Gilang Herlambang adalah seorang mantan mafia yang memiliki lima anak perempuan yang terkenal dengan kecantikannya.
Karena khawatir dengan keselamatan kelima anaknya, akhirnya Gilang mengutus lima bodyguard untuk kelima anaknya.
Bagaimana kelanjutan ceritanya? Apakah keputusan Gilang mengutus bodyguard untuk anak-anaknya adalah hal yang tepat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khintannia Viny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13 (ULANG TAHUN PERUSAHAAN)
Hari ini adalah hari perayaan ulang tahun perusahaan Gilang Herlambang.
Semua putri Gilang sedang bersiap untuk datang ke party tersebut, karena sudah hampir 10 tahun perusahaan papinya berdiri.
Irene sedang menyuruh penata rias untuk membantunya bersiap karena hari ini dia harus maju ke atas panggung untuk menyampaikan beberapa kata.
Tiba-tiba saja seseorang masuk ke dalam dan membuat semua orang terkejut termasuk Irene.
"Kakak! Kakak kenapa masih belum selesai sih?" tanya Queen yang tiba-tiba datang.
"Yaampun Queen kamu ini kenapa ngagetin aja sih!?" ketus Irene.
"Ya habisnya kak Iren lama banget, kan Queen juga mau make up."
"Yaampun Queen, kakak udah bayar banyak sekali make up artist untuk kalian masing-masing."
"Ya tapi Queen mau di make up sama kayak kak Iren.."
"Queen, kenapa kamu seperti anak kecil sih? Cepat make up dengan orang yang ada di kamarmu, jangan sampai terlambat di acara papi."
"Walaupun terlambat juga ga masalah kak, lagian orang-orang hanya mengenalmu dan kak Aleen." ucap Queen.
"Queenara Herlambang!!" tegas Irene yang membuat Queen menelan salvilanya.
Karena jika kakaknya sudah memanggilnya dengan nama panjang maka mereka sudah sangat kesal kepadanya.
"Baiklah aku keluar..." ucap Queen dengan pasrah.
Setelah Queen keluar, para penata rias mulai menata rambut Irene kembali.
"Maaf karena adikku mengganggu.." ucap Irene.
"Tidak apa nona, kami adalah langganan anda dan sangat mengetahui bagaimana sikap adik anda." ucap salah satu penata rias.
Irene hanya tersenyum mendengar ucapan penata riasnya. Irene memang tidak pernah mengganti penata riasnya karena tidak ingin banyak orang yang mengenali wajah ketiga adiknya.
"Nona Irene, kapan anda akan menikah?" tanya penata rias yang lain.
"Apa? Menikah? Hahaha sudahlah jangan membahas tentang pernikahan karena aku juga tidak tau kapan aku akan menikah." ucap Irene.
"Kenapa begitu nona? Nona adalah wanita cantik, cerdas dan mandiri, pasti banyak laki-laki yang mengantri untuk mendapatkan nona."
"Jangan bicara seperti itu, menurut kalian yang mengenalku pasti mudah mengatakan hal seperti itu, tapi bagi mereka yang tidak mengenalku, mereka tidak akan mau kepadaku." ucap Irene.
"Kenapa bisa gitu nona?"
"Karena semua orang tau kalau aku ini egois dan sombong.." ucap Irene dengan berbisik.
Dua penata rias Irene tertawa mendengar ucapan Irene yang menurut mereka sedang bercanda.
Namun Irene menatap pantulan wajahnya di cermin memperhatikan wajahnya dan tersenyum tipis.
"Padahal aku serius, semua orang menganggapku orang yang menyebalkan." gumam Irene.
Setelah selesai dengan makeup nya, Irene segera keluar dari kamarnya dan menghampiri keempat adiknya.
Di sana sudah ada para penata rias yang di utus Irene berkumpul di ruang tamu karena sudah menyelesaikan tugasnya.
"Terimakasih karena sudah menjadikan aku dan adik-adikku menjadi cantik seperti ini, aku akan memberikan banyak bonus kepada kalian." ucap Irene kepada para penata rias.
Semuanya berterimakasih kepada Irene yang selalu memberi mereka bonus setiap datang ke rumahnya, setelah itu mereka segera meninggalkan rumah keluarga Herlambang karena tugas mereka sudah selesai.
Irene juga menyiapkan penata rias untuk para bodyguardnya yang saat ini sedang berganti pakaian.
"Wah anak-anak papi cantik-cantik sekali.." puji Gilang yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Papi juga sangat tampan sekali!" puji kelima anak-anaknya.
Irene tersenyum sambil berjalan mendekati papinya dan merangkul tangannya.
"Sekarang aku yang akan menjadi pasangan papi." ucap Irene dengan senyum yang lebar.
Tidak lama kemudian para bodyguard mereka keluar dari ruang ganti satu per satu dan membuat semuanya menganga melihatnya.
"Waw!!" ucap Queen tanpa sadar melihat semua bodyguarnya dan kakak-kakaknya.
"Lihat bukan? Mereka lebih pantas kamu jadikan model di perusahaanmu kak!" ucap Queen.
Irene hanya memberi tatapan tajam ke arah Queen yang membuat Queen merapatkan bibirnya.
"Baiklah kalau begitu ayo kita berangkat, dan kalian berlima, aku mohon untuk hari ini prioritaskan papiku karena akan ada banyak sekali musuh papi di sana." ucap Irene yang langsung di balas anggukan oleh kelima bodyguarnya.
Mereka menaiki mobil masing-masing, Irene bersama dengan papinya menaiki mobil yang di supiri oleh Daniyal.
Aleena naik mobilnya sendiri bersama Abizar, Nancy bersama Aiden, dan si kembar bersama kedua bodyguarnya.
Sesampainya di perusahaan, mobil Irene dan Aleena di sambut dengan meriah, bahkan banyak sekali wartawan yang meliput acara ulang tahun perusahaan Gilang.
"Selamat atas ulang tahun perusahaan anda tuan.." ucap semua orang yang hadir di sana.
"Nona Irene, nona Aleena, kalian berdua cantik sekali!" teriak salah satu tamu yang ada di sana.
Irene dan Aleena hanya membalasnya dengan senyuman, sedangkan Daniyal dan Abizar berjalan di belakang Gilang, Irene dan Aleena.
Sedangkan mobil Nancy dan si kembar melewati parkiran belakang perusahaan dan sudah di tunggu oleh Bian di sana.
"Selamat datang nona-nona.." sapa Bian saat Nancy, Ratu dan Queen sudah turun dari mobilnya.
"Hai kak Bian.." sapa ketiganya dengan kompak.
"Wah, bodyguard kalian ganteng ya! Tuan Gilang memang tau kesukaan anak-anaknya." ucap Bian menggoda ketiga anak Gilang.
"Diamlah kak, atau nanti kak Nancy akan mengeluarkan taringnya." bisi Queen.
"Hahaha, Ratu, hai.." sapa Bian kepada Ratu dengan senyum manisnya.
Sejak dulu Ratu sangat mengagumi Bian yang menurutnya laki-laki yang sangat bertanggung jawab dan juga bijaksana.
Bahkan Ratu pernah mengungkapkan perasaannya kepada Bian saat masih berada di bangku SMP, namun Bian menolaknya dengan halus dan mengatakan bahwa dia hanya menganggap Ratu sebagai adiknya.
"H-hai kak.." sapa Ratu dengan gugup dan senyum manis di wajahnya.
Bahkan Adyatma yang selalu mengitunya pun tidak pernah melihat Ratu tersenyum semanis itu.
"Kak, jangan memberinya harapan dengan menyapanya! Nanti dia galau lagi dan bercerita banyak kepadaku!" ketus Queen yang kesal melihat Bian menyapa Ratu.
Pasalnya selama ini Ratu selalu curhat kepada Queen setiap setelah bertemu dengan Bian.
"Iya iya maafkan aku Queen, kalau begitu ayo masuk ke dalam pasti semuanya sudah berkumpul di dalam." ajak Bian yang di balas anggukan oleh semuanya.
Seperti biasa, pesta ulang tahun perusahaan Gilang selalu megah dan meriah, di sana juga terpampang dua bingkai foto yang berisi foto istri Gilang dan satu wanita lagi yang tidak dikenal oleh anak-anaknya.
Adyatma yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu terkejut melihat foto wanita yang ada di sana, tubuhnya seketika kaku membuat Nancy yang saat itu sedang menoleh ke belakang melihatnya.
"Kamu baik-baik aja kan?" tanya Nancy kepada Adyatma.
"B-bolehkah aku bertanya siapa wanita yang ada di bingkai foto itu?" tanya Adyatma berusaha untuk menutupi rasa terkejutnya.
"Ah, foto itu adalah foto mamaku, dan sebelahnya kami juga tidak tau, hanya papi kak Iren dan kak Aleen yang tau siapa wanita itu." ucap Nancy.
"Pokoknya yang kita tau, wanita itu adalah orang yang sangat berjasa karena sudah menyelamatkan kak Iren dan kak Aleen." sambung Queen.
"Menyelamatkan dari apa?" tanya Adyatma kembali.
"Kenapa kamu banyak bertanya!? Intinya dulu kakakku pernah di culik setelah acara pembukaan perusahaan, dan wanita itu sudah menyelamatkan mereka." ucap Ratu dengan cuek.
"Karena itu perayaan ulang tahun perusahaan papi sekaligus mengenang mami dan wanita itu." sambung Queen.
Duaarrr!!! Mendengar penjelasan dari Nancy, Ratu dan Queen membuat tubuh Adyatma lemas sampai hampir terjatuh.
Untung saja saat itu ada Aiden di sebelahnya dan dengan sigap menangkapnya.
dan juga minimal kasih tau latar belakangnya..
kecuali klo bodyguardnya tidak tampil di seluruh cerita.. hanya sekilas
jgn sampe jadi monoton
Samagat Kaka 💪💪🔥🔥
apa mksud tujuan dani dan abi jd bodyguard ank nya papi gilang ya??
apa ada dendam terselubung dimasalalu??