NovelToon NovelToon
Married By Accident

Married By Accident

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 5
Nama Author: Ririn Puspitasari

Devan Pramudya, pemuda tampan ini harus terpaksa menyaksikan perbuatan tak senonoh calon istrinya tepat di depan mata. Pernikahan yang beberapa hari lagi akan digelar terancam batal.

Rina yang tak ingin anaknya mendapatkan reputasi buruk dan mencoreng nama perusahaan itu, mendesak Devan untuk tetap melanjutkan pernikahan.

Arabella Maharani, gadis penjual susu kedelai ini tak sengaja menabrak mobil Devan. Alhasil, mobil tersebut memiliki kerusakan membuat Arabella harus bertanggung jawab.

"Menikahlah denganku!" seru Devan.

"Apakah kau gila? Aku menabrak mobilmu. Apakah otakmu juga ikut mengalami kerusakan?!" ketus Bella.

"Bukankah ini tawaran yang langka, Nona? Banyak wanita yang ingin mendapatkan tawaran ini. Lagi pula jangan sok jual mahal! Tampangmu sama seperti botol susu yang kau bawa," ucap Devan sinis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ririn Puspitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Jocho

TOKKK... TOKKK...

Terdengar suara ketukan pintu. Joko yang saat itu tengah menyelesaikan sarapannya pun bergegas membuka pintu untuk tamunya.

Joko terperanjat kaget, dua orang polisi tengah mendatanginya sepagi ini.

"Selamat pagi, apakah benar ini kediaman Joko?" tanya salah satu polisi tersebut.

"Iya, benar. Dengan saya sendiri, ada apa ya?" tanya Joko heran.

"Kami mendapat laporan bahwa pada hari Minggu, pukul 9 pagi anda menculik seorang wanita bernama Nadia," jelas polisi tersebut.

Joko pun langsung terhenyak. Ternyata ancaman Nadia kemarin tak main-main untuk melaporkannya kepada polisi.

"Saya tidak menculiknya, Pak. Saya hanya menjalankan tugas karena wanita tersebut mencoba untuk mengacaukan pernikahan bos saya," ucap Joko.

"Kami harap anda ikut bersama Kami ke kantor, berikan keterangan saat tiba di sana," ujar polisi yang satunya lagi.

Joko menghela napasnya. Urusan wanita memang sangat rumit. Atas dasar cinta yang tak berbalas, melihat prianya bersanding dengan wanita lain membuat hatinya panas, lalu pada akhirnya Joko pun harus tertindas yang notabenenya hanyalah seorang pekerja yang di tugaskan oleh atasannya.

Mau tak mau, karena kacang ijo yang sudah terlanjur menjadi bubur, pria itu pun memenuhi panggilan polisi. Ia mengunci pintunya terlebih dahulu dan kemudian menuju ke kantor polisi.

Sesampainya di kantor polisi, Joko melihat Nadia yang juga berada di tempat tersebut. Gadis itu membuang muka saat bertemu pandang dengannya. Padahal jika boleh jujur, Joko justru lebih malas berhadapan dengan gadis yang sedikit gila itu.

"Nona, apakah kau tidak mengerti ucapanku kemarin? Aku hanya ditugaskan oleh atasanku, mengapa nona melaporkan ku pada polisi?" bisik Joko seraya menduduki kursi yang ada di samping Nadia.

Ia hanya menatap Joko dengan mendelik, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

"Nama?" tanya polisi.

"Jocho Anderson," timpal Joko.

Nadia mencebikkan bibirnya, menganggap nama Joko yang terlalu aneh.

"Maaf, Pak. Kami tidak menemukannya. Bisakah anda berikan kartu pengenal?" tanya polisi lagi.

"Oh iya, jangan pakai J-O-C-H-O, bukan pakai K tapi pakai C dan H," timpal Joko seraya mengeluarkan kartu tanda pengenal.

"Cih, namanya serumit hidupnya," cecar Nadia.

"Lebih rumit hidup anda, Nona." Joko tak mau kalah.

"Baiklah, silahkan ceritakan bagaimana kronologinya," ujar polisi tersebut.

Joko pun menceritakan semuanya. Dimana awal kejadian tersebut. Nadia datang dengan barcode yang tidak cocok dan memaksa untuk tetap masuk ke dalam acara. Membuat Joko mengamankan gadis tersebut di sebuah ruangan. Tentunya bukan sembarang ruangan, tempat tersebut bak kamar yang sudah tersedia tempat tidur jika ingin tidur, jika ingin makan mereka juga menyediakan makanan untuk Nadia. Tentunya tak ada penyiksaan sedikit pun yang dilakukan oleh pria tersebut.

"Intinya saya hanya bertugas mengamankan, Pak. Saya juga bekerja dengan pemilik acara tersebut." akhir kalimat dari Joko setelah memaparkan penjelasan yang mendetil.

"Baiklah, kalau begitu bisakah anda memanggil atasan anda untuk kemari?"

Joko pun mengambil ponselnya, ia mencoba menghubungi Devan namun nomor pria itu tidak aktif. Devan pun mencoba menghubungi kontak Bella.

Di lain tempat, Bella baru saja keluar dari kamar mandi. Gadis itu mengeringkan rambutnya menggunakan handuk. Bella melirik ke atas nakas karena ponselnya berdering. Dengan cepat, Bella pun meraih benda pipih tersebut, menerima panggilan yang tak lain dari Joko.

"Ada apa?" tanya Bella.

"Nona, maaf menganggu waktu Nona Bella sepagi ini. Bisakah berikan ponsel nona pada Pak Devan? Ada hal penting yang harus saya bicarakan,"

Bella mendekati Devan yang masih meringkuk dalam selimutnya. Gadis itu mencolek tubuh Devan. Hingga membuat pria itu menggeliat dan menoleh ke belakang.

"Astaga, kau mengagetkanku." Devan terlonjak saat menatap ke belakang. Bella yang saat itu dengan rambut yang terurai serta acak-acakan.

"Joko ingin berbicara padamu," ujar Bella seraya menyodorkan ponselnya.

Devan mengucek matanya sejenak, ia pun meraih ponsel yang diberikan oleh Bella.

"Ada apa?" tanya Devan.

"Pak Devan, bisakah bapak datang ke kantor polisi sebentar? Saya dilaporkan oleh gadis yang kemarin karena sudah mengurungnya di dalam sebuah ruangan."

"Baiklah, nanti aku akan ke sana," timpal Devan yang kemudian mematikan sambungan telepon tersebut.

"Gadis itu memang selalu merepotkan," gumam Devan kesal.

Devan kembali memberikan ponsel Bella. Pria itu beranjak dari tempat tidurnya hendak melangkah menuju ke kamar mandi. Namun, seketika Devan menghentikan langkahnya. Ia tak ingin kejadian yang kemarin terulang lagi.

Devan mengambil beberapa pakaiannya terlebih dahulu, baru kembali berjalan menuju ke kamar mandi.

Berselang beberapa lama, Devan pun dari kamar mandi tampak lebih segar. Pria tersebut mendekati cermin, ia melihat bibirnya yang terluka akibat bogeman mentah dari Bella semalam.

"Sial! Bibirku terluka," ujar Devan seraya mendecak kesal.

Ceklek...

Bella membuka pintu. Gadis itu yang baru saja dari luar melihat Devan menatap tajam ke arahnya.

"Mengapa kau menatapku seperti itu?" tanya Bella heran.

"Karena ulahmu semalam, bibirku terluka."

"Ya, aku kan tidak sengaja. Lagi pula itu salahmu yang berjalan mendekat ke arahku," tukas Bella.

"Apa kau pikir aku akan menyentuhmu? Kau salah paham tentang itu. Aku ingin memastikan kau benar-benar tidur atau tidak, karena__"

"Ah, sudahlah! lupakan kejadian semalam," ketus Devan yang terlalu malu mengingat hal itu.

Devan pun bersiap, pria itu mengambil salah satu jam tangan yang ada di etalase khusus tempatnya menyimpan seluruh koleksi jam tangan yang ia punya.

Dengan menata kembali rambutnya, ia pun melangkah pergi dari kamarnya.

"Kau mau kemana?" tanya Bella.

"Apa urusanmu bertanya seperti itu?" Devan kembali melemparkan pertanyaan itu dengan sebuah pertanyaan lainnya.

"Setidaknya aku bisa menjawabnya saat mama bertanya tentangmu nanti," ketus Bella.

Devan tampak berpikir sejenak. Ia tak mungkin mengatakan bahwa dirinya ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

"Katakan pada mama, aku keluar sebentar menemui Joko," timpal Devan yang kemudian melangkahkan kakinya keluar dari tempat tersebut.

Melihat dirinya yang sendirian di dalam kamar, Bella pun memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. Ia mengekor pada Devan yang tengah menuju ke luar.

"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Devan menyadari Bella yang berjalan di belakangnya.

"Apa kau tidak sarapan terlebih dulu?" tanya Bella.

"Tidak, jika kau ingin sarapan, pergilah ke ruang makan. Para pelayan rumah sudah menyiapkan sarapan di sana," ujar Devan.

Bella hanya mengangguk pelan. Tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini ia merasa canggung berada di rumah Devan. Apalagi pria tersebut malah meninggalkannya pergi sepagi ini tepat di hari pertama ia menginjakkan kakinya di sini.

Setelah mobil yang Devan kendarai sudah tak terlihat dari pandangannya. Bella pun masuk ke dalam rumah. Gadis itu pun menuju ke ruang makan karena perutnya merasa lapar.

Bersambung....

Jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya berupa like, komen, serta votenya (jika ada).

Yang belum favorit, yuk difavoritkan supaya mendapatkan notifikasi update terbaru nya~

Ig: ayasakaryn24

1
Bali Loka Entertainment
Luar biasa
H
😂😂😂
Erina Munir
penasaran juga nih bacanya...
Erina Munir
puas thor bacanya aku...tq othor karyanya bagus banget ada lucu2nya jdi bacanya ga capek...👍👍
Erina Munir
joko bner2 calon suami yg baik...berbahagialah ine...devan blom tau ya...klo wanita umumnya sebelum nikah tdk cerewet tpi setelah nikah n punya anak memang hrs cerewet karnabtanggung jawabnya udh mulai banyak...
Erina Munir
😆😆😆😆😆 aya2 wae devan...kangenlah sama joko...inget makan supermi waktu duluu
mom'za
baru kali ini baca novel,asistennya lemot bin somplak/Joyful/
Rosana Manalu
joko lucu
Sri Udaningsih Widjaya
Bagus ceritanya thor
IG: Ayasakaryn24: terima kasih kk❣️
total 1 replies
Anonim
Cakepan nadia dr pd bella
Dede Suryani
dasar bos eror
Ruzita Ismail
Luar biasa
Dede Suryani
dasar
Nurhayati
ga ada kisah ferdy
Nurul Syahriani
Makanya jangan main rahasia rahasia dari suami
Nurul Syahriani
Dari banyak nya novel Ceo dan asisten yg aku baca. Hanya di novel ini asisten ceo nya kismin, gak punya mobil gak tinggal di apartemen
Iponk
emang udah lewat ya masa nifasnya...
Iponk
naah ini bener joko, ngomong buat dirinya sndiri
Iponk
devan ituuuu
Iponk
niat banget mama rina ngerjain anaknya..wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!