Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.
Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.
Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 Hadirnya Dewa Zhēn Wǔ Jiàngshén
Damon mengernyitkan keningnya lalu menoleh pada Muchen yang ada di samping kanannya, sembari berkata serius.
"Apa maksud ucapanmu itu ?" kejar Damon. "Kau tidak mengerti mereka tapi kau suruh aku kejar para Succubus dan menangkap mereka."
"Yah, dari awal sudah kukatakan bahwa tugasku dari penjaga langit agar aku membuktikan pada semua orang di Kerajaan Tepi Barat, siapa sebenarnya Ibu Suri itu." sahut Muchen datar.
"Lalu kau datangi aku agar aku membantumu." kata Damon.
"Kupikir kau bisa membantuku terbebas dan kembali ke alam baka. Karena cuma kamu yang aku lihat pertama kalinya di nisanku." jawab Muchen.
"SRET... !"
Damon menarik ujung jubah Muchen ke arahnya, lalu menatapnya tajam.
"Dan kau memburu ku, hal sebab aku tidak sengaja menginjak makam keramat mu itu lalu kau marah-marah dan mendatangi ku. Kau sengaja memperalat ku supaya arwahmu terbebas dan tidak gentayangan lagi..."
Ucap Damon kesal sembari menggertakkan giginya.
"A-aku tidak memperalat mu, tapi aku meminta bantuan padamu. Tidakkah kau pahami itu. Aku harus buktikan pada semua orang di Kerajaan Tepi Barat bahwa Ibu Suri itu Iblis Jahat." sahut Muchen tak berkedip.
Dua belas Liu Gioknya berbunyi ketika dia bicara tapi diam tidak bergerak.
Ting... Ting... Ting...
"Dan kamu sengsarakan hidupku demi apa? Demi menyelamatkan seisi bumi dari kejaran para Succubus serta Incubus yang tak kau ketahui siapa sejatinya mereka, begitu?" kata Damon merengut.
"Aku tidak peduli pada seisi bumi, aku hanya peduli padamu. Jika Ibu Suri itu semakin berkuasa dan bertambah kuat maka jiwamu tak luput dari incarannya." sahut Muchen.
Muchen terdiam dua detik sembari menatap serius Damon.
"Pada akhirnya kau akan seperti ku... Jiwamu terperangkap di alam manusia tanpa kau bisa kembali ke Nirwana jika Ibu Suri tidak dihentikan..." lanjutnya.
Damon menatap Muchen, keduanya saling berpandangan dan terdiam lama. Lalu Damon berbicara.
"Karena itu kau datang padaku..., dan minta bantuan kepadaku, sekedar aku bisa membuktikan Ibu Suri itu adalah Succubus jahat..."
"Bukan hanya itu saja, tapi kamu harus bisa menghancurkan dia. Tanpa itu percuma saja karena dia akan terus ada serta semakin kuat. Intinya adalah Ibu Suri harus di lenyapkan segera mungkin." kata Muchen.
Damon masih menggenggam erat ujung jubah Kaisar Muchen, namun pandangan matanya tak lagi tertuju pada sang Kaisar.
Ia tertunduk diam seperti berpikir serius.
"Baiklah, aku akan terima permintaan mu itu. Dan kita cari dia di Kerajaan Tepi Barat. Mari kita pergi ke sana supaya tugas kita selesai." kata Damon lalu menatap Muchen.
"Bukannya kau sudah mengerti tahapan tugas yang harus kau selesaikan terlebih dahulu sebelum pergi ke Kerajaan Tepi Barat." ucap Muchen.
"Ya, kau benar. Aku harus mencari kelima Succubus terkuat agar senjata prismaku jadi sempurna, dan layak untuk menghadapi Ibu Suri." kata Damon.
"Jangan menyerah, kita cari mereka bersama-sama dan kita selesaikan tugas mulia ini sesegera mungkin." sahut Muchen.
Muchen menepuk pundak Damon, mencoba memberi nya kekuatan untuk tetap bertahan serta berpendirian kuat.
"Mari kita bekerjasama untuk menghadapi kelima Succubus terkuat itu !" ucap Muchen dengan nada serius.
"Yah, baiklah... Mari kita hadapi bersama para Succubus itu. Dan kita bersihkan seluruh alam semesta ini dari kekuatan mereka." kata Damon.
"Ya, Damon." sahut Muchen sembari mengangguk pelan.
Damon menarik nafas panjang lalu ikut menganggukkan kepalanya.
"Tapi kita tidak tahu siapa kelima Succubus terkuat itu. Darimana kita akan dapatkan informasi tentang mereka." kata Damon.
"Mmm... sebentar... Biarkan aku berpikir..." sahut Muchen seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Apa Yulan Yaoji juga termasuk dari kelima Succubus terkuat itu ?" tanya Damon melirik Muchen.
"Mmm... Kurasa tidak... Tapi coba kita tanyakan hal ini pada seseorang, kupikir dia tahu semua tentang para Succubus dan Incubus." sahut Muchen.
"Kamu akan bertanya pada siapa, Kaisar ?" tanya Damon.
Terdengar lagi suara bunyi dari arah Mahkota emas milik Muchen saat dia berbicara.
"Ting... Ting... Ting..."
Muchen memejamkan matanya, ia terlihat serius seperti sedang berkonsentrasi penuh, sikapnya tenang seolah-olah ia tertidur lelap dalam diamnya.
"Bagaimana dia bisa tidur padahal aku menunggu dia bicara ?" kata Damon sembari menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba terdengar suara menggema di kamar apartemen Damon. Suaranya parau, berat berkesan sangat berwibawa.
"Kenapa kau memanggilku, Kaisar Muchen? Apa yang sedang kamu pikirkan sekarang ini?" suara itu bertanya lalu muncul kilauan cahaya terang berupa api dari arah depan.
Api itu bergeliat pelan, berputar-putar membentuk angin topan api yang menyala kuat lalu menyebar luas.
Perlahan-lahan api itu berubah bentuknya, berwujud sosok tinggi dua meter. Bahu lebar bekas angkat beban dunia. Ada luka bakar retak di lengan kirinya, tidak pernah sembuh. Itu luka waktu dia membakar sepuluh ribu iblis nafsu sekaligus buat menyelamatkan satu desa.
Wajahnya tenang, dengan rahang tegas, alis tebal seperti pedang. Mata hitam pekat dan ada titik api merah di tengah pupil. Kalau dia lihat Succubus, titik apinya menyala aktif. Kalau dia lihat manusia lelah, titik apinya akan redup oranye hangat. Rambut hitam panjang diikat asal pakai tali kulit. Ada uban tiga helai di pelipis sama dengan uban mengurus manusia bodoh tiga ribu tahun.
Sosok itu berjanggut tipis, bukan janggut Kaisar lebat. Cuma janggut berumur tiga hari tidak cukur. Biar terlihat baru turun dari medan perang.
Auranya panas, dekat dia, keringat dingin Damon langsung menguap. Tapi panasnya bukan membakar melainkan panasnya seperti selimut sewaktu demam.
Ia berdiri dengan senjata yang kesemua senjatanya anti-Succubus dari ujung kaki ke kepala.
Sosok tinggi dua meter itu mengenakan Mahkota Ungu Emas, Zǐjīn Guān, mahkota kaisar tapi tidak mewah. Ditengah dahinya ada mata ketiga Zhenwu seperti kristal merah darah. Berfungsi satu kedipan sama dengan ilusi, yang melihatnya akan retak.
Jubahnya berkibar-kibar. Jubah Taiji Hitam-putih, jubahnya berat. Motifnya Yin-Yang besar di punggung. Saat dia bergerak maka Yin-Yang nya berputar pelan. Warna Hitam berarti dia paham sisi gelapmu. Warna Putih berarti dia akan memilih menolongmu.
Sosok berjubah berat itu memegang sebuah senjata, namanya Tàijí Xuán Wǔ Jiàn. Pedang Prisma Aeternum Ignis dengan bilah kristal hitam panjang satu setengah meter. Tidak bersinar terang. Kusam. Karena sudah menghabisi iblis triliunan. Gagangnya terbuat dari tulang naga hitam, sewaktu digenggam, gagang itu berubah hangat seperti genggaman tangan biasa.
Jurus utamanya Liè Yán Zhǎn Mèng. Tebasan Api Terik Pemecah Mimpi. Tebas sekali maka mimpi buruk dan ilusi serta suara di kepala langsung terbakar hangus. Jejak yang tertinggal adalah hawa hangat serta rasa lega.
Senjata lainnya adalah Xuán Wǔ Zhàn Jiǎ, Armor Kura-Ular. Armor hitam obsidian retak. Retakan nya mengalir magma merah. Karena retakannya buat panas dari hati keluar. Succubus tidak tahan hawa jujur.
Bahu kirinya terukir kura-kura Xuanwu. Simbol kokoh, tidak goyah kena rayuan. Dan bahu kanannya terukir ular melilit sempurna. Simbol bahwa Aku mengerti liciknya iblis, karena aku pernah melawan diriku sendiri.
Tumpakannya Xuanwu, Kura-Kura Ular Raksasa.
Damon melongo, melihat sosok aneh di depannya. Lantas menoleh ke arah Muchen dan bertanya padanya.
"Siapa dia, Kaisar ?"
Muchen membuka kelopak matanya lalu tersenyum sumringah.
"Dia adalah Dewa Pemburu Iblis. Namanya Zhēn Wǔ Jiàngshén. Kaisar Langit Kutub Utara Penakluk Iblis. Nama aslinya Zhen Wu. Dia punya gelar seperti gelar mahasiswa setelah diwisuda. Gelarnya penuh, yaitu Xuān Tiān Shàng Dì, Kaisar Langit Yang Mendalam."
Muchen menjawab pertanyaan Damon seraya menatap lurus ke arah Zhen Wu.
"Tugasnya dari langit, dia patrol keliling sembilan alam. Fokus tujuannya yaitu iblis yang makan emosi manusia seperti nafsu, iri, serakah juga benci. Succubus adalah menu favorit dia."
Kata Muchen melanjutkan ucapannya sambil melirik ke arah Damon yang terbengong-bengong saat dia melihat sosok Dewa Pemburu Succubus, Zhēn Wǔ Jiàngshén berdiri tegak di hadapannya dengan tumpakan Kura-Kura sebesar rumah bernama Xuanwu, tempurungnya ada ukiran bintang rasi Utara. Dililit ular hitam-putih sebesar tiang listrik.