NovelToon NovelToon
My Boss My Husband

My Boss My Husband

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:6.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sept

Yuk senam bibir, cerita Sarasvati yang kocak dalam menghadapi majikannya yang lumpuh.

Terlahir kaya raya membuat Dewa bersikap arrogant dan dingin kepada siapa saja. Terutama mahluk yang bernama wanita. Namun, ketika melihat mantan pacarnya bermesraan di suatu pesta, ia menyeret dengan asal seorang gadis dan mengaku pada semua tamu undangan, mereka akan segera menikah.
Sartika Sarasvati, si gadis miskin yang tidak tahu apa-apa. Ia harus terlibat dengan bongkahan es tersebut gara-gara mengantar dompet pelangan yang tertinggal di cafe tempatnya bekerja. Ya, Tika hanya gadis pelayan di sebuah cafe. Tapi, malam ini semua mata tertuju pada gadis manis yang tangannya digengam oleh CEO Diamondland, perusahaan real estate nomor satu di Indonesia. Apa mereka akan menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KELAPARAN

Jerat Cinta Tuan Muda #12

Oleh Sept

Rate 18+

Begitu Dewa kembali berteriak, Tika langsung menundukkan wajah dalam-dalam. "Astaga! Mengapa sial sekali hari ini?" rutuk Tika dalam hati untuk kedua kalinya. Melihat sesuatu yang tak seharusnya ia lihat membuat otak Tika jadi kehilangan fokus dan kendali.

Terlanjur sangat malu, Dewa memecat dan mengusir Tika saat itu juga. Sedangkan Tika, setelah kejadian absurd barusan. Ia malah senang, ia pun buru-buru keluar. Ia tidak takut lagi Daniel memecatnya. Itu hanya isapan jempol, karena hanya mamanya Dewa yang bisa memecat dirinya. Nyonya bos yang ia patuhi, sedangkan Dewa, pria itu hanya bayi besar yang perlu ia rawat. Tidak lebih, bayi besar yang hanya bisa marah dan membentak. Seharian bersama Dewa, Tika sudah langsung kebal. Karena apa? Karena ingat cuan.

Malam hari, ini adalah malam pertama Tika bermalam di rumah yang megah tersebut. Setelah memberikan makan malam pada Dewa, ia pun kembali ke kamarnya. Seperti waktu sarapan, yang menghabiskan makan malam juga si Tika. Tanpa rasa bersalah, ia memakan semua makanan Dewa.

Melihat hal itu, Dewa tidak peduli. Ia sibuk dengan buku yang ada di tangannya. Mencoba mengusir rasa bosan, lewat aksara yang ia baca. Pria itu malah menganggap Tika tidak ada. Mengabaikan keberadaan gadis pelayan yang selalu membuatnya naik darah.

***

Malam ini langit sangat gelap, tidak ada bulan ataupun bintang. Terlihat sepi, sesepi hati pria yang menatap langit di atas balkon kamarnya. Sudah pukul sebelas malam, tapi Dewa masih terjaga.

Matanya menatap kosong dalam keputusasaan. Sekilas ia mengingat, bagaimana tubuhnya terus tengelam ke dasar kolam. Ia jadi kesal, harusnya Tika tidak menolong. Setidaknya ia bisa mengakhiri penderitaan yang ia rasa. Menjadi lumpuh dan tidak bisa berjalan, hanya membuat ia harus menanggung beban mental yang terasa sangat berat.

Ketika Dewa sibuk melamun dan meratapi nasib, Tika kembali datang. Sesuai perintah Mbak Mar. Bila malam, ada jam-jam khusus di mana Tika harus memeriksa kondisi bayi besarnya itu.

Sebenarnya Tika malas sekali bangun, matanya terasa sulit untuk dibuka. Karena sudah menjadi tugasnya, Tika pun menepuk kedua pipinya. Berharap segera segar kembali.

Plak plak plak

"Ayo bangun, Tika! Setelah itu tidur lagi!" gumamnya sambil menghampiri Dewa.

"Tuan ..." panggil Tika lirih. Tika malah tak jadi melangkah. Gadis itu menikmati siluet pria tampan di tengah bayang gelap malam.

"Sayang sekali, mengapa dia tidak bisa berjalan lagi," batin Tika yang mulai merasa simpati.

Serangan Dewa, pria itu sudah menyadari kehadiran Tika. Hanya saja ia lelah marah-marah pada gadis itu. Percuma, Tika terlalu bermuka tebal. Tidak peduli sekeras apa ia memaki, Tika selalu tak goyah. Tetap bertahan di hari pertama bekerja. Lain sekali dengan asisten yang sebelumnya. Belum apa-apa, semua pada kocar-kacir. Bagaimana tidak kabur? Bila menghadapi Dewa yang temperamental.

"Tuan belum tidur? Apa mau saya bantu?"

"Sudahlah Tika. Tinggalkan aku sendiri."

Kali ini nadanya merendah, mungkin Dewa lelah. Marah juga butuh tenaga, apalagi ia tidak makan seharian ini. Tika yang rakus, melahap semua tanpa sisa. Dari pada dibuang, Tika memang sengaja memakan habis semua makanan untuk bayi besarnya tersebut.

"Kalau begitu, saya keluar ya ... Tuan."

Tika akan berbalik, tiba-tiba sesuatu mengusik telinganya.

Kruk kruk kruk

Kaki Tika langsung mengerem, ia mendekati Dewa dengan senyum menggoda.

"Tuan lapar?" tanya Tika dengan tersenyum. Bagi Dewa itu senyum yang meledek.

"Cih, pergi sana!"

Kruek kruek kruek

Usus besar, usus halus, usus dua belas jari, lambung dan apa saja malah mengeluarkan suara semakin kencang. Hal itu membuat Dewa makin senewen.

"Tuan mau makan apa? Biar Tika buatkan."

"Jangan sok tau, sana pergi."

"Hemm ... ya sudah. Tika pergi ya Tuan."

Begitu Tika berpaling, Dewa memejamkan mata dengan kesal. Pria itu memegangi perutnya. Rasa lapar sudah menyerang, tapi gengsi dong sama Tika. Ish, Dewa makin uring-uringan.

Setengah jam kemudian.

KLEK

Dewa menoleh, siapa tengah malam datang ke kamarnya.

"Ngapain ke sini lagi?"

"Hehehe."

Tika malah tersenyum, "Ini sarapan, makan siang dan makan malam buat Tuan. Tika buatin nasi goreng cumi. Sebenarnya ada steak dan bahan spaghetti. Tapi, Tika mau bikinkan Tuan makanan spesial. Karena Tika tadi sudah makan semua makanan Tuan."

Dengan perlahan, Tika meletakkan piring ke atas meja. Kemudian berjalan ke arah Dewa. Ia mendorong kursi roda menuju meja tempatnya ia menaruh piring.

Aroma nasi goreng itu menusuk hidung, Dewa yang lapar hampir saja air liurnya tumpah. Namun, ia masih jaim. Di depan Tika, ia malu-malu tapi mau.

"Aku tidak suka nasi goreng!"

"Benarkah? Kata Pak Gun, salah satu makanan kesukaan Tuan muda ya ini."

"Cih ... kamu percaya dengan chef gadungan itu?"

Tika langsung berdecak, ternyata Dewa julid bin pedas kepada siapa saja. Masa chef sekelas Pak Gun, yang memiliki sertifikat paten, rajanya dapur dikatakan gadungan?

"Sudah! Pergi sana."

"Hemm ... baik Tuan."

Tika pun keluar, ia berjalan sambil bergumam. Merutuki dan mengumpat bayi besarnya itu.

Sampai di tangga, ia teringat. Ia telah meninggalkan sepiring nasi goreng di dalam kamar itu. Nanti Mbak Mar marah, dengan cepat ia berbalik ke kamar Dewa. Dilihatnya Dewa malah sedang lahap makan, pria jaim itu kedapatan menyendok nasgor buatannya.

"Apa enak?"

Seketika Dewa menghentikan aksinya.

"Asin! Terlalu asin. Kalau tidak bisa masak, jangan memasak. Serahkan semua pada ahlinya. Jangan sok-soakan," cetus Dewa yang sudah ketahuan.

"Masa?"

Tanpa permisi, Tika mengambil sendok. Ia langsung makan dari sensok yang sama.

"Nggak kok, ini pas. Coba deh!"

Tika mengambil satu sendok nasi goreng, kemudian mengarahkan ke mulut Dewa.

"Hey! Apa yang kamu lakukan!"

PRANGGG

Dewa menepis tangan Tika, ia tidak suka gadis itu sok dekat. Lagian siapa dia? Hanya pelayan. Harusnya tahu posisinya di mana. Tika benar-benar ngelunjak, semakin berani dan kurang ajar, pikir Dewa.

Tika mendesis kesal, berkerja di rumah itu ia harus punya stok sabar yang banyak. Bila tidak, mungkin ia akan mati muda. Menghadapi Dewa, membuatnya cepat naik darah. Namun, sejauh ini masih bisa ia tahan. Tapi, kalau terus-terusan, bisa-bisa Tika nanti malah bisulan. Karena terlalu banyak menahan. Dengan menguatkan tekad, Tika menghela napas panjang. Memungut sendok yang terlempar di lantai.

"Ya sudah, Tuan. Tika permisi."

Tika membungkuk, bersiap pergi. Tapi, saat ia mengangkat wajah dan tak sengaja menatap wajah tampan itu, dilihatnya leher Dewa yang mulai ruam. Begitu juga dengan telinga yang sepertinya sedikit bengkak.

"Tuan ..." Bersambung.

Sambil nunggu up, baca juga ya ...

Rahim Bayaran

Istri Gelap Presdir

Dea I Love You

Kesetiaan Cinta

Yang belum kenalan sama penulis, cuss ya ... Terima kasih.

Instagram : Sept_September2020

1
Winny Anpooh
Luar biasa
juwita
emg laki-laki mah pasti blgnya mijitin tp ujung"nya tanganya pijit yg lain. 🤣🤣
juwita
beda dr yg lain paku payung ini mah wkwkwk
juwita
pake cabe bibirnya biar panas 🤣🤣
juwita
satu x cium 20 jt 3 x dpt 60 jt sok lah gaskeun tika🤣🤣🤣
JesiraSeni
Luar biasa
Nurmiati Aruan
aih Mak .. bukan tangan dan kaki az yg kapalan.... lidah juga bisa kapalan 🤣
Nurmiati Aruan
itu mah dewa yang mau 🤣
Nurmiati Aruan
ahh si tuan muda jatuh cinta 🤭
Nurmiati Aruan
ada apa dengan mama nya dewa
Kaka Siregar
Lumayan
Mei Prw
luar biasa
Memyr 67
𝗲𝗶𝘁𝘀 𝗺𝗮𝗶𝗻 𝗻𝗶𝗸𝗮𝗵 𝗮𝗷𝗮. 𝗶𝘁𝘂 𝘀𝗶 𝗺𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗮𝗵 𝘂𝗿𝗶𝗻𝗴 𝘂𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻
Memyr 67
𝗽𝗲𝗴𝗮𝘄𝗮𝗶 𝘀𝘂𝗸𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗰𝘂𝗿𝗶 𝘀𝗲𝗲𝗻𝗮𝗸𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗼𝗱𝗲𝗹 𝗺𝗯𝗮𝗸 𝗺𝗮𝗿, 𝗸𝗼𝗸 𝗱𝗶𝗽𝗲𝗿𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗶𝗯𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗱𝗲𝘄𝗮?
Memyr 67
𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗲𝗮 𝗱𝗮𝗻𝗶𝗲𝗹, 𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗻𝗼𝘃𝗲𝗹 𝘁𝗼?
Henym
Luar biasa
oncom
😭😭😭😭😩🤙🏻🤙🏻
oncom
ahahahaha lucu
oncom
kurang asem ngabrut
oncom
hahahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!