Ini sebuah kisah dari sebuah kehidupan seorang wanita muda yang menjalani semua kehidupannya.
"Sayang, cepat bajunya!" seru seorang pria.
"Sebentar, sayang!" jawab Amelia.
"Mungkin mas bakal di pindah tugas." ucap Zaki.
Kisah hidup seorang wanita muda yang baru menikah dua Minggu namun harus di tinggal pergi oleh sang suami untuk bertugas.
Sebuah kenyataan pahit harus di hadapi oleh Amelia ketika mendapatkan sebuah kabar mengenai sang suami. apakah yang terjadi dengan Zaki?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana dari Bu Ratna dan Pak Samsul.
Bu Ratna nampak terdiam, wanita tua itu belum berani mengatakan apapun.
"Kami sudah memikirkannya, Yoga." sebenarnya kami ingin membicarakan ini padamu." jawab Pak Samsul.
"Ini kan sudah hampir 7 bulan setelah kematian adikmu, Amel juga sudah keluar untuk mencari pekerjaan. terkadang kami takut jika Amel mulai mendapatkan perhatian dari pria lain, apalagi 1 bulan yang lalu beberapa tetangga datang ke sini tanpa sepengetahuan Amel untuk melamarnya." ucap Bu Ratna.
Deg..
"Apa maksud Ibu?" tanya Yoga kepada ibunya.
"Entah, berapa pria datang kerumah kita untuk meminang Amel. namun ibu dan bapak tidak pernah menyetujui permintaan mereka, karena kau tahu sendiri kan kami tidak ikhlas melepaskan Amel." jawab Bu Ratna.
"Kenapa Ibu mengatakan hal itu?" tanya Yoga.
"Sudahlah Yoga, kau tidak usah berbelit-belit. sebenarnya kami tahu mengenai perasaanmu kepada Amel, beberapa tahun yang lalu kau pria bodoh yang tidak berani mengungkapkan perasaanmu. kau lebih mementingkan perasaan adikmu dan membiarkan adikmu menikahi Amelia." jawab Pak Samsul.
Deg..
Terlihat Yoga terkejut kembali dengan kata-kata ayahnya, karena selama ini memang Yoga sudah menaruh perasaan terhadap Amel jauh sebelum wanita itu menikahi adiknya. cinta yang terpendam membuat Yoga harus kehilangan wanita yang benar-benar dia inginkan, melihat gadis yang dia cintai bersama adiknya dan bermesraan dihadapannya. Karena itulah Yoga memilih pergi dari rumah daripada perasaan sesak di dadanya semakin menghimpit.
"Apa maksud, Ayah?" tanya Yoga.
"Sudahlah Yoga, kami mohon pertimbangan semua kegiatan kami." pinta pak Samsul dan Bu Ratna.
"....," tak ada jawaban dari Yoga. walaupun dalam hati pria itu menginginkan Amel.
"Biarkan Amel memilih sendiri, ayah, Ibu. karena hati tidak bisa di paksa." jawab Yoga.
"Baiklah, kami minta kabulkan lah semua keinginan kami." pinta Pak Samsul dan Bu Ratna.
Hari demi hari waktu terus berjalan. seorang gadis yang menikah di usia 19 tahun..., kemudian menjadi janda setelah menikah hampir dua bulan.
Delapan bulan telah berlalu setelah kematian Zaki, terlihat Amelia sudah menjadi seorang wanita yang sangat tangguh. setiap hari saat tidur Amel selalu menatap ponsel suaminya, memandang wajah pria yang telah menjadi suaminya hampir satu tahun yang lalu.
satu bulan Amel telah berkerja di toko kue milik Malik.
"Assalamualaikum!" seru Amel kepada beberapa temannya yang ada di toko kue.
"Waalaikumsalam!" jawab para penjaga toko kue.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Siti kepada Amel.
"Lagi ngambil masakan yang tadi Amel buat sama ibu." jawab Amel.
"Boleh incip dikit gak?" tanya Siti.
"Boleh dong mbak." jawab Amel sambil tersenyum.
Dari kejauhan terlihat Malik menatap Amelia yang berbincang-bincang dengan Siti, pria itu terlihat menatap semua pergerakan Amelia.
"Wanita sok cantik itu benar-benar membuatku muak, Aku yakin dia adalah wanita murahan yang menjual kepalsuan dari sifatnya yang sok itu." ucap Malik.
Entah berapa lama Maliq menatap Amel, pria itu terus mencoba untuk mencari tahu keberadaan dari Amel.
"Siapa wanita itu dan mengapa apa dia bersikap sok baik kepada semua orang dan selalu mencari perhatian." guman Malik.
beberapa saat kemudian.
"Amel, di panggil sama bos Malik!" seru Ani.
"Memangnya ada apa, Ani?" tanya Amel.
"Gak tau." jawab Ani.
"Kalau gitu aku ke tempat bos dulu Mbak." ucap Amelia yang kemudian pergi ke tempat Malik.
"Ada apa?" tanya Siti kepada Ani.
"Gak tau," jawab Ani.
"Ada apa ya, kenapa bos manggil Amel?" tanya Siti.
"Aku juga tidak tahu." jawab Ani.
"Jangan-jangan dia mau di pecat." ucap Siti sambil menutup mulutnya.
"Jangan ngawur!" bentak Ani.
"Habis bos gitu sih." jawab Siti sambil menatap wajah Ani dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
Di luar sedang mengkhawatirkan kondisi Amel.., namun terlihat Malik malah terus memarahi Amel tidak ada habis-habisnya.
Entah apa kesalahan yang di lakukan oleh Amel, hingga membuat Malik memarahi Amel dengan kata-kata yang sedikit menyinggung perasaan wanita itu.
"Memang saya seorang janda, Tuan. namun saya bukanlah wanita murahan yang ada di jalanan, Tuhan begitu mencintai suami saya, hingga membuat pria yang begitu saya cintai diambil beberapa bulan yang lalu." jawab Amelia yang kemudian pergi dari kantor Malik.
Malik sangat terkejut, Pria itu benar-benar tidak mengira kalau Amel adalah seorang janda dari tentara.
"Apa ini," ucap Malik. pria itu tidak akan menggira kalau Amel adalah seorang janda yang ditinggal mati oleh suaminya setelah satu bulan lebih menikah.
Terlihat Amelia keluar dengan luka yang kembali terbuka. Amel tidak menangis, wanita itu tidak ingin membuat almarhum suaminya bersedih karena dirinya.
"Huffff..."
suara helaan nafas Amel ketika dia mencoba menetralkan hatinya.
** bersambung **
tak ada kelajutan tentang anak 3 Malik dan Amelia
lanjut dong ceritanya
Alus novelnya sangat
mantap
tapi sayang lansung tamat
tak ada nyabung tentang kehidupan anak Malik dan Amelia di hari tuanya gitu
cnt pertma nya yg jd suami ke 2 ameli.bnr kata pepatah gk dpt gadia nya janda nya pun gk apa.ku tunggu janda mu..
sukses
semangt
mksh
terlalu larut.
sedih boleh asal jgn meratapi...