Kisah seorang Anak yang di tinggal pergi Ayahnya untuk selama-lamanya, membuat Ia kecewa pada Ibunya, dan berubah sikap dari anak yang penurut dan perhatian jadi anak yang cuek dan melawan Ibunya bahkan tega mengusirnya di masa tua.
Akan kah sang Anak bisa kembali menjadi penyayang? dan bagaimana nasib Ibunya setelah di usir oleh putranya? lalu apa sebenarnya yang terjadi kenapa si Anak bisa berubah sikapnya? penasaran kita langsung saja ke TKP.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadataskia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENDAPAT TEMAN BARU.
Pagi-pagi sekali Nadia sudah bangun padahal sekolah masih lama jam delapan baru berangkat tapi Nadia sudah begitu bersemangat sekali.
"Hoammm ... Ibu, ayah kemana? kok ga ada di kamar?" tanya Nadia keluar kamar.
"Ayah, sudah berangkat ke pasar kok Nadia sudah bangun ini pasi bagi loh tidur lagi sana," jawab Ibu.
"Ga ah, Nadia mau bantu Ibu kan ini sudah pagi," kata Nadia pergi ke toilet untuk cuci muka.
Setelah cuci muka Nadia minum susu yang sudah di buatkan ibu setiap kali Nadia bangun tidur setelah itu Nadia membantu ibu menyiapkan alat-alat untuk nyetak bakso.
"Nadia nonton tivi saja ga usah bantu Ibu nanti Nadia cape," kata ibu mengambil baskom berisikan air yang di bawa Nadia.
"Ga apa-apa Bu Nadia mau bantu Ibu, masa ga boleh," kata Nadia manja.
"Nadia serius pangen bantu, Ibu." Tanya ibu lagi tidak percaya.
Nadia menganggukkan kepalanya, ibu tersenyum mendengarnya Nadia adalah tipe anak yang jika niat baiknya di tolak ia akan marah dan bersedih jadi karena itu ibu mengijinkan Nadia membantunya.
*****
Saat Ayah pulang dari pasar Nadia segera menghampiri Ayah dan membantu membawa belanjaan ke dalam.
"Loh, Nadia emang kuat bawa belanjaannya ke dalam?" tanya ayah.
"Kuat dong Nadia kan sudah besar harus kuat seperti Ayah," jawab Nadia.
"Oh ... seperti itu ya, terimakasih sayang udah bantu Ayah," ujar ayah senang.
Ibu langsung membikinkan kopi buat ayah karena tadi bagun agak siang jadi belum bikin kopi, setelah bikin kopi Ibu langsung nyetak bakso.
Setiap hari ayah pergi giling, biar pun daganggannya masih tapi ayah tetap pergi giling karena ayah jualan dua kali sehari jadi jangan sampai kurang, kecuali hari jumat dan minggu, jumat ayah libur jualan minggu ayah jualan setengah hari saja.
Seperti hari sebelumnya ibu hanya nyetak separoh adonannya tidak sampai selesai setelah semua beres ibu berangkat ke sekolah mengantar Nadia sebenarnya ibu bisa saja meninggalkan Nadia di sekolah dan datang lagi saat pulang sekolah tapi masih belum tega karena masih baru.
*****
Sampainya di sekolah Nadia langsung bermain ayunan masih ada waktu lima menit sebelum bel masuk berbunyi.
Lima menit kemudian bel berbunyi dan anak-anak berbaris di lapangan dengan seragam putih-putih membuat mereka terlihat sangat cantik dan tampan.
"Assalamualaikum, Anak-anak selamat pagi gimana kabarnya hari ini?" tanya bu Guru.
"Waalaikumsalam, Bu alhamdullilah baik Bu,"jawab anak-anak.
"Kalo Ibu bilang gimana kabarnya hari ini kalian jawab *Alhamdulilah luar biasa tetap semangat yes-yes* seperti itu yach," kata bu Guru mencontohkan.
"Baik Bu," suara murid.
"Baik kita ulangi, selamat pagi anak-anak gimana kabarnya hari ini." Tanya bu Guru.
"Alhamdulilah luar biasa tetap semanggat yes ... yes ...," jawab anak-anak semua.
"Alhamdulilah semua pintar yach, wah cantik dan tampan sekali anak-anak Ibu hari ini, sebelum kita masuk kelas kita pemanasan dulu ya," ajak bu Guru.
"Semua ikuti gerakan Bu Guru sama nyanyiannya," uncap Bu Buru.
🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼
🎤-Jalan-jalan ... jalan-jalan ...
🎤-Melompat ... melompat ...
🎤-Lari-lari ...-lari-lari ...
🎤-Berhenti ... berhenti...
semua anak mengikuti gerakan bu Guru dan sambil menyanyi gerakan di lakukan dua kali.
Setelah pemanasan anak-anak masuk kelas dan sambil berhitung seperti arahan bu Guru kemarin.
Saat di kelas semua duduk rapih dan bernyanyi seperti kemarin sebelum berdoa.
🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼🎼
🎤-Satu jari kananku -satu jari kiriku.
🎤-Ku gabung jadi dua ku buat jembatan.
🎤-Dua jari kananku -dua jari kiriku.
🎤-Ku gabung jadi empat ku buat kamera.
🎤-Tiga jari kananku -Tiga jari kiriku.
🎤-ku gabung jadi enam ku buat menara.
🎤-Empat jari kananku -empat jari kiriku.
🎤-Ku gabung jadi delapan ku buat kelinci.
🎤-Lima jari kananku -lima jari kiriku.
🎤-Ku gabung jadi Sepuluh ku siap berdoa.
🎤-Teman -teman berdoa mulai.
Semua murid mengangkat tangannya untuk berdoa sebelum belajar mereka begitu khusu berdoanya.
Setelah selesai berdoa bu Guru menyilakan anak-anak untuk ambil keranjang di kelas A satu persatu bergiliran ambil yang sudah ambil, masuk kelas lagi menunggu yang lain.
Saat semua sudah kembali dengan keranjangnya masing-masing ibu Guru meminta poto yang kemarin di suruh bawa ada sebagian yang sudah bawa sebagian belum lupa katanya.
Bu Guru pun menyuruh anak-anak membuka buku pelajarannya di situ ada latihan menebalkan huruf.
"Baik, Anak-anak sekarang tugasnya adalah menebalkan tulisan ya, itu kan ada huruf A yang masih putus-putus hurufnya nah lihat ke depan Ibu akan kasih contohnya," kata bu Guru mengarahkan.
Semua murid memperhatikan Guru terlebih dahulu setelah mengerti tugasnya murid pun melakukan hal yang sama seperti yang di contohkan Bu Guru.
Semua mengerjakan dengan teliti dan tenang tidak ada yang bersuara atau bercanda.
*****
Seperti biasanya murid yang sudah mengerjakan tugas mengumpulkan di meja bu Guru dan boleh istirahat.
Nadia keluar kelas dan ingin minum kali ini ibu tidak lupa membawa air minum di botol.
"Bu, Nadia haus ingin minum," pinta Nadia.
"Sini, Nak ini minumnya," kata ibu membuka tutup botol dan memberikan pada Nadia.
Setelah dahaganya hilang Nadia beli jajan dan maen ayunan bersama Kasih karena Nadia belum dapat teman akrab.
"Hai boleh kenalan ga?" tanya seorang gadis kecil mendekati Nadia.
"Boleh, namaku Nadia kamu siapa ?" Nadia mengulurkan tangan.
"Aku Melani boleh aku jadi teman kamu Nadia?" tanya Melani lagi pada Nadia.
"Tentu boleh lah, salam kenal Melani! sini maen bareng sama aku," Nadia mengandeng Melani menyuruhnya duduk di samping Kasih.
"Ini Adik kamu ya, Nad?" tanya Melani melihat Kasih, yang di lihat hanya tersenyum.
"Iya kenalin ini Kasih Adik aku," jawab Nadia
Melani mengulurkan tangan ke arah Kasih, dan kasih menyambutnya dan mencium tangan Melani, Ibu selalu bilang ke Kasih kalau kasih harus mencium tangan jika bertemu seseorang yang umurnya lebih tua darinya.
Ibu yang memperhatikan dari jauh tersenyum sendiri senang melihat putrinya yang sudah mendapat teman baru di sekolah.
*****
Tiga puluh menit sudah waktu berlalu bel masuk pun telah berbunyi semua anak masuk kelas dan melanjutkan pelajaran kedua yaitu membuat angka satu ibu guru telah mencontohkan di papan tulis anak-anak tinggal menggikutinya.
Seperti biasa kelas kembali tenang saat mereka sedang belajar tidak ada yang bercanda dan berisik.
Sambil menunggu anak-anak menulis ibu Guru memeriksa buku tabungan para siswanya dan mengoreksi hasil tugas tadi.
setelah murid selesai mengerjakan waktu belajar pun sudah selesai ibu Guru menutup pelajaran dengan bacaan doa. semua murid pulang dengan teratur satu-persatu menurut buku tabungannya.
"Sampai ketemu besok yach anak-anak jangan lupa belajar lagi di rumah," pesan bu Guru. sebelum semua siswa bubar.
"Dah Nadia sampai ketemu besok lagi ya," kata Melani melambaikan tangan.
"Iya dah Melani, sampai ketemu besok juga," Jawab Nadia sambil berlalu pergi.
"Siapa tadi Nadia?" tanya ibu pura-pura tidak tahu.
"Oh itu Melani, Bu teman baru aku," jawab Nadia senang.
"Oh, Nadia udah punya teman ya, Ibu senang dengarnya," kata ibu mengelus rambut Nadia.
Mereka pun berjalan kaki, sepanjang jalan Nadia terus bercerita tentang pelajaran di kelas hari ini begitu semangatnya Nadia, membuat ibu bangga kepadanya.
BERSAMBUNG ....
*****
Bab ini sudah selesai kita lanjutkan ke bab berikutnya yach, jangan lupa like👍 dan juga komennya berikan vote untuk dukung author nya agar lebih semangat lagi nulisnya .
❤Terimakasih sudah baca❤
Jangan lupa tambahkan ke favorit ya❤
SELAMAT ULANG TAHUN NAJUA
semoga panjang umur sehat selalu. Jadi anak berbakti. kebanggaan orang tua. Amin.
🎊🎊🎊🎁🎁🎁🎈🎈🎈🎉🎉🎉
tetep semangat selalu pokoknya ya, love you kak 😘