Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!
___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.
Dunia berubah.
Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.
Chu Kai.
Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:
Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.
Pendekar Naga itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12 - Chu Kai
Wei Zhang Zihan bukannya tidak mengerti setiap kata yang yang diucapkan Wei Shezi. Roh di sampingnya ini mengatakan sesuatu yang masuk akal, namun justru karena itu—dadanya terasa semakin sesak.
Meskipun tanggung jawab nyawa manusia adalah milik masing-masing, tetapi bagaimana mungkin dirinya berpaling saat orang-orang berada dalam bahaya, tepat di depan matanya?
Bagaimana mungkin ia hanya berdiam diri... tanpa melakukan apa pun saat seseorang membutuhkan bantuan?
Langkah Wei Zhang Zihan melambat. Untuk sesaat, dia bahkan membayangkan kejadian di Kota Hou—bahkan seolah mendengar teriakan, ledakan, dan melihat tubuh orang-orang di kota itu yang ambruk tanpa daya.
"..."
Napas Wei Zhang Zihan tertahan.
!
Sejujurnya... ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya—ia memilih untuk tidak bertindak.
Padahal selama ini, dirinya selalu berjalan dan mempertahankan prinsip yang lurus—bahwa siapa pun orangnya... dari kalangan mana pun... aliran apa pun—maka dia akan membantu mereka yang benar.
Namun hari ini Wei Zhang Zihan merasa seakan-akan telah melarikan diri.
Dia tidak tahu bagaimana harus menilai Chu Kai, tetapi menghabisi nyawa orang lain tanpa alasan... jelas merupakan perbuatan yang salah.
Wei Zhang Zihan menarik napas dalam. Kedua tangannya perlahan terkepal kuat lalu—ekspresinya berubah. Saat ini... dia memang harus menemui Long Yang Wang.
Hanya dengan itu... dia akan tahu apa yang terjadi pada Chu Kai dan bagaimana menghentikan pemuda tersebut.
!!
"Eh—?!"
Wei Shezi tersentak, matanya melebar saat Wei Zhang Zihan tiba-tiba melesat tanpa peringatan, menembus barisan pepohonan dengan kecepatan yang tinggi.
"Tampan! Tunggu aku!"
Wei Shezi segera menghentakkan kakinya dan mengejar. Sosoknya ikut melesat di antara bayang-bayang hutan.
Angin berdesir keras dan daun-daun beterbangan. Dalam sekejap, keduanya menghilang dari kedalaman hutan menuju tujuan mereka selanjutnya.
*
*
Kota Hou, Wilayah Hu Nang
BAAAAM...!
Ledakan dahsyat mengguncang Kota Hou. Gelombang kejut menyapu jalanan, dan merobohkan bangunan-bangunan yang sebelumnya sudah rapuh. Api menjalar liar, melahap kayu dan kain, sementara asap hitam membumbung tinggi ke langit.
Belum lama sejak Wei Zhang Zihan dan Wei Shezi meninggalkan kota itu, namun tempat tersebut sudah berubah menjadi neraka.
Tidak terhitung puing-puing bangunan yang hancur dan berserakan, begitu pula dengan jeritan yang bercampur dengan suara reruntuhan. Tanah di kota itu pun telah berubah menjadi lautan api bercampur daging dan darah.
!!
Di tengah situasi yang mengerikan itu, suara ledakan dahsyat kembali terdengar. Beberapa kultivator terlihat terlempar ke berbagai arah, seolah tidak mampu menahan terjangan dari serangan musuh mereka.
Salah satu dari kultivator itu menghantam dinding bangunan dengan keras. Retakan menjalar dari bangunan tersebut sebelum menjatuhkan balok-balok kayu yang terbakar—menimpa tubuh kultivator itu tanpa ampun.
Di sisi lain, ada kultivator yang jatuh menghantam tanah hingga menciptakan ceruk yang besar. Debu mengepul tinggi, menutupi tubuhnya sesaat sebelum perlahan menghilang.
"Ugh—!"
Kultivator itu memuntahkan darah. Tubuhnya gemetar, bahkan untuk sekadar mengangkat tangan pun terasa mustahil.
Namun sebelum ia sempat berusaha bergerak—sebuah bayangan telah jatuh di atasnya dan kaki seseorang langsung menginjak punggungnya dengan keras.
"AAAKH—!!"
Jeritan itu pecah, parau, dipenuhi rasa sakit yang tidak tertahankan. Tanah di bawah tubuh kultivator itu bahkan sampai retak.
Sosok musuh yang sudah menginjak kultivator tersebut, sekaligus dalang dari kekacauan di kota ini tidak lain adalah Chu Kai.
Dia berdiri di sana dengan rambut yang terurai panjang, diikat oleh sebuah pita hijau yang dilambaikan oleh angin panas. Matanya berkilat merah, terasa liar, dan dingin. Aura hitam pekat berputar di sekeliling tubuhnya, seperti kabut hidup yang berdenyut perlahan.
Chu Kai menyeringai tipis, menatap kultivator yang menjerit kesakitan di bawahnya dengan puas.
"Ini menyenangkan~"
Nada suaranya ringan... hampir seperti sedang bermain.
"AAAAKH...!"
Tekanan pada kaki Chu Kai menguat. Perlahan, ia pun mulai mengangkat kakinya. Energi hitam berkumpul, berputar dan memadat—siap menghancurkan tubuh kultivator ini dalam satu hentakan.
Hanya saja, sebelum benar-benar menghancurkan dada musuhnya—sebuah lintasan cahaya melesat dari arah samping, membelah udara dengan kecepatan tinggi.
Chu Kai merespon cepat dan tanpa ragu melompat mundur. Serangan itu lurus, sebelum akhirnya jatuh menghantam bangunan yang telah terbakar dan menciptakan ledakan besar.
Debu dan serpihan kayu beterbangan.
Untuk sesaat, udara membeku.
Chu Kai mendarat ringan beberapa meter jauhnya. Kepalanya sedikit miring, dan tatapan matanya perlahan bergeser ke arah datangnya serangan tersebut.
Senyum tipisnya... terlihat semakin dalam.
******