NovelToon NovelToon
Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: oniya

Menorehkan tinta di atas kanvas, tak selalu hitam juga putih, akan ada banyak warna yang menghiasi.
Namun, fatal bila salah menorehkan warna, karena akan menjadi noda yang akan merusak nilai estetik lukisan itu sendiri. Berani melukis cinta, juga harus berani menerima risikonya.

Alvin Daran, Pria berparas tampan yang telah menorehkan noda dan merusak sketsa lukisan yang telah susah payah Miya Patrisia rangkai. Akankah Alvin mampu mengubah Noda menjadi indah?, hingga pantas disebut sebagai lukisan, yang akan membuat senyum Miya kembali merekah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sendiri Lagi

5 tahun kemudian, hari-hari Miya lalui dengan begitu berat. Dua tahun setelah kelahiran bayinya, Bibi Arum meninggal dunia, satu-satunya orang paling baik kepadanya telah pergi. Toko bunga pun sudah ditutup, karena dijual oleh anaknya. Tanpa bekerja di toko, Miya tak mendapatkan penghasilan apapun. Dia kebingungan harus mencari pekerjaan dimana, yang mau menerima dirinya yang membawa serta seorang anak yang berusia kurang lebih enam tahun.

Naasnya, Robert yang selalu membantunya juga pulang ke negara asalnya satu tahun setelah kepergian Bibi Arum. Sekarang, Miya benar-benar seorang diri. Dan akhirnya, dia bekerja disebuah mini market sebagai kasir. Disana dia boleh membawa putri kecilnya yang bernama Naumi Patrisia.

Naumi tumbuh menjadi gadis yang begitu cantik, rambutnya panjang, bola matanya biru, pipinya tembem, bibirnya tipis, tubuhnya tinggi. Dia benar-benar cantik persis seperti Miya. Bahkan kecantikan Naumi melebihi kecantikan ibunya. Semua orang tidak ada yang tidak mengagumi kecantikannya.

Walau bekerja sebagai kasir dengan gaji yang hanya cukup untuk makan, tapi Miya hidup bahagia bersama putri tercintanya. Tapi, sayangnya ia tak mampu menyekolahkan putrinya, biaya sekolah di kotanya makin mahal. Dan dia tidak akan mampu membayar itu semua. Tapi, putrinya begitu cerdas tanpa harus ia sekolahkan.

Naumi begitu pintar, Miya bahkan selalu menangis saat melihat putrinya mengerjakan soal-soal pelajaran SMP begitu mudahnya. Padahal putrinya sama sekali tidak pernah dia sekolahkan. Tapi, Miya selalu mengusahakan untuk membeli beberapa buku untuk putri kecilnya belajar sendiri. Tak disangka, putrinya mengenal huruf hanya sekali ia ajarkan. Setiap hari Miya membeli buku-buku pelajaran SD. Namun semua itu tidak ada yang tidak putrinya ketahui. Hingga suatu hari ia membelikan putrinya buku pelajaran SMP, dan hasilnya membuatnya begitu terharu kala sang putri mampu menyerap pelajaran sulit itu hanya dengan mempelajarinya sekilas. Dan hal itu membuat Miya semakin menyayangi putri kecilnya.

Disini dia baru menyadari perkataan dokter yang dulu pernah menasihatinya untuk tidak menggugurkan kandungannya. Dia begitu mengingat perkataan sang dokter yang mengatakan bahwa putrinya bukanlah sebuah Noda dalam hidupnya. Namun, putrinya adalah sebuah anugrah yang begitu besar bagi dirinya. Dia tidak pernah menyangka seorang putri yang dulunya pernah akan ia bunuh, tumbuh menjadi gadis yang luar biasa hebatnya.

"Kamu kalau besar nanti ingin menjadi apa, nak. Kamu sangat pintar sayang. Dengan belajar sendiri, ibu yakin kamu akan menjadi orang hebat." Ucap Miya mengelus rambut putrinya lembut.

"Aku tidak ingin menjadi apapun, Ibu. Aku hanya ingin melihat Ibu bahagia, dan aku ingin bertemu Ayah. Hanya dua itu cita-citaku. Tidak ada yang lain." Jawab Naumi polos, mendengar kalimat putrinya, Miya menangis tanpa disadari. Andai putrinya tau bahwa Ayahnya tidak mau mengakuinya, pasti putri kecilnya akan sangat bersedih. Untuk itulah Miya tidak pernah membahas atau menceritakan tentang Ayah kepada Naumi.

"Tuhkan, aku juga sedih kalau ibu bersedih. Itulah kenapa cita-citaku ingin membuat ibu bahagia." Ucap gadis itu polos. Sepintar apapun seorang anak, dia tetaplah seorang anak yang polos.

"Naumi sayang, ibu menangis bukan karena bersedih. Ibu menangis terharu karena ibu bangga punya Putri secantik, sepintar dan setulus dirimu." Jawab Miya lalu memeluk erat putrinya.

"Ibu, tubuhku lemas lagi." Ujar Naumi kala merasakan sakit pada tubuhnya. Sudah seminggu ini Naumi mengeluhkan sakit pada tubuhnya. Namun, Miya belum sempat-sempat untuk membawa putrinya kerumah sakit. Kebetulan besok dirinya libur dan dia akan membawa putrinya ke ruang sakit besok.

1
myscleoo
Lumayan
myscleoo
Biasa
Surati
bagus
Bahari Sandra Puspita
waow, luar biasa kak..
ceritamu kali ini agak beda, namun malah semakin luar biasa..
keren dah pokoknya.. 🥰🥰🥰
yg ini g ada sekuelnya ya???

oke deh lanjut cerita berikutnya..
sehat2 terus kakak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
Eva Nietha✌🏻
Uhuy
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
nama geng nya kurang garang thor.. 🤭
Dyah Oktina
deh...lagi2 pria bereksek kasih lagi sesuatu d minuman nya...
Rahma Wati
cerita nya keren bagus 👍🏻👍🏻🥰
Nami chan
ceritanya seru bgt
ga tll panjang to bener2 berkesan 🥰
Nami chan
sodara brati alvin dan robber
Nami chan
knp bs ngrekam audio pas itu
Nami chan
knp dl setelah tau tanda lahir robert jg akhirnya pergi setelah nolong 3th
Nami chan
pas waktu diperiksa kelvin kok blm ketauan hamil ya
Nami chan
spy, punya misi tertentu
Nami chan
gmn ga bingung ya miya 🤣
Nami chan
robbert pasti
Nami chan
ahh seruu
Nami chan
eh anjay aku ngakak 🤣
Nami chan
tnyata anan tau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!