NovelToon NovelToon
Cinta Pertama

Cinta Pertama

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:89.8k
Nilai: 5
Nama Author: M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ

Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?

Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.

Kita coba baca yuk... 😚😚

Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Pagi ini sekolah terlihat meriah. Banyak hiasan yang terpasang di setiap kelas. Dan juga ada panggung mini yang terpampang di sudut lapangan. Para guru pun terlihat sedang sibuk mengatur acara lomba yang akan di adakan.

"Anak-anak, setelah apel pagi selesai kalian langsung temui Pak Selamet di lapangan ya." ucap Pak Eko.

"Pak Selamet siapa pak?" tanya Jojo.

"Apa kalian sudah melupakan Guru kalian?" tanya Pak Eko.

"Perasaan di sekolah ini nggak Ada guru yang namanya Pak Selamet, Pak?" tanya Ayra.

"Itu loh Guru Olahraga kalian." jawab Pak Eko.

"Lah, bukanya Pak Sela? Emangnya udah ganti, pak?" tanya Keanu.

"Ya sama saja. Nama lengkapnya kan Selamet Riyadi. Panggilannya Sela. Katanya biar keren." jawab Pak Eko.

"Ealahh." ucap para murid serentak sambil tertawa.

Setelah apel para murid menemui Pak Sela ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan lomba. Semua murid sudah berjejer di lapangan sesuai kelas masing-masing.

"Lomba yang pertama adalah lari mengumpulkan bendera sambil menggendong pasangan secara bergantian." ucap Pak Sela.

Murid-murid pun sudah bersiap-siap untuk berlomba. Mereka berjejer sambil menggendong pasangan masing-masing menunggu aba-aba dimulainya pertandingan.

"Lo larinya yang kencang, ya. Kita harus menang. Gue mau hadiah itu." ucap Ayra sambil menunjuk Kotak hadiah di atas panggung.

"Gue nggak yakin menang, bocah kaya lo mana kuat gendong gue." ejek Arsen.

"Wahh lo jangan ngeremehin gue. Kecil gini badan gue kuat kaya Samson." ucap Ayra.

"Baiklah kita mulai, 1 2 3 (Priitttt)," Pak Sela membunyikan peluitnya.

Semua peserta lomba lari sambil menggendong pasangannya sambari mengambil bendera-bendera yang berjejer sepanjang lapangan.

Nampak Arsen sudah sampai diujung lapangan terlebih dulu, kini giliran Ayra yang menggendong Arsen.

"Beneran lo kuat?" tanya Arsen ragu.

"Iyee cepetan naik." ucap Ayra.

"Gue nggak mau jatuh ya." ucap Arsen.

"Berisik lo. Cepetan naik!" ucap Ayra kesal.

Arsen naik kepunggung Ayra dengan ragu. Ayra pun lari dengan kencang, walaupun dengan susah payah menahan kaki Arsen yang panjang agar tidak menyentuh tanah.

"Eh buseet, kuat bener nih anak." batin Arsen.

Akhirnya mereka pun memenangkan perlombaan itu. Dan melanjutkan lomba berikutnya. Kini mereka berlomba mendandani pasangan secara bergantian dengan mata tertutup. Yang paling unik mereka lah yang menang. Saat Ayra akan merias wajah Arsen muncul ide jail dikepalanya.

"Hehe... Gue kerjain ah." batin Ayra, dia meraba wajah Arsen dengan mata tertutup.

Dia mulai menepuk-nepuk wajah Arsen menggunakan spons bedak dengan kasar.

"Woy, Samson. Pelan-pelan dong!" Arsen kesal.

"DIEM!" bentak Ayra.

Ayra melanjutkan kegiatannya, dia meraba alis Arsen dan menggambarnya menggunakan pensil alis hitam. Dia menggambar alis tebal setebal-tebalnya.

Lalu memakaikan eyeshadow warna merah menyalah, mengusap pipi Arsen dengan kuas, dia mengaplikasikan blush on warna peach. Lalu dia mengambil lipstik warna Ungu dan mengoleskannya kebibir Arsen dengan kasar hingga keluar dari garis bibir Arsen.

Semua murid dan para guru tertawa tebahak-bahak melihat wajah para peserta lomba seperti badut.

Lalu giliran Arsen mendandani wajah Ayra. Tetapi sebelum penutup mata Ayra dibuka, wajah Arsen ditutup menggunakan Kain terlebih dulu, agar Ayra tidak bisa melihat hasil karyanya. Arsen mulai mengambil bedak dan menepuk-nepuk wajah Ayra dengan kasar, dia mengaplikasikan Bedak dengan sangat tebal.

"Kadal Mesir sialan! Lo dendam sama gue?" tanya Ayra kesal.

"DIEM!" bentak Arsen.

Lalu Arsen meraba alis Ayra dan menggambar centang seperti logo merk sepatu terkenal. Lalu mengaplikasikan eyeshadow warna abu-abu tua, dan juga mengusap pipi Ayra dengan Blush on warna pink menyalah sangat tegal. Lalu mengoleskan lipstik warna orange.

Setelah selsai, Panitia membuka kain penutup kepala para peserta secara bersamaan. Arsen dan Ayra tertawa tebahak-bahak melihat penampakan di depannya. Begitu juga dengan peserta yang lain dan semua penghuni sekolah.

Akhirnya lomba ini di menangkan oleh Ayra dan Arsen karena Riasan mereka sangat unik.

Akhirnya sampailah di acara pengumuman pemenang lomba dan hiburan.

Arsen dan Ayra dinyatakan sebagai juara 1 dari semua lomba dan mendapatkan hadiah utamanya. Ayra sangat senang hingga dia tidak menyadari apa yang dia lakukan.

(Grep) Ayra melompat dan memeluk Arsen sambil tertawa riang. Arsen pun membalas pelukan Ayra dengan tersenyum tipis.

"Eh sorry sorry reflek." ucap Ayra sambil melepaskan pelukannya.

"Alesan, bilang aja lo pengen meluk gue." ucap Arsen.

"Idihh PD banget. Gue tuh terlalu seneng, jadi refkek." ucap Ayra kesal.

"Ya udah tuh buka hadiahnya apaan." ucap Arsen.

Ayra pun membuka hadiah tersebut sambil senyum-senyum. Di dalam kotak itu terdapat 2 tiket nonton Bioskop, Voucer belanja, 2 tiket ke Museum 2 tiket ke taman bermain dan uang tunai 1 juta rupiah.

"Apa-an ni?! Apa kita disuruh kencan?" ucap Arsen.

"Idih ogah kencan sama lo." ucap Ayra.

"Duitnya bagi dua aja, trus semua tiketnya kita kasih ke temen-temen." ucap Ayra.

"Nggak! Enak aja. Gue yang capek masa mereka yang menikmati hasilnya.” ucap Arsen.

"Terus maunya gimana?" tanya Ayra kesal.

"Ya udah, sih. Kita pake aja. Hitung-hitung refreshing." ucap Arsen.

"Huff. Iya juga sih. Sayang kalo nggak kepake. Ini kan jerih payah kita." ucap Ayra.

"Ya udah, minggu ini kita pergi." ucap Ayra sambil tersenyum.

"Gue nggak sabar nunggu hari itu." batin Arsen sembari tersenyum tipis.

Sedang sibuk Ayra menyimpan semua tiket di tasnya, tiba-tiba Arsen merasa kepalanya sangat berat dan ada sesuatu yang mengalir di hidungnya. Segera Arsen menutup hidungnya dan berlari ke toilet. Dia mengunci dirinya di dalam toilet lalu menyumpal hidungya menggunakan tissue dan duduk di atas kloset.

Dia memegangi kepalanya yang semakin sakit dan pandangannya semakin kabur akhirnya dia pun pingsan.

Disisi lain Ayra tampak cemas. Sudah 2 jam Arsen pergi, tetapi belum juga kembali ke kelas. Semua murid sudah pulang begitu juga teman-teman Ayra.

"Tu bocah kemana? Kok nggak balik-balik? Apa dia bolos? Tapi tasnya masih di kelas." gumam Ayra.

"Iissh.. Ngapain juga gue mikirin dia. Biarin aja lah. Mending gue ke toilet aja ah, kebelet." Ayra berjalan ke toilet. Sesampai di toilet dia berpapasan dengan Arsen.

Arsen terlihat pucat dan lemas walau wajahnya tetap dingin.

"Wahh ternyata nongkrong di toilet ya?" tanya Ayra.

Arsen hanya memandang Ayra tanpa berkata-kata, dia diam dan pergi meninggalkan Ayra. Ayra pun semakin bingung dengan tingkah Arsen.

"Dasar manusia aneh." ucap Ayra sambil menggaruk kepalanya yang gatal, lalu dia masuk ke dalam toilet.

SKIP

Di kediaman Pradipta.

Nampak Andra dan Agra sedang berkaca di depan lemari yang ada di ruang keluarga. Mereka bergaya sambil merapihkan pakaiannya.

"Udah ganteng belum, dek?" tanya Andra sambil merapihkan kerah kemejanya.

"Gantengan juga aku." ucap Agra sambil merapihkan rambutnya.

"Cihh." Andra menyincingkan bibirnya.

"Percuma ganteng tapi jomblo." ucap Papa Roland sambil Asyik nonton tv.

"Kita tu nggak jomblo, pa. Tapi single. Ya nggak, bang?" tanya Agra.

"Iya dong, single high quality." jawab Andra.

"Halah. Kaya papa dong. Dulu waktu muda mantanya banyak." ucap Papa Roland sambil makan keripik singkong.

"Iya kah?" tanya Agra.

"Terus mama yang ke berapa, pa?" tanya Agra lagi.

"Emmb, ke 10 kayanya." jawab Papa Roland.

"Wiidihh ternyata Papa play boy juga ya?! Hahaha...” ucap Andra sambil tertawa.

"Oooh jadi Mama yang ke 10 ya?! Hemm?" seru Mama Ayra keluar dari dapur membawa pisau sambil melotot. Mereka bertiga pun Kaget karena epron yang Mama Ria pakai berlumuran darah.

"Astagfirullahaladzim.” teriak Andra dan Agra serentak, Agra melompat kepelukan Andra karena kaget.

"Eh. E... E... Enggak kok, Ma. Papa bercanda. Hehehe... " ucap Papa Roland sambil menelan salivanya.

"Wasegelazee! Mama serem banget, bang." ucap Agra sambil memeluk Andra.

"Kabur dek Kabur." ucap Andra dengan wajah takut.

"Ekheem. Ma, Pa, Agra sama bang Andra pergi dulu, ya. Hehehe... Selamat bersenang-senang." Agra menggandeng tangan Andra dan mereka pun lari ngacir.

Di saat yang bersamaan...

"Dulu Papa bilang Mama yang pertama dan terakhir, terus sekarang bilang Mama yang ke 10. Dasar laki-laki pendusta." ucap Mama Ria marah sambil berkacak pinggang.

Lalu Papa Roland mendekati Mama Ria dan memeluk Mama Ria dari samping.

"Nggak, Ma. Papa cuma bercanda sama mereka. Jangan marah ya, sayang." rayu Papa roland.

"Awas kalau Papa sampai macem-macem." tegas Mama Ria.

"Hehehe... Janji, sayang. Kan kamu adalah nafasku, cinta seumur hidupku, mana bisa Papa melirik orang lain." ucap Papa Roland sambil mencium Pipi isterinya.

"Ma, mumpung Anak-anak lagi pada pergi, kita main yuk. Hehehe...." ajak Papa Roland.

"Main apaan?" Tanya Mama Ria.

"Main itu itu." ucap Papa Roland.

"Apaan sih Pa?! Nggak jelas banget ita itu ita itu." ucap Mama Ria kesal.

"Ayolah, Ma. Udah seminggu nih Papa puasa main. Ayo kita ke kamar." ajak Papa Roland.

"Kalau mau main, kita ke dapur Aja yuk." ajak Mama Ria, dia belum menyadari ucapan suaminya.

"Serius mama mau main di dapur?” Tanya Papa Roland kegirangan.

"Iya serius lah. Kita main potong - potong ayam." ucap Mama Ria.

"Lahhh, kok malah disuruh motong ayam?!” ucap Papa Roland kecewa.

"Jangan ngebantah, apa Papa mau Mama potong-potong?" tanya Mama ria sambil melotot.

"Hehe jangan dong, sayang. Ayo kita potong Ayam. Sekalian potong bebek angsa." ajak Papa Roland sambil menarik tangan isterinya ke dapur.

Akhirnya mereka memasak bersama sambil bernyanyi potong bebek angsa.

📽To be continue🎞

1
վմղíα | HV💕
ya ampun ngajak temen mencuri lagi, Ayra asal ngomong aja.
վմղíα | HV💕
lengkap sudah penderitaan Ayra mulai dari kesiangan jatuh dikamar mandi, sampai sepeda motor mogok.
վմղíα | HV💕
sama sama jomblo 🤭
վմղíα | HV💕: sama2🤗🤗
total 4 replies
anak Ragil❤️💕
hey bg mampir nih😂😂
🍒⃞⃟🦅𝓡𝓸ᷤᷤᷤ𝓱ᷞᷞ𝓶ͦͦ𝓪ᷱᷱ𝓷☕︎: tpi klo rame rame emoh 🙄

klo berdua aja gpp deh🤔
total 5 replies
Keyboard Harapan
like favorit pantas untuk kisah ini💪💪💪💪
Keyboard Harapan
persahabatan bagai kepongpong🤗pada tinggi tinggi ya orangnya, baca cerita mu jadi keinget masa muda deh.🤗
Keyboard Harapan
mampir Ni thor, cerita yang hangat luat biasa💪💪💪
syafridawati
hahaha kasihan
🍌 ᷢ ͩ꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ
masuk favorit dulu dech bang
Watilaras
♥️♥️♥️♥️
🍒⃞⃟🦅𝓡𝓸ᷤᷤᷤ𝓱ᷞᷞ𝓶ͦͦ𝓪ᷱᷱ𝓷☕︎: 💜💜💜💜.
total 1 replies
El_Tien
ayra dan Arsen akhirnya berpelukan
El_Tien
semangat kakak ayo saling dukung
El_Tien
Ayra suka becanda yaaa
El_Tien
hai. apa kabar Arsen
🍒⃞⃟🦅𝓡𝓸ᷤᷤᷤ𝓱ᷞᷞ𝓶ͦͦ𝓪ᷱᷱ𝓷☕︎: gak ada cuan sama sekali...
sulit disini..

sayang udah pernah nambah cuan kah dari sini..
berapa kali ....
total 3 replies
El_Tien
ih. cari perhatian ayra kok ganggu sih, kan kasian
El_Tien
hai kak aku mampir lagi
Arianti
♥️♥️♥️
El_Tien
huwaa rara...kamu maaih imut
hai bang!
🍒⃞⃟🦅𝓡𝓸ᷤᷤᷤ𝓱ᷞᷞ𝓶ͦͦ𝓪ᷱᷱ𝓷☕︎: kamu juga imut yank😂
total 1 replies
Dhina ♑
hmmm nyimak
Dhina ♑: what 😱😱
total 4 replies
El_Tien
bang, aku mampir. Dukung balik dong bang hehe
El_Tien: makasih bang, banyak banget like nya. Semoga sukses selalu 🙂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!