NovelToon NovelToon
Aku Kaya Berkat Sistem Penagih Utang Akhirat

Aku Kaya Berkat Sistem Penagih Utang Akhirat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

​Darren hanyalah sampah di mata dunia. Sebagai penagih pinjol ilegal, hidupnya habis untuk dihina debitur sombong, disiksa bos yang brengsek, hingga akhirnya dicampakkan anak-istri di titik terendah.
​Beruntung maut di sebuah gudang tua itu justru menjadi awal dari segalanya. Saat nyaris mati dikeroyok, sebuah notifikasi muncul di hadapannya:
​[Sistem Penagih Utang Akhirat Diaktifkan]
Kemudian dunia berubah menjadi deretan angka. Darren kini mampu melihat Utang Keberuntungan dan Utang Umur setiap orang. Dari pengusaha korup hingga pejabat sombong, semua memiliki utang rahasia yang tak bisa lunas dengan uang. Sedangkan Darren adalah algojo yang berhak menarik paksa semuanya.
​Dari pecundang yang dipandang sebelah mata, menjadi penguasa finansial dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Lunas

Status Andre Gunawan terpampang di layar transparan sistem kala Darren terbangun pagi itu. Layar menampilkan kondisi target yang sudah berada di titik nadir akibat tertekan dan siap untuk dihancurkan sepenuhnya.

“Kenapa juga aku harus membuang-buang waktu lebih lama lagi untuk memandangi cecunguk yang sudah tidak punya taring ini?” Darren menyadari bahwa membiarkan Andre menderita perlahan tidak lagi memberikan kepuasan apa pun. Toh kekuatan sistem ini sudah terbukti nyata. Memperpanjang penderitaan pria itu hanya akan menyita fokusnya dari hal yang jauh lebih mendesak. Keputusan itu mengental dalam pikirannya seiring detak jantung yang menguat. Intinya Andre harus diselesaikan hari ini juga, sekali dan tuntas. Kendati demikian, pikiran Darren sebenarnya sudah melayang jauh melampaui nasib lawannya itu. Dirinya ingin segera membersihkan sisa-sisa masa lalu agar bisa membangun masa depan dari nol bersama keluarga yang masih tersisa.

Langkah eksekusi dimulai saat telunjuknya menyentuh perintah penarikan paksa di layar transparan itu. Lima persen dari utang keberuntungan Andre, jumlah yang setara dengan Rp42,5 juta akan ditarik oleh sistem. Alhasil, dampak dari perintah itu bekerja lebih cepat daripada kilatan petir. Kurang dari satu jam kemudian, layar ponsel Darren menampilkan tajuk berita yang menggegerkan dunia bisnis properti. Andre Gunawan dinyatakan pailit oleh pengadilan niaga setelah seluruh proyek besarnya dihentikan paksa, sementara aset pribadinya disita bank sebagai jaminan yang tidak lagi sanggup dia tutup.

“Masih belum cukup, Andre. Kamu harus tahu rasanya merangkak di lantai yang dulu kamu ludahi.” Darren membuka menu tambahan sistem dan membayar biaya 20 Debit Kolektor untuk mengaktifkan fitur Penghancuran Keberuntungan Tidak Langsung selama tujuh hari penuh. Itu sejatinya adalah segel kematian bagi karier Andre. Pria sombong itu tidak akan bisa bangkit dalam waktu dekat karena setiap pintu relasi akan terkunci rapat di depan wajahnya. Setelah urusan itu selesai, Darren meninggalkan hotel menuju mesin ATM terdekat untuk mencairkan dana Rp50 juta lagi dari Rekening Sistem, menyisakan saldo Rp535 juta. Uang itu kini terasa nyata dalam genggamannya, seperti alat yang akan dia gunakan untuk keperluan yang jauh lebih mulia daripada sekadar memuaskan dendam.

Darren pun tiba di rumah sakit saat matahari mulai meninggi. Sepatu barunya itu membawa dirinya menuju ruang kelas satu tempat ibunya sudah dipindahkan atas perintahnya semalam. Suasana di koridor itu sangat tenang, bersih, dan harum antiseptik yang wajar, jauh berbeda dari hiruk-pikuk pengap ruang kelas tiga tempat ibunya dulu meringkuk. Lastri sendiri sedang berbaring di atas ranjang dengan sprei putih bersih, menatap putranya dengan tatapan yang disinggahi keraguan sekaligus rasa syukur.

“Nak Darren, bagaimana mungkin semua ini terjadi?” tanya Lastri, menahan haru.

Darren duduk di samping ranjang, berusaha memasang raut wajah yang meyakinkan saat dirinya menjelaskan bahwa dia baru saja mendapatkan posisi sebagai konsultan keuangan di sebuah perusahaan besar dengan gaji yang sangat tinggi. Putranya itu meyakinkan ibunya bahwa mulai detik ini, hidup mereka akan baik-baik saja. Walau begitu, Lastri masih menyimpan tanda tanya besar di dalam matanya. Penyakit yang masih bersarang di tubuhnya membuat wanita tua itu terlalu lelah untuk mendebat keajaiban yang terasa mustahil itu. Dia hanya mengangguk dibarengi air mata yang mulai berkumpul di sudut matanya. Darren berjanji akan menjenguknya setiap hari dan segera mencari rumah baru yang jauh lebih layak.

“Maafkan aku, Bu. Kebohongan ini adalah satu-satunya cara agar Ibu bisa tidur dengan tenang tanpa memikirkan darah yang tumpah di tanganku.” Begitu keluar dari kamar rawat, Darren bersandar pada dinding koridor. Dadanya terasa berat oleh besarnya rahasia yang harus dia tanggung sendirian.

Sampai getaran ponsel di saku celananya membuyarkan lamunan itu. Sebuah nomor asing tertera di sana. Darren mengangkat panggilan itu, lalu segera mengenali suara perempuan di seberang sana. Dia merupakan tetangga lama dari masa-masa sulitnya dulu. Kabar yang dibawa perempuan itu seketika menampar kesadaran Darren. Rina dan Cello sekarang menumpang di rumah orang tua Rina di daerah Bekasi. Kondisi mereka memprihatinkan karena Rina gagal mendapatkan pekerjaan tetap.

“Cello terus menanyakanmu. Apa tidak bisa untuk sekedar bertemu ayahnya walau sebentar? Putramu juga sering sakit,” kata perempuan itu lewat telepon.

Darren mencengkeram ponsel itu kuat-kuat karena ucapan itu menusuk tepat ke jantungnya, membangkitkan rasa bersalah yang selama ini dia simpan di sudut paling gelap jiwanya. Dia menyadari bahwa meskipun sistem tidak menampilkan utang umur Cello, anak laki-laki itu sedang membayar harga yang mahal akibat kehancuran rumah tangganya melalui kesehatan yang menurun.

“Bodohnya aku karena mengira uang bisa menyelesaikan segalanya.” Malam itu, Darren duduk sendirian di sudut kamar hotel. Saldo Rp535 juta di sistem terasa seperti tumpukan kertas tidak berguna jika dirinya tidak bisa melindungi darah dagingnya sendiri. Dia menyadari bahwa tidak ada jumlah kekayaan apa pun yang bisa menggantikan posisi seorang ayah di mata anak kecil yang sedang sakit. Keputusan baru pun lahir, memantapkan Darren yang akan berangkat ke Bekasi besok pagi. Tentu saja bukan untuk memicu pertengkaran atau merebut Cello dengan paksa dari tangan Rina, melainkan murni menjalankan tanggung jawab yang selama ini dia abaikan. Jika Rina mau bekerja sama, dia akan menyediakan segala kebutuhan mereka. Namun, apabila ada halangan yang sengaja dibuat-buat, Darren tidak akan ragu menggunakan cara apa pun demi keselamatan anaknya.

Sebelum dirinya benar-benar memejamkan mata untuk beristirahat, sebuah notifikasi terakhir muncul di hadapannya dalam cahaya keemasan.

Kasus Andre Gunawan dinyatakan lunas. Utang Keberuntungan target tersisa Rp0. Utang Umur tetap 5 tahun 2 bulan dan tidak dapat ditarik karena batasan level saat ini. Status target hancur total.

Darren menyunggingkan garis lengkung tipis di atas bantalnya. Satu duri dalam hidupnya baru saja dicabut hingga ke akar. Alhasil, kini dirinya memiliki ruang untuk menghadapi masalah yang jauh lebih rumit dan emosional.

1
Bg Gofar
mantap gan
DanaBrekker: terima kasih 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!