NovelToon NovelToon
Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Mr. Langit Tutor Nakal Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romansa Fantasi / Bad Boy
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

cinta pertama jaman aku SMP sulit sekali aku lupakan... kenangan manis nya masih sama dan luka semasa SMA juga yang sulit aku lupa.. hingga suatu hari sahabat terdekat yang dari lahir udah barengan sama aku! kenalkan aku sama dia.. Tutor nakal ku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

 ...

...

   setelah seminggu penuh disiksa tumpukan jurnal dan asistensi laboratorium yang nggak ada habisnya, akhirnya Jelita bisa menghirup udara bebas. Tapi, kebebasan itu tidak datang dengan tenang. Begitu jam kuliah terakhir selesai, sebuah Porsche hitam sudah terparkir manis di depan gedung fakultasnya. Pemiliknya, seorang pria dengan kacamata hitam dan senyum miring yang sanggup meruntuhkan iman, bersandar di pintu mobil sambil melambaikan tangan dengan gaya yang sangat sok keren.

"Tembok beton gue akhirnya keluar dari sarang," celetuk Langit begitu Jelita sampai di depannya.

 Jelita mendengus, tapi tangannya refleks melingkar di pinggang Langit. "Berisik, Lang. Gue capek banget."

Tanpa memedulikan tatapan iri mahasiswa lain, Langit menarik Jelita ke dalam pelukannya, menghirup aroma rambut Jelita dalam-dalam. "Gue nggak peduli lo capek. Gue kangen tingkat dewa. Ayo, kita butuh sesi private sekarang."

...----------------...

Di dalam apartemen Langit yang dingin oleh AC, suasana justru memanas dengan cepat. Langit seolah tidak memberikan napas bagi Jelita. Begitu pintu tertutup, pria itu langsung mengurung Jelita di antara tubuhnya dan dinding pintu. Aroma maskulin Langit yang bercampur dengan sedikit wangi tembakau mahal langsung melumpuhkan saraf-saraf Jelita.

"Lang... katanya mau makan," bisik Jelita, mencoba mencari sisa-sisa logikanya yang mulai terbang.

"Makanannya bisa nunggu, Jee. Tapi kangen gue nggak bisa," gumam Langit serak.

Ciuman itu mendarat dengan telak. Bukan ciuman lembut yang menenangkan, tapi ciuman yang menuntut, yang menceritakan betapa tersiksanya Langit melewati satu minggu tanpa menyentuh gadis kaku ini. Jelita, yang sudah lulus dari kelas dasar kaku di-cor, kini membalas dengan keberanian yang sama. Tangannya masuk ke rambut Langit, menarik pria itu agar semakin dalam memberikan sensasi panas yang memabukkan.

"Lo... lo belajar dari mana sih bisa makin pinter gini?" bisik Langit di sela-sela napasnya yang memburu.

"Kan tutornya sesat, muridnya harus lebih pinter dong," balas Jelita dengan tawa kecil yang nakal, membuat Langit semakin gemas dan memberikan gigitan kecil di leher Jelita.

Sambil mengatur napas, mereka akhirnya terkapar di sofa besar. Langit merebahkan kepalanya di pangkuan Jelita, membiarkan jemari lentik gadis itu mengusap rambutnya.

"Gue capek banget, Jee. Seminggu ini gue nginep di rumah Nyokap gara-gara saudara gue lagi pulang," curhat Langit.

Jelita menunduk, menatap wajah tampan Langit dari atas. "Saudara lo? Yang lo bilang mirip banget sama lo itu?"

"Iya, si galau itu. Gila, Jee, gue hampir kena mental dengerin dia curhat tiap malem. Masa iya cowok seganteng dia—ya walaupun tetep gantengan gue sih—masih galauin cewek zaman SMP-nya? Udah tujuh tahun, tapi otaknya masih nyangkut di koridor sekolah lama. Kasihan banget gue liatnya, jomblo karatan yang hobinya cuma liatin foto usang," Langit tertawa mengejek, tidak menyadari bahwa "cewek SMP" yang dia tertawakan adalah gadis yang sekarang sedang mengusap rambutnya.

Jelita ikut tertawa, tawa yang tulus tanpa beban. "Serius? Kok ada ya cowok segalau itu? Pasti ceweknya spesial banget sampe dia nggak bisa move on."

"Spesial apanya? Paling juga cinta monyet yang dilebih-lebihkan. Mainnya kurang jauh itu saudara gue, makanya dia nggak nemu yang kayak lo. Lo itu tembok, tapi sekali rubuh... gila, lo bikin gue nggak mau pindah ke lain hati," Langit menarik tangan Jelita dan mengecup telapak tangannya lama.

Suasana kembali menjadi intim. Langit bangkit, menatap Jelita dengan pandangan yang sangat dalam. Dia tidak lagi bercanda. Tatapannya penuh dengan kepemilikan yang absolut.

"Jee, lo tau nggak kenapa gue suka banget sama lo?" tanya Langit pelan.

"Karena gue cantik?" tebak Jelita asal.

"Bukan cuma itu. Karena lo itu tantangan paling indah yang pernah gue taklukkan. Dari awal gue liat lo yang kaku, yang nggak mau berekspresi, gue udah janji bakal jadi orang pertama yang bikin lo bisa ketawa lepas, nangis kejer, sampe mabuk nggak jelas. Gue mau jadi orang yang punya semua 'pertama' lo," Langit mendekatkan wajahnya, hidung mereka bersentuhan.

Kali ini, sesi tutor sesat naik ke level yang lebih menantang. Langit membawa Jelita ke balkon apartemennya yang menyajikan pemandangan city light Jakarta yang berkilauan. Udara malam yang dingin terasa kontras dengan suhu tubuh mereka yang meningkat. Langit memeluk Jelita dari belakang, dagunya bertumpu di bahu Jelita.

"Dingin?" tanya Langit.

"Dikit," jawab Jelita singkat.

Langit memutar tubuh Jelita, menatapnya di bawah cahaya bulan yang remang. Dia memberikan ciuman yang lebih dalam, lebih menuntut, dan penuh dengan hasrat yang tertahan. Jelita merasa dunianya seolah melayang. Dia benar-benar lupa pada rasa lelahnya, lupa pada tugas kuliahnya, dan bahkan benar-benar lupa pada sosok hantu masa lalu yang secara tidak sengaja sedang dibicarakan oleh Langit tadi.

Bagi Jelita, Langit adalah obat yang paling ampuh. Sifat "nakal", "sengklek", namun sangat protektif dari pria ini adalah hal yang paling ia butuhkan untuk merasa hidup.

"Lang... berhenti," bisik Jelita baru sadar saat Langit sedang asyik memainkan aset berharganya

Langit menyeringai, sebuah seringai kemenangan yang sangat seksi. "gue gak mau berhenti, Sayang? Kita baru mulai bab kedua."

Malam itu berakhir dengan mereka yang memesan martabak manis lewat ojek online jam satu pagi. Mereka duduk di lantai apartemen, makan martabak sambil menonton film komedi bodoh. Jelita tertawa sampai tersedak, dan Langit dengan sigap memberinya minum sambil mengacak rambutnya gemas.

"Lo beneran udah berubah ya, Jee. Dulu mana ada Jelita yang mau makan martabak berantakan begini sambil ketawa ngakak," puji Langit.

"Kan gara-gara lo, Lang. Lo yang bikin gue jadi kayak begini," balas Jelita sambil menyandarkan kepalanya di bahu Langit.

"kayak gini? yang bagus maksud lo. Gue lebih suka Jelita yang sekarang. Jelita yang punya jiwa, bukan Jelita yang cuma patung bernapas," Langit mengecup puncak kepala Jelita.

sedangkan di rumah Mama Langit, sang saudara sedang duduk di balkon kamarnya, memegang selembar foto Jelita yang sudah mulai menguning di bagian pinggirnya. saudara yang tidak tahu bahwa kembarannya sedang memeluk gadis yang sama, sedang memberikan tawa pada gadis yang dulu ia tinggalkan dalam tangis.

Dunia memang sesempit itu. Langit memberikan semua kebahagiaan yang tidak sempat diberikan oleh saudaranya dulu. Dan Jelita, dengan polosnya, sedang mencintai "reinkarnasi" dari masa lalunya tanpa sadar.

"Lo tahu nggak, Lang," ucap Jelita tiba-tiba sebelum mereka tertidur di sofa.

"Apa?"

"Gue senang banget ketemu lo. Walaupun awalnya lo ganggu banget, tapi lo bener-bener dikirim semesta buat bikin gue sembuh."

Langit tertegun sebentar, lalu dia mengeratkan pelukannya. "Gue yang harusnya makasih, Jee. Karena lo, gue jadi punya alasan buat pulang dan nggak cuma cari kesenangan di luar. Lo itu rumah gue."

1
Vike Kusumaningrum 💜
Gimana ceritanya itu, maksapun kamu udah telat Yan, Langit udah jauuuuh merubah Jelita, bahkan udah icip2 jg. lah kamu ???

susah jadi dirimu Jee. mana sodaraan pula. 🤦‍♀️
jhiee: kedua nya boleh gak beb😭😭😭 soalnya aku aja dilema.. mau milih siapa🤣🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
akan kan mereka bertemu ??

hohoho jawbanya ada di tangan kk author tercinta ini 🤣🤣🤣
jhiee: hahaha rahasia🤣
total 1 replies
Desy Bengkulu
🤣🤣🤣🤣masih jadi misteri , kucing agen rahasia 🤣🤣🤣
Desy Bengkulu
ngakak aku baca nya kak dari awal sampek yg ini , makan kurma si langit ngajarin yg enggak² berjung uji nyali kesabaran , tapi bagus sih, si langit bisa jaga kehormatan jelita
jhiee: sebenarnya ini novel harus di kasih label 21+ 🤣 karena ini gendre nya agak beda dari yang lain😭kalau di novel lain lebih mementingkan etika kalau di sini trabas aja🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!