NovelToon NovelToon
MY DEVIL PARTNER

MY DEVIL PARTNER

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:360.2k
Nilai: 5
Nama Author: musbich

"Kamu pikir aku memperhatikanmu? Aku hanya khawatir dengan lingkunganmu. Akan ku habiskan yang berani mengganggumu,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

PARIS POINT OF VIEW:

Kami semua duduk di ruang keluarga dalam formasi lengkap, ada orangtuaku dan orangtua dhika. Tatapan tajam dari papa dhika membuatku masih merasa takut dan harus memegang lengan dhika dengan begitu erat nya.

“Kalian harus menikah secepatnya,” kata papa Dhika dingin menatap Dhika tajam.

“Pa, ini salah paham,” kata Dhika hati hati.

“Salah paham apanya? Adikmu memergoki kalian sedang tidur bersama di ruanganmu. Apa adikmu akan berbohong untuk hal yang tidak masuk akal?” kata papa Dhika mulai emosi.

“Tapi—“

“Apa yang perlu diragukan dari pernyataan adikmu? Tiba tiba saja kalian hari ini datang kesini dan kamu memperkenalkan Paris sebagai pacarmu, itu sudah cukup menjelaskan semua,” potong papa dhika.

“Maafkan putra kami pak Rizal, dia akan bertanggung jawab,” kata tante zea.

“Mama—“ kataku memelas menatap mama.

“Diam kamu!” kata mama dengan raut wajah yang tak bersahabat lagi.

“Seharusnya kamu tahu batasan kan? Bagaimana jika di rahimnya sudah tumbuh janin sekarang,” kata papa Dhika ngomel tak karuhan pada putranya.

“Tidak mungkin, om,” sahutku.

“Tidak mungkin karena kalian memakai pengaman?” sahut papa Dhika.

“Pa—“ Dhika mulai mengusap wajah nya kasar.

“Memakai pengaman atau tidak itu tidak penting, daripada kalian mengulangi hal buruk seperti itu lagi lebih baik kalian menikah saja. Papa akan siapkan semuanya dalam waktu dekat ini, minggu depan kalian bisa melangsungkan pernikahan,” kata papa Dhika.

“Minggu depan???” kataku dan Dhika berbarengan.

“Pa, tidak mungkin menyiapkan pernikahan secepat itu kan? Banyak hal dan surat yang harus diurus,” bantah Dhika.

“Apa yang tidak bisa papa lakukan? Kamu Tanya mamamu bagaimana kami menikah dulu, semua pengurusan surat berjalan dengan cepat dan lancar. Kamu hanya perlu menunggu hari H saja,” sahut papa Dhika.

“Om, kami hanya pura pura pacaran. Sebenarnya kami tidak ada hubungan sama sekali, kami baru saja bertemu beberapa hari yang lalu,” kataku cemas.

“Jangan berbohong hanya demi karir, kamu masih bisa melanjutkan karirmu meskipun berstatus menikah,” sahut tante zea.

“Tapi Dhika juga sibuk, banyak pekerjaan yang harus dhika lakukan dan ini sangat penting,” sahut Dhika.

“Memangnya dokter di tempatmu bekerja hanya kamu, kamu kan bisa ambil cuti sehari untuk acara ijab saja,” sahut papa dhika.

“Ayah—“ rengekku menatap ayah hampir menangis.

“Jangan membuat malu ayah, ayah sudah memberikan kepercayaan padamu dan kamu mengecewakan ayah,” kata ayah dengan raut wajah sedih nya.

“Paris nggak bohong,” kataku hampir menangis.

“Lihatlah bajumu yang seperti ini! Pantas saja Dhika tergoda,” kata mama memarahiku.

“Nikahkan saja mereka supaya saya lebih tenang, saya benar benar belum bisa mendidik anak perempuan saya,” kata ayah pada papa Dhika.

“Bukan begitu pak Rizal, saya juga lalai mendidik anak saya,” kata papa dhika.

“Jadi kita tentukan tanggal baiknya?” Tanya ayah.

“Bagaimana jika keluarga saya saja yang menentukan tanggalnya?” tawar papa Dhika.

“Baiklah, kami serahkan semuanya pada keluarga Pak Jonathan,” kata ayah.

Acara yang awalnya adalah ulang tahun putri tante Brianna, menjadi acara penentuan tanggal baik untuk pernikahan kami. Aku benar benar menyesal sudah bertemu dengan nya. Di awal pertemuan saja sudah sial, bagaimana jika kami sudah menikah? Mungkin aku akan sial setiap hari.

🌻🌻🌻

Sesampainya di rumah aku masih merengek supaya ayah membatalkan pernikahan mendadak ini. Tapi ayah dan mama tidak menghiraukanku. Rasa nya aku ingin bunuh diri saja!

Malam ini ponselku berdering, terlihat nama ‘dokter gila’ di layar ponsel. Dengan malas ku sentuh symbol warna hijau yang tersedia di layar.

“Apa?” tanyaku malas.

“Mamaku ingin bicara,” kata Dhika.

“Bicara apa?” tanyaku .

“Tanyakan saja sendiri,” sahut Dhika.

“Halo, Paris?” suara seorang perempuan yang sudah pasti itu adalah tante zea.

“Iya tante? Ada apa?” tanyaku.

“Besok lusa apa ada waktu?” Tanya tante zea.

“Lusa? Paris ada acara,” jawabku seraya mengingat jadwal untuk menghadiri pengadilan.

“Kalau besok?”

“Sepertinya tidak ada acara tante,” sahutku malas.

“Besok ikut tante mencari kebaya untuk acara akad nikah, bagaimana?”

“Dengan tante zea saja?” tanyaku.

“Sepertinya begitu, Dhika sibuk dengan pekerjaan nya jadi tidak bisa menemani,”

Enak sekali dia! Dia akan membiarkanku sendiri merasa canggung dengan ibu nya? Belum lagi jika yang mengantar adalah papa nya, matilah aku! Aku tidak bisa lama lama berada di dekat papa nya yang seram itu.

“Tidak bisakah Dhika ikut, tante? Kalau Dhika tidak ikut, Paris merasa kurang nyaman,” sahutku hati hati.

“Anggap saja tante ini seperti mamamu sendiri,”

“Gini aja tante, Paris kan punya butik. Kebaya nya biar Paris design sendiri ya?” usulku.

“Tidak perlu sayang, karena ini special jadi kamu hanya perlu duduk manis saja,”

“Karena ini juga special makanya Paris design sendiri, Paris juga tinggal duduk manis saja karena sudah banyak design yang Paris buat, ” sahutku.

“Jadi tante pergi ke butik kamu?”

“No, Paris bisa sendiri,”

“Tapi tante pengen lihat gambar nya, gimana?” Tanya tante zea.

“Tante tidak sibuk besok?”

“Tidak, tapi kita tunggu Dhika selesai bekerja ya?” kata tante zea.

“Lebih baik seperti itu,” sahutku seraya mengelus dada, semoga saja Papa nya tidak ikut.

Aku mematikan sambungan seraya merebahkan tubuhku yang lelah di kasur, memperhatikan langit langit kamar dengan pikiran yang tak menentu.

Aku akan menikah?

Tapi kenapa harus dengan dokter gila itu? Bagaimana jika dia akan memperlakukanku seperti mayat nanti nya? Menyebalkan!

DHIKA POINT OF VIEW:

🌻🌻🌻

Hari berikutnya saat aku melakukan proses autopsy, dengan santai nya Paris duduk memperhatikanku bekerja. Dia memperhatikanku dengan seksama, aku merasakan dia sedang focus memperhatikanku.

“Temperaturnya 36 derajat celcius, suhu air nya 37 derajat celcius. Dia meninggal 3 jam yang lalu,” jelasku.

“Apa ini pembunuhan? Atau pemerkosaan?” Tanya Erika.

“Jangan menebak nebak jika tentang kematian, apa kamu masih belum paham tentang rigor mortis? Kekakuan postmortem. Dia tertutup plastic dan memegang selang, penyebab kematian nya adalah dia menghirup helium terlalu banyak. Dia bunuh diri,” sahutku yang membuat Erika terdiam.

“Heh? Seharusnya kamu meminta maaf padaku,” kata Erika.

“Kenapa?”

“Kamu tiba tiba muncul di persidangan dan merusak semuanya,”

“Pergilah!” kataku datar.

“Aku tidak akan menyerah pada kasus ini,” kata Erika.

“Ini sudah selesai, tubuhnya sudah dikremasi, tersangka akan bebas. Kasus ini selesai,” sahutku datar seraya pergi menuju ruanganku. Erika mematung di tempat.

Sedangkan perempuan bernama Paris itu mengikutiku masuk ke dalam ruangan. Aku menatapnya dengan tajam tapi dia cuek saja seakan akan ini adalah ruangan nya juga.

“Ada apa? pergilah!” kataku dingin.

“Aku membawa sepatuku, sepatu ini masih sama keadaan nya saat di TKP waktu itu. Sebenarnya aku sangat menyayangi sepatu ini, tapi kamu boleh merusak nya demi proses pemeriksaan,” kata Paris seraya menunjukkan sepatu yang masih terbungkus plastic putih.

“Keluarlah!” kataku dengan nada mulai meninggi.

“Kamu tidak mengerti maksudku? Buktinya ada di sini, di sepatu ini!”

“Proses pemeriksaan sudah selesai,” kataku datar.

“Aku menyuruhmu memeriksa monalisa secara keseluruhan, aku yang waktu itu pertama kali berada di samping mayat nya! Dan sore harinya saat aku dan jaksa Erika ke rumah itu, karpet tempat kejadian menghilang, bukankah itu mencurigakan? Suaminya menghilangkan bukti! Bukan nya waktu itu kamu yang menyuruhku memakai pelindung pada heelsku? Heels ini masih belum tersentuh apapun, aku meminta pemeriksaan pada sepatuku. Ku mohon! Tolong periksa bagian bawah hak sepatunya,”

“Baiklah, ini yang terakhir,” kataku mengambil sepatu dalam plastic pelindung yang dipegang Paris.

Akhirnya aku membawa sepatu itu ke tempat pemeriksaan, rekan dokter di sana yang akan memeriksa bagian bawah hak sepatu itu atas perintahku.

“Wah, ini sepatu mahal,” gumam dokter Shaila.

“Potong saja sepatu itu,” perintahku.

“Apa boleh?” Tanya dokter shaila memandang Paris.

“Tidak apa apa, meskipun sebenarnya sepatu itu limited edition dan baru ku pakai sekali,” sahut Paris.

Setelah dokter Shaila mengambil bagian bawah hak sepatu, dia mulai memeriksa nya dengan alat yang tersambung otomatis pada komputer.

“Ada warna merah muda di sana,” sahut dokter Shaila.

“Berikan pada divisi zat beracun untuk diidentifikasi,” kataku memerintah nya.

“Ikut aku, hasil nya akan cukup lama,” kataku menarik tangan Paris untuk ke ruanganku lagi.

“Jika cukup lama, ayo kita ke butikku dulu untuk memilih kebaya akad nikah. Hubungi tante zea,” pinta nya.

“Kamu seperti calon istriku sungguhan saja, kamu menikmati permainan ini?” tanyaku tersenyum sinis.

“Aku—“

“Sudahlah, ayo pergi ke butikmu. Akan ku hubungi mamaku sebentar lagi,” sahutku masih menggenggam tangan nya untuk mengikutiku ke mobil.

“Kalian mau kemana?” Tanya Erika yang berpapasan dengan kami berdua.

“Mempersiapkan pernikahan,” sahutku melewatinya begitu saja.

“Siapa yang menikah?” Tanya Erika mengikuti kami berdua.

“Kami berdua,” sahutku datar.

“Heh?”Erika melongo dan mematung di tempat melihat kepergian kami.

“Kamu membuat nya patah hati,” kata Paris tiba tiba yang membuatku berhenti dan menatapnya menahan tawa.

“Patah hati?”

“Dia selalu membelamu di saat aku menjelekkanmu, padahal kamu malah menjatuhkannya di pengadilan tapi dia tetap berbesar hati. Sepertinya jaksa Erika menyukaimu,” kata Paris.

“Dan kamu cemburu?” tanyaku tersenyum.

“Cemburu? Seperti pasangan pengantin sungguhan saja,” cebiknya.

“Aku tahu kamu cemburu,”

“Jangan menghayal terlalu tinggi!” kata Paris kesal.

1
Rahmawati
bagus banget
ratna wati
suka
Cecilia Woen
Kecewa
Mhira Tzabit
hahahahahhaha
Caturtws
baik baik baiiiikkkk sangat baiiiikkkk
Caturtws
kak gimana kabarnya
Ade Jayanti
ceritanya hampir mirip Drakor justice farners. bedanya dokter d film sudah Mateng umurnya dan tidak ada drama percintaan nya. tapi hampir 60% Cerita nya mirip, karakter dokternya juga mirip, kasus2 kriminal juga mirip.
Caturtws
nunggu banget lanjutan angel in crime
Novianti Ratnasari
paris tuh terlalu di manja am pph nya am kkek nenek nya jd gt
Novianti Ratnasari
Paris ngikut jejak ibu nya😂😂😂😂
Khalisah Rochman
author pinter bgt.... semua ilmu ad di novelmu thor 😍😘😘😘
Khalisah Rochman
keren thor.... luar biasa karyamu.... the best pokokx... lope lope sekebon deh 😍😘😘😘😘❤❤❤
RINDU ⭕
Author, ceritanya bagus dan seru, maaf, penulisan nama diawali huruf besar ya, Zea
⭐⭐⭐⭐⭐🙏🙏
Indah Nihayati
bagus thor mampir nih
Nur Yuliastuti
suka dg cerita ini,, ku kesini llagi Thor 🤗

sehat sehat sll yaa 🤗
Nur Yuliastuti
baiklah Yesha,, tunjukkan pesonamu Paris 🤗
Nur Yuliastuti
🤭🤭🤭
Nur Yuliastuti
lagi 😃
Nur Yuliastuti
kangen Dokter Dhika jd kesini 😍
Riska Wulandari
lah kalo g ada Ratu ntar d panggil apa,??Mahar atau Dhika juga???🤭🤭🤣🤣
terimakasih cerita menghiburnya thor..👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!