NovelToon NovelToon
Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Istri Tengil Duda Mapan (Mateng Dan Tampan)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Duda / Romansa / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:32.1k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Putus cinta membuat seorang gadis bernama Emeery menerima perjodohannya dengan seorang duda beranak dua. Namun, sikapnya yang tengil membuat sang duda pusing tujuh keliling, akankah Emeery mampu menaklukkan dinding es suaminya, yang bahkan belum move on dari sang mantan?

Kalau ada, sembilan duda ~
Mau duitnya saja, semuanya ~
Ini dada, isinya duit semua ~

Penasaran dengan kisah mereka? Ikuti ceritanya di sini🤗

Jangan lupa follow
Ig @nitamelia05
fb @Nita Amelia
TT @twins✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Cari Minuman Dingin

Tatapan Mona semakin lekat mengarah kepada Gerry, membuat mata semua orang tertuju pada pria itu. Gerry perlahan berdiri dan hanya bisa mematung, sedangkan Mona sudah mendramatisasi situasi, berjalan dengan lelehan air matanya yang mengalir di kedua pipi.

Jerry—sebagai ayah sekaligus pemangku hajat ingin segera bertindak mengusir Mona, dia harus menjaga martabat keluarganya di depan besan dan para tamu undangan, tapi tangannya ditahan oleh Alessandro, sahabatnya. Kali ini mereka harus membiarkan Gerry yang menyelesaikan masalahnya sendiri, karena keputusan ini dia ambil secara sadar.

"Nggak usah ikut campur," kata Alessandro dengan tegas.

Sementara itu, Emeery yang awalnya tersenyum ceria kini langsung berubah raut kebingungan. Dia menatap Mona dan Gerry secara bergantian. Siapa wanita ini? Dan apa yang sebenarnya terjadi?

"Kak, ini—" Suara Mona tertahan di tengah tenggorokan, dia tercekat-cekat setelah menyadari bahwa hari ini adalah hari pernikahan kekasihnya. Dia ditinggal nikah.

"Kacau sih kalo sampe si Curut luluh sama air mata palsunya," bisik Edo kepada Ghara sambil terus menonton pertunjukan yang entah bagaimana endingnya.

"Kita liat segimana beg0nya nih bocah," balas Ghara sengaja dengan suara keras, hingga beberapa orang melirik ke arah mereka. Bahkan mungkin Gerry juga mendengar, karena tiba-tiba suasana gedung menjadi sangat sunyi. Hanya ada suara isak tangis Mona yang mendominasi.

Mona sudah membuka mulut lagi untuk melanjutkan ucapannya, tapi kalimat-kalimat itu kembali tertelan secara cepat, secepat Gerry menarik pergelangan tangan Emeery hingga gadis itu berdiri berhimpitan dengannya.

"Kenalin ini istri aku," ucap Gerry memperkenalkan Emeery, seraya tangannya mengapit pinggang ramping gadis itu.

Deg!

Jantung Emeery seperti berhenti beberapa saat, dia mengerjap tak percaya. Orang-orang yang sudah cemas dan was-was langsung melongo sekaligus lega mendengarnya, karena ternyata Gerry bukanlah seorang pengecut.

Meski Emeery bukanlah pilihannya, tapi setelah tangannya menjabat tangan Bryan, dia sadar bahwa tanggung jawab gadis itu telah beralih padanya. Jadi, dia harus menjaga martabat dan harga diri istrinya di depan semua orang, termasuk Mona.

Mona langsung memukul-mukul dadanya yang terasa sesak, berharap apa yang dia dengar barusan hanyalah dongeng semata. Namun, kenyataannya dia telah terlambat.

"Bohong!" tandasnya sambil menunjuk.

"Maaf, aku nggak tahu kamu siapa. Tapi aku emang istri Om Gerry, nih penghulunya masih ada," balas Emeery dengan polos sambil menunjuk pak penghulu di depannya. Banyak yang menatap miris sekaligus lucu secara bersamaan.

"Tapi Kak Gerry itu pacar aku," timpal Mona sesenggukan. Namun, siapa peduli? Ijab qobul telah dilangsungkan, dan Emeery sudah sah menjadi istri Gerry baik secara agama maupun negara.

"Kamu salah, kita udah putus!" tegas Gerry, lalu dengan cepat mengajak Emeery ke atas pelaminan.

Jleb!

Mendengar itu emosi Mona makin naik, dia ingin mengacau dengan berlari mengejar Gerry dan Emeery, tetapi kedua tangannya langsung ditahan oleh pihak keamanan yang dipanggil Nino.

"Lepasin aku, aku belum selesai bicara," rengek Mona sambil meronta-ronta. Bukannya mendapatkan apa yang dia mau, kini dia malah dibuat malu. Sementara itu Anjas hanya menonton, padahal sejak di perjalanan tadi dia sangat mendukung rencana Mona untuk mengobrak-abrik acara ini.

Akhirnya Mona terusir, sedangkan pesta pernikahan berlanjut dengan meriah, meski perasaan Gerry sedikit kacau. Namun, melihat anak-anaknya ceria, dia jadi ikut tersenyum. Apalagi melihat aksi Emeery dan ketiga sahabatnya yang menguasai panggung, geleng-geleng kepala pokoknya.

*

*

*

Semua rangkaian acara sudah selesai. Akan tetapi beberapa keluarga inti ada yang menginap di hotel, termasuk Emeery, Gerry dan kedua anak mereka.

Dengan santai Emeery mandi dengan air hangat untuk merilekskan tubuhnya, dia begitu lama karena harus membersihkan sisa make up. Hingga pada saat dia keluar, Gerry tertidur di sofa.

Ceklek!

Gerry langsung tergugah mendengar suara pintu, melihat Emeery yang mungil dengan rambut basahnya dan kulit yang segar bugar.

Dia menelan ludah dan berpaling. Menyadarkan diri untuk tidak memangsa si kancil yang tidak mungkin bisa mengenyangkannya.

"Kenapa begitu? Kita udah suami istri, katanya boleh kok pake handuk kimono di depan suami begini, jadi aku nggak salah," kata Emeery yang menyadari Gerry sedang berusaha menghindarinya.

Kening Gerry mengerut.

"Ya terus?"

"Ya biasa aja dong ngeliatnya. Pokoknya mulai hari ini kita harus membiasakan diri masing-masing, okey?" balas Emeery sok-sokan mengajari. Padahal dia belum ada satu hari menjadi seorang istri.

Gerry berdecih kecil sambil tersenyum miring. Dari pada buang-buang waktu, lebih baik dia pergi untuk bertemu sahabatnya dan kembali saat Emeery sudah tertidur.

"Eh mau ke mana? Om—eh Kak Gerry nggak mandi?" tanya Emeery melihat Gerry beranjak, tapi tidak pergi ke kamar mandi.

"Aku mau cari minuman dingin," jawab Gerry.

"Minuman dingin? Aku juga mau dong, Kak, sekalian cemilannya ya," balas Emeery dengan antusias. Tak bisa bohong, perutanya masih lapar karena selama acara dia hanya makan sedikit.

'Sial, kenapa dia bisa santai begini, sementara gue malah kalang kabut sendiri.'

"Pesen aja sama pihak hotel, kemungkinan aku lama di luar," ujar Gerry sambil lanjut melangkah. Emeery langsung menggembungkan pipinya, tapi tidak menahan pria itu.

***

"Bisa-bisanya malaam pertama bini malah ditinggal, waras lu?" ujar Edo sambil menatap sang sahabat yang terlihat sangat kusut. Di meja sudah ada beberapa kaleng soda kosong, Gerry yang menghabiskannya.

"Nggak tahu lah, Do, Megumi mah normal pengen, tapi otak gue nggak sinkron. Apalagi dia keliatan bocah banget begitu," balas Gerry sambil menenggak lagi. Apalagi saat mengingat tingkah Emeery yang polos dan menjengkelkan.

"Yeh jangan salah, yang begitu justru yang gurih," timpal Ghara terkekeh, untuk masalah begituan, nih dia empunya.

"Itu buat lu yang sangeeean!" umpat Gerry menatap sinis. Namun, Ghara malah tertawa keras.

"Ke bini sendiri kenapa nggak ya, Do?" balas Ghara mencari pembelaan. Edo yang ada di tengah-tengah hanya nyengir sambil manggut-manggut. "Lagian gue berani taruhan kalo lu yang bakal jatuh cinta duluan sama tuh bocah. Pegang omongan gue!" Lanjutnya seraya beranjak dari tempat duduk.

"Dih sok tahu!" ketus Gerry.

"Mau ke mana lu?" sambar Edo melihat Ghara yang ingin keluar dari ruangan.

"Mau ngulang malam pertama sama Mommy-nya Amora," jawab Ghara dengan tampang meledek ke arah Gerry, dan langsung mendapat lemparan kaleng kosong.

Buk! Klontang ...

"Sialan lu, Ghar!"

Sementara di hotel. Emeery yang mulai bosan justru mengundang kedua anaknya untuk bermain kartu, siapa yang kalah maka harus rela wajahnya dicoret-coret pakai lipstik.

Pukul 11.30 malam. Wajah Sansan sudah full berwarna pink dan tepar di atas ranjang, disusul Emeery yang mendapat 7 kali kekalahan, sementara Ethan baru 2 kali.

"Memangnya Daddy ke mana sih?" tanya Ethan sambil menyusun kartu di tangannya. Memutar otak supaya bisa menang lagi.

"Cari minuman dingin," balas Emeery, fokus juga.

"Tapi pulang ke sini kan?" tanya Ethan lagi.

"Ya iya dong, terus pulang ke mana? Kan istrinya di sini," jawab Emeery masih belum mengalihkan pandangannya dari kartu.

"Oh, berarti kalian sudah berniat untuk membuat adik kami?"

Deg!

Pertanyaan kali ini tiba-tiba membuat sekujur tubuh Emeery menjadi kaku. Dia melirik Ethan yang bicara tanpa ekspresi. Apa? Membuat adik?

***

Bikinlah, Mer, pake adonan martabak 🤣

1
enur 🍀⚘
Anjas kamu berani membantu Mona ?? siap2 kamu kena semburan Gerry dan Emeery 🤣
enur 🍀⚘
Magumi yang semalem masuk goa kamu Mer 🤭 itu tuuh adik kecil ny Gerry 🤣
enur 🍀⚘
seperti ny pancingan Emeery berhasil nih 🤭 Mer jan salahin Gerry ya ,jika sekarang Gerry bakal melahap mu 🤣
enur 🍀⚘
kurang lah Gerr ,, yang bener tuh tium dahi tium pipi dan tium bibilll 🤭
Ayna Adam
Megumi kok blm update lagi kak?
Susma Wati
anjas bodoh cuma di bayar sama mona segitu, minta bayaran ke geey lebih buat jauhnya mona dari gery dan keluarga nya pasti lebih bamyak dikasih nya
Ny Rudi Harianto
jgn d bantu njas....bisa repot urusan nya.... lagian Gery udah main² sma Megumi nya bahkan si Mery udah kenal loh.....jgn buat masalah sma Gery ...bahaya
Ny Rudi Harianto
🤣🤣🤣🤣 punya nma unik si Otong ah.....sampai gak kenal siapa megumi
Radya Arynda
ya alloh pelakor kok murah banget sampek ngeluari uang,,dokter kok gatel🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
anjas anjas
Rita
😂😂😂😂😂😂
Rita
😂😂😂😂😂😂😂
Dew666
💜💜💜
enur 🍀⚘
yeeee ternyata yang datang bukan Gerry 🤭 tapi jika Anjas ngomong begitu ke Mona dan Emerry tau ..bisa2 nanti salah paham 🙄
enur 🍀⚘
jangan Gerry ,, jangan Gerry ,ngapain Gerry ke sana ?? gak nyambung 🤣
Maharani Rani
lanjutt kak🤣🤣🤣🤣❤️❤️❤️
Maria Kibtiyah
mampus anjas jd repot sndr kan
Rita
berasa dapat jackpot
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
kapokkkkk! salah sendiri berulah, sekrang urusin sendiri noh mona 😂
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
dihhhh 🙄 kemarin2 saja bilangnya enggak mungkin Ehem2 sama merry. sekarang setelah tahu rasanya, malah ngajakin terus 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!