NovelToon NovelToon
Menikahi Mantan Playboy

Menikahi Mantan Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:212.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Syafri Yanti

Apa jadinya jika saat acara reuni SMA engkau berjumpa kembali dengan seseorang yang dulu pernah engkau sukai? Akankah mengungkit dan mengungkap kembali segala rasa dan kenangan yang perbah ada?

Mas Han, lelaki sholeh dan baik hati begitu mencintai istrinya, Mawar. Hidup berbahagia dalam biduk rumahtangga, meski belum dianugerahi seorang anak. Namun sayang, kebahagiaan itu harus berakhir, ketika diketahui bahwa dia mengidap tumor otak. Dari hasil scaning baru disadari bahwa tumor yang bersarang di kepalanya itu juga menyerang hormon kedlsuburannya. Sehingga menyebabkan Mas Han selamanya tidak akan pernah bisa memiliki keturunan.

Johan, seorang lekai tampan yang memiliki wajah mirip bintang film Bollywood Amir Khan. Pengusaha sukses memiliki tiga orang istri. Meski telah menikah ketampanannya tetap memikat hati kaum hawa. Sehingga tak heran dia selalu dipuja dan digilai banyak perempuan.

Siapa sangka dalam acara reuni SMA, Johan dan Mawar kembali dipertemukan. Ternyata sedari dulu, Johan sudah menyimpan rasa cinta kepada teman sekelasnya, Mawar. Tak ingin kecolongan kali kedua, Johan kembali menyatakan cinta dan berniat menikahi Mawar. Akan kah Mawar menerima?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafri Yanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Bertemu Kembali

Setelah kepergian Mas Han, hari-hari kulalui dalam sepi. Separuh napasku terasa hilang bersama kematiannya. Sesak. Seolah masih tak percaya, jika orang yang selama ini kukasihi, telah pergi untuk selamanya. Apa yang lebih menyakitkan dari semua ini?

Rasanya baru kemarin dia datang mengkitbahku. Membawa sebuah cincin tunangan sebagai tanda pengikat. Tak sampai sebulan, kami langsung mengadakan walimatul 'ursy. Sebuah pesta pernikahan yang sederhana. Dilaksanakan di Masjid dekat rumah orangtuaku. Tanpa pelaminan, tanpa hingar bingar musik. Perayaan pernikahan yang hanya memakan waktu tiga jam saja. Acara ijab qobul dimulai dari jam sembilan pagi, lalu dilanjutkan dengan tausyah pernikahan.  Acara pun berakhir sebelum sholat zhuhur. Setiba di rumah tidak ada acara pesta pernikahan lanjutan. Kecuali acara mendo'a sekaligus selamatan saja.

Karena kami berdua sudah sepakat, bahwa semua rangkaian acara cukup diselesaikan di masjid saja. Tanpa merepotkan kelurga di rumah. Menikah dengan perayaan sederhana namun Islami adalah impian kami berdua. Walau ada sedikit pertentangan dari keluarga besar. Bahkan mereka sempat menolak acara pernikahan, yang menurut mereka sangat sederhana dan di luar dari adat kebiasaan. Tapi syukurlah, Walimatul 'urusy itu berjalan dengan khidmat tanpa hambatan. Kini bahtera rumah tangga yang dibangun itu, telah berakhir dengan berpulangnya sang Nahkoda. Tinggal aku sendiri, terombang-ambing di lautan yang tak bertepi. Sunyi.

Sebulan semenjak kepergian Mas Han. Hampir setiap hari aku mengunjungi pusaranya. Bercakap-cakap di sana. Seolah-olah dia mendengarkan segala kepiluan dan kerinduanku padanya. Tak lupa setiap sujud terakhir, selalu ku berdo'a agar Allah melapangkan kuburnya. Aku yakin, saat ini Mas Han telah bahagia bersama bidadari yang mendampinginya.

Hari-Hari terus berlalu. Untuk mengusir rasa kesepian. Aku kembali mengasah bakat dan minat menulis tema Parenting. Setelah hampir dua tahun lamanya sempat vakum dari dunia literasi. Sementara usaha percetakan yang ditinggalkan Mas Han, kini kupercayakan sepenuhnya kepada Pak Towo untuk mengelolanya. Syukurlah. Di tangan dingin Pak Towo, usaha percetakan itu berkembang pesat. Sehingga kami pun membuka cabang di luar kota. Sebagai Owner aku hanya sesekali mengawasi, karena aku sendiri belum paham mengelola bisnis ini.

Selanjutnya, aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Mengisi hari dengan menulis dan membaca semua artikel yang berhubungan dengan dunia Parenting. Seolah mengerti keadaanku. Pak Towo pun sering menyuruh kedua putri kembarnya, Hana dan Hani yang berusia sepuluh tahun, untuk menemaniku tidur di rumah. Bila rasa kesepian itu terasa memuncak.

Bohong. Bila aku mengatakan tidak butuh pendamping hidup. Seperti wanita normal lainnya, terkadang kerinduan untuk memiliki kembali seorang suami yang bisa melindungi, selalu menghantui. Tapi entahlah. Di sisi lain aku belum bisa menggantikan posisi Mas Han di hatiku. Beberapa tawaran datang, untuk kembali mengajakku berta'aruf. Mulai dari Ikhwan Perjaka Ting-ting, duda, atau yang mengajak poligami. Selalu ku tolak dengan halus.

Begitu pula dengan Ibuku di kampung. Setiap menelpon selalu menanyakan kapan aku menikah lagi. Rupanya Ibu mulai resah dengan status janda yang kusandang sejak hampir dua tahun ini. Katanya beliau ingin segera punya cucu dari pernikahanku nanti.

"Mumpung kamu masih muda, Nak. Masih sehat dan kuat untuk memiliki keturunan. Jangan terlalu lama menunda, nanti kalo sudah ketuaan tidak ada lagi yang berminat menikahimu." Kalimat itulah yang selalu diulang-ulang jika ibu menelponku. Seperti biasa, aku hanya mengangguk dalam diam.

Untuk mengurangi rasa gamang dan bimbang di hati karena tuntutan Ibu, sering kulampiaskan dengan menulis dan terus menulis. Kali ini aku berniat menulis sebuah buku. Untuk memperkaya isi buku itu, hampir setiap hari aku survei ke sekolah PAUD atau TK. Guna mengamati dan wawancara dengan murid, guru dan orangtua. Tak lupa Hana dan Hani yang kerap menemani juga masuk dalam daftar respondenku. Karena sejatinya aku sendiri belum berpengalaman dalam mendidik anak kandung. Untuk menarik minat pembaca, sengaja kuselipkan Ilmu Psikologi Anak. Meski teorinya lebih rumit dari mempelajari Psikologi orang dewasa.

Tak kusangka, buku Parenting yang kutulis dengan judul 'Secuil Cinta Tanpa Amarah Untuk Anakku' mendapat sambutan luar biasa dari pembaca. Buku itu meledak di pasaran. Masuk dalam daftar buku Best Seller tahun ini. Terjual hingga 25 ribu Exemplar. Untuk menerbitkan dan mencetaknya, aku dibantu Pak Towo. Kami bekerja sama dengan penerbit nasional ternama. Maka jadilah buku hasil karyaku itu, ikut bersanding dengan buku-buku Best Seller lainnya.

Imbasnya. Aku sering diundang sebagai nara sumber dalam seminar bedah buku hasil karyaku itu. Selanjutnya aku mulai menikmati kesibukan baru. Menghadiri acara seminar satu ke seminar lainnya, yang lebih banyak diadakan oleh organisasi kewanitaan baik lokal maupun nasional.

Kini saatnya untuk mengisi seminar bedah buku, yang diselenggarakan oleh Yayasan Ibu Teladan di kota Surabaya. Sempat terlintas di benakku untuk menolak undangan itu. Tapi demi karir dalam dunia tulis menulis, kutepiskan rasa ragu. 'Toh, hanya beberapa hari saja,' pikirku. Aku berharap semua akan berjalan normal dan lancar seperti biasa.

Bismillah. Dengan langkah mantap, kutapakkan kaki keluar dari Bandara Juanda. Untunglah beberapa orang panitia seminar, yang terdiri dari Ibu-ibu muda datang menjemputku ke Bandara. Sehingga aku tidak kebingungan mencari lokasi tempat seminar besok.

Menggunakan mobil milik yayasan mereka mengantarku ke sebuah Hotel bintang lima tepat di tengah-tengah kota. Setelah check in dan memastikan posisi letak kamarku. Merekapun berpamitan. Memberikan kesempatan padaku untuk lebih leluasa beristirahat, setelah melakukan perjalanan panjang di udara hampir empat jam lamanya.

Acara seminar yang membuatku kembali bersemangat. Peserta terlihat antusias mendengarkan atau bertanya hal apa saja yang berhubungan dengan Parenting. Meski sempat kewalahan menghadapi berbagai macam pertanyaan kekinian dan kekritisan peserta, terhadap fenomena pendidikan anak abad ini. Tapi syukurlah, sepertinya peserta cukup puas dengan acara seminar ini.

Setelah acara seminar berakhir. Satu persatu peserta yang semuanya Ibu-ibu itu, meninggalkan Ballroom Hotel. Sementara di atas panggung, aku masih sibuk merapikan berkas-berkas materi dan perlengkapan seminar tadi. Beberapa orang panitia yang kemaren menjemputku di Bandara, datang menghampiri. Setelah cipika-cipiki, kami pun terlibat obrolan ringan dan diskusi hangat tentang Parenting.

"Alhamdulillah. Akhirnya kesampaian juga bertemu langsung dengan Mbak Syahidah," sapa seorang Ibu muda berkacamata. Selama menulis aku masih tetap memakai nama pena. Jadi tidak banyak yang tau identitasku yang sebenarnya.

"Bener, Mbak. Saya juga penggemar semua tulisan Mbak tentang Parenting. Tapi hampir dua tahun ini saya tidak pernah lagi membaca tulisan Mbak, di Portal Islam itu. Eh ... sekarang malah bikin kejutan dengan menerbitkan sebuah buku. Emang dulu kemana aja Mbak, sibuk ya?" tambah Ibu Muda yang berjilbab coklat. Ditanya seperti aku hanya tersenyum tipis. Menyembunyikan perasaanku yang mendadak nyeri.

"Mbak, minta tanda tangannya, ya,"

pinta salah satu diantara mereka. Tanpa dikomando semuanya serentak menyerahkan buku hasil karyaku yang telah mereka beli. Satu persatu kutanda tangani buku itu. Kemudian kami foto selfie bersama. Mereka pun langsung mengupload ke akun media sosial masing-masing.

Setelah beramah tamah dengan panitia, segera beranjak keluar menuju pintu utama Ballroom hotel tempat aku menginap. Tujuanku hanya satu, ingin segera merebahkan tubuh di atas kasur empuk untuk melepaskan penat. Namun, baru beberapa langkah keluar dari Ballroom, tetiba seorang Ibu muda mencegatku sambil mengacungkan tiga buah buku.

"Maaf, Mbak. Bisa minta tanda tangannya?" sapanya penuh harap. Sosok wanita berparas cantik juga berkelas. Penampilannya elegan khas wanita kantoran. Dia menyodorkan tiga buah buku untuk kutanda tangani.

"Sekar. Ayo cepetan, aku mau meeting, nih!"

Saat sedang asyik menulis tanda tangan, kudengar suara seorang lelaki berkata ke arah kami. Seketika aku mendongak.

Deg. Tak sengaja tatapan kami bertemu. Johan! Meski sudah lama tidak berjumpa. Tapi aku masih hafal pada sosoknya. Kupandangi wajah wanita di depanku ini. Mungkinkah ia salah satu dari istri Johan?

1
nobita
like like like... mantap
nobita
ya Alloh... kasihan Mawar... tak sanggup ku berkata kata thor.. alur ceritanya apik... ada pelajaran agama... tulisannya rapi. author nya berwawasan luas... hebattt
nobita
mas Handoko itu suami yg bijak menurut ku... pengertian juga
nobita
jawaban yg bagus Mawar.. aku tidak akan pernah meninggalkan suami ku...
nobita
jgn mau Mawar. nti kamu akan jd istri ke4... tetap lah setia pd Handoko...
nobita
benar ini sesuai dg kisah nyata.. riilll.. biasanya setelah reunian... saling bertukar nomor ponsel... trs cattingan... curhat... nyaman dg teman lama... merasa di perhatian... trs mengabaikan rumah tangganya... lalu bercerai... seperti itu menurutku.. aah jd curhat thor
nobita
aku mampir... awal yg menarik
Novnov
Jujur, saya pernah ada di posisi sekar, dan itu sungguh sakit dan sulit… bahkan sampai sekarang pun saya masih belum bisa meraih ikhlas, walau cerita itu sudah berlalu tapi saya selalu tertarik dengan cerita2 seperti ini, hanya ingin menyelami setiap hati2 wanita yg diduakan ☺️
Syafri Yanti: yang sabar, Mbak☺
total 1 replies
kavena ayunda
hmmm.gk.rela.dapet johan yg banyak istri
Alex Caryono
bguuussss bgt,alhamdulillah allh
Alex Caryono
alhamdulillah bgus banget jln crtnyakereeeeeeennnm👍👍👍👍👍
Her@ Soelistya
sebetulnya sy biasanya paling males baca cerita soal selingkuh ato poligami..tp ceritamu bikin penasaran..hingga sy baca smpai selesai..semangat dn sehat selalu ya thor💪
Ria Mariani
beda ceritanya dari yang lain .,bagus
Cha Zakira Rasdi
Benkulu nya di mna thor..?
Nani Nie
seru kayak nya klau ada di dunia nyata , ,
Rofi'ah An-nashihah
akhirnya nemu juga novel islami disini....
Naura Rayyani
suka ceritanya bagus banget,
Sani Romlah
lanjut dong
Syafri Yanti: Terima kasih udah mampir😊
total 1 replies
Nuri
suka terimakasih
Syafri Yanti: sama-sama
total 1 replies
Aneu Irsyad
cerita nya oke banget..jadi ingat waktu jaman sekolah,tpi cinta aku nya gak kesampai kaya ending nya cerita nawar dan johan,,😁😁
Aneu Irsyad: 👌sama-sama😍😍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!