NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: PESAN DARI PENJARA LANGIT

​Di cakrawala, awan-awan terbelah oleh kehadiran sebuah kereta perang kencana yang ditarik oleh sembilan ekor Burung Merak Cahaya Surga. Kereta itu memancarkan aura suci yang seolah-olah menyucikan darah yang baru saja tumpah di tangan Ye Xuan. Di belakangnya, barisan tentara dengan baju zirah perak mengikuti dengan disiplin yang mengerikan.

​"Itu... simbol dari Klan Jiang," bisik Ye Tian, wajahnya menegang. "Salah satu dari Tiga Klan Besar yang menguasai benua ini. Mereka jauh lebih kuat dan lebih tenang daripada sampah-sampah yang baru saja kau habisi, Xuan'er."

​Ye Xuan tidak menurunkan Pedang Penghancur Surga. Mata galaksinya menatap lurus ke arah kereta kencana yang kini mendarat perlahan, sepuluh meter di depan garis kematian yang ia buat.

​Pintu kereta terbuka. Seorang wanita turun dengan keanggunan yang bisa membuat dewa sekalipun menahan napas. Ia mengenakan gaun putih sutra yang menyapu tanah, wajahnya tertutup cadar transparan, namun matanya—jernih seperti telaga musim dingin—menatap Ye Xuan dengan rasa ingin tahu yang mendalam. Ia adalah Jiang Ziyan, Putri Suci dari Klan Jiang.

​"Tuan Muda Ye Xuan," suara Jiang Ziyan merdu seperti denting kecapi, namun mengandung wibawa yang tak terbantahkan. "Tolong turunkan pedangmu. Aku datang bukan untuk mengotori gaunku dengan darah."

​[Ding! Peringatan Sistem!]

[Analisis Target: Jiang Ziyan. Tingkat Kultivasi: Nascent Soul Tahap Puncak (Setengah Langkah menuju Spirit Severing).]

[Catatan Sistem: Hati-hati, Inang. Wanita ini cantik tapi mematikan. Dan omong-omong, dia memiliki aroma parfum yang sangat mahal. Jangan sampai Inang terpesona!]

​Ye Xuan menyeringai dingin. "Klan Jiang biasanya tidak peduli dengan urusan lembah terpencil. Apa yang membuat Putri Suci yang agung menempuh ribuan mil hanya untuk menemuiku?"

​Jiang Ziyan melirik tumpukan mayat di sekitar Ye Xuan tanpa sedikit pun rasa jijik. "Aku datang untuk membayarmu sebuah informasi. Informasi yang harganya lebih mahal dari seluruh nyawa yang kau ambil hari ini."

​Ia melambaikan tangannya, dan sebuah penghalang kedap suara berwarna biru muda menyelimuti mereka berdua. Ye Tian dan Qing'er tetap di luar, waspada.

​"Informasi tentang ibumu, Su Qingxue," lanjut Ziyan dengan suara rendah.

​Mendengar nama ibunya, aura ungu di sekitar Ye Xuan meledak secara spontan, membuat penghalang biru milik Ziyan retak halus. "Bicara. Di mana dia?"

​Ziyan sedikit terkejut dengan kekuatan aura Ye Xuan, namun ia tetap tenang. "Dia tidak berada di kediaman utama Klan Su. Setelah kau membangkitkan Tubuh Suci Kekacauan, mereka memindahkannya ke Penjara Bawah Tanah Sembilan Kesengsaraan di perbatasan Alam Surgawi. Tempat itu dibangun dari es abadi yang menyedot umur seseorang setiap detiknya."

​Ye Xuan mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. "Mengapa kau memberitahuku ini? Klan Jiang bukan badan amal."

​Jiang Ziyan mendekat, aroma harumnya kini memenuhi indera penciuman Ye Xuan. "Karena Klan Su mulai menjadi terlalu kuat dan sombong. Mereka berencana menggunakan darah ibumu untuk membangkitkan leluhur mereka yang tertidur. Kami, Klan Jiang, lebih suka melihatmu mengacaukan rencana mereka daripada melihat mereka menjadi penguasa tunggal Alam Surgawi."

​Ia menyerahkan sebuah jimat giok berbentuk bulan sabit kepada Ye Xuan. "Jimat ini adalah peta menuju lokasi penjara tersebut. Namun, kau harus tahu... ibumu hanya punya waktu kurang dari satu tahun sebelum jiwanya habis terserap oleh formasi penjara itu."

​[Ding! Misi Utama Diperbarui: Penyelamatan di Penjara Sembilan Kesengsaraan!]

[Batas Waktu: 365 Hari.]

[Hukuman Kegagalan: Penghapusan Garis Keturunan dan... Sistem akan mogok kerja selamanya.]

​Ye Xuan mengambil jimat itu, merasakannya dingin di telapak tangannya. "Satu tahun... itu lebih dari cukup bagi sekte mereka untuk hancur di tanganku."

​Ziyan tersenyum tipis di balik cadarnya. "Sombong sekali. Tapi aku menyukainya. Oh, satu hal lagi... Klan Su telah mengirim Tiga Jenderal Langit untuk memburumu. Salah satunya sudah berada di wilayah ini. Jika kau bahkan tidak bisa melewati mereka, jangan pernah bermimpi menginjakkan kaki di Alam Surgawi."

​Setelah mengatakan itu, Jiang Ziyan berbalik dan kembali ke keretanya. Sembilan merak cahaya mengepakkan sayap, membawa kereta itu kembali menembus awan secepat kilat.

​Penghalang suara menghilang. Ye Tian segera mendekat. "Apa yang dia katakan, Xuan'er?"

​Ye Xuan menatap jimat di tangannya, matanya berkilat dengan amarah yang dingin. "Ibu dalam bahaya, Ayah. Kita tidak punya waktu untuk bermain-main dengan klan kecil lagi. Kita harus menuju Kota Kekaisaran Langit untuk mencari sumber daya guna menerobos ke tingkat selanjutnya."

​Qing'er, yang kini telah menyatu sempurna sebagai roh pedang, muncul di samping Ye Xuan. "Tuan Muda, hamba merasakan aura yang sangat tajam mendekat dari arah utara. Sangat panas... seolah-olah matahari sedang turun ke bumi."

​Ye Xuan menoleh ke utara. Di langit, terlihat sebuah bola api raksasa yang meluncur jatuh menuju arah mereka. Itu bukan meteor, melainkan seorang pria berzirah emas yang berdiri di atas tombak api.

​"Tiga Jenderal Langit... datang secepat ini?" Ye Xuan mencabut Pedang Penghancur Surga dari tanah, aura ungunya kini bercampur dengan kilatan perak dari Esensi Darah Kekaisaran.

​"Bagus. Aku butuh batu asah untuk pedang baruku."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!