NovelToon NovelToon
Dua Garis Merah Di SMA

Dua Garis Merah Di SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:521.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dani Dela

Cinta mengajarkan kita tentang kesabaran.
Kesabaran akan cinta itu terbalaskan pada diri kita sendiri.

Kaila putri sanjaya seorang siswi yang masih menempuh pendidikan di jenjang menangah keatas harus menerima kenyataan pahit saat tes kehamilan menunjukan bawah sirinya tengah mengandung.

Mengugurkan adalah jalan pintas yang dipilih sang kekasih untuk menyelesaikan masalah di antara mereka. Saat sang kekasih benar-benar tidak ingin bertanggung jawab akan darah dagingnya sendiri, seorang laki-laki datang kepadanya mengatakan hall yang seharusnya tidak di ucapkan oleh laki-laki itu.

"Gue mau jadi ayah dari janin lo Kai, asal jangan gugurin dia. Dia gak salah, dia gak pernah minta sama tuhan untuk ada di dalam perut lo"

***

Pastikan kalian membaca cerita ini sampai tamat.
Untuk info update kalian bisa cek ig author Dellina_09

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dani Dela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Insting Seorang Kakak

Riko yang baru saja menjemput Kaila dari rumah Yuda atas perintah sang Bunda karena hari yang sudah mulai larut, menatap wajah adik satu satunya itu yang tengah menatap keluar jendela dengan tatapan kosong, Riko dapat dengan jelas melihat raut kebimbangan di wajah adiknya itu. sebagai seorang kakak yang tumbuh bersama dengan Kaila dari kecil walau umur mereka terpaut beberapa tahun tapi Yuda bisa membedakan mana raut wajah sedih, kebimbangan, dan kebahagiaan dari wajah sang adik. dan tidak biasanya Kaila diam saja seperti ini setelah pulang dari rumah Yuda karena biasanya Kaila akan dengan sangat antusias menceritakan momen momen romantis yang baru saja ia lewati dengan pacarnya itu agar membuat dirinya merasa iri.

"Kaila!" suara Riko sedikit keras, karena dari tadi ia memanggil nama adik nya itu tapi tidak mendapatkan sahutan.

"Iyah kakak" jawab Kaila yang baru sadar dari lamunannya dan menatap Riko yang tengah menyetir.

"Lo kenapa?" tanya Riko.

"Gue gak papa, cuma sedikit capek aja"

"Capek? lo habis ngapain?" tanya Riko penuh selidik, melirik sekilas wajah adiknya itu sebelum kembali fokus pada jalan.

Kaila memukul mulutnya pelan karena sudah salah ngomong dan sekarang dirinya harus menjawab apa? untuk pertanyaan tadi.

"Emm...." Kaila bingung harus menjawab apa hati dan pikirannya sekarang sedang tidak bisa berfikir dengan jernih.

"Lo kenapa? ada yang lo sembunyiin dari gue?" tanya Riko lagi dan masih dengan nada penuh selidiknya.

"En-enggak" jawan kaila cepat dengan terbata bata membuat Riko sedikit menaruh curiga pada adiknya itu, "Ta-tadi Kaila habis dansa sama Yuda dan tiba tiba pergelangan kaki Kaila pegel" ucap Kaila bohong padahal kakinya baik baik saya tapi ia tidak mungkin menceritakan hall yang baru saja ia alami secepat ini.

Dahi Riko membentuk garis garis tipis atas jawaban yang keluar dari mulut adiknya itu, "Dansa doang bisa bikin lo capek?" tanya Riko tak percaya.

Kaila menganggukan kepalanya membenarkan ucapan Riko.

"Serius?" Riko menatap lekat bola mata hitam milik Kaila.

Kaila yang mendapatkan tatapan itu pun segera membuang pandangannya ke arah jalan di hadapannya, "Ayah sama Bunda udah tidur saat kak Riko jemput Kaila?" tanya Kaila mengalihkan topik pembicaraan.

"Belum, Ayah masih di ruang kerjanya dan terakhir tadi gue liat Bunda nonton tv" jawab Riko.

Kaila bernafas lega kalo Riko bisa mengikuti pengalihan topiknya dan setelah ini dirinya harus lebih hati hati lagi saat bicara agar tidak ada orang yang curiga.

"Gimana kalo kita beli martabak dulu di depan situ, kan udah lama banget kita gak makan martabak apa lagi martabak telur yang sepesial" ujar Kaila membuat Riko memutar bola matanya malas, ia sudah hafal dengan sifat Kaila yang seperti ini yang ujung ujungnya dirinya juga yang akan membayarnya.

"Lo punya uang?" tanya Riko memastikan sebelum ia mengiyakan ucapan Kaila.

Kaila menunjukan kedua baris gigi rapinya dengan mengelengkan kepalanya pelan.

"Sudah ku duga" ucap Riko kesal.

"Ya elah kak pelit amat, kan nanti lo juga ikut makan"

"Beli in ya kak" bujuk Kaila dengan mata yang terlihat menggemaskan di mata Riko walau umur Kaila sudah menginjak tuju belas tahun.

"Iyah bawel!" ucap Riko membuat Kaila tersenyum senang saat Riko mengabulkan apa yang ia inginkan walau sebenarnya Kaila lagi tidak ingin martabak tapi mau bagaimana lagi dari pada Riko semakin melanjutkan pertanyaannya yang tadi dirinya harus jawab apa?.

***

Kaila melangkahkan kakinya masuk terlebih dahulu ke dalam rumah meninggalkan Riko yang masih memarkirkan mobilnya di bagasi, Kaila berjalan ke arah ruang tengah seperti ucapan Riko tadi kalo Rina masih menonton tv, dan benar saja Rina masih menonton tv dengan di temani Deon.

"Assalamualaikum Bunda, Ayah" Kaila mengucapkan salam saat berjalan ke arah keduanya.

"Walaikumsalam" jawab Rina dan Deon secara bersamaan, beralih menatap kaila yang sudah pulang dengan membawa dua plastik putih di tangannya.

"Kak Riko mana?" tanya Rina saat melihat putri semata wayangnya itu masuk sendirian.

"Anak bunda yang paling tampan di sini bunda" jawab Riko yang baru saja masuk.

"Huek..." Kaila berpura pura muntah membuat Riko menjitak pelan kepala Kaila dari samping.

"Kakak!" kesal Kaila dengan mengusap bagian yang baru saja di jitak Riko.

"Makanya jangan suka usil kalo gak mau di usilin!" ucap Riko yang langsung duduk di sofa sebrang Rina dan Deon.

Kaila memanyunkan bibirnya karena memang dirinya juga sedikit jahil kalo urusan jahil menjahili kakaknya itu.

"Kamu bawa apa dek?" tanya Deon saat melihat wajah badmood putrinya itu.

Kaila beralih menatap plastik yang ada di tangannya dan memilih duduk di tengah kedua orang tuanya membuat Rina dan Deon menggeser sedikit tubuh mereka dan itu membuat Riko yang ada di sebrang sana memutar bola matanya jenuh, "Kaila beli in martabak buat Ayah sama Bunda" ucap kaila antusias dan langsung mengeluarkan satu kotak martabak dari dalam pelastik.

"Riko yang beli bukan Kaila!" Ralat Riko cepat.

"Sama aja kali" cibir Kaila dengan menatap wajah kakaknya itu.

"Beda lah kan lo beli pake uang gue."

"Uang kakak kan dari uang Ayah juga""

"Ya tapi kan udah punya gue."

"Ya sama aja."

"Beda!"

"Sama!"

"Beda!"

"Sama!"

Kakak,beradik yang tidak mau mengalah sama sekali itu membuat Rina yang pusing mendengar perdebatan keduanya memijat keningnya pelan, "Sudah cukup!" lerai Rina membuat kakak beradik itu langsung menutup mulutnya rapat saat mendapatkan teguran dari sang bunda.

"Kalian bisa gak satu hari gak berantem? kalo gak bisa setidaknya satu jam saja kalo ketemu itu akur!" ucap Rina dengan menatap bergantian wajah kedua anaknya.

"Tapi kakak dulu" ucap Kaila dengan santai memakan martabak di tangannya.

"Kok gue? lo yang mulai" Riko yang tak terima akan tuduhan itu membalas ucapan Kaila.

"Diam!" suara Rina terdengar saat kedua anaknya itu akan mulai saling salah salah an.

"Bisa diam?" tanya Rina menatap keduanya secara bergantian.

Riko dan Kaila hanya menganggukkan kepala tanpa mengeluarkan suara dan itu sukses membuat Deon yang melihat kedua anaknya menahan gelak tawanya.

Dan kemudian semua yang ada di ruangan tengah memakan martabak yang baru saja di belikan oleh Riko dengan menonton sinetron yang ada di layar televisi, awalnya semuanya baik baik saja sampai akhirnya keributan kembali lagi terdengar dari mulut Riko dan Kaila yang saling mengejek satu sama lain bahkan bantal sofa yang tidak memiliki salah kena imbasnya karena terjadinya tragedi saling lempar melempar satu sama lain membuat Rina dan Deon yang melihat itu menghela nafas panjang.

***

Assalamualaikum, semuanya....

Selamat malam dan selamat mengistirahatkan tubuh Kalian dengan membaca novel author satu ini. di bab ini author mau minta bantuan kalian semuanya untuk dukung karya Author yang satu ini.

Reders : Loh...thor kok minta dukungan buat apa?.

Author : Karena author bakal daftar karya Author ini untuk lomba yang di selenggarakan oleh pihak NovelToon dan jujur ini juga lomba yang baru pertama kali bakal author ikuti.

Author : Jadi di sini author mohon bantuan kalian semua untuk beri author dukungan berupa Like, Vote, dan tentunya komen yang positif supaya author makin semangat.

1
Nanang magelang
bagus ceritanya,sayang gak bisa lanjut baca
Damayanti Agnes
pindah kemana sih kak?
miss lie
keren . lnjut lgi dong thorr
Intan Permatasari
next up
Yunita aristya
lanjut kan kak,, aku berharap nya laki2 kak anak nya biar kalo nikah ngak kasian sama anak nya
Astuti Astuti
baru mau baca. mudah2an menarik
Rosi Agustina Ochi
kok ngegantung gini ya lanjutannya mana
Naena Cibur
maaf ya author yg baik hati.... aku udh siap''in waktu buat baca sampai saat ini.... dan aku harap endingnya itu disini.... blm juga tau yuda sama suci itu bgaimana ya buat mereka bersalah gitu thor.... masa gantung gini mau dipindah ceritanya.... lnjut dlu dong thor........
Ayu Oktaviana
👍👍👍👍👍👍👍
rindu senja
sifat yuda gk bisa d tebak dia iti bnrn suka atau gmn yah ?? gak ada rasa nyeselnya atau gmn gitu ky org gk pny pikiran habil buntingin anak org tp lagaknya ky org bnr 🤦
rindu senja
raka pikiran dewasa sayangnya lemah masa tuan muda gk ada garang"nya sllu klh ma yuda ,masa tuan muda gk pny org kepercayaan buat ngilangin tuh bukti , kaila meski kau blm mencintai raka setidaknya hargai perjuaannya jgn cm maw d senangin aja d bilang lemah gk maw tp ky org manja aja ,, kshn bgt ma raka berjuang sendirian 😤
haa
sangat bagus
haa
up lagi thorr
Atiqa Fairuz Khalisa
raka hatinya mulia banget
Ari Dewi
ih so sweet
Ari Dewi
ah dasar Yuda sialan
Cuncun
lanjut thor
Yuni Riana
mau jadi pro player
Neng Nurjanah
lanjutin donk kak
Cinta Sofia Nurjanah
aaaaaaahhhhhh lanjutin lagi dong thoooooooor 😙😚... ceritain kisah kehidupan kai setelah mencintai raka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!