Leukemia atau kanker darah adalah salah satu penyakit mematikan yang paling di takuti banyak orang di dunia ini. Leukemia juga bukan sekedar penyakit sepele, karena jika seseorang terlambat mengatasinya bisa - bisa akan sulit untuk disembuhkan. Proses pengobatannya pun cukup menguras kantong karena harus rutin melakukan kemoterapi sampai waktu yang telah ditentukan oleh seorang dokter.
Laura Shalsabila adalah seorang siswi cantik dan berprestasi yang harus mengalami nasib malang ini. Laura di vonis mengidap penyakit leukemia ini sejak ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Namun disaat Laura di vonis mengidap penyakit leukemia secara bersamaan masalah besar datang menghampiri Laura, dimana Laura harus menyimpan perasaan sakit hatinya terhadap Chika sahabatnya sendiri berpacaran dengan seseorang yang ia sayangi.
Akankah Laura mampu melawati hari - hari tersulitnya ini?🤔
Author : Febi Ayeni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febi Ayeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Randy membuka pintu bagasi mobilnya dan mengambil sebuah boneka Panda ukuran jumbo kira - kira melebihi besar badannya sendiri. Randy berjalan menuju tempat dimana Chika duduk dengan memeluk boneka Panda jumbo tersebut.
"Chika, coba kamu buka penutup mata kamu sekarang!" Perintah Randy dan Chika perlahan membuka penutup matanya kemudian membuka perlahan - lahan kedua matanya yang tertutup.
Betapa terkejutnya Chika saat melihat boneka Panda yang sangat besar tepat ada didepan matanya.
"Surprise!" ucap Randy sambil tersenyum manis kepada Chika. Chika hanya dapat menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Seketika Chika meneteskan air matanya.
"Kamu kok nangis sih yank? kamu suka kan yank?" Tanya Randy yang terkejut saat melihat Chika menangis.
"Aku ga nyangka yank, kamu sampai terharu segini nya banget!" Lanjut Randy sambil menghapus air mata Chika, Namun justru Chika menepis tangan Randy dari wajahnya.
"Lho kamu kenapa yank?" Tanya Randy kebingungan dengan sikap Chika yang tiba -tiba berubah menjadi dingin kepadanya.
"Kamu ga suka ya sama boneka Panda yang aku bawain?" Tanya Randy lagi. Mendengar pertanyaan Randy malah membuat tangisan Chika meledak.
"Huuu... huuu... "Suara tangis Chika yang semakin menjadi - jadi. Melihat Chika menangis Randy menyandarkan kepala Chika ke bahunya sambil mengelus - elus rambut indah Chika.
"Aku mau pulang!" Ucap Chika yang berusaha menghentikan tangisnya.
"Yaudah kita pulang ya!" Jawab Randy dengan nada bicara yang sangat lembut.
Randy dan Chika sudah berada di perjalan menuju rumah Chika. Sepanjang perjalanan Chika hanya menangis dan terus menangis sehingga membuat Randy yang tidak tau penyebab Chika sampai - sampai tak bisa berhenti menangis. Randy yang tadinya berfikir Chika menagis karena terharu, sekarang Randy benar - benar tidak mengerti dengan sikap Chika karena jika benar Chika terharu Chika tidak mungkin menangis sampai tak bisa berhenti seperti ini.
"CHIKA!" Ucap Randy memecah keheningan yang dari tadi tak ada suara kecuali suara tangis Chika.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Randy sambil memegang tangan kanan Chika.
"Kalau kamu ada masalah cerita sama aku!" Lanjut Randy sambil sekali - kali menatap kedua bola mata Chika.
"Aku ga kenapa - kenapa kok!" Jawab Chika sambil melepaskan tangannya yang digenggam Randy.
"Kalau kamu ga kenapa - kenapa, ga mungkin kamu nangis ga berhenti - henti kayak gini!" Ucap Randy yang mulai kesal kepada Chika tetapi ia masih mencoba mengontrol emosinya.
"Kamu ga ngerti Ran!" Jawab Chika dengan nada bicara yang mulai meninggi
"Kasih tau aku Chik, biar aku bisa ngertiin kamu!" Ucap Randy dengan merendahkan nada bicaranya.
"Kamu ga bakalan ngerti Ran." Jawab Chika tegas sambil menahan air matanya agar tidak jatuh namun usaha yang Chika lakukan sia - sia, air matanya sudah kembali terjatuh.
"Aku mau turun!" Lanjut Chika jutek.
"Tapi Chik ....." Ucap Randy namun Chika langsung memotong pembicaraan.
"BERHENTI!"Teriak Chika, dengan sangat terpaksa Randy segera menghentikan mobilnya. Chika buru - buru membuka pintu mobil milik Randy.
Randy yang sangat panik segera mengejar Chika.
"Chika, aku minta maaf jadi buat kamu marah!" Ucap Randy sambil memegang tangan kanan Chika.
"Kita masuk ke mobil ya, aku anterin kamu sampai rumah kamu!" Lanjut Randy sambil tersenyum membujuk Chika agar naik ke mobilnya. Chika hanya menujuk sebuah nomor rumah disebelah gerbang berwarna keemasan yang bertulis *C 01*.
"Udah sampai!" Ucap Chika singkat.
"Oh sorry, Aku ga liat tadi." Ucap Randy malu.
"Yaudah kamu masuk ya, aku pulang dulu!" Lanjut Randy sambil melepaskan genggamannya. Chika hanya mengangguk kemudian ia masuk ke halaman rumahnya.
Randy pun kemudian memasuki mobil Ferrari Spider nya dan pergi meninggalkan Chika.
Sementara itu di kediaman Laura . . . .
Hayo tebak Chika kenapa tiba - tiba nangis🤔
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membacanya ya guys. 😉
Terimakasih buat yang udah dukung, like dan komentnya. 😊