Seorang pria muda yang tegas dan berwibawa sedang duduk diruang kerjanya.
"Jika kau pergi selangkah saja maka hukumanmu akan semakin berat!"
"Aku tetap akan pergi!"
"Cih, gadis nakal dan sulit di atur! Coba saja kalau kau bisa pergi dari sisiku."
"Tentu aku bisa!"
"Pak Hen tolong ajari anakmu tata krama!"
"Baiklah Tuan."
"Jangan menyulitkan Ayah, diam dan patuhlah!"
"Ayah jangan berpihak kepadanya, dia pria jahat dan kejam!"
"Dia adalah Bos Ayah kau tahu apa tentangnya. Cepat patuh dan menurutlah kepadanya!"
"Ayah! Lepaskan!"
"Mulai sekarang kau harus ku didik dengan benar!"
Baca selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Xiao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Story 12
Di dalam kamar, Kirana memperhatikan wajah Tuan muda nya itu.
"Tuan, wajah anda sangat tampan. Bagaimana bisa anda belum memiliki kekasih, padahal umur anda sudah sangat matang untuk menikah. Apa anda akan menjadi perjaka tua? Hmmm... sayang sekali. Untuk apa mempunyai wajah tampan dan sangat mapan jika tidak memiliki pasangan hidup. Rasanya akan hampa ." Batin Kirana
Menjelang malam tiba, Hendrik menjemput Kirana untuk pulang. Kirana pun berpamitan kepada Tuan dan Nyonya besar nya, namun Kirana tidak diperbolehkan pulang.
"Hendrik, biarkan Kirana menginap disini semalam. Lagi pula Kirana sangat dibutuhkan saat ini ." Ucap Tuan Wijaya
"Baik Tuan." Jawab Hendrik
Hendrik pun pulang dan mengizinkan Kirana untuk menginap di rumah majikan nya .
"Kirana, coba kamu cek lagi keadaan Emil ya?" Ucap Ny.Rosalina
"Baik, Nyonya." Jawab Kirana
Kirana pun kembali ke kamar Emil dan mengecek keadaan Emil .Demam nya sudah turun dan Kirana pun merasa lega .Kirana pun duduk dan menunggu Emil sampai dia tertidur di samping nya .
***
Keesokan harinya Emil pun terbangun dan melihat Kirana tidur disampingnya. Emil pun tersenyum setelah sadar bahwa Kirana yang merawat nya saat dia sakit.
Setelah dia merasa lebih baik, Emil pun segera mandi dan siap-siap untuk pergi ke kantor. Karena kelelahan semalaman tidak tidur, Kirana belum juga bangun dari tidur nya.
Selesai mandi dan berganti pakaian Emil pun kembali ke kamar nya dan mendapati Kirana masih tertidur sambil duduk disamping tempat tidur nya. Emil lalu memindahkan Kirana ke tempat tidur nya dan menyelimuti tubuh Kirana.
Emil pun turun dari kamar nya dan pergi ke ruang makan bergabung dengan Ayah dan ibu nya .
"Sayang, kenapa pergi ke kantor hari ini ? Sebaiknya pulihkan dulu kondisi mu ! "Ucap Ny.Rosalina
" Aku sudah membaik bu terima kasih sudah menghawatirkan ku."Jawab Emil
"Di mana Kirana? Bukan kah dia semalam merawat mu?" Tanya Tuan Wijaya
"Dia masih tidur yah, mungkin kelelahan. Baiklah aku berangkat dulu!" Jawab Emil
Emil pun berangkat ke kantor bersama Hendrik yang sudah menunggu nya di luar.
"Tuan muda, sebaiknya anda lebih memikirkan kesehatan anda terlebih dahulu sebelum urusan kantor. Karena jika anda sakit maka itu juga tidak baik bagi kemajuan perusahaan anda." Ucap Hendrik
"Ya Pak, anda benar! Mungkin aku butuh sedikit waktu untuk berlibur." Jawab Emil
***
Di dalam kamar Emil, Kirana terbangun dari tidur nya .Dia pun terkejut dan bingung, bagaimana bisa dia tidur di tempat tidur Tuan muda nya.
"Hah ! Bagaimana bisa aku tiba-tiba tidur di sini? Aduhhh... Kepala ku pusing sekali. Dimana Tuan muda ? Sebaiknya aku segera mencarinya." Ujar Kirana
Kirana pun turun dari kamar Emil dan mencari Tuan muda nya itu. Akan tetapi dia tidak menemukan nya, lalu dia bertanya kepada Pak Sar.
"Permisi Pak ,apa bapak melihat Tuan muda ? " Tanya Kirana
"Tadi pagi Tuan muda sudah berangkat ke kantor. Ada apa Kirana?" Tanya Pak Sar
"Tidak ada apa-apa pak , saya hanya mengkhawatirkan keada'an nya karena dia belum sembuh total." Ujar Kirana
"Yasudah, kamu cepat mandi dan bersiap-siap seperti biasa mengurus Tuan dan Nyonya besar ya?" Ucap Pak Sar
"Baik pak." Jawab Kirana
Kirana pun segera mandi. Karena tidak membawa pakaian ganti akhirnya dia meminjam kepada pelayan wanita yang tinggal di rumah majikan nya. Setelah selesai Kirana pun pergi ke kamar Tuan dan Nyonya besar nya untuk merawat dan menyiapkan keperluan mereka sehari-hari.
Di kantor, Emil memikirkan kejadian semalam saat dia dirawat oleh Kirana. Dia baru menyadari rasanya saat ada seorang wanita selain ibunya yang begitu lembut merawat dan memperhatikan nya.
Emil tersenyum sendiri. Dia merasa sangat bahagia hari ini. Dia ingin segera kembali pulang untuk bertemu dan melihat wajah Kirana.
Emil sangat gelisah, dia tidak menyadari jika dia sedang jatuh cinta. Dia seperti anak remaja yang baru merasakan cinta monyet.
Memang dari kecil Emil tidak mengenal cinta. Dia selalu menjadi andalan Ayah nya karena kecerdasan nya. Dia sudah memimpin perusahaan Ayah nya sejak lulus SMA. Dia menempuh perguruan tinggi tidak seperti mahasiswa lain nya. Dosen nya secara pribadi datang ke rumah nya dan memberikan materi untuk Emil.
Ayah Emil memiliki penyakit jantung, jika mendengar kabar yang tidak baik, penyakitnya akan kumat lagi. Emil lah satu-satu nya harapan orang tua nya karena kakak nya Eliana ikut tinggal bersama suami nya di luar negri dan tidak bersedia memimpin perusahaan milik Ayah nya.
Bersambung ...
.
.
.
Hai sahabat Putri Asisten Pribadiku...
Author akan menjelaskan bahwa Kirana di sini bukan sebagai pembantu yang kalian pikir ya say karena semua sudah ada banyak pelayan yang mengerjakan. Jadi Kirana hanya menyiapkan makanan khusus untuk Emil saja.
Semoga ceritanya semakin menarik.
Lanjut ke episode berikutnya ya...
Jangan lupa like, komen yang banyak dan vote novel ini.
Mampir juga di karyaku yang lain :
My Heart Is Only For You
- Mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Sarah yang mengejar cinta pertama nya yaitu pria bernama Luan yang sangat arogan dan cuek kepada nya. Begitu banyak rintangan yang Sarah hadapi demi mendapatkan cintanya itu. Bagaimana kisah nya? Simak di "My Heart Is Only For You".
Terima kasih. 😊
🌹~I Miss You~🌹
mohon di aaminkan bunda 😄
uda pacaran yahhh😂😂