"Bagaimanapun ruang dan waktu memisahkan, aku tetap akan mencintaimu"Ethan Thomas Essex & Hana Miller
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YellowBanana26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13
setelah memanggil Mina di kebun, Ethan tidak kembali menemui Hana di kamarnya. tiba-tiba saja Ethan menemukan dirinya di landa rasa haus akan darah.
Sekarang ia hanya sendiri di dalam kegelapan dengan keringat mengenang di dahiya. matanya yang semula berwarna coklat keemasannya telah berubah merah menyala dan kulitnya yang selalu tampak sama dengan manusia lainnya telah berubah menjadi pucat. sihir yang ia gunakan untuk menyamarkan dirinya yang sesungguhnya tidak lagi berguna.
Ethan mengerang, mengepalkan tangannya mencoba berusaha menekan sisi monster dalam dirinya yang akan bangkit. namun haus akan darah terasa lebih menyakitinya dan ia tidak yakin akan bisa bertahan lama, ia harus mencari cara sebelum ia menyerang orang-orang di sekitarnya. sebelum ia menyakiti Hana.
...***...
Sementara itu,setelah kepergian Mina, Hana di dalam kamarnya termenung memikirkan sesuatu, Hana merasa seluruh jiwanya mendadak hilang dari raganya. rasa lapar yang semula mengebu-ngebu di perutnya kini nyaris tak lagi terasa, hilang tak berbekas. Mina sudah mengatakan semuanya termasuk orang yang berbicara kepada Mina mengenai dirinya, membuat Hana semakin bingung mengapa ia berada disini atau apa tujuannya yang sebenarnya.
Lady Harrington, Hana mengingat nama itu, dari sekian banyak orang mengapa harus bibi angkat Ethan, pria yang ia cintai. apa yang telah ia perbuat hingga tuhan sepertinya begitu membenci Hana?
lagipula dimana ia bisa bertemu dengan wanita itu? karena Mina sendiri menolak untuk menjawabnya dan justru cepat-cepat pergi, seakan Hana hendak melahap wanita itu.
Hana merasa kesal menyadari Faktanya semua informasi yang ia dapatkan tidaklah cukup. Hana benar-benar harus mendapatkan informasi lainnya untuk menjawab semua teka-teki ini. dan Ethan, ia tidak yakin harus mencari bantuan pada Ethan dan memang seharunya tidak. jadi ia memutuskan untuk mencari tahu segalanya tanpa di ketahui oleh Ethan.
Tapi, dimana Ethan saat ini? Sudah lebih dari tiga puluh menit lamanya Ethan tidak kembali ke kamarnya. Hana merasa ingin melihat pria itu, ia masih merindukan Ethan saat ini. haruskah Hana pergi mencarinya? tidak itu jelas merupakan tindakan bodoh, ia takut seseorang akan menemukannya dalam keadaan sehat sedang berjalan menelusuri mansion, karena seharusnya ia berada di dalam kamarnya saat ini mengingat, ia baru saja sadarkan diri dari tidur panjangnya selama berhari-hari dan Hana tidak mau seseorang berpikiran buruk terhadapnya.
Maka, setelah lama berpikir Hana akhirnya memilih menyantap makanan yang sudah tersaji di depannya. untuk saat ini perutnya merupakan fokus utama meskipun rasa laparnya telah hilang beberapa saat yang lalu. setelahnya Hana akan kembali berpikir bagaimana caranya ia bertemu dengan Lady Harrington.
...***...
Tiga hari telah berlalu, Hana mulai leluasa untuk pergi kemanapun yang ia inginkan tentu saja hanya berada di kawasan mansion megah nan mewah milik Ethan.
Lalu masalah luka di perutnya, Hana mencoba berulang kali menyakinkan Mina bahwa lukanya telah sembuh berkat obat herbal yang Jack si penjaga istal berikan kepadanya, beruntung wanita itu mempercayainya hingga Hana tidak perlu mencari berbagai alasan lagi saat Mina membantunya memakai gaun. namun meski begitu Hana tetap menggunakan perbannya dan menganti perbannya sendiri agar Mina tidak mengatakan apapun mengenai lukanya yang hilang tak membekas begitu saja.
dan mengenai Ethan, selama tiga hari pula Hana belum bertemu dengannya. menurut Jeremy yang merupakan kepala pelayan mengatakan bahwa tuannya telah pergi keluar kota hendak mengurus beberapa hal sebelum menjelang pernikahan. saat pertama kali Hana mendengarnya, ia sedikit kecewa lalu memutuskan untuk berpikir positif. tapi kemudian ia bertanya-tanya, mengapa Ethan tidak mencoba menemuinya terlebih dahulu untuk sekedar pamit?
apa pria itu amat begitu sibuk hingga melupakan Hana? tahukah Ethan bahwa sebenarnya Hana masih merindukannya bahkan hingga kini.
Bahkan setiap malam seperti saat ini, saat Hana tak bisa memejamkan matanya untuk terlelap tidur, ia hanya akan membayangkan Ethan bersamanya, memeluknya, memberikan usapan lembut dan mencium keningnya. namun bayangan tetaplah bayangan kenyataannya Ethan tidak pernah ada di sisinya saat-saat malam menjelang.
esoknya ketika matahari mulai tampak terbit. istal sudah di penuhi Suara ringkik kuda memenuhi pendengarannya.
Hana dengan pakaian khusus berkuda memulai hari dengan pergi ke istal menemui si tua Jack dan si cantik Willow yang dua bulan lagi bersiap untuk melahirkan anaknya. Jack tentu saja tidak akan melarangnya karena Ethan sudah memberi kebebasan kepada Hana dan ia merasa senang setidaknya untuk saat ini.
Hana benar-benar kesepian selama berhari-hari. nyatanya Ethan masih belum kembali, membuat Hana semakin merindukan pria itu.
"Nak, kau akan mematahkan lehermu jika kau melamun terus! " bentakan di sertai nada khawatir itu membuat Hana tersadar dari lamunannya.
seperampat jam yang lalu setelah Hana mencoba membantu Jack memberi makan kuda-kudanya, Hana sudah menunggangi seekor kuda jantan dan berkendara memutari halaman. ia senang saat semilir hembusan angin pagi serta hangatnya matahari pagi menerpa wajahnya dan kudanya merupakan kuda jantan yang jinak sehingga Hana tidak perlu khawatir akan mematahkan lehernya tapi si tua jack sepertinya mempunyai pikiran lain soal itu.
"aku tahu kau merindukannya nak dan aku yakin tuanku akan segera pulang."
"aku berharap begitu. tapi firasatku mengatakan sebaliknya. apa mungkin telah terjadi sesuatu pada Ethan? oh tidak bukankah seharusnya kita mencari Ethan sekarang. "
"tenanglah nak, jangan khawatir, dia akan segera tiba di sini beberapa hari lagi."
Hana ingin mempercayainya tapi hatinya gelisah. ia yakin ada sesuatu. tiba-tiba suara ringkik kuda di dalam istal mengejutkan dirinya dan Jack. pria tua itu mengumpat dan bergegas kedalam istal.
"aku harus pergi memeriksanya. kuharap saat aku kembali kau masih pada lajumu dan tidak dengan patah tulang di lehermu."
Hana tidak terlalu memikirkannya dan memilih melanjutkan kegiatannya mengusir tasa cemas di hatinya.
Beberpa menit telah berlalu, kegiatan memutari halaman mulai terasa membosankan. lalu tanpa pikir panjang lagi Hana mengarahkan kudanya ke arah lain, ia memutuskan untuk jalan-jalan pergi kemanapun untuk mengusir rasa bosannya. tanpa sadar Hana telah melupakan Jack yang mungkin saja sedang panik mencarinya.
Selang beberapa lama kemudian Hana telah sampai di pemukiman rumah warga. saat Hana melintas dengan kudanya tak sedikit tatapan warga yang memperhatikan Hana. Laki-laki dan perempuan, anak-anak hingga para remaja maupun dewasa memperhatikan Hana dengan tatapan bermakna tertentu.
Di satu sisi Hana merasa bingung sekaligus risih lalu kemudian ia mengingat sesuatu, mungkin kah kejadian satu minggu yang lalu telah sampai ke sini dan mereka mungkin tahu siapa dirinya. Yaa... Seharusnya begitu, perkelahiannya dengan istri bangwasan tersebut benar-benar di luar dugaan dan jauh dari norma. mungkin orang-orang di sini telah menganggapnya sebagai wanita tidak tahu diri dan brutal. nah siapa yang tahu apa yang mereka pikiran? namun Hana memutuskan untuk tidak perduli dan melanjutkan perjalannyannya.
Di luar dugaan dari arah berlawanan seorang pria tampan menaiki kudanya terlihat tidak asing di mata Hana. tubuh tegapnya di balut pakaian rapih dan berkelas, sementara di belakangnya terdapat dua orang dengan wajah datar namun tegas yang dapat Hana simpulkan sebagai bawahan pria tersebut.
Hana memincingkan matanya dan ia ingat betul siapa pria tersebut. Roy... Tapi itu tidak mungkin. meski cukup mirip, pria di hadapannya berasal dari masalalu terlihat lebih tampan dan berwibawa jika di bandingkan Roy di masa depan yang brengsek.
"cukup mengejutkan menemukanmu disini. "ucap pria tersebut, kemudian menyunggingkan senyum sinis di bibirnya.
Hana merasakan emosinya naik namun ia hanya bisa menghembuskan nafasnya saja,mencoba untuk bersabar.
"apa kau melupakanku Miss?"pria itu bertanya, Hana kemudian menggeleng.
"lalu mengapa kau tidak menyapaku? "
"apa aku harus? "balas Hana acuh.
"tentu saja, kau akan menikahi saudaraku Ethan Thomas Essex, pria kaya dan tepandang di London. Kau harus menunjukan sikap hormatmu padaku karena secara tidak langsung kita juga akan menjadi keluarga."
Itu benar dan pria ini tidak mungkin berbohong Hana sendiri pernah mendengarnya. seketika Hana menyesali perbuatannya, seseorang harus mengingatkannya agar tidak merusak reputasi Ethan yang cermerlang.
"maafkan aku."ucap Hana menyesalinya. "lain kali aku akan memberikan hormatku kepadamu."
"kau bisa memanggil namaku dengan Richard dan aku merupakan anak dari lady Harrington, bibi angkat suamimu."
Mendengar hal tersebut tanpa sadar Hana membulatkan matanya. Pemikiran mengenai nama Harrington membuatnya terusik. Nama itu.. Hana tentu saja mengingatnya dan sekaligus senang karena tanpa di sangka ia menemukan sebuah kesempatan besar saat ini. Oh betapa buruknya penilaian Hana selama ini, ternyata tuhan masih baik padanya, sebuah kebetulan telah terjadi dan sepertinya ia tahu bagaimana caranya bertemu dengan Lady Harrington.
"jika kau tidak keberatan,mungkin kita bisa berjalan bersama? "sahut Richard kemudian.
Tanpa bepikir lagi Hana mengangguk setuju dengan pemikiran Richard tersebut. tidak ada salahnya ia mengiyakan ajakan pria di hadapannya, mungkin dengan seseorang di sampingnya ia tidak akan tersesat, mungkin dengan Richard bersamanya ia bisa menanyakan dan menguak segala hal tentang ibu pria tersebut. ia tidak ingin terlalu terburu-buru dan memutuskan untuk menjalin pertemanan terlebih dahulu. Hana tidak mau Richard menaruh curiga kepadanya jika tiba-tiba menanykan keberadaan ibunya dan juga bolehkah ia berharap dengan adanya Richard saat ini, ia beharap pria ini tahu keberadaan Ethan saat ini.
Hana membiarkan Richard mengendarai kuda di sisinya. sementara kedua orang bawahan pria itu tetap bergerak di belakang tanpa banyak suara.
"aku pernah mendengar berita itu."seru Richard berkata.
"Berita apa? "balasnya.
"berita di mana kau bertengkar dengar seorang wanita di atas tanah London yang basah."
Hana memutar bola matanya. "oh menyebalkan, jangan di ungkit lagi. "
"ratu mendengarnya dan tidak bisa berhenti tertawa membayangkannya. itu menjadi lelucon tersendiri untuknya tapi setelah itu ia akan bertanya bagaimna keadaan wanita yang lebih muda itu? haruskah kita menjenguknya, karena aku merasa senang sekali gadis itu melawanya."
Hana mengerutkan dahinya."kau yakin Ratu mengatakan hal tersebut. "
"aku mendengarnya langsung."
"well, kabar buruknya aku tidak tahu apa ratu memujiku atau meledekku."
"kau pasti senang jika dia memujimu."
"tentu saja. "
Selang beberapa jam kemudian. Hana sudah duduk di kursi dengan Richard di hadapannya seraya menikmati secangkir hangatnya teh di sore hari dan menikmati pemandangan dari taman di halaman luas.
Hana sendiri tidak menyangka jika perjalanannya dengan Richard akan sangat menyenangkan. pria itu ramah dan bersikap sebagaimana mestinya seorang kawan dan seketika menghilangkan rasa bosannya meski tidak sepenuhnya, namun ia cukup bersenang-senang hari ini apalagi beberapa saat yang lalu Rich memutuskan membawa Hana berkunjung ke sekolah dasar miliknya dan anak-anak menyambutnya dengan sukacita bahkan Hana tidak sadar itu merupakan pengalaman pertamanya.
Hana mengangkat gelas teh kemulutnya dan tersenyum mengingat salah seorang anak laki-laki mengatakan sesuatu yang lucu kepadanya.
"miss anda sangat cantik, kelak jika aku sudah dewasa nanti bolehkah aku menikahimu."
Hana tidak bisa menyembunyikan senyumnya dan tanpa Hana sadari Richard selalu memperhatikan Hana yang ada di hadapannya saat ini .
"sepertinya kau bahagia sekali."ucap Richard tiba-tiba membuyarkan lamunan Hana.
Hana mengangguk kecil."hm,kau benar Rich dan hari ini aku sangat berterimakasih sekali padamu karena mengajakku kesekolahmu. "
"apa ada hal spesial di sekolah yang kau ingat sampai saat ini, hingga kau tersenyum semanis itu."
Hana terbelalak dan tertawa seketika. tidak menyangka akan mendengar ucapan Richard yang membuatnya geli.
"oh kuhrap itu merupakan pujian untukku. "
"itu memang pujian."
"well terimasih atas pujiannya dan kau tahu kupikir aku mulai menyukai anak-anak sekarang. "
Richard mengetkan dahinya. "sebelumnya, kau tidak menyukai mereka? "
"tidak. "
"kenapa? "
"karena aku membenci masa kecilku. "ucapnya kemudian Hana menundukan kepalanya,menatap pantulan wajah sendunya di dalam gelas teh.
"maafkan aku."Richard merasa bersalah saat melihat raut wajah Hana yang sendu.
Hana mengangkat pandangannya dari teh di tangannya dan mengerutkan dahinya tidak mengerti.
"untuk apa? "
"untuk mengingatkanmu kepada masa kecilmu, meskipun aku tidak tahu apapun soal itu. "
Hati hana menghangat saat mendengarnya. Richard sungguh pria yang baik, Hana beruntung hari ini ia bertemu dengan Richard.
"kau tahu Rich kau tidak perlu mengasihaniku Rich, aku baik-baik saja."Hana tersenyum kemudian.
"aku tidak sedang mengasihanimu dan aku bersungguh-sungguh meminta maaf kepadamu dan juga maafkan aku atas kejadian beberapa bulan yang lalu, maaf karena bertindak kasar kepadamu Hana."
Hana mencoba mengingat sesuatu mengenai beberapa bulan yang lalu dan seketika ia tersenyum setelah satu ingatan terlintas di benaknya
"seharusnya aku yang meminta maaf karena sudah mempermalukanmu dengan menampar wajahmu."
Richard tersenyun geli. "ada benarnya juga Well,lupakan saja semua sudah berlalu. "
"kau yang memulainya duluan sir."
"maafkan aku. "
"kurasa aku memaafkanmu."ucapnya kemudian lalu kembali menyesap tehnya begitu pun dengan Richard.
"ah saat di sekolah bukankah kau ingin bertanya sesuatu padaku Hana? "
Hana mendadak bingung saat Richard merubah topik pembicaraannya.
"apa?"
"kau bilang kau ingin menanyakan sesuatu tentang Ethan."
Hana sekarang mengingatnya. ia memang pernah berkata seperti itu pada Richard namun ia terpaksa menelan kembali pertanyaan karena terlalu takut. takut akan jawaban Richard mengenai Ethan.
"jadi apa kau ingin mengatakannya."Richard kembali berkata, mendesaknya
Hana menghembuskan nafasnya sejenak sebelum memulai.
"itu... Apa kau tahu Ethan belum pulang."
"Ethan pergi? "Richard terkejut, membuat Hana ragu.
"benarkah."
"sudah seminggu dia tidak kunjung pulang."
Mengetahui fakta tersebut mau tidak mau Hana kembali di liputi rasa sedih.
Richard mengerti ekspresi wajah Hana saat ini dan ia ingin mencoba menenangkan wanuta di hadapannya. Perlahan Richard merai kedua tangan Hana, menggenggamnya dan mengelusnya dengan lembut.
Hana merasa sangat tidak nyaman untuk hal tersebut.ia ingin melepaskan genggaman tersebut namun jawaban Richard kemudian lebih menarik perhatiannya.
"Hana, seandainya aku tahu tapi aku sama sekali tidak tahu kalo Ethan pergi."
"kau--tidak tahu. "Hana tidak percaya.
"hm. "
"jadi dia tidak mengatakan apapun padamu? "tanya Hana kembali masih tidak percaya.
Richard menggeleng lemah."tidak. Kami bahkan belum bertemu lagi setelah pesta beberapa bulan lalu. "
Hana merasa kecewa, tanpa sadar ia meneteskan airmatanya. melepaskan tangannya dari genggaman Richard, Hana cepat-cepat bangkit dari duduknya dan membelakangi Richard. ia tidak mau siapapun melihatnya dalam keadaan terpuruk.
"aku tidak tahu. aku sama sekali tidak tahu dan aku tidak mengerti mengapa Ethan tiba-tiba saja pergi tanpa pamit, meskipun Jeremy mengatakn alasannya aku masih belum mengerti mengapa Ethan meninggalkanku dan ini sudah seminggu ia belum kembali, aku-aku sangat merindukannya."
Setelah mengatakan hal tersebut Hana tudak kuasa lagi untuk menahan tangisnya, lalu tanpa di duga sebuah tangan menarik Hana kedalam dalam pelukannya. Hana tidak mencoba menghindarinya karena sejujurnya Hana juga tidak mendengar Richard bangkit dari kursinya tapi itu tidak penting saat ini. Hana tidak perduli, ia hanya ingin seseorang berada di sampingnya dan memeluk Hana seperti yang saat ini Richard lakukan kepadanya.
Hana hanya sangat merindukan Ethan. ia tidak tahan lagi menanggung kesedihannya, ia tidak mau terbangun dan tidak menemukan Ethan dimanapun. jika saja ada cara lain untuk membawa Ethan pulang secepatnya maka Hana akan melakukan apapun cara itu, ia hanya ingin Ethan kembali pulang ,hanya itu tapi sampai saat ini Ethan belum juga kembali.