Hella Adelia menjalani hidupnya dalam diam, memikul peran sebagai seorang ibu sekaligus ayah bagi putra semata wayangnya. Dengan tekad sederhana—melihat anaknya agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMK—ia rela menyingkirkan lelah dan gengsi, menerima pekerjaan sebagai asisten rumah tangga di rumah seorang CEO ternama.
Di balik kemewahan rumah itu, Dave Julian Alexander hidup dalam kesunyian. Seorang duda tanpa anak, dengan hati yang masih terikat pada kenangan akan mendiang istrinya. Dingin, tegas, dan tak tersentuh.
Kesederhanaan Hella, ketulusannya sebagai seorang ibu, dan harapan kecil yang ia genggam untuk masa depan anaknya, menghadirkan kehangatan yang lama hilang dalam hidup Dave.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endel_Bagong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERJERAT CINTA SANG BOSS
Di sisi lain, Hella sedang menemani Antonio di dapur dengan suasana yang jauh lebih hangat dibanding ruang tamu.
Hella berjongkok sedikit agar sejajar dengan tinggi anak kecil itu, lalu tersenyum lembut.
“Hai… Tante boleh kenalan nggak?” tanyanya ramah. “Nama kamu siapa?”
“Aku Antonio, Tante,” jawab anak kecil itu polos.
“Hmmm jadi nama kamu Antonio…” Hella mengangguk pelan. “Kalau nama Tante Hella.”
Antonio langsung tersenyum kecil.
“Antonio mau jus jeruk nggak?” tanya Hella lagi.
Dengan semangat, Antonio langsung mengangguk cepat.
Hella tertawa kecil melihat tingkahnya.
“Oke, tunggu sini ya. Tante bikinin.”
Sebelum mulai membuat jus, Hella membuka kulkas terlebih dahulu. Ia mengambil beberapa buah jeruk dan sekotak stroberi segar. Setelah dicuci bersih, Hella memberikan beberapa stroberi ke tangan kecil Antonio.
“Nih… Tante punya stroberi buat Antonio,” katanya lembut. “Dimakan ya sambil nunggu jusnya jadi.”
“Baik, Tante,” jawab Antonio manis.
Tidak butuh waktu lama, jus jeruk itu akhirnya selesai dibuat.
Hella menuangkannya ke dalam gelas lucu kecil lalu menyodorkannya kepada Antonio.
“Nah, ini jusnya buat Antonio.”
“Terima kasih, Tante,” jawab Antonio sopan.
Hella tersenyum gemas.
Anak itu benar-benar manis dan pintar bicara.
“Oh ya, Tante…” Antonio tiba-tiba membuka suara lagi. “Tante kerja di sini..?"
Hella mengangguk sambil tersenyum kecil.
“Iya.”
Antonio lalu berkata polos tanpa beban—
“Tante… Antonio mau punya adik lagi kata Papa.”
Hella sedikit terkejut, namun wajahnya langsung berubah hangat.
“Eh? Benarkah?” katanya antusias. “Wah selamat dong…”
Ia lalu mengusap pelan kepala Antonio.
“Nanti kalau adiknya sudah lahir, dijaga ya sayang. Jangan dipukul, jangan dicubit. Kasihan."
Antonio langsung mengangguk mantap.
“Iya Tante. Antonio pasti jaga adek buat Mama sama Papa.”
“Anak baik…” puji Hella tulus.
“Emang Antonio maunya adik cewek atau cowok?” tanyanya lagi penasaran.
Antonio berpikir sebentar sambil menggigit stroberinya.
“Mau adik cowok, Tante,” jawabnya polos. “Biar bisa diajak main bola sama mobil-mobilan.”
Hella langsung tersenyum geli mendengar jawaban itu.
“Kalau menurut Tante…” katanya lembut, “apa pun nanti adiknya, tetap harus dijaga ya. Mau cewek atau cowok, tetap adiknya Antonio.”
Antonio mengangguk pelan sambil terus mengunyah stroberinya.
“Uumm… iya Tante.”
Tak lama kemudian, suara langkah mendekat terdengar.
Kayla muncul sambil tersenyum kecil melihat Antonio yang terlihat nyaman bersama Hella.
“Antonio, ayo pulang,” ajaknya lembut sambil meraih tangan putranya.
Antonio menurut.
Sebelum pergi, Kayla menatap Hella dan berkta.
“Mbak, makasih ya udah jagain Antonio tadi.”
“Oh nggak apa-apa kok, Non,” jawab Hella cepat. “Dia anak yang lucu, baik… pintar juga. Jawabannya selalu tepat jika di tanya.”
Kayla tersenyum bangga mendengarnya.
“Makasih kalau gitu,” ucapnya. “Saya balik dulu ya.”
Namun sebelum benar-benar pergi, Kayla mendekat sedikit ke arah Hella lalu berkata dengan nada menggoda—
“Satu lagi… saya titip Kakak ya.”
Hella masih sempat mengangguk bingung.
“Diapa-apain juga nggak apa-apa kok,” lanjut Kayla sambil menahan tawa kecil.
Hella langsung melongo.
“Hah…?”
Namun Kayla sudah lebih dulu tertawa kecil dan berjalan pergi sambil menggandeng Antonio.
Sebelum masuk mobil, Antonio melambaikan tangan kecilnya.
“Dadah Tante Hellaaa…”
Kayla juga ikut melambaikan tangan dengan senyum tipis.
Hella hanya membalas dengan anggukan canggung sambil berdiri mematung di depan pintu.
Sampai beberapa detik setelah mobil itu pergi—
Hella masih memikirkan ucapan terakhir Kayla tadi.
“Diapa-apain juga nggak apa-apa…”
“Maksudnya apa coba…” gumam Hella pelan dengan wajah bingung sendiri dan menggaruk kepala yang g gatel sih sebenernya.
*Johan, Marcel and Dave 😁
biar gak tua-tua amat...kurang seru soalnya kalau ketuaan pemain nya 👍😁