Rama Aditya Direktur perusahaan retail terbesar di Indonesia, tampan, tegas dan berwibawa.
Ia memiliki kekasih yg sangat ia cintai, namun 1 minggu sebelum acara pertunangan mereka kekasihnya meninggal karena kecelakaan. Hal itu menjadikan dia pribadi dingin yg gila kerja, sampai pada akhirnya ia bertemu dengan seseorang yg mirip dengan gadis yg sangat ia cintai dulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vindiana novi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perlawanan Vania
Satu bulan berlalu sejak kejadian Vania mencoba bunuh diri, dirinya kini benar2 tersiksa karena penjagaan yg super ketat dari Rama, bahkan untuk sekedar keluar kamar pun ia tak diizinkan.
Apa dia sudah benar2 tidak waras harus mengurungku seperti ini, ya aku yakin dia psikopat. Gimana pun caranya aku harus segera melarikan diri dari sini. Gerutunya kesal.
Kini Vania memiliki ide baru untuk meloloskan diri, dimana ia akan membius Rama sama seperti yg ia lakukan pada dirinya tempo hari.
Ceklek.. dilihatnya pintu kamar terbuka, muncullah seseorang yg akhir2 ini membuatnya hampir gila.
"Mengapa kamu menolak makan malammu?". Tanya Rama.
"Aku tidak lapar." Jawabnya singkat.
"Apa hobimu sekarang adalah membuatku marah?"
"Siapapun akan marah jika dirinya dikurung dalam kamar mewah tanpa di berikan waktu sekedar menikmati udara segar." Jelas Vania.
"Apa kamu pikir saya bodoh? jika saya melakukan itu, artinya sama saja saya membantumu melarikan diri." Jawab Rama dingin.
"Lalu apa maumu? apa seumur hidup kamu akan mengurungku dalam kamar seperti ini? apa kamu berencana membuatku gila tuan Rama??". Tanyanya sarkas.
"Tidak jika kamu bersedia menikah denganku." Jawabnya enteng.
"Aku tidak akan pernah menikah dengan orang yg tidak aku cintai dan yg tidak mencintaiku."
"Apa yg kamu cintai adalah kekasihmu itu? Dokter bedah itu?".
"Kau mengenalnya?" Tanya Vania panasaran.
"Tidak kenal, dan tidak ingin. Saya hanya peringatkan kamu, saya orang berpengaruh di negara ini. Jadi akan sangat mudah bagiku menghancurkan kekasih jelekmu itu." Jawab Rama dengan nada sombongnya
"Jika kamu berani menyentuhnya, aku sendiri yg akan membunuhmu dengan tanganku." Ancam Vania menatap Rama tajam penuh kebencian.
"Oh.. gadis cantik dan polos sepertimu berani juga ternyata. Tapi saya pastikan, sebelum kamu bisa membunuhku, akan ku buat kau mengandung anakku lebih dulu. Jadi patuhlah!."
"Sudah cukup, aku muak denganmu. Aku merasa sudah gila terus berada disini. Aku ingin bebas."
"Jangan mimpi Vania sayang!!" Ucap Rama yg mendekatkan dirinya pada Vania.
Selama sebulan ini Vania mengamati penampilan dan kebiasaan Rama, pria tampan itu selalu saja akan membius dirinya dengan sapu tangan jika ia sedang membangkang dan berontak ingin kabur. Dilihatnya sapu tangan Rama berada di saku belakang celananya. Tanpa pikir panjang dipeluknya tubuh pria itu erat. Rama pun terdiam tegak ditempatnya, berpikir keras apa lagi yg akan dilakukan oleh gadis cantik itu.
Setelah membuat Rama sedikit terhanyut dengan pelukannya. Segera ia mengambil sapu tangan itu dengan posisi masih memeluknya erat. Tangannya terus meraba dan yap dengan cekatan ia membekap hidung Rama kasar. Beberapa saat kemudian Rama terduduk lemas dan menutup matanya. Melihat kesempatan emas itu Vania bergegas lari dan keluar dari kamarnya.
Huh.. Semoga kali ini berhasil.
Sesampainya ia di pintu utama villa ada penjaga yg menyadari keberadaannya dan segera mencegatnya.
"Nona mau kemana? nona tidak akan bisa kabur dari sini."
"Saya tidak kabur, saya hanya ingin jalan2, di kamar terus bosan." Elaknya.
"Kalau kau tidak percaya kau bisa mengawasiku , tuanmu pun sudah memberiku ijin, jadi biarkan aku keluar." Sahut Vania lagi mencoba meyakinkan.
"Baiklah, akan saya telpon tuan saya dulu untuk mengkonfirmasinya." Jawab penjaga itu .
Merasa keadaan sudah aman dan penjaga itu sedang menelpon, segera Vania menyelinap keluar rumah itu. Baru dua langkah ia berjalan, tangannya di tarik oleh seseorang, dengan langkah cepat orang itu menarik Vania kasar kembali masuk kedalam kamarnya.
jadi penasaraan lanjutannya...