Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.
"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"
"Iya, Mas!"
"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"
"Iya, Mas ...."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"
"Iya, Mas."
"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"
Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.
Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?
Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 11
Mohon dukungan vote-nya ya..
○○○
"Apa gerangan tuan galak yang dijuluki para mahasiswa dengan gelar Mr. Iblis sanking galaknya. Kenapa bisa tersenyemun sendiri. Kau membayangkan yang ekhem-hem ya!" Tuduh Dimas mengering nakal pada Marcel.
Marcel melempar pulpelnya kesal pada Dimas, "Jangan berbicara kotor di kampus. Kalau nanti mahasiswamu mendengarmu bagaimana?"
"Mana mungkin! Kecuali mereka memang sengaja untuk mendengarkannya dengan menguping di pintu. Lagi pula memangnya ruanganmu ini tidak kedap suara apa?" Acuh Dimas menuju sofa dan duduk disana.
"Kenapa kemari? Mau menggangguku." Tebak Marcel.
"Aku sedang tidak ada jadwal mengajar, tapi tenang saja. Aku kemari tidak berniat mengganggumu. Aku sudah sangat bersyukur dan berterima kasih pada jasamu yang telah mengangkut adik menyebalkanku ke rumahmu." Jelas Dimas mulai berbaring di sofa.
"Dia istriku!" Tegas Marcel. Sepertinya ia tak suka mendengar Nana dikatai.
"Aku tahu. Sudahlah aku kemari hanya ingin tidur sejenak diruanganmu. AC ruanganku sedang mati dan lagi pula aku tidak seberuntung dirimu yang punya ruangan sendiri, berbeda denganku yang berbagi dengan dosen lain."
"Terserahmu, tapi ingat jangan sampai ileran." Ejek Marcel sambil kembali memeriksa tugas mahasiswanya dan menyebabkan keningnya mengerut.
"Kau kenapa?" Tanya Dimas kembali bangun dan duduk.
"Kau belum tidur?" Tanya Marcel balik menghentikan pekerjaannya memeriksa tugas para mahasiswanya kembali.
"Aku baru ingat kau sudah menikah dan itu dengan mahasiswamu sendiri, haiss! Hampir saja aku lupa hal sepenting itu." Dimas menggarut kepalanya yang tidak gatal.
"Ya terus. Memangnya kenapa kalau aku sudah menikah dan itu dengan adikmu Nana yang merupakan mahasiswiku sendiri. Ada yang salah?"
"Tidak, hanya saja sebentar lagi istrimu pasti akan kemari. Memberimu transfer kekuatan."
"Siapa yang tranfer kekuatan?"
Itu bukan suara Marcel ataupun Dimas tetapi Azka yang baru saja masuk keruangan Marcel.
Marcel dan Dimas serentak menoleh, "Loh telat dan gak ada siaran ulang."Ucap Dimas santai.
"Ck, kau tidak mau menjelaskannya ya, baiklah aku akan cari tahu sendiri." Jawab Azka geram.
"Ok, jangan marah begitu Bro. Baiklah akan ku jelaskan. Kau tahu Mr.Iblis dikampus ini telah menikah tidak mengundangmu karena kemarin kau sedang keluar negeri. Hal terpentingnya bukan itu tapi dengan siapa dia menikah?"
"Ck, memangnya hal itu penting. Tidak peduli Marcel menikah dengan siapa, yang terpenting dia menikah dengan lawan jenisnyakan?" Azka duduk disamping Dimas.
"Lagi pula kemarin aku sudah memberi Marcel selamat dan juga kado pernikahan dariku dan aku kemari bukan mau membahas hal itu tetapi soal aku yang akan menanggungjawapi mata kuliah yang dia tanggungjawapi sekarang untuk sementara."
Dimas sedikit kaget dan tidak rela, "Marcel kau mau memundurkan diri bro!"
"Tidak." Jawab Marcel
"Apa kau tidak dengar ucapanku tadi. Aku hanya menanggungjawapi mata kuliah yang Marcel ajarkan sementara." Kesal Azka. "Sudahlah, sekarang jelaskan kenapa dengan istrinya Marcel ada yang aneh."
Marcel mencoba mengabaikan kedua temannya dan fokus pada pekerjaannya memeriksa tugas para mahasiswanya.
"Ck, malu-malu meong toh! Ternyata kau cukup penasaran." Ejek Dimas.
"Tapi sayangnya tidak ada yang aneh dengan istrinya." Jawab Dimas Acuh.
"Brengsek, berani sekali kau membuatku penasaran." Azka mengeram kesal.
"Kau cari tahu saja sendiri, bukankah kau bisa. Tapi baiklah, ingat baik-baik saranku ini. Jangan pernah mencari masalah dengan mahasiswi bernama Naya Tania Kirana." Bisik Dimas ditelinga Azka.
"Memangnya kenapa? Ini kampusku, terserah kulah mau berbuat apa!" Jawab Azka sombong dan Angkuh.
Marcel melirik kedua temannya dengan tidak suka. Dua orang aneh yang merecokinya.
"Kau mau saham diperusahaanmu ditarik, dia istrinya Marcel.. haha." Tawa Dimas meledak senang telah berhasil mengerjai Azka."
"Sialan!" Umpat Azka.
"Kalau kalian datang kemari untuk berkelahi sebaiknya dilapangan saja, disana lebih luas." Celetuk Marcel jengkel.
○○○
TO BE CONTINUED
30-03-2020
Ditunggu like dan komentar ya beib..
Aku akan senang jika teman-teman menyapaku..
Facebook : Saiyaara Saiyaara
Wattpad : Saiyaarasaiyaara
Instagram : Nindatanjung1204
Noveltoon : Saiyaarasaiyaara
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..