Alisha Inara gadis cantik yang berusia 20 tahun, dia biasa di panggil Nara. Nara seorang gadis lugu, sederhana dan suka membantu Ibunya.
Suatu hari Nara di pertemukan laki-laki yang suka padanya, laki-laki itu bernama Adit Irawan yang satu tempat kerja dengannya dan berteman pula di Facebook.
Di hari yang bersamaan setelah berada di rumah Nara berkenalan dengan Veri Firmansyah melalui media sosial Facebook dari pesan Messenger.
Kisah Percintaan mereka seperti roller coaster penuh dengan lika liku.Siapakah yang akan mendapatkan Nara.
Buat yang penasaran dengan ceritanya, langsung saja ya baca ceritanya..
Terimakasih banyak 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windye Indie Prakoso, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12. Obrolan di Mobil
"Boleh tuh Kak". Ucap Nara.
Tanpa di sengaja ternyata lagu kesukaan mereka ternyata sama.Adit segera memutarkan lagu dari sheila on 7 yang berjudul Anugerah terindah yang pernah Kumiliki.
Adit mulai menjalankan mobilnya dan mengantarkan Nara sambil bernyanyi dengan suara merdunya.
"Melihat tawamu..Mendengar senandungmu.. Terlihat jelas dimataku..warna-warni indahmu.. Menatap langkahmu.. Meratapi kisah hidupmu.. Terlihat jelas bahwa hatimu.. Anugerah terindah yang pernah Kumiliki.." Kata Adit.
Adit bernyanyi sambil sesekali melihat wajah Nara. Nara hanya diam dan tersenyum melihat Adit yang sedang asik menyanyikan lagu kesukaan mereka berdua.
"Kakak tidak menyangka ternyata Ade suka lagunya Sheila on 7 juga kaya Kakak.," Ucap Adit sambil tersenyum melihat wajah Nara.
"Iya Kak, enak ajah di dengernya.," Sahut Nara.
"Memang lagu sheila on 7 itu bagus-bagus banget De." Ucap Adit dengan semangat.
Tiba-tiba Nara juga ikutan bernyanyi bersama Adit karena saking asiknya mendengarkan Lagu Sheila on 7.
"Sifatmu nan selalu.. Redakan ambisiku.. Tepikan khilafku.. Dari bunga yang layu.. Saat kau disisiku.. Kembali dunia ceria.. Tegaskan bahwa kamu.. Anugerah terindah yang pernah Kumiliki..." Adit dan Nara bernyanyi bersama.
Adit dan Nara saling melemparkan senyum mereka satu sama lain.
"Ternyata kamu anaknya seru banget ya de, bagus juga suara kamu de, kakak pertama kali denger kamu nyanyi.. Hehe.." Ucap Adit sambil tersenyum manis.
"Biasa saja kali Kak.." Sahut Nara sambil tersenyum malu.
Adit memulai pembicaraan soal waktu kemarin yang belum sempat di jawab Nara.
"De waktu itu kan pernah terputus obrolan kita yang kamu lagi cerita waktu masa sekolah kamu dulu de?! .." Ucap Adit.
"Hmmm.. Memangnya kakak pingin denger soal sekolah aku dulu?". Tanya Nara.
"Pasti dong De, kakak mau denger cerita Kamu." Sahut Adit dengan semangat.
"Aku mah pas Jaman sekolah itu sambil kerja kak, kan tetangga dekat dengan rumahku orang kaya kak dia punya butik Baju pernikahan gitu kak, Aku setiap pulang sekolah sampai jam 9 malam itu kerja menjahit payet buat baju pengantin gitu Kak. Alhamdulillah lumayan buat bantu-bantu orang tuaku buat biaya aku sekolah sendiri Kak waktu jaman aku sekolah SMA Kak." Ucap Nara bercerita panjang ke Adit.
"Masya Allah.." Sahut Adit singkat dengan tatapan matanya penuh arti.
"Kalau waktu jamannya aku sekolah SMP, alhamdulilah aku dapat beasiswa sampai aku lulus Kak di SMP Negeri paling ternama di Jakarta.Jadi alhamdulilah mengurangi beban orang Tuaku juga Kak." Ucap Nara dengan wajah polosnya.
"Berarti Kamu nggak pernah menikmati masa kecil kami bermain sama temen-temen sepantaran kamu waktu sekolah??.," Tanya Adit dengan seriusnya.
"Tetap main kok Kak, justru jamannya aku kecil seneng suka main sm temen-temen mandi di kali bareng, main karet, main tak umpet, banyak banget deh Kak". Jawab Nara.
"Bagus deh, takutnya kamu jadi kehilangan masa bermain kamu waktu dulu pas masih kecil karena ngebantuin orang tua kamu doang de." Ucap Adit.
"Kan ada waktunya bermain dan juga ada waktunya bantuin mamah Aku Kak." Jawab Nara sambil tersenyum.
"Berarti kamu sama sekali belum pernah pacaran waktu jaman kamu masih sekolah De dari SMP sampai Kamu SMA?? .," Tanya Adit dengan keponya.
"Aku belum pernah pacaran Kak, palingan ada cowok yang pernah bilang suka sama Aku waktu itu tapi aku cuma bilang sama cowok itu, mendingan kita jadi teman ajah gitu kak." Jawab Nara.
"Keren banget kamu De.." Sahut Adit yang kagum dengan Nara.
"Alhamdulilah Kak.. Karena dipikiranku cuma satu Kak mau ngebahagiain kedua orang tuaku dulu." Ucap Nara sambil tersenyum kecil.
"Jarang loh ada perempuan kaya kamu yang perduli banget sama orang tuanya, salut Kakak De sama kamu." Sahut Adit sambil mengusap kepala Nara lembut dan tersenyum.
"Aku kan dari keluarga sederhana Kak, kalau bukan yang bantu siapa Lagi.," Ucap Nara.
"Orang tuamu pasti bangga sekali punya anak seperti kamu de.." Ucap Adit.
"Yang penting aku melihat orang tuaku senang Kak, udah cukup buat aku." Sahut Nara.
"Kakak pas denger cerita kamu lengkap gini kakak semakin percaya sama kamu De.." Ucap Adit.
"Maksud Kakak??." Tanya Nara.
"Yaaaa... Percaya kalau kamu memang sama sekali belum pernah pacaran De" Sahut Adit sambil menggaruk-garuk kepalanya dan tersenyum.
"Oohhh.. Gitu.." Sahut Nara dengan wajah polosnya.
"Aku harus cari tempat dan waktu yang tepat buat nembak Nara.," Dalam hati Adit bergumam sambil senyum-senyum sendiri.
Tidak terasa Akhirnya Nara dan Adit sampai ke tempat Rangga biasa menjemput Nara.
"Alhamdulilah.. Akhirnya sampai juga." Ucap Nara.
"Itu Adik kamu Rangga sudah sampai De.." Ucap Adit sambil tangannya menunjuk ke arah Rangga.
"Tumben tuh bocah tepat waktu..uups.." Sahut Nara keceplosan bicara dengan Adit.
"Biasanya suka ngaret ya jemputnya de?." Tanya Adit sambil tersenyum.
"Iya Kak, biasa dia mah tukang ngaret ..hehe" Jawab Nara membalas senyuman Adit.
Adit bergegas keluar dari mobilnya sambil berlari kecil untuk membukakan pintu mobil Nara.
"Terimakasih ya Kak,maaf Aku sudah ngerepotin Kak Adit.,!" Ucap Nara sambil menundukkan kepalanya.
"Sama-sama De, tidak ngerepotin sama sekali kok. Justru Kakak seneng banget bisa anterin kamu De..Kakak di sepanjang jalan jadi ada temen ngobrol." Jawab Adit dengan senyum manisnya.
"Aku pulang dulu ya Kak,." Ucap Nara sambil menaiki motor Rangga adiknya.
"Hati-hati ya de.."Sahut Adit.
"Terimakasih Broo..Kita duluan ya Broo.."Ucap Rangga.
"Ok.. Hati-hati bro jangan ngebut-ngebut jalannya santai ajah broo." Ucap Adit.
"Ok broo.." Sahut Rangga sambil tersenyum.
Nara dan Rangga segera meninggalkan Adit dan menuju jalan pulang ke rumah mereka.
"Kak kayanya cowok itu naksir sama lu kak." Ucap Rangga memulai pembicaraan dengan Nara kakaknya.
"Jangan ngomong sembarangan kamu de.," Sahut Nara.
"Itu buktinya dia sering anterin Kakak terus". Ucap Rangga.
"Dia udah punya cewek yang lagi dia suka, cewek itu bukan Kakak.," Jawab Nara.
"Emang dia udah pernah bilang sama lu Kak siapa cewek yang dia suka?. Tanya Rangga dengan keponya.
"Belum ngomong si, tapi dia udah ngomong kemarin lagi suka sama cewek gitu.," Jawab Nara.
"Tuh kan bener, ayo Kak taruhan sama aku kalau nanti dia bener-bener naksir Kakak aku minta di beliin Jam tangan ya Kak.. Mau nggak kak?? " Ucap Rangga.
"Huussttt.. Udah jangan ngomong sembarangan de, nanti aku aduin ke mamah loh..main taruh-taruhan." Sahut Nara kesal.
"Haha.. Kakak mahh cemeeeennnn.." Ledek Rangga.
"Sudah jalan yang bener, liatin jalan ajah kamu.," Sahut Nara sambil menepuk punggung Rangga.
🌸BERSAMBUNG 🌸
Maaf ya teman-teman jika ada kesalahan dalam penulisan, mohon kritik dan sarannya ya.. Jangan lupa tinggalkan jejak yaa.. 😉
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Rate ya
Terimakasih sudah mampir kekaryaku 🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Semangat Up kak, lanjut 🌸🌸🌸
salam dari -ZEVANAYA-
salam hangat dari Zahra Anak Yang Tak Berdosa