Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Begal
Kantor Polisi
"Siapa nama mu?",
"Nama saya Belang pak",
Baru-baru ini sesudah jalur baru resmi dibuka. Terjadi kasus kriminal yang disamarkan oleh para pelaku kejahatan begal sebagai sebuah fenomena horor atau mistis.
Dari sinilah muncul mitos-mitos tentang jalan jalur baru yang penuh kengerian lagi menyeramkan.
Sebelum kasus rombongan Bono yang pelakunya berhasil ditangkap dan diungkap oleh salah seorang korban.
Tercatat tiga kasus serupa.
Pelaku kejahatan nya adalah komplotan Belang.
"Siapa saja mereka?",
"Oscar, Betok dan Patin",
Hubungan nya dengan kamu apa?",
"Oscar dan Betok tetangga",
"Patin kakak saya",
"Mereka bertiga sahabat dari kecil",
"Siapa pemimpin nya?",
"Otaknya siapa?",
"Oscar",
Modus operandi komplotan begal atau perampok jalanan yang diketuai oleh Oscar ini adalah melakukan atau menakut-nakuti para korban yakni para pengguna jalan di malam hari dengan berpura-pura menjadi sosok setan yang tinggal di dalam hutan.
Setelah para korban jatuh ketakutan. Barulah mereka mengambil barang-barang berharga milik para korban.
Tiga kasus sebelumnya yang belum terpecahkan akhirnya ikut terkuak.
Belang dan komplotan nya lah pelakunya.
Dua buah mobil dan satu kendaraan sepeda motor yang menjadi korban.
Bono, Davis, Kristo, Nali, Rama, Dinda dan Lukas masih menunggu di kantor polisi.
Mereka satu suara setelah dimintai kesaksian.
Mereka tinggal menunggu anggota dari komplotan begal yang lain ditangkap. Untuk kembali mendapatkan barang-barang berharga mereka yang hilang.
Tidak sampai waktu setengah dua puluh empat jam. Oscar, Betok dan Patin ditangkap lalu digelandang ke kantor polisi.
Mereka dengan suka rela menunggu di rumah. Mereka tidak berusaha melawan atau kabur setelah tahu saudara mereka Belang sudah diamankan di balik jeruji besi.
Tiga sekawan itu diciduk di rumah mereka masing-masing ketika sedang tertidur pulas.
Laporan dan kesaksian sudah dilengkapi.
Barang-barang bukti yang disita dan yang sudah dikembalikan.
Bono dan para penumpang yang lain selaku korban sekaligus saksi bisa melanjutkan perjalanan pulang.
"Terimakasih banyak atas keberaniannya",
Davis yang melakukan aksi heroik demi menyelamatkan teman-temannya menerima ucapan terima kasih dan juga penghargaan.
Davis tidak menyinggung jika dirinya beberapa hari yang lalu masihlah seorang anggota.
Kesaksian para begal
"Syukurlah kamu di sini Belang",
"Aku pikir kamu hilang dibawa setan penghuni hutan",
Oscar, Betok, Patin dan Belang pun juga mengakui perbuatan mereka selama beberapa bulan terakhir ini. Menjadi komplotan begal.
Mereka akan menerima hukuman dan membayar ganti rugi sesuai dengan kejahatan yang mereka lakukan.
"Bukannya kalian juga yang ikut membangun jalan di jalur baru itu?",
"Lantas kenapa kalian beralih profesi menjadi seorang begal?",
"Siapa yang pertama kali mengusung ide untuk menjadi begal?",
Ketika ditanya oleh tim interogasi. Mereka berempat menjawab dengan jujur dan kooperatif.
Yang mencetuskan ide gila untuk bekerja sebagai komplotan begal ini adalah Oscar si paling pintar.
Sedangkan serangkaian tindak operasi mereka dipikirkan secara berembuk bersama-sama.
"Kamu kenapa kepikiran menjadi begal Oscar?",
"Aku terinspirasi sama yang ada di film-film pak",
"Kalian ini kok lucu",
"Sudah dewasa dan berkeluarga malah bermain-main seperti anak-anak kecil",
"Kalau yang di film-film itu kan cuma cerita karangan, akting, tidak sungguh-sungguh terjadi di dunia nyata",
"Kalau yang di film-film berhasil menjadi kaya raya dari mencuri, kalian mau mencuri?",
"Kalau yang di film-film mati terbunuh?",
"Kalian mau mati?",
"Kalau yang di film-film itu kan pekerjaannya para aktor, bukan mati sungguhan",
Tiga kasus sebelumnya
Dua buah mobil dan satu kendaraan sepeda motor yang menjadi korban.
1) Sebuah mobil yang menabrak pohon ditemukan dalam keadaan kaca mobil pecah-pecah.
Penumpangnya yang merupakan sepasang suami istri mengalami luka-luka ringan.
Barang-barang berharga mereka hilang.
Pelakunya adalah Oscar dan komplotannya.
Ketika sedang ditakuti-takuti. Mobil itu nekat tancap gas dan kehilangan jarak pandang bersama kendali kemudi.
Akhirnya menabrak sebuah pohon di pinggir jalan.
2) Kakak beradik yang baru pertama kali melewati jalur baru membuat laporan kehilangan sepeda motor.
Dalam perjalanan di malam hari. Mereka ketakutan setengah mati karena munculnya kabut asap putih tebal dan sosok hitam berwajah menyeramkan.
Kemudian terdengar suara tawa perempuan yang sangat mengerikan.
Mereka berupaya melarikan diri tapi sepeda motor mereka terjatuh.
Mereka berlari sampai kota.
Pagi harinya mereka kembali ke jalur baru untuk mengambil sepeda motor.
Namun sepeda motor dan barang-barang bawaan mereka yang terjatuh juga sudah raib.
Oscar dan komplotannya yang melakukannya.
"Sepeda motor itu masih kami simpan di suatu tempat di dalam hutan",
"Kabut asapnya kami memakai semprotan asap fogging",
"Kami memakai speaker portabel hd untuk membuat manipulasi suara yang menakutkan",
"Ada suara ketawa kuntilanak, suara kereta kencana, derap suara kuda-kuda yang sedang berperang, suara burung gagak",
"Kami memecahkan kaca mobil pakai palu baja",
3) Sebuah mobil yang dikemudikan oleh seorang ibu dan anak laki-laki dilaporkan hilang.
Dan sampai sekarang masih belum ditemukan.
Pelakunya bukan Oscar dan komplotannya.
"Kami semua bersumpah pak",
"Demi Allah, kalau yang itu kami sama sekali tidak tahu menahu",
"Bukan kami pelakunya",
Kota
Bono sudah selesai mengantarkan para penumpang sampai dengan selamat ke tempat tujuan.
Termasuk Davis yang turun terakhir.
"Apakah kamu tidak mau singgah atau beristirahat dulu Bono?",
"Aku langsung pulang saja",
"Aku tidak mau bertemu malam yang sama lagi",
"Sampai kapan kamu mau tinggal di sini?",
"Aku belum tahu",
"Mungkin sampai suasana hatiku membaik",
"Jika kamu mau pulang hubungi aku saja",
"Biar aku jemput",
"Tidak usah",
"Sepertinya aku mau merasakan naik kapal laut saja kalau pulang",
"Terimakasih atas pengorbanan mu kemarin",
"Seharusnya kamu tidak dipecat",
"Sudahlah",
"Tidak ada sangkut pautnya",