NovelToon NovelToon
Surviving As The Villainess

Surviving As The Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Contest / Isekai / Reinkarnasi / Kaya Raya / Kehidupan alternatif / Masuk ke dalam novel
Popularitas:298.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ivy Lee

"Aku terlahir kembali sebagai gadis jahat dalam game otome?"

Seorang gadis biasa berumur 18 tahun tiba-tiba terbangun sebagai tokoh antagonis dalam game otome. Liyuna adalah tokoh antagonis yang sangat cantik dan juga kaya, namun ... di rute siapapun dia selalu mati?! Ditusuk hingga mati, keracunan, bunuh diri, segala jenis kematian telah dirasakannya.

Bagaimana cara gadis biasa berumur 18 tahun itu menghindari kematian Liyuna?! Ayo ikuti cerita gadis tersebut dalam menghindari bad ending!!

***
Chp 1-12 : Liyuna berumur 6 tahun
Chp 13-31 : Liyuna berumur 7 tahun
Chp 32-53 : Liyuna berumur 8 tahun
Chp 54-81 : Liyuna berumur 12 tahun
Chp 82-101 : Liyuna berumur 16 tahun
Chp 102-? : Liyuna Berumur 17 tahun

© November 2020 by IvyLee

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivy Lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12 - Pesta III

Yuda dan pemuda berambut hitam itu terlihat saling berbincang. Jika dilihat dari tinggi badan, sepertinya lawan bicara Yuda sedikit lebih tua karena dia 10 cm lebih tinggi dari Yuda. Tapi, semua itu bisa saja salah. Tidak ada aturan yang tua akan lebih tinggi bukan? Namun jika dilihat dari bentuk tubuh mereka, jelas lawan bicara Yuda memiliki tubuh yang lebih besar seperti pemuda yang berada diumur 15 tahunan keatas.

Liyuna yang melihat hal ini berusaha bersembunyi dibalik lorong agar tidak kelihatan. Liyuna merasa ketiban sial setelah bertemu dengan Allen. Bagaimana bisa dia bertemu dua target dalam sehari?! Seingatnya Liyuna bertemu Yuda ketika berumur 17 tahunan, jadi kenapa dia bisa bertemu dengan Yuda sekarang?!

Liyuna tidak ingin bertemu dengan target lain malam ini, jadi dia memutuskan untuk sembunyi.

"Tuan Muda Zion, senang bertemu denganmu." Ucap Yuda sembari menjabat tangan Zion.

Mendengar nama Zion keluar dari mulut Yuda, Liyuna semakin tidak ingin keluar dari tempat persembunyian. Bertemu dengan Yuda saja sudah sangat buruk, eh, ini malah Zion juga muncul. Benar-benar tidak beruntung. Sepertinya Liyuna bukanlah orang yang cukup beruntung.

"Senang bertemu denganmu juga, Tuan Muda Yuda."

Zion membalas sapan Yuda dengan sopan, bagaimana pun juga sebagai seorang representatif dari keluarga Ravenray, Zion harus membalas sapaan siapapun dengan sopan. Apalagi jika orang yang berada dihadapannya berasal dari keluarga peringkat atas, dia tidak bisa sembarangan.

"Apakah Tuan Muda Zion ingin beristirahat?"

"Saya ada janji dengan seseorang di ruang istirahat."

"Oh, begitu rupanya. Maaf telah menahan anda disini."

Lama kelamaan, suara mereka menjadi semakin samar. Sepertinya mereka sengaja mengecilkan suara mereka agar tidak ada yang bisa mendengar percakapan mereka.

Melihat hal ini, ingin rasanya Liyuna mendekat, tapi dia tidak memiliki keberanian yang cukup. Ia terlalu takut dengan nasibnya di masa depan jika terus berhubungan dengan para target.

"Sedang apa kau disini?"

Suara seseorang terdengar dari belakang Liyuna. Dengan sigap dia menoleh ke sumber suara tersebut dan melihat Allen yang sudah berdiri tepat dibelakangnya.

Melihat Liyuna yang sedang menguping pembicaraan seseorang, Allen juga tanpa sadar ikut memajukan wajahnya untuk mengintip siapa orang yang Liyuna kuping barusan.

Ketika mata Allen menangkap sosok Zion, auranya berubah menjadi sangat dingin. Allen yang tadinya memiliki aura tenang dan biasa saja kini terasa sangat menyeramkan.

"Ayo kita kembali." Ajak Liyuna yang tidak ingin cari gara-gara, ia menarik tangan Allen dan berjalan menjauh dari Zion dan Yuda.

Tugas Liyuna saat ini adalah menjauhkan Allen dari Zion.

Allen dengan tenang mengikuti Liyuna dan membiarkannya menarik tangannya. Jika ini situasi biasa, dia sudah pasti akan menampik tangan Liyuna yang dengan berani menariknya.

"Kenapa kau menguping pembicaraan mereka? Kau tertarik dengan kakakku?" Tanya Allen. Matanya sedikit melirik kearah Liyuna, dia penasaran dengan apa yang Liyuna pikirkan tentang Zion, kakaknya.

Liyuna yang baru saja mendengar omong kosong sari Allen tanpa sadar membalas dengan ketus, "Kau sudah gila?!"

Dia memasang wajah tidak suka. Wajahnya terlihat seperti orang yang baru saja mendengar cerita horor, ketakutan dan tidak percaya.

Melihat ekspresi Liyuna yang sangat lucu, tanpa sadar membuat Allen terkekeh.

"Kau menertawai ku?" Liyuna yang tidak percaya bahwa ia baru saja ditertawakan karena alasan tidak jelas menjadi sedikit kesal.

"Ekspresimu barusan lucu sekali." Ucap Allen yang saat sedang berusaha mengendalikan tawanya.

"Lalu aku harus berekspresi seperti apa setelah mendengar pertanyaan tidak masuk akal seperti barusan?"

"Ahahaha... Terus kenapa kau menguping mereka jika bukan karena kakakku? Meski aku tidak menyukainya, faktanya kakakku itu sangat populer."

"Kau hanya tidak sengaja melihat mereka sedang berbicara dan merasa tidak enak jika harus menyela. Aku tidak ingin mengucapkan salam pada mereka."

"Ah, benar juga. Merupakan sebuah penghinaan jika Nona Castris memberi salam terlebih dahulu, benar bukan?

"Bukan itu maksudku! Kau ini sejak tadi ingin mengajakku bertengkar atau bagaimana?"

"Aku hanya ingin kau marah padaku di depan semua orang, itu saja."

"Kau ini masokis, ya?"

"Bukan begitu, aku sedang berada di situasi dimana akan lebih baik jika aku tidak menghadiri pesta."

Mendengar ucapan Allen, Liyuna bisa sedikit mengerti. Di dalam game, hubungan kakak beradik itu memang tidaklah akur. Allen sangat membenci kakaknya, tidak, mungkin lebih tepatnya Allen membenci Ravenray. Karena itulah dia selalu berusaha kabur dan menjauh dari semua orang yang berhubungan dengan keluarganya. Dengan memanfaatkan Liyuna, dia bisa memperoleh semua itu. Ya, jika tadi Liyuna terprovokasi san memarahinya di ballroom, Almera dan Eldo tidak punya pilihan lain selain menarik Allen keluar.

"Aku tidak akan melakukannya." Ucap Liyuna yang masih berjalan lurus ke depan tanpa menoleh kebelakang.

"Melakukan apa?"

"Memarahimu di depan semua orang,"

Mendengar ucapan Liyuna, Allen sedikit terkejut. Dia tidak menyangka bahwa Liyuna benar-benar sangat berbeda dari rumor yang beredar.

"Itu adalah perbuatan yang tidak sopan dan memalukan." Ucap Liyuna melanjutkan perkataannya tadi.

Apa yang barusan tidak sepenuhnya benar. Alasan mengapa dia tidak ingin memarahi Allen bukan karena itu tindakan yang tidak sopan dan memalukan, melainkan dia tidak ingin memperburuk hubungannya dengan para target. Dia juga tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia membuat seorang target membencinya dan dia tidak ingin membayangkannya.

"Benar, sangat tidak cocok bagi Nona Castris marah-marah di tempat umum."

Jika Liyuna menoleh ke belakang saat ini, dia akan melihat senyuman langka milik Allen. Senyuman merekah dibibir Allen, membuat wajahnya yang selalu terlihat marah dan menakutkan menjadi sangat menawan. Dia terlihat sangat polos ketika tersenyum lepas seperti ini. Namun sayangnya, Liyuna tidak melihat senyuman langka ini.

"Berhenti memanggilku 'Nona Castris', itu terdengar seperti ejekan di telingaku."

"Kalau begitu, Yuna?"

"Bukan, tapi Liyuna!"

"Kenapa tidak? Yvette saja memanggilmu Yuna."

"Hanya orang yang dekat denganku saja yang boleh memanggilku Yuna."

"Suatu hari nanti, aku juga akan menjadi orang yang dekat denganmu. Jadi tidak masalah, kan?"

Saat ini Liyuna merasa masa bodoh dengan alur cerita dalam game. Dia sudah terjun terlalu jauh. Tidak mungkin dia tiba-tiba menjauhi Allen lagi. Lagi pula, Liyuna bisa merasakan bagaimana menderitanya anak itu. Jika dipikirkan kembali, Allen adalah anak yang kesepian, sama sepertinya di kehidupan terdahulu.

Dari pada membuatnya menjadi musuh, lebih baik menjadikannya teman. Siapa tahu dengan menjadikannya teman, Liyuna bisa melarikan diri dari kematian.

Dan untuk target lain, Liyuna akan menyerahkannya pada waktu. Toh mau sekeras apapun Liyuna berusaha menghindari mereka, cerita akan tetap berjalan semestinya. Terbukti dengan Liyuna yang tidak bisa menjauhi Allen. Karena itulah, Liyuna memutuskan untuk menggunakan cara lain untuk bertahan hidup, yaitu dengan berteman dengan mereka dan mengubah alur sedikit demi sedikit.

Jika di game Liyuna adalah tokoh antagonis yang jahat, maka sekarang Liyuna akan menjadi orang baik.

Jika di game Liyuna selalu menganggu Yuriel, maka mulai saat ini dia akan selalu berbuat baik pada Yuriel dan dengan sukarela memberikan aset Castris jika perlu.

Dan jika kematian Liyuna disebabkan karena Yuriel mendapat happy ending, maka Liyuna akan berusaha membuat happy ending untuk dirinya sendiri dimana dia akan selamat dan menghindari setiap tempat dan benda yang bisa membuatnya mati.

Dan yang terpenting adalah jangan pernah memiliki perasaan apapun pada target. Tidak perlu menganggap mereka laki-laki, cukup anggap mereka sebagai ikan yang harus dipancing oleh Yuriel.

Tidak lama setelah Liyuna sampai diruang 202, seorang staff mengantarnya ke ballroom lantai satu. Karl dan Sara mengundurkan diri lebih cepat dengan alasan tubuh Liyuna yang lemah. Namun sebenarnya, mereka mempunyai alasan lain untuk mengundurkan diri. Karena mereka adalah sosok yang sering menjadi spotlight, maka mereka harus memiliki kepekaan yang tinggi terhadap atmosfir disekitar. Jika mereka terlalu lama berada disitu, semua orang hanya akan berfokus pada mereka dan orang yang berasal dari keluarga peringkat kebawah tidak bisa mencari koneksi. Karena itulah mereka harus undur diri terlebih dahulu untuk memberi ruang kepada orang lain.

Sesampainya di rumah, Liyuna langsung menghapus make up-nya dan mandi dengan air hangat untuk menyegarkan tubuh. Dia juga mengirim pesan permintaan maaf pada Yvette karen tidak bisa menemaninya lebih lama. Setelah itu, Liyuna langsung tidur terlelap ke alam mimpi.

Sebelum dia pulang, Allen mengatakan bahwa dia akan kembali lagi ke negera ini setelah lulus SD. Dia akan melanjutkan studi nya di negara ini ketika masuk SMP. Karena itulah, dia meminta Liyuna untuk menyambutnya kelak, tentu saja itu hanya gurauan.

"Suatu hari nanti aku akan kembali, jangan sampai kau melupakanku."

TBC

1
Ariel
/Joyful//Skull//Skull/
SERAPHINE🌹
Luar biasa
novy
kapan up thor?
AshidaAkane: haiii, untuk saat ini belum bisa update dulu yah karena masih ada kesibukan di real life. terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca🙏🏻
total 1 replies
Raine
wah apakah yuri seperti liyuna atau yuri karakter yg mengulang waktu
𝚁𝚊𝚢𝚊♡
kan bisa gitu ngelindungi aj tanpa harus mengabaikan putri kandung sendiri bukan? tau ah pling mlas klo yg kek gni/Speechless/
roti gepeng
thor sudut pandangnya jangan diganti ganti ya
Bella HABEL
bagus
Effani
yah..kau psti kkak nya lucas..🤔😏
Effani
bohong!! pdahal idh dri setahun sblumnya😒 dsar pak tua😠
Effani
huuuuaaaaaa😭😭😭😭🤧🤧😖🥹
Maîra⊰⁠⊹
Dirimu masih menjadi misteri, Biern.
☾⃟ℳoon - Moon 🌙
Next,btw follow aku dong kak 🏃🏃
☾⃟ℳoon - Moon 🌙: makasih ka
total 2 replies
☾⃟ℳoon - Moon 🌙
Next kak
Maîra⊰⁠⊹
Maaf sebelumnya, tapi kalimat " ... ada yang tubuhnya tersangkut di lamu chandelier ..." maksudnya apa ya? Terbang kah?
Maîra⊰⁠⊹: Oo oke, Thor. Saya cuman penasaran aja😆🙏
total 2 replies
Maîra⊰⁠⊹
Jadi, apa kabar dengan Riana?
Maîra⊰⁠⊹
Tidak, tidak sama sekali. Update-nya, hehe...
Maîra⊰⁠⊹
Hajun:D
Maîra⊰⁠⊹
Gak salah sih, karena dia juga bukan Liyuna asli.
Haloha
Terlalu lama padahal cuman 2 bab
Ken Vi Arcadia
kok sepi?
AshidaAkane: Novel ini memang sepi, kak. Tidak banyak yang masih baca sampai sekarang😌
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!