NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Pertempuran batin

...TOXICSERIES...

Drrt

Drrttt

Kai berdecak saat suara ponselnya terus berbunyi dari balik saku celana. Sedangkan tepat di depan sana ia hampir memenangkan balapan. Jeff tertinggal di belakang karena Kai berhasil menendang samping motor Jeff hingga Jeff jatuh dan tertinggal. Sedangkan Kai ingin cepat sampai karena merasa sesuatu hal terjadi, membuat perasaannya tak enak sedari tadi.

"OKEEE PEMENANGNYA KAI PERISAI PASUKAN 08!!!CONGRATS KAII PASUKAN DELAPAAAANNN!!!"

Kai yang baru turun dari motornya langsung di sambut oleh teman temannya yang lain. Mereka menyalami Kai bergantian bahkan Seno sampai merangkul pundaknya dan bertos ria pada sahabatnya itu. Sedangkan Ketua mereka, Zayn hanya tersenyum kecil tanpa mengucapkan apapun. Seolah sudah menebak jika anggotanya takkan bisa dikalahkan dengan mudah.

"WIHH KITA KEMANA ABIS INI??"

"BIASA! HOLLOWINGS DONGSSS!!"

"PARTY PARTY LAGI MALAM INI!!"

Kai tertawa melihat antusiasme besar para anggota. Bersamaan dengan itu pemandu balapan hari ini, seorang wanita dengan pakaian mini datang menyerahkan amplop coklat yang lumayan tebal padanya.

"Kalau kamu butuh yang anget anget, jangan lupa call aku ya Beb"Godanya mengedipkan sebelah matanya pada Kai sambil mengusap dada lelaki itu sebelum pergi menjauh.

"Satu dua nyanyi komang. Sikat Mang!!"Heboh Jevan. Kai terkekeh kemudian memasukkan amplop tersebut ke balik jaketnya.

"Bagi dikit Kai, buat party" Nego Seno menengadahkan tangannya.

"Yoi,sekalian buat lah buat makan makan di kantin besok pagi" Kali ini Jevan yang berulah. Kai memutar bola matanya malas, kembali mengeluarkan amplopnya lalu menghitung uangnya. Mata Jevan dan Seno sudah berubah hijau. Apalagi saat Kai memberikkan sebagian uang hasil balapannya pada mereka.

"YUHUU KAGAK CIU LAGI! KITA MINUM COCKTAIL MALAM INI"

"YUHUUUUU"

"LO ASYIKKK BANG!!!"

"BUNGKUS LO SEMUA! GUE BAYARIN!!"

Kai menggelengkan kepalanya hendak memasukkan kembali uangnya namun malah disambut uluran tangan dari Gio.

"Pemalakan apalagi ini?" Ujar Kai, menaikkan alisnya. Gio menatap Kai penuh maksud.

"Bayar kas Pasdela. Inget? 10 persen hasil balap itu punya Pasdela" tukas Gio. Kai memutar bola matanya malas lalu menyerahkan beberapa lembar uang merah itu pada wakil ketua gengnya.

"Gitu dong" balas Gio.

"Preman lo semua" Gio terkekeh kemudian berjalan menjauh sambil memasukkan uangnya kedalam saku. Bersamaan dengan itu Zayn mendekat lalu menepuk pundaknya.

"Minta berapa lo?" todong Kai. Bukannya menjawab pertanyaan Kai, Zayn malah menunjuk motor Jeff yang baru saja datang dengan dagunya.

BRAK.

Tanpa mematikkan mesin motornya. Jeff yang baru sampai garis finnish

Langsung membanting helmnya kemudian berjalan kearah Kai. Dan secara tiba tiba lelaki itu membogem wajah Kai hingga Kai jatuh ke tanah.

"WOY APA APAAN LO BANGSAT?!" Murka Zayn menarik kerah Jeff. Jeff tertawa sumbang sambil menatap Zayn tak kalah nyalang.

"Lepasin Anggota gue" desis Shakka yang datang melihat Jeff hendak dihabisi oleh Rivalnya.

BRUKK.

"Kebetulan ada lo disini" Ujar Zayn meregangkan ototnya saat melihat Shakka.

"Si anjing itu main curang!" Tukas Jojo dari arah belakang Shakka. Netra Zayn menajam begitupun anggota yang lainnya. Kai bangkit kemudian berdiri tepat di samping Zayn.

Seketika aura sekeliling mereka menegang saat dua Geng antar sekolah itu saling menghunuskan tatapan permusuhan.

"Curang? Ngomong aja lo gak terima kalah!" Sahut Jevan. Jojo menunjuk Jevan sambil memelototkan matanya.

"Heh Lo diem ya!"

"Lo yang diem anjing!" Sahut Seno tak kalah panas. Menunjuk Jojo. Orion seketika menepis tangan Seno dari temannya.

"Apa buktinya anggota gue curang?! Tunjukkin ke gue buktinya!" tantang Zayn. Dada Shakka sudah naik turun tak beraturan. Lelaki tinggi itu menaikkan tangan jaketnya hingga setengah lengan.

"Dia nendang si Jeff sampai Jatoh goblok! Masih butuh bukti?!" Teriak Bara. Gio terkekeh sinis. Dengan kedua tangan terlipat lelaki itu berujar.

"Lemah! No pict, hoax!"

"CUAKSSS" Sorak para anggota Pasdela mengejek pada Shakka dan kawan lawan sambil memberikkan umpatan umpatan dan jari tengah.

Jeff yang tak tahan melihat kesombongan musuhnya lalu maju dengan tak terima.

"ANJING LO SENGAJA KAN?!!" Kai melepas cengkraman Jeff pada kerah jaketnya.

"Masih gak terima? Pecundang!" Jeff kembali membogem wajah Kai namun berhasil ditepisnya dengan cepat.

"Langsung aja anjing! Yang jelas gue gak terima sama permainan licik lo!"

"SERANG MEREKA!"

Membawa ketidakadilan dan tak terima kekalahan atas dasar kecurangan. Pasbara menyerang musuhnya lebih dulu yang dibalas dengan berani oleh Pasukan 08. Mereka saling menyerang satu sama lain, bahkan beberapa diantaranya berani mengeroyok anggota yang dirasa salah.

Zayn dan Shakka saling memukul satu sama lain. Walau di awal permainan tadi, Zayn sudah berhasil menendang perut Shakka. Namun ketua Pasbara itu tak tumbang.

"Berdiri lo lemah!"Angkuh Zayn saat Shalka terjatuh.

"Bacot lo anjing!" Shakka menendang wajah rivalnya hingga terhuyung kebelakang dan dagunya terluka.

Disisi lain juga ada Jojo yang bergulat dengan Jevan. Lelaki gondrong itu beberapa kali memghabisi Jevan dengan brutal namun Jevan justru mudah menghindar dan selalu memukul tepat pada titik sensitif Jojo.

"Main lo Boleh juga, banci"Hina Jojo dengan nafas memburu. Jevan tertawa, posisinya yang semula jatuh dengan cepat berbalik.

"Jangan salah, walaupun muka gue kaya opa korea. Tapi tenaga gue setara atlet MMA!" Racau Jevan setelah berhasil menendang Jojo hingga lelaki itu terbatuk. Seno yang melihat Jevan berhasil melumpuhkan lawan mengacungkan jempolnya. Berusaha menghindar dari serangan Orion.

"Heh Anjing!" Panggil Seno menggerakkan tangannya pada Orion. Lelaki dengan tampang datar itu tanpa pikir panjang hendak menendang perut Seno, namun lagi lagi Seno dengan tubuh besar nan kurusnya berhasil menghindar lalu berlari sekuat tenaga.

"Kalau lo bisa tangkap gue? Ini cepe buat lo!" Teriak Seno mengangkat uangnya. Melihat hal itu Orion bersiap menangkap namun dengan cepat Seno berlari. Dan kini keduanya kejar kejaran seperti tom and jerry

BUGH

BUGH

BUGH

Kai menyerang Jeff dengan teknik pencak silatnya. Jeff cepat menghindar dan sesekali memukul wajah Kai. Hingga wajah tampan lelaki itu terlihat kotor dengan noda keunguan.

"Lo pikir bisa kalahin gue hah?!" tukas Jeff melihat Kai yang terjatuh karena tentangannya pada wajah Kai. Nafas Kai naik turun tak beraturan, ia mencoba bangkit memegangi lututnya. Namun wajahnya terangkat menatap Jeff dengan datar.

"Bukannya, lo yang selalu kalah dari gue?" mendengar hal itu ingatan Jeff terputar pada seluruh ucapan ayahnya yang selalu mendewakan Kai. Emosi pada dirinya meningkat ia meraih kerah jaket Kai lalu memukul perut Kai hingga kembali jatuh kebelakang.

"Gue emang selalu kalah soal ayah. Tapi soal harga diri Pasbara? Gue gaakan kasih lo celah!"

BUGH.

Kai menahan kaki Jeff yang hendak menginjak wajahnya. Kemudian melompat, balik menendang dada Jeff.

Mereka kembali berseteru dengan mengerahkan tenaga mereka. Dapat di lihat masing masing emosi dalam diri Kai dan Jeff saling bergejolak. Untuk membuktikkan siapa yang lebih unggul dari keduanya. Bahkan sampai beberapa kali terjatuh pun keduanya berhasil bangkit dan saling menciptakan jejak pukulan di anggota tubuh lawan mereka.

"MATI LO SIALAN!"

"SEBELUM GUE, LO YANG MATI LEBIH DULU!"

"ARGHHH"

TRITTTT.

Suara sirine polisi menggema membuat semua orang disana saling berpandangan kemudian bangkit dengan tergesa. Takut tertangkap. Total ada 4 polisi datang dari 2 mobil berbeda siap lemparkan tembakan. Para anggota Pasdela yang memang unggul dalam pergelutan mereka malam ini. Bisa dengan cepat kabur dari sana. Menyisakan anggota lain yang lemah tak berdaya.

Begitupun Pasbara. Shakka dan anggota inti yang lain berhasil pergi namun menyisakan Jeff yang masih terduduk dan mencoba berdiri karena serangan Kai yang bertubi tubi padanya tepat saat sirine polisi terdengar.

"BANGSAT!JANGAN KABUR LO!" Jeff berlari akan menyusul Kai yang hendak melarikan diri. Namun tiba tiba tangannya sudah ditahan dan di borgol dari belakang oleh polisi yang berhasil menangkapnya.

DORR.

"JANGAN COBA COBA KABUR KALIAN HAH?!"

"WOYY!!"

Terlambat. Motor Kai berhasil pergi, menghindari tembakan polisi dengan hoki seumur hidup yang kepake sekali. Sedangkan Jeff menoleh memberontak saat tangannya ditahan oleh polisi yang menangkapnya. Netra lelaki itu menoleh ke kanan dan kekiri.

Tak ada satupun selain dirinya yang berhasil di borgol rapi.

Karena ternyata, ia tertangkap seorang diri.

...TOXICSERIES...

Sherra menatap genggaman di tangannya tanpa mampu mengeluarkan kata kata selain panjatan doa. Waktu sudah hampir tengah malam namun dokter masih belum seleaai memeriksa sang mama.

Beberapa kali ia menghubungi Kai. Lelaki itu tak kunjung mengangkatnya. Hingga ia kini menunggu hasil tes Mama Dinda sendirian.

Sambil mengusap air matanya kasar ia hanya bisa berharap jika Mama Dinda baik baik saja. Walaupun setengah hatinya riskan, merasa ada yang tak beres pada kondisi kesehatan Mamanya yang memburuk akhir akhir ini.

Cklek.

Pintu terbuka menunjukkan sosok dokter yang hendak pergi. Melihat hal itu Sherra dengan cepat menahannya.

"Dok bagaimana dengan keadaan Mama saya?" tanya Sherra takut. Takut terjadi hal buruk pada Mama Dinda.

"Kita bicara di ruangan saya" Sherra mangut kemudian mengikuti langkah dokter tersebut. Namun sebelum itu ia dapat melihat mama Dinda yang terbaring lemah dari jendela kamar IGD.

"Mama pasti baik baik aja kan??" Batinnya berharap dengan amat sangat.

...TOXICSERIES...

"Begini, melihat gejala yang terjadi pada pasien dan hasil pemeriksaan. Dengan berat hati kai memberitahukan, jika Pasien menderita Kanker Hati stadium akhir"

Netra Sherra terbelalak. Ia mencengkram roknya sendiri. Menumpu emosinya.

"Tapi Mama saya baik baik aja kan Dok? Mama saya masih bisa bertahan hidup? Tolong dok... Jawab iya" Dokter itu tersenyum kearahnya. Dengan parau ia menjawab.

"Mohon maaf, hanya sebagian orang penderita kanker hati terlebih stadium akhir yang berhasil hidup lebih dari dua tahun. Selebihnya para pasien hanya dapat bertahan kurang dari satu tahun" Kali ini emosi Sherra sudah tak terbendung lagi. Wanita itu meneteskan air mata setiap kali Dokter mengutarakan vonis sang Mama.

Gadis itu terisak sambil menutup wajahnya. Tak sanggup menerima keyataan jika Mamanya tak bisa hidup lebih lama jika tidak ditangani dengan baik.

...TOXICSERIES...

"Sherra!" gadis hazel yang baru saja keluar dari ruang dokter seketika menoleh ke asal suara. Yang ternyata dari Kai, sahabatnya itu datang kemudian membawa Sherra kedalam dekapannya.

"Kai...." Lirih Sherra menangis perih. Sakit saranya mendapati banyak plot twist hari ini. Sherra yang sedari dulu hidup dengan sang Mama tiba tiba tertampar keyataan jika Mamanya tak bisa bertahan lebih dari setahun ini. Kecuali Sherra punya uang untuk perawatan lebih lanjut.

Dan yang lebih sedih lagi adalah. Tepat setelah dokter berbicara tentang hal ini. Bersamaan dengan itu juga suster dari ruang rawat Mama Dinda mengabarkan jika Mama telah sadar namun kembali muntah muntah. Terpaksa dokter harus kembali ke ruangan. Memeriksa keadaan Mama lebih lanjut.

Sedangkan kaki Sherra sudah lemas saat mendapat jawaban dari dokter perihal biaya oprasi dan pengobatan sang Mama yang mencapai ratusan juta.

Jujur untuk mendapat 10 ribu dalam sehari saja, Mama Dinda dan Sherra terseok seok. Ini ratusan juta, Sherra harus mencari kemana?

Ia bukan orang yang mampu dalam finansial. Bahkan setelah ditinggal ayahnya pergi. Hanya Mama Dinda yang menyanggupi biaya hidup keduanya. Kini kondisi Mama Dinda memburuk. Lantas siapa lagi yang harus menanggung beban ini jika bukan Sherra?

"Mama sakit Kai.... Aku gatau harus gimana lagi"Isaknya di dada Kai. Lelaki itu mengusap surai sahabatnya lembut.

"Kamu jangan khawatir, masih ada aku disini. Aku siap bantu kamu"

Ya, atas apapun yang terjadi. Kalaupun suatu saat nanti Sherra ditinggal sendiri. Kai akan terus berada di samping gadis itu.

...TOXICSERIES...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!