau mereka harus menjaga jarak, karena mereka bukan siapa-siapa. Tidak seharusnya mereka melewati batas. Aellys sadar, Saga harus di beritahu dengan pelan-pelan agar dia mengerti status mereka.
“Leo Mama bawa ke rumah Nenek, ya!” seru mama Aellys yang menyiapkan pakaian Leo untuk menginap di rumah nenek Aellys, karena beliau bilang rindu dengan cicitnya itu.
“Berapa hari, Ma?” tanya Aellys dengan Leo di gendongannya.
“Tiga hari paling, kamu tidak apa-apa tinggal sendirian di sini?” tanya mama Aellys untuk ke sekian kalinya.
“Iya, Ma. Lagian aku tidak bisa meninggalkan Kafe. Di sini kan ada pak Agus yang jaga rumah, Mama tenang aja. Aellys bisa jaga diri,” jelas Aellys membuat mamanya menghela nafas.
“Ya sudah, kalau ada apa-apa segera panggil pak Agus! Kalau ada yang berbahaya telepon polisi ya!” ingat mamanya yang di balas senyum oleh Aellys.
“Hati-hati ya, sayang! Jangan nakal sama Oma dan Eyang Uti ya!” pesan Aellys kepada putranya.
“Iya, Bunda,” sahut Leo membuat Aellys tersenyum lembut dan mengusap rambut hitam putranya.
“Mama berangkat dulu!” pamit mama Aellys.
“Hati-hati, Ma!” seru Aellys sebelum mobil yang di gunakan mamanya keluar dari pekarangan rumahnya. Aellys kembali masuk ke dalam rumah dan bersiap-siap untuk berangkat ke Kafe.
***
“Pagi semua!” sapa Aellys kepada semua karyawannya.
“Pagi, Lys,” sahut kompak semuanya.
“Mau teh melati?” tawar Fifi kepada Aellys.
“Boleh! Antar ke ruanganku ya!” suruh Aellys sebelum melangkah ke ruangannya, namun dia berhenti saat Azka bilang bahwa ada paket untuknya. Azka menyerahkan kotak berwarna cokelat yang tidak terlalu besar kepada Aellys.
“Terimakasih,” ucap Aellys dengan senyuaman tulus kepada Azka.
“I—iya, sama-sama,” balas Azka yang sedikit gugup.
Aellys meletakkan kotak tersebut di atas meja dan engga untuk membukanya, karena kotak tersebut tidak ada nama pengirimnya. Aellys sedikit bingung, perasaan dia tidak memesan apa pun, tapi tiba-tiba ada paket untuk dirinya. Fifi datang meletakkan secangkir the melati hangat untuk Aellys.
“Terimakasih, Fi,” ucap Aellys dengan senyumannya.
“Sama-sama, Lys.”
Aellys menyeduh the tersebut sambil melirik kotak berwarna cokelat itu, ada rasa penasaran dengan isinya, tapi dia juga sedikit takut dengan kotak misterius itu. Aellys terus menatapnya dan membuatnya semakin penasaran, dengan hati-hati dia meraih kotak itu.
“Dari pada penasaran, mendingan di buka aja,” gumam Aellys mulai membuka kotak cokelat itu. Terdapat secarik kertas di dalamnya dan sebuah kotak kecil berwarna biru, Aellys mengambil kertas tersebut dan membaca kalimat yang tertulis.
‘To: Aellys’
‘Kotak kecil ini akan membuatmu mengingat masa lalu mu! Dan tentunya menjadi awal dari sebuah ke salah pahaman. ’
E.K
Tulisan yang sama dengan kotak sebelumnya, berarti orang yang sama dengan yang mengirim kotak waktu itu. Aellys meraih kotak kecil berwarna biru dan membukanya secara perlahan.
“Foto!” gumam Aellys melihat bahwa isinya adalah beberapa lembar foto.
“Ini kan fotoku dengan Reno!” Aellys melihat foto-foto tersebut yang ternyata potret dirinya dengan Reno, teman kuliahnya saat itu. Di mana,dalam foto tersebut Aellys sedang mengerjakan tugas bersama di sebuah perpustakaan di Fakultasnya. Memang dari segi pengambilan foto ini seperti Aellys sedang berciuman dengan Reno, padahal saat itu Aellys kelilipan dan Reno membantu meniup matanya.
“Siapa yang mengambil foto ini? Ah—ada tanggalnya, ini di mana sehari sebelum aku mendengar ucapan Saga yang menyakitkan itu! Kenapa dengan foto-foto ini? Saiap yang mengambilnya?” Aellys semakin bingung dengan beberapa lembar foto dirinya dengan Reno.
“Ada kertas lagi?” Aellys mengambil secarik kertas yang di lipat dan di temple di tutup kotak.
‘To: Aellys’
‘Foto-foto inilah yang membuat kamu dan Saga berpisah, kamu pasti mendengar kata-kata Saga yang menyebutmu sebagai wanita murahan dan ingin menghancurkanmu? Iya, Saga memang bilang begitu. Tapi, saat mengatakan hal tersebut, saga sedang dalam keadaan emosi. Karena apa? Karena foto-foto yang ada di dalam kotak ini. Saga sedang marah, karena cemburu melihat foto dirimu dan Reno. Bagaimana tidak marah? Dalam foto tersebut terlihat dirimu yang sedang berciuman dengan Reno.
Di tambah lagi Rachel bilang, kalau kamu dan Reno berselingkuh di belakang Saga. Padahal semuanya salah bukan? Kamu dan Reno tidak ada hubungan apa-apa? Benar, Saga salah paham denganmu dan Reno. Foto-foto ini Rachel yang memotretnya, dia bilang kalau tidak sengaja melihatmu dan Reno di perpustakaan dan kamu sedang berciuman. Awalnya Saga mempercayainya, namun setelah emosinya mereda. Saga mencari tahu kebenarannya sendiri dengan menemui Reno dan menghajarnya sampai hampir menghilangkan nyawanya.’
Aellys membaca surat tersebut dengan mata berkaca-kaca, apa benar yang di tulis ini? Aellys tidak tahu, dia mencoba menghalau air matanya dan melanjutkan membaca surat ini.
‘Untung saja, ada orang yang Saga segera menariknya. Sehingga Reno masih dapat terselamatkan dan di bawa ke ICU. Setelah Reno mulai pulih, Saga menanyakan kebenaran foto-foto tersebut dan dugaan Saga benar, dia sudah di bohongi oleh Rachel. Ternyata Rachel menyukai Reno dan kesal dengan kedekatanmu dengan Reno, sehingga dia ingin membuatmu menderita dengan membohongi Saga.
Setelah mengetahui semuanya Saga mencarimu, namun, kamu sudah pergi. Saga ingin menyusulmu, tapi tidak di ijinkan oleh Papihnya. Beliau bilang kalau ini adalah pelajaran untuknya yang tidak menanyakan kebenarannya terlebih dahulu. Tetapi, Saga tidak kekurangan akal, dia diam-diam ingin menemuimu. Namun, di ketahui oleh Papihnya dan dia di suruh tinggal di New York selama dua tahun lamanya.
Kamu pasti bertanya bagaimana dengan keadaan Rachel setelah Saga menegetahui semuanya? Jawabannya pasti tidak baik-baik saja. Setelah Saga mengetahui kamu meninggalkannya, dia berubah menjadi monster. Dia membunuh Rachel! Saga membunuh Rachel, karena sudah membuatmu meninggalkannya dan balasan karena
Rachel hampir membunuhmu. Kamu pasti ingat saat Rachel ingin menusukkan pisau ke perutmu? Rachel bilang kalau Saga yang menginginkanmu untuk mati dan menyuruh dirinya? bukan, itu semua murni Rachel yang ingin melenyapkanmu. Kamu berhasil kabur dan Rachel tidak mengejarmu kan? Itu, karena Saga telah membunuhnya. Saga ada di tempat itu sebelum kamu berlari menghindari Rachel dan dia segera menembak Rachel di jantungnya.’
“Apa? Ini apa? Siapa yang mengirim ini? Saga? Apakah dia?” Aellys mulai menangis antara percaya dan tak percaya dengan semua ini. Aellys merogoh ponselnya dan menghubungi Saga, pada dering ketiga panggilan di terima. Belum sempat Aellys bertanya Saga sudah berbicara terlebih dahulu dan Aellys hanya terdiam.
“Kamu sudah menerima kotak itu kan? Temui aku di kantorku! Reynad yang akan menjemputmu! Dia sudah di depan Kafe!”Saga langsung mematikan ponselnya. Aellys terdiam menatap kembali foto-foto dan surat itu secara bergantian.
Kalau aq sih nggak masalah tak dibls koment aq.. yg penting aq senang baca, ksh like, ksh hadiah.. kadang gak komentar... saking asiknya baca.. 😂😂😂
Semangat terus ajah Thorr.. bikin novel lagi yg lbh seru.. Aktor pake nm yg blm dipakai di novel" sini.. kek Antonio Candra, Bonifatius, Cherryl, Gladhis, Joel, atw Sukiran, Paijo, Parno... wkwkkk.. 😂😂😂😂🙈🙏
Tetap lanjut ahhh.. penasaran cerita halunya.. 😄😄😄🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀