Anne seorang single mom yang berjuang membesarkan putranya semata wayang. Dan ia bertemu kembali dengan sahabat sekaligus cinta pertamanya dahulu yaitu Byan. Awalnya mereka bersahabat tapi lama kelamaan timbul rasa suka. Tetapi keduanya terpisah karena ada salah paham. Tahun tahun berganti mereka di pertemukan lagi dan memulai kisah yang baru. Melanjutkan cinta yang sempat tertuda sekian lama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shusia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12 # Selepas Kau Pergi
Air mata Anne semakin tak terbendung ketika selesai membaca surat yang di tulis oleh Byan untuknya. Hari ini ia tak semangat kemana mana,hanya duduk di rumah saja. Bahkan ia juga malas memegang handphonenya.
Ke esokan harinya, Anne mengantar Abby kesekolah lanjut ke tempat usahanya. Matanya masih bengkak gara gara seharian kemarin menanggis.
" Kirain mbak Anne ga kesini, kemarin siang ada yang nyariin mbak,jelas Tanti."
" Tamu dari mana?"
" Dari sekolah mana ya kemarin, tapi hari ini katanya mau kesini lagi."
" Oke, aku ke atas dulu ya. Kalau ada tamu panggil aja."
"Mbak habis nanggis ya, tanya Ayu."
" Iya itu Yu, habis di tinggal ayang bebnya."
" Ayang beb dari hongkong, kalian bisa aja. Dia cuma teman kok ga ada yang lebih."
" Teman tapi menikah bisa kok mbak, goda Tanti."
" Tunggu tanggal mainnya ya, kata Anne dan langsung meninggalkan kedua karyawannya yang tertawa karena sukses menggodanya."
Baru saja ia duduk, Ayu sudah naik ke atas memanggilnya karena ada tamu.
" Mbak Anne di cari sama mbak Inez, kata Ayu."
" Langsung suruh naik aja ya Yu, ujarnya."
Tak lama kemudian Inez masuk ke ruangan Anne.
" Jahatnya, udah tahu perut aku udah sebesar ini masih di suruh naik turun tangga,gerutu Inez."
" Maaf maaf, habisnya aku juga baru sampai sini kok."
" Kemarin seharian kemana di telpon ga di angkat di chat ga di balas juga. Terus itu kenapa mata sampai bengkak kaya gitu?"
" Lagi males pegang handphone, mau tahu aja apa mau tahu banget ?"
" Habis di sakiti lagi sama mantan suamimu,cerita sama aku."
" Bukan dia kok Nez, cuma kemarin itu aku habis ngantar Byan berangkat tugas sama mama papanya. Awalnya aku biasa saja toh kita udah baikan tapi setelah Byan pamitan seketika berubah jadi drama."
" Emang kenapa ada mantannya juga disana?"
" Ga kok Nez,dia pesan sama aku buat menunggunya kembali sambil ngasih ini, kata Anne sambil memberikan surat dari Byan."
Karena penasaran Ines langsung merebut surat itu dari tangan Anne. Dengan saksama ia membaca baris demi baris untaian kata itu. Sesekali ia melirik sahabatnya yang duduk di sampingnya.
" Ini gila benar benar gila, kenapa ga dari dulu saja kalian itu terus terang sama perasaan masing masing. Pasti sekarang kalian sudah hidup bahagia bersama."
" Kan kamu sendiri tahu Nez kemarin aku habis perang sama dia."
" Kalian perang itu karena gengsi buat ungkapin perasaan masing masing. Sekarang keputusannmu bagaimana yakin mau nungguin dia?"
" Yakin ga yakin sih Nez, soalnya dia kerja jauh terus aku juga ga tahu disana dia ada pacar apa ga. Yang jelas aku ga mau banyak berharap sama dia. Kalau memang dia jodohku ya pasti bakal bersama."
" Kok gitu, bukannya dulu kamu berharap bisa hidup bersama ya."
" Itukan dulu Nez sekarang belum kepikiran buat kesana.Ngomong ngomong tumben pagi pagi udah kesini emang ga ke resto?"
" Nanti siangan dikit, lagi ada perlu nih sama kamu."
" Perlu apa nih, kayanya penting gitu sampai datang kesini."
" Mau bikin sragam buat karyawan sama bikinin bedong buat bayi donk."
" Bukannya baru aja bikin sragam ya ko udah ganti lagi. Emang udah berapa bulan kok mau bikin bedong segala. Lagian kenapa ga beli jadi ajakan lebih praktis."
" Udah 8 bulan tahu, bentar lagi udah lounching nih bayi. Aku pengen bikin sendiri ,lusa aku ajak buat beli kain ya."
" Beli sendiri aja kenapa, kerjaanku baru banyak."
" Ah ga mau pokoknya sama kamu,kan kamu bisa sekalian beli perlengkapan jahitnya."
" Suka maksa nih calon emak emak, tapi jangan lusa hari sabtu aja kan Abby libur bisa berangkat pagi."
" Oke kita ke Solo kalau ga ke Semarang ya biar puas nyari kainnya."
" Toko kain disini kan banyak kenapa harus sampai sana sih."
"Biar sekalian jalan jalan, nanti kalau nih bayi udah keluar kan bakal jarang aku jalan jalan."
" Iya dech bumil untuk kali ini aku turuti."
" Nah gitu dong,seru Inez lalu memeluk Anne."
" Udah aku mau jemput Abby dulu kasihan kalau nunggu kelamaan."
" Oke, aku juga mau langsung ke resto kasian suami di sana sendiri, pamitnya."
Kedua sahabat yang selalu kompak walaupun kadang berselisih paham tapi tak membuat keduanya bertengkar. Persahabatan yang di mulai beberapa puluh tahun itu membuat mereka seperti keluarga.