NovelToon NovelToon
PUNCAK TAHTA CEO MUDA & DETEKTIF R

PUNCAK TAHTA CEO MUDA & DETEKTIF R

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Transmigrasi / Sci-Fi
Popularitas:85
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Feng Yan tidak menyangka kasih persaudaraan berakhir dengan maut. Dibuang, dihina, dan nyaris mati di tangan Feng Yao, ia bersumpah untuk kembali. Bukan sebagai pecundang, melainkan penguasa kegelapan yang siap merebut kembali takhta CEO-nya.

Bersama Rendy si ahli strategi, Reyhan sang pakar IT, dan pengacara tegas Lin Diya, Feng Yan menyusun rencana kehancuran mutlak. Di balik gemerlap dunia korporat, sebuah permainan detektif dimulai untuk membongkar dalang pembantaian keluarganya.

Feng Yao boleh berkuasa sekarang, tapi Feng Yan sudah menyiapkan liang lahat untuknya. Siapakah yang akan bertahan di puncak tertinggi? Balas dendam ini baru dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duel di Dermaga Berdarah

"Sialan!" Sekretaris Han memaki saat pemancarnya meledak berkeping-keping. Tanpa alat kontrol itu, asap hitam yang menjadi senjata andalannya hanyalah debu karbon yang tak berguna di lantai gudang.

Han mencoba melarikan diri melalui pintu belakang dermaga, namun ia meremehkan satu hal: kecepatan seorang pengacara yang sedang marah karena gaun mahalnya kotor.

BZZZZTTT!

Diya menembakkan pistol kejut listriknya tepat ke punggung Han. Arus tegangan tinggi itu membuat tubuh Han kaku seketika dan jatuh tersungkur di atas tumpukan palet kayu.

"Itu untuk biaya dry cleaning gaunku, Han!" teriak Diya dengan napas terengah-engah.

Feng Yan mendarat dengan anggun di samping Diya, aura emas di matanya perlahan memudar, menyisakan tatapan tajam yang tertuju pada Kotak Pandora yang masih tergeletak di meja. Ia segera menutup kotak itu dan menguncinya dengan liontin di lehernya.

"Secara logika, Han... kau hanyalah pion," ucap Feng Yan sambil berjalan mendekati Han yang masih gemetaran karena sengatan listrik. "Siapa yang memberimu teknologi Chip Frekuensi Jiwa ini? Kakekku sudah menghancurkan semua catatannya puluhan tahun lalu."

Han tertawa getir di sela-sela rasa sakitnya. "Kau pikir... kau satu-satunya pewaris darah Feng yang sakti, Yan? Di luar sana... ada seseorang yang menyebut dirinya 'Penyunting Takdir'. Dia yang membukakan jalan untukku."

"Penyunting Takdir?" Diya mengernyitkan dahi. "Kedengarannya seperti nama akun media sosial yang alay, tapi auranya berbahaya."

Tiba-tiba, permukaan air di dermaga bergejolak hebat. Sebuah kapal selam mini berwarna hitam legam muncul ke permukaan tepat di samping gudang. Pintu kapal itu terbuka, dan beberapa pria bersenjata lengkap dengan seragam taktis tanpa logo langsung melepaskan tembakan ke arah mereka.

"Diya, tiarap!" Feng Yan menarik pinggang Diya dan berguling di balik kontainer besi.

Suara peluru yang menghantam besi kontainer terdengar seperti hujan badai yang mematikan. Feng Yan mengeluarkan sebuah koin perak dari sakunya, menjentikkannya ke udara, dan seketika koin itu pecah menjadi belasan jarum energi yang melesat membalas tembakan musuh.

"Reyhan! Kau di mana?!" teriak Feng Yan melalui alat komunikasi di telinganya.

"Kami terjebak di gerbang luar, Yan! Ada dinding energi transparan yang menghalangi jalan kami! Ini bukan teknologi biasa, ini sihir digital!" suara Reyhan terdengar penuh gangguan statis.

"Sial," umpat Feng Yan. Ia menatap Diya. "Mutiara, dengarkan aku. Kapal itu datang untuk menjemput Han dan kotak ini. Aku akan memancing perhatian mereka ke arah dermaga timur. Kau bawa Kotak Pandora ini dan lari ke arah mobil. Kuncinya ada di laci dashboard."

"Lalu Anda bagaimana?!" Diya mencengkeram lengan jaket Feng Yan. "Anda tidak bisa melawan kapal selam sendirian!"

Feng Yan tersenyum miring, lalu ia mengecup singkat kening Diya—sebuah tindakan yang sangat tidak logis di tengah baku tembak, tapi berhasil membuat Diya mematung sejenak. "Aku adalah Feng Yan. Secara logika, aku tidak bisa mati sebelum melihatmu memakai gaun pengantin di sampingku. Sekarang, LARI!"

Feng Yan melompat keluar dari persembunyian, melepaskan gelombang energi emas yang sangat besar ke arah kapal selam itu, menciptakan ledakan cahaya yang membutakan mata para penyerang.

Diya tidak membuang waktu. Ia menyambar Kotak Pandora, mengangkat rok gaun merahnya yang sudah robek, dan berlari sekencang mungkin menuju mobil sport perak mereka. Di belakangnya, ia bisa mendengar suara dentuman kekuatan Feng Yan yang beradu dengan senjata canggih musuh.

Namun, saat Diya hampir sampai di mobil, sesosok pria berjubah abu-abu berdiri menghalangi jalannya. Pria itu memegang sebuah tablet transparan yang memancarkan cahaya ungu.

"Nona Lin Diya," ucap pria itu dengan suara yang sangat tenang. "Secara hukum, benda di tangan Anda adalah properti milik 'Masa Depan'. Serahkan secara sukarela, atau saya harus menghapus data hidup Anda sekarang juga."

Diya berhenti, ia mengatur napasnya dan menatap pria itu dengan berani. "Maaf, Tuan Jubah Abu-abu. Tapi menurut pasal satu kontrak takdir saya... saya dilarang menyerahkan apa pun kepada orang yang tidak punya selera fashion seperti Anda!"

Diya mengangkat pistol kejutnya lagi, tapi pria itu hanya menjentikkan jarinya. Pistol itu mendadak panas dan meleleh di tangan Diya.

"Logika Anda menarik, tapi tidak cukup untuk melawan saya," ucap pria itu sambil melangkah maju.

Di saat genting itu, sebuah suara raungan mesin mobil terdengar dari arah belakang. Mobil sport perak Feng Yan meluncur sendiri tanpa pengemudi—dikendalikan secara otomatis oleh sistem 'Akses Langit' milik Feng Yan—dan menabrak pria berjubah itu hingga terpental ke tumpukan tong kosong.

"Masuk, Diya!" suara Feng Yan terdengar dari speaker mobil.

Diya langsung melompat masuk ke kursi pengemudi. Pintu menutup otomatis. "Tuan Feng?! Di mana Anda?!"

"Aku ada di atap kontainer! Jalankan mobilnya menuju gerbang! Aku akan melompat saat kau lewat di bawahku!"

Diya menginjak pedal gas sedalam-dalamnya. Mobil itu melesat seperti peluru. Di atas sana, Feng Yan melakukan aksi terjun bebas yang sangat gila, mendarat tepat di atap mobil yang sedang melaju kencang, lalu masuk melalui sunroof dengan sangat mulus.

"Gila! Anda benar-benar gila!" teriak Diya sambil menyetir dengan ugal-ugalan keluar dari dermaga.

"Tapi kau menyukainya, kan?" sahut Feng Yan sambil menyeka darah di sudut bibirnya, wajahnya tampak sangat puas.

Mereka berhasil keluar dari dermaga tepat saat kapal selam itu meledak karena sabotase energi yang ditinggalkan Feng Yan. Kota Metropol masih berdiri, tapi mereka tahu, perang yang sebenarnya melawan "Penyunting Takdir" baru saja dimulai.

Dan bagi Lin Diya, menjadi "Permaisuri" ternyata jauh lebih banyak aksi baku tembaknya daripada duduk manis di kursi kantor.

1
BlueHeaven
Penyelusup apa ya thor
Diah nation: penyelusup kaya pelakunya (khianat )..kalau penyusup itu mengamati itu perbedaanya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!