Seorang CEO bernama Ani berenkarnasi ke dunia novel yang pernah dia baca, karena kecelakaan yang di alaminya, membuat Ani berenkarnasi menjadi wanita sampah yang bernama Lie.
Hukum rimba berlaku di dunia ini, di mana yang kuatlah yang akan bertahan hidup. Bukan hanya lemah tapi Lie bukan anak kandung keluarga Yuan, lalu siapa ayah Lie?Teka teki kehidupan baru Ani membuat Ani harus menemukan titik terang. Siapa ayah Lie sebenarnya? Mampukah Ani menemukan titik terang dari teka teki kehidupan Lie yang rumit? Mampukah Ani bertahan dengan dunia yang kejam ini sebagai Lie?
Jangan lupa dukung author terus ya.....
Terima kasih untuk pembaca setia...😘
Semoga bisa up terus......
Jika tidak setiap hari, 3 hari baru bisa up ya tolong maklumin saya 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yolanda94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Apa?"
Aku tersenyum pada nya yang melihat ku dengan tatapan penuh penasaran.
"Siapa kamu?"
"Kalah kan aku jika ingin tau siapa aku."
"Hahaha cukup menarik."
Dooaaar.... Ledakan!
Ledakan!
Ledakan!
Blash.... Api hitam di tanganku.
"A...Api.. Hi... Hitam?" Ular itu tergagap.
Ku lihat kursi penonton tercengang karena api yang aku keluar kan.
"Si.... Siapa kamu?" Tanya ular di depan ku dengan gugup.
"Mengaku kalah?" Ujar ku.
"Baik, aku mengaku kalah, aku akan ikut dengan mu."
Segera ku masukin api hitam lagi ke dalam tangan ku. Pertarungan ini selesai dengan lebih cepat sesuai perkiraan ku.
"Pe... Pemenang dari pertandingan ini, pemuda yang tidak di ketahui namanya, bisa kah aku bertanya pada mu tentang nama mu?" Tanyanya ragu-ragu.
Aku tersenyum pada MC acara dan mengatakan nama samaran ku.
"Nama ku Axie."
MC segera berteriak lagi.
"Nama pemenang hari ini yang berhasil mengalahkan beast ular yang terkenal racun pembunuhan nya adalah Axie, tepuk tangan untuk pemenang baru kita."
Sorak dari kursi penonton dan tepukan tangan mereka bergemuruh seperti petir di telingaku.
"Ayo pergi ular kecil."
"Iya."
Aku keluar dari arena menuju tempat pengambilan hadiah ku berupa beast ular yang tidak lain seorang pemimpin suku ular.
Aku meminta ular tersebut masuk ke dalam cincin ku begitu juga dengan ular putih yang selalu di leher ku. Aku keluar dari tempat tersebut untuk pergi makan di cafe yang ada di Kerajaan Roan. Aku memasuki cafe yang cukup rame. Segera aku duduk di tempat yang kosong.
"Silahkan tuan. " Pelayan tersebut meletakkan makanan.
Makanan di sini sangat enak wajar saja harganya mahal, hanya bangsawan yang datang ke cafe ini. Cukup menarik.
"Wangi ini sangat cocok untuk mu nona."
"Hahaha terima kasih."
"Nona, mau kah nona memberi tahu kami tentang wangi ini, apa ini parfum nona?"
"Tidak, ini sabun."
Sabun? Aku mencari sumber suara itu, wanita berambut emas dan putih, itu adalah wanita bangsawan yang membeli produk ku, akan ku dengar kan mereka mempromosi kan produk sabun ku secara tidak langsung, akan ku beri kan diskon untuknya jika dia membeli sabun lagi.
"Iya, wangi ini dari sabun, wangi yang dapat bertahan lama lebih dari parfum."
"Bener kah nona?"
"Iya, wangi ini tahan sampai 7 jam."
7 jam? Ternyata wangi yang ku kira hanya sampai 5 jam lebih ternyata lebih dari perkiraan ku, hahaha ini sangat bagus.
"7 jam? Di mana nona membeli sabun ini?"
"Maaf nona, aku juga tidak bisa mengatakan tentang penjual sabun ini karena dia berjualan keliling."
"Benar kah? Itu sangat di sayang kan."
"Tapi sepertinya penjual sabun itu ada di kafe ini, kami tidak sengaja melihatnya masuk ke sini."
"Benar kah? Di mana itu?"
"Kita lihat satu persatu yang datang ke kafe ini."
"Baik."
Mereka berusaha mencari penjual sabun tersebut, ini gawat untuk ku seperti buronan saat ini. Situasi yang sangat tidak aku ingin kan.
"Itu dia, yang duduk di lantai atas! " Teriak wanita bangsawan berambut putih.
Tak... Tak.... Suara kaki para wanita bangsawan yang menaiki anak tangga.
"Tuan, bisa kah menjual sabun pada ku."
"Aku ingin memiliki satu tuan."
Ini sangat merepotkan, aku akan berusaha tetap tersenyum.
"Maaf kan aku nona, produk yang aku miliki sudah terjual habis, aku akan menjual lagi bulan bisa kah nona menunggu saat itu?" Ujarku dengan wajah sedih.
"Aku ingin awal bulan depan, bisa kah?"
"Tentu."
"Kenapa tidak membuatnya banyak?"
"Maaf kan aku nona, bunga yang aku buat sabun semua aku dapat kan dari hutan yang tidak terkontaminasi oleh manusia dan itu sangat bagus untuk kulit wanita, sehingga wangi yang di hasil kan juga bisa bertahan lama."
"Aku mengerti kenapa sabun ini bisa bertahan selama 7 jam."
Wanita bangsawan berambut emas dan putih ikut duduk bersama para bangsawan yang ingin membeli sabun.
"Bisa kah kamu mendapat kan wangi terbaik?"
"Tentu saja jika itu ada di hutan nona, aku sudah membuat sabun dari kembang 7 warna, silahkan nona memperhatikan kulit putri mahkota Kerajaan Roan, kulitnya akan seperti kulit bayi sangat lembut dan juga bercahaya."
"Bisa kah menemukan itu lagi?"
"Jika aku menemukannya, aku akan membuat itu untuk para nona."
"Terima kasih."
"Sama-sama nona."
Aku akhirnya berakhir di meja para wanita bangsawan, aku sangat suka aroma dari wanita rambut putih ini karena ini sabun yang ku jual padanya begitu juga dengan wanita berambut emas.
"Aku permisi dulu nona."
"Baik lah."
Segera aku pergi dari cafe itu menuju gerbang untuk keluar dari Kerajaan Roan.
"3 keping emas."
3 keping? Saat masuk 2 keping kenapa saat keluar menjadi 3 keping? Ini bener-bener perampokan secara tidak langsung. Aku melempar uang 3 keping emas pada prajurit yang berjaga di pintu gerbang.
"Buka gerbangnya..." Teriak prajurit itu.
Kreeek... Gerbang pun terbuka bergegas aku keluar menuju hutan. Sesampai di hutan aku mencari hutan bambu dan bertemu dengan pria berjenggot panjang berwarna putih.
"Hohoho, akhirnya murid pertama ku sudah datang."
"Apa tidak ada murid mu selain aku?" Tanya ku.
"Tidak, aku tidak ingin kekuatan ku ini jatuh ke tangan yang salah."
"Kenapa memilih ku?" Tanya ku.
"Pertama panggil aku guru, kedua aku tidak memilih murid sembarangan karena alkemis adalah ilmu tertinggi yang bisa membunuh orang tanpa pisau, alkemis bisa membunuh dalam kesunyian tanpa ada yang mengetahui, tolong ingat itu."
"Cukup menarik."
"Bersedia kah menjadi murid pertama ku?"
"Tentu, guru." Jawab ku.
"Hahahaha, itu jawaban yang ku tunggu-tunggu, untuk seorang putri bangsawan kamu cukup tegas."
"Itu karena kehidupan malangku."
"Aku mengerti, pelajari yang ada di buku ini, buku ini juga mengajari kamu tentang api yang menjadi kekuatan abadi." Pria tua itu memberikan ku buku yang telah lusuh.
"Terima kasih."
Aku membuka isi buku tersebut, banyak sekali hal yang tidak aku ketahui, tanaman ini bisa ku jadi kan sebagai parfum dengan aroma vanila, ini akan menguntungkan ku.
"Latihan akan di mulai besok, bersiap lah."
"Baik guru."
Pria tua yang bernama Quan menghilang dari hadapan ku, segera aku keluar kan keluarga ular dari cincin dimensi ku.
"Manusia, akhirnya kamu mengeluarkan kami."
"Terima kasih manusia, Axie." Ujarnya.
"Nama ku Lie. " Jawabku.
"Lie?" Ular itu kaget mendengar nama ku yang ternyata bukan Axie.
"Iya." Jawab ku singkat.
"Siapa Axie?" Tanya ular tersebut dengan heran.
"Itu nama samaran ku." Jawab ku singkat.
"Aku mengerti manusia, Lie." Jawab pemimpin ular tersebut.
Aku tersenyum padanya saat mendengar jawabannya itu, hewan beast memang terkenal cukup pintar.
******************
To be continued.....
kl boleh saran.. nulisnya yg ikhlas jd berkah. InsyaAlloh akan dimudahkan segalanya.
roh naga main numpang tubuh lie
lanjut semangat