NovelToon NovelToon
Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:21.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Malam Sunyi

Ramma Ardiyan Dirgantara (Ramma) 35 tahun, seorang duda anak satu yang ia beri nama Rendy Jonathan Dirgantara. ramma memiliki kebiasaan buruk yaitu selalu minum obat tidur, karena dia selalu di ganggu sama mimpi buruk yang selalu datang setiap malam.

Ramma selalu sedih jika Rendy bilang dia ingin punya mami baru, sedangkan pacar ramma yang bernama sonya tidak mau menikah dengan ramma karena alasan karir, sampai ramma bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Andriani Vita Melinda, yang mau menjadi ibu dari rendy.
Ramma menikah dengan Vita hanya untuk jadi mami buat Rendy bukan istri untuk ramma, tapi setelah pengorbanan yang dilakukan vita kini mulai timbul perasaan cinta di antara mereka.

hubungan Ramma dengan orangtua mendiang istrinya sangat baik, bahkan nenek dan kakek Rendy itu selalu menolong saat keluarga Ramma dan Vita mengalami gangguan dari orang luar, orang tua dari mendiang istri ramma itu bisa menjadi baik kalau sama orang baik dan bisa sebaliknya bahkan jauh lebih parah. sehingga kebanyakan orang tidak mau mencari urusan dengan keluarga ramma, karena mereka tidak mau sengsara seumur hidup kalau sampai mengusik keluarga itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malam Sunyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Acara telah selesai dan semua tamu undangan mulai pulang satu persatu, Ramma, Vita dan Rendy kini sudah masuk ke dalam kamar mereka yang kini di sulap seperti kamar seorang raja dan ratu. Kamar tersebut sanagt indah dengan hiasan bunga mawar merah yang ada di mana-mana, dan juga lampu yang sudah di ganti warna gold sehingga memberi efek mewah pada kamar tersebut.

“Tuan mandi saja dulu, saya ingin membersihkan make up saya dulu, dan ini baju yang ganti tuan” ucap Vita sambil ngasih baju Ramma yang dia ambil dari dalam koper

Ramma mengikuti apa yang di perintahkan Vita, untuk mandi terlebih dahulu, sedangkan Vita sibuk melepas gaun pengantin yang dia pakai, karena sangat susah untuk di buka jadi Vita lebih memilih membersihkan makeup nya dulu. Rendy langsung pulang ke rumah, dia tidak bisa menginap di hotel lagi karena dia besok harus berangkat sekolah, awalnya Rendy tidak mau tapi setelah dibujuk-bujuk sama Vita akhirnya Rendy mau juga pulang ke rumah.

Ceklekkkk (pintu kamar mandi terbuka)

“Kenapa kamu masih belum membuka gaun itu” ucap Ramma yang mengejutkan Vita

“Ehhhh tuan, maaf saya akan melepasnya di kamar mandi saja” jawab Vita

“saya mau mandi dulu tuan” ucap Vita sambil berjalan menuju kamar mandi

“hemmm” gumam Ramma

******

“Haduh.... susah banget sih buka gaun ini, bagaimana ini... siapa yang bisa menolongku coba, tidak mungkin kan kalau tuan Ramma mau membukakan gaun ini” ucap Vita pada dirinya sendiri

“Enggak...enggak... GW harus berusaha sekarang dan GW harus bisa” semangat yang di ucapkan Vita untuk dirinya sendiri

Vita mencoba dengan segenap kekuatan jiwa dan raga nya, bahkan dia sampai menaikkan satu kakinya ke atas wastafel agar tangannya disa dengan mudah membuka baju tersebut.

Tapi sayangnya usaha dia benar-benar sia-sia karena resleting gaun itu tidak bergerak sedikit pun, karena Vita masih terus berdiri dengan menggunakan satu kaki, kinin ke seimbangan tubuhnya mulai hilang dan BRUGGGG tubuh vita jatuh terhempas ke lantai

“AUWWWWW” ucap Vita sambil meringis kesakitan

Ramma yang sedari tadi memainkan ponselnya di atas kasur, saat mendengar suara teriakan Vita dia langsung berdiri dan berlari masuk ke dalam kamar mandi yang ternyata tidak di kunci sama Vita. Ramma melihat Vita yang sudah duduk sambil memegang punggungnya yang agak sakit karena jatuh ia langsung membantu Vita untuk berdiri.

“Itu tadi yang jatuh kamu Vita?” tanya Ramma

“Bukan tuan, tapi tadi cicak yang jatuh” jawab Vita sewot

“Mana ada cicak di sini, trus kamu tadi kenapa duduk di lantai sambil kesakitan seperti itu?” tanya Ramma lagi

“Tadi saya tertimpah cicak itu tuan, jadi saya sampai kehilangan keseimbangan dan memutuskan untuk duduk di lantai” jawab Vita yang semakin sebal

“Untung cicaknya tidak apa-apa, kalau sampai terjadi apa-apa sama itu cicak maka saya harus bilang apa sama keluarga cicak tersebut” ucap Ramma yang sengaja menggoda Vita

“Tuan... kalau anda tidak membantu apa-apa di sini maka keluarlah sekarang juga, saya mau mandi sekarang” jawab Vita yang semakin terlihat emosi

“Kamu dari tadi bilang mau mandi, tapi sampai sekarang kamu tidak membuka baju itu, apa kamu terlalu mencintai baju itu sampai kamu ingin mandi bersmanya?” tanya Ramma yang di sengaja

“Cukup tuan, saya akan menggunting gaun ini, karena dari tadi dia tidak mau menurut kepada saya, saya sudah membukanya dengan berbagai macam cara tapi hasilnya sia-sia” ucap Vita yang sudah kesal

“Ohhh ternyata cicak yang jatuh tadi itu kamu pantesan suaranya agak sumbang di telinga saya” ucap Ramma

“MAKSUT TUAN APA?” dengan suara Vita yang sudah sangat marah

“Tidak-tidak saya tidak ada maksud apa-apa, sini saya bantu kamu membuka gaun ini, cepat hadap sana biar saya yang buka. Lagian kalau kamu mau minta tolong itu bilang, kalau kamu sudah tidak bisa jangan di paksakan” ucap Ramma sambil memutar tubuh Vita

“Tuan tutup mata sekarang, saya tidak mau kalau tuan melihat yang aneh-aneh” ucap Vita

“Kamu jangan salah faham, jangan di kira saya ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan yah, saya Cuma mau membantu kamu, lagian kamu adalah istri saya, apa kamu malu untuk melihatkan tubuh kamu di depan saya” ucap Ramma sambil melepas gaun pengantin yang di pakai Vita

Ramma hanya bisa menelan salivanya karena pemandangan yang ada di depannya sangat menghiurkan, Vita yang sadar kalau Ramma sedang memandang tubuhnya dari belakang langsung membuyarkan lamunan lama Ramma dengan memanggilnya dan langsung menyuruhnya untuk keluar dari kamar mandi.

Vita akhirnya bisa sangat lega karena sudah terbebas dari dekapan gaun yang hampir membuatnya mati kehabisan nafas itu, walaupun gaun itu sangat indah tapi karena ulahnya Vita akhirnya menahan sakit yang ada di pinggangnya karena jatuh.

Ceklekkkk (pintu kamar mandi di buka sama Vita)

Selesai mandi Vita langsung mengeringkan rambutnya dan duduk di depan meja rias untuk menggunakan handbody dan juga lipglos kesayangannya yang selalu dia gunakan setiap malam dan itu sudah menjadi rutinan buat Vita.

(Aku tidur di mana yah, apa aku tidur satu ranjang bersama tuan Ramma, haduhhh apa aku bisa tidur nyenyak malam ini) ucap Vita dalam hati

“Kamu tidur di sini Vita, kamu tidak usah berfikiran macem-macem. Saya tidak akan apa-apakan kamu, saya masih bisa memegang prinsip saya” ucapan Ramma yang seakan bisa mengerti dengan apa yang lagi di fikirkan Vita

(Tapi saya tidak bisa berjanji, kalau kamu terus-terusan menggoda saya. Saya juga laki-laki normal dan sudah lama saya tidak melakukan itu semenjak mami kandung Rendy meninggal) ucap Ramma dalam hati

Kini mereka tidur bersama satu ranjang, tapi mereka saling memunggungi agar nyaman saat tidur, tapi di tengah-tengah tidur Ramma terlihat tidak nyaman dan gelisah sehingga dia memutar tubuhnya kekanan dan ke kiri dengan mata yang masih terpejam. Vita yang bisa merasakan pergerakan di belakangnya langsung kebangun dan membalikan badan, dia terkejut karena ternyata Ramma sedang bermimpi dengan wajah yang sangat ketakutan dan dia terus berbicara sangat lirih.

“jangan pergi, jangan tinggalkan kami, kasihan rendy masih sangat kecil. Jangan tinggalkan kami, aku mohon jangan” ucap lirih Ramma yang masih bisa di dengar oleh vita

“Tuan...tuan... bangun tuan, tuan kenapa” ucap Vita sambil menggoyangkan tubuh ramma

“ADILAH” teriak Ramma saat dia terbangun dari mimpinya

Vita langsung memberikan minum sama Ramma yang bangun dengan keringat yang memenuhi wajahnya, dan juga nafas yang ngos-ngosan. Vita juga bertanya kenapa ramma seperti itu, yang Vita tau adalah Adila itu mami kandung Rendy yang sudah meninggal saat melahirkan rendy. Ramma tidak menjawab pertanyaan Vita karena dia terus berjalan mondar-mandir mencari obat tidur yang selama ini dia gunakan agar tidurnya bisa nyenyak, kalau tidak mimpi tentang meninggalnya adila selalu terbayang di ingatan Ramma.

“Tuan sedang mencari apa?”tanya vita

“Vita dimana obat tidur ku, kau tidak lupa membawanya kan?” ucap Ramma

“Obat tidur? Saya memang tidak membanya tuan, karena memang saya

fikir tuan tidak membutuhkan itu” jawab Vita

“Vita saya tidak bisa tidur nyenyak kalau belum meminum obat tidur itu, karena mimpi itu akan selalu mengganggu saya. Saya akan pergi mencari obat tidur di apotik terdekat, kamu tidurlah dulu” ucap Ramma

“Tidak tuan, tuan tidak boleh meminum obat itu lagi, tuan pasti bisa tidur kok tanpa obat itun karena terlalu berbahaya bagi kesehatan tuan kalau sering-sering meminumnya tuan” jawab Vita

Kini Vita membimbing Ramma ke tempat tidur, dan dia menyruh ramma untuk tidur dengan sekarang posisinya Vita sedang memeluk tubuh Ramma yang masih terlihat pucat karena mimpinya tadi.

“Kamu kenapa memeluk saya seperti ini, apa kamu mau mneggoda ku” ucap Ramma

“tidak tuan, anda jangan salah paham. Saya hanya ingin mencobanya saja, karena dulu waktu di panti asuhan saya selalu di peluk seperti ini saat saya tidak bisa tidur karena mimpi buruk. Tuan tidurlah sekarang, jangan memikirkan hal-hal aneh saya akan menjaga tuan di sini” ucap Vita yang di mengerti ramma

Kini memang benar, Ramma bisa tidur nyenyak tanpa meminum obat tidur, dan dia bisa merasakan kenyamanan yang selama ini tidak bisa dia rasakan.

Vita memang perempuan yang unik banyak hal-hal yang akan ramma ketahui saat kehidupan rumah tangga mereka berjalan.

1
Mimi Sanah
hahahaha
Marni Ais
aduh tor aku nyari novel ini udah ketemu Alhamdulillah seneng banget bisa mbaca LG trus yg 2 novel blom ke temu tor pusing pala berby tor tlg dong tor minta bantuan nya dari KK KK author yg baik dan ramah mksh yg satu novel cewek nya penjual roti keliling yg satu nya namanya Maya punya anak namanya Aska atau syapa ya itu yg suaminya kerja jd pengacara trus cerai
Suyatno Galih
ini yg gak peka loe apa maira sih Bram, loe laki apa banci sih bram
harwanti unyil
jadi ikut nangis aku 😅😅
harwanti unyil
pertemuan yg baik
neni onet
vita pasti pelayan cafe yang pintar ngeracik kopi pahit kesukaan papa Rendy neeh 😁
Ismalinda
cerita bagus mudah di pahami
Nadifah zahra
bagus
Erha Print
menjelang sore
Erha Print
baca ni novel kayak main tebak tebakan... bikin lier...
Erha Print
pernah
Erha Print
alin
Erha Print
maunya kamu
Erha Print
Alesan kamu
Erha Print
kakek
Erha Print
membuat malu
Erha Print
memberikan
Erha Print
berbicara.. atau.. berkata
Erha Print
tangannya
Erha Print
menghina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!