NovelToon NovelToon
NAMA KU QUEEN

NAMA KU QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan
Popularitas:658
Nilai: 5
Nama Author: Dewi ars

NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.

Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.

Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??

Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI TERLUKA

Film sudah berakhir, semua penonton terlihat puas. Queen dan erfan menyusuri koridor, langkah mereka terasa hangat di atas karpet berbulu. Erfan mengenggam tangan queen dengan erat, walaupun queen tidak membalas genggaman itu. tepat berada di ujung koridor, dua pasang mata bertemu dan saling memandang, keduanya cukup terkejut dan tertegun. 1 bulan tidak bertemu membuat keduanya seperti orang asing, hingga salah satu di antara mereka menyadari dan melihat genggaman tangan yang bertaut.

"mas abdi...." queen berbisik lirih.

Abdi kembali menetralkan jantungnya, dia mengulurkan tangan memberi salam pada queen

"apa kabar dek?, kamu terlibat sangat bahagia" kata abdi.

" aku baik mas, seperti yang mas lihat" jawab queen.

Abdi tersenyum dan melanjutkan kata-kata nya,

" cepat sekali dek kamu menemukan penggantiku, atau memang ini alasan sebenarnya kamu menolak menikah dengan ku?"

"aku...." belum sempat queen berkata, abdi sudah memotong.

"padahal kita sudah sejauh itu, kamu memilih mengakhiri, seperti tidak ada artinya hubungan kita" kata abdi.

" maaf mas, tapi aku...."

" Abdi... Sudahlah, kita kesini untuk mencari hiburan, kamu tidak perlu menanggapi wanita murahan seperti dia, sekarang kamu sudah melihat betapa murahnya wanita ini, jadi tidak perlu kamu bersedih apa lagi mengingatnya." wira berkata memotong ucapan queen.

Queen mau menjawab, tetapi mulutnya terkunci saat melihat abdi mengangguk-anggukkan kepala.

"jaga mulut mu bro, jangan berkata kotor pada wanita seolah hidupmu paling bersih" kata erfan.

"jangan ikut campur, kau tidak tahu wanita seperti apa yang ada di dekatmu" kata wira

Saat erfan akan menjawab, queen mencegahnya dan menggelengkan kepala. Queen merasa tidak perlu menjelaskan sesuatu pada orang yang sakit hati, queen malah khawatir terjadi perdebatan sengit di mall itu.

"ayo pergi dari sini mas, kita harus CHEK IN sebelum malam tiba!!!" kata queen.

Ucapan queen membuat kaget semua yang ada di situ, erfan terbengong dan bingung.

"chek in??? , ngapain???, rumah dekat dan hari juga masih siang" erfan bergumam.

Sedangkan abdi tangannya terkepal, rahangnya mengeras, emosi kembali menguasai dirinya, tetapi queen dengan sengaja langsung menarik erfan menjauh dari abdi dan temannya, dia tidak ingin membuat keributan, lagi pula hatinya sungguh sakit di katakan murahan, bahkan tidak ada sanggahan sama sekali dari abdi.

" aku memang murahan...." queen berkata dalam hati, dia teringat dengan desahan-desahan saat berada di bawah kungkungan abdi.

"kamu baik-baik saja??" tanya erfan

" emmm maaf queen, kita tidak usah ke hotel, jika kamu ada masalah dan butuh sendiri, kita bisa healing ke pantai atau ke gunung, aku temani" lanjut erfan tanpa bertanya siapa 2 laki-laki tadi.

" tidak mas, aku baik-baik saja. tidak ada niat tidur di hotel. Lagian besok kerja masuk siang " jawab queen dengan tegas.

"baiklah, kita mau pulang atau kamu mau kemana dulu??" tanya erfan

" aku mau pulang" jawab queen singkat.

Erfan paham kondisi queen, dia tidak bertanya lebih lanjut, lalu dia menarik queen menuju parkiran, queen berusaha melepaskan genggaman erfan, tetapi erfan tetap menggenggam tangan queen dengan erat. Seolah itu isyarat bahwa " kamu aman bersamaku".

Sementara itu... Masih di dalam gedung mall, abdi masih terdiam dengan rahang mengeras.

"kenapa tadi kamu bilang queen murahan wira??" akhirnya abdi berkata.

"bukankah wanita yang dengan mudah jatuh kepelukan laki-laki adalah wanita murahan abdi" jawab wira.

"apa yang kamu harapkan dari wanita seperti itu??" lanjut wira.

"queen tidak murahan, jaga mulutmu kalau kamu masih ingin kita berteman, dia wanita berharga yang aku cintai" kata abdi.

"jika dia bukan wanita murahan, dia pasti bersedia kamu nikahi setelah kamu menyentuhnya, tapi apa yang terjadi?? Dia malah dengan senang hati chek in di hotel bahkan saat kalian putus baru 1 bulan. Kamu kira ngapain laki-laki dan perempuan chek in hotel abdi?? Bahkan tidak ada rasa bersalah sama sekali saat berkata mereka akan chek in. Lalu harus di sebut wanita seperti apa?? Dia dengan mudah di masuki oleh laki-laki, jadi sebutan murahan sudah sangat pantas untuk wanita seperti queen" kata wira panjang lebar. Padahal wira salah satu laki-laki yang sempat menaruh hati pada queen sebelum queen jatuh kepelukan abdi.

Abdi kaget mendengar semua penhelasan wira.

"kamu...?"

" ya!! Aku tau apa yang kamu lakukan bersama queen, maaf abdi, jujur aku tidak sengaja pernah melihat kalian sedang ×××× saat aku akan mengambil laptop di kos mu." wira memotong ucapan abdi

Abdi menghela nafas panjang, tetapi dia tetap tidak terima queen di katakan murahan. Namun... disisi lain hatinya panas membayangkan queen chek in bersama laki-laki lain, dia bahkan tidak berani mengambil keperawanan queen demi bisa menikmati saat malam pertama, tetapi sekarang... membayangkan queen berada di bawah kungkungan laki-laki lain membuat darah abdi mendidih.

"kita pulang!" abdi berkata tanpa basa basi.

Wira menghembuskan nafas kesal nya, tetapi tetap menuruti perintah abdi untuk pulang. sampai di parkiran, wira meminta agar dia yang menyetir motor, abdi dalam kondisi emosi, wira tidak mau terjadi hal yang tidak di inginkan.

******

Sampai di rumah, queen langsung masuk tanpa menoleh pada irfan. erfan tidak marah, dia paham apa yang di rasakan queen, queen butuh waktu untuk sendiri. Erfan hanya berkata saat queen sudah membuka pintu,

"apapun yang terjadi, jangan merasa sendiri, hubungi aku kapanpun kamu butuh, aku ada untuk kamu, dan aku percaya pada mu" kata erfan.

Queen hanya menganggukkan kepala tanpa berniat menjawab. Dia lelah menjelaskan, dia memilih diam. Dia merasa bawah apa yang di katakan wira adalah benar, jadi tidak perlu mengelak atau menjelaskan.

Klek!! Pintu tertutup sempurna. Erfan yang masih berdiri di sana menghembuskan nafas beratnya, lalu perlahan menggerakkan kaki menuju motornya dan melesat pergi dari rumah queen.

Queen tertunduk menangis, hatinya sungguh sakit dengan perkataan wira, tetapi dia menampik kebenaran dari ucapan wira. Dia tidak merasa terhina, kenyataannya memang abdi sudah menyentuhnya, tetapi melihat abdi hanya diam saat dia di hina, membuat hatinya sangat terluka, queen beranggapan abdi membenarkan ucapan wira...

Pintu kos abdi terbuka, abdi masuk tanpa menawari wira untuk ikut masuk, lalu abdi menutup pintu, wira melihat itu hanya terdiam, lalu berputar meninggalkan area kos abdi. Di dalam kamar itu... Abdi berteriak, membuang semua barang yang ada di meja. Sungguh hatinya sakit yang teramat dalam melihat queen bergandengan tangan dengan laki-lain, bahkan memberitahu bahwa mereka akan chek in. Dia yang selalu berusaha memuaskan queen tanpa merenggut kegadisannya, membuatnya panas hati. Terasa tercabik cabik. Ada rasa menyesal kenapa tidak sekalian dia mengambil semua yang ada pada queen, harusnya dia mengambil semua agar tak ada alasan queen lari darinya, dan tidak ada laki-laki yang mau bersentuhan atau menjalin hubungan dengan queen. Begitu pikiran abdi yang melintas di sela-sela emosi yang menguasainya.

Dua insan ini larut dalam luka akibat asumsi dari masing-masing pikiran mereka. Bahkan salah satu dari mereka mengikis habis cinta yang tersisa karena sakit hati merasa terhina. hari yang seharusnya membuat mereka terhibur, menjadi hari mengulang luka.

Bagaimana selanjutnya mereka merajut luka itu?? Memulihkan sakit yang mengoyak hati...

Author menulisnya sambil tahan nafas ini, seakan ikut merasakan sesak, untungnya ada nafasin sebagai obat sesak ini.... Bercanda ya guys... Selamat membaca... Semoga terhibur...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!