NovelToon NovelToon
CANDUNYA SANG CASANOVA, MALIKAKU

CANDUNYA SANG CASANOVA, MALIKAKU

Status: tamat
Genre:Pernikahan rahasia / Pembantu / CEO / Romantis / Cinta setelah menikah / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:674.2k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

Sean, seorang Casanova yang mencintai kebebasan. Sean memiliki standar tinggi untuk setiap wanita yang ditidurinya. Namun, ia harus terikat pernikahan untuk sebuah warisan dari orang tuanya. Nanda Ayunda seorang gadis yatim piatu, berkulit hitam manis, dan menutup tubuhnya dengan jilbab, terpaksa menyanggupi tuntutan Sean karena ulah licik dari sang Casanova.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft bab 12

Nanda menatap gawainya lama. Melihat wajah lucu anak April yang putih bersih dengan pipi yang sedikit kemerahan, gembul dan menggemaskan. Siang ini, di pantri, Nanda baru saja menyelesaikan pekerjaan di akhir shiftnya. Ia bingung harus bagaimana saat mengetahui April sudah melahirkan. Mau datang, tapi ia masih belum satu tahun bekerja, belum diperbolehkan mengambil cuti. Jikalau tak datang, ia juga merasa tak enak. April bukan hanya temannya, tetapi berstatus sebagai iparnya juga.

"Kok ngelamun?"

Nanda tersentak kaget tiba-tiba Irham duduk di sisi dirinya duduk.

"Eh, Mas Irham."

"Mikirin apa sih?"

Nanda diam, ia bingung haruskah menceritakan hal yang membuat dirinya gelisah? Bijakkah? Irham hanyalah orang luar, tak mungkin ia mengumbar jika dirinya istri kontrak Sean, hanya demi mendapat solusi.

"Nanda?" Irham mencondongkan tubuh ke arah gadis berkulit sawo matang itu. Tangannya terangkat dan di gerakkan di depan wajah Nanda.

"Eehh, iya, Mas." Nanda gelagapan.

"Mikirin apa sih?"

"Eehh, udah waktunya pulang Mas." Nanda berdiri melihat arloji di tangan. Membuat Irham melakukan hal yang sama.

"Ya udah, ayo bareng aja. Hari ini jadwal ngajar renang, kan?"

"Astaghfirullah, iya," ucap Nanda menepuk jidatnya sendiri. Hampir saja ia lupa akan hal itu.

Irham tersenyum geli, "Kan, kamu emang lagi mikirin sesuatu, sampai lupa sama jadwal renang. Ya udah, ayok! Skalian kita jemput Kanaya."

Nanda tertegun sesaat.

"Mas bawa helm dua kok." Melihat reaksi Nanda yang hanya diam, Irham berinisiatif menarik tangan gadis itu. "Ayok!" ajaknya.

Nanda menarik tangan dari genggaman Irham, "iya Mas, sebentar. Nanda ambil tas dulu," kilahnya begitu melihat wajah Irham berubah.

Nanda membonceng Irham keluar dari kantor suaminya. Sesaat sebelum kendaraan itu menjauh, Sean baru saja muncul dari lobi dengan mata elangnya.

.

.

"Nanda!"

Di ujung lorong menuju kolam renang, Gina berlarian, dibelakangnya, Arsen dan Baren mengekori, hanya saja, mereka berjalan lebih santai. Memeluk Nanda dengan antusias, aura bahagia terpancar dari wajah Gina.

"Kamu udah tau belum? April udah lahiran!" Serunya mengurai pelukan, sangat antusias mengabarkan berita ini.

Dalam hati, Nanda membenarkan. Lidahnya tertahan oleh rahasia yang harus ia simpan rapat-rapat.

Pandangan mata Gina tanpa sengaja bersiborok dengan Irham, "Eeh, mas, maaf ya. Aku pinjam Nanda dulu," ujarnya tak enak hati.

Irham mengangguk menanggapi,"aku anter Kanaya ganti dulu ya, Nanda."

"Iya, Mass."

Irham pergi bersama keponakannya ke arah kolam. Di dekat sana disediakan ruang ganti.

"Ya ampun, Nan, kita bakal di sebut Tante!" ucap Gina terdengar antusias.

"Iya," sahut Nanda. Entah ia harus bereaksi seperti apa, saat ia sendiri tak yakin bisa datang atau tidak.

"Kok kamu kek nggak bersemangat gitu sih?" tanya Gina heran seraya menyingkirkan anak rambutnya ke belakang telinga.

"Kalau mau ke sana, nanti kita bareng aja," cetus Arsen yang kini sudah berdiri di antara mereka.

"Iya, Nan. Kita ke sana bertiga. April pasti seneng banget."

"Aahh, bagaimana ya? Aku juga ingin kesana, tapi, aku belum ada setahun bekerja, belum dapat ijin cuti."

"Yah." Gina terdengar kecewa. Hingga membuat semua terdiam.

"Bukannya kamu kerja di kantor kak Sean?"

Tiba-tiba, mata Gina berbinar seperti dapat wangsit, "Benar! Benar banget! Tinggal minta aja sama kak Sean. Pasti di ACC."

"Kalau kamu sungkan, nanti biar aku yang ngomong, gimana?"

Tawaran dari Arsen justru membuat Nanda pias. Apa mungkin? Bagaimana jika nanti malah terungkap?

1
Marini Suhendar
aku lagi hamil.suka tidur sambil nyium ketiak suami😄
Ibrahim Efendi
bingung sama penulis novel ini. Sean digambarkan sebagai seorang CEO yang harusnya cerdas. masak gejala kehamilan simpatik aja gak tau. kayak bukan level CEO otaknya dan nalarnya. kalau ingin menambahkan konflik dan drama, silahkan. rapi jangan menyalahi logika. CEO tapi pemikirannya sekelas anak SMU. hadeh!! ini merusak mood membaca dan bisa mempengaruhi retensi.
Ibrahim Efendi
ya gas lah! tapi alon-alon 😁
Ibrahim Efendi
mobil perusahaan. suamimu yang pesan 😁
Ibrahim Efendi
maaf thor, ralat. meeting. bukan meting.
Ibrahim Efendi
aku suka sama adegan usil dan manis suami istri 😉😉😉
Ibrahim Efendi
😁😁😁
Ibrahim Efendi
hayoooo... ada apa?????
Ibrahim Efendi
papa mama kah????
Ibrahim Efendi
😁😁😁
Ibrahim Efendi
ciat!!!! kena serangan jurus cemburu 😉😁
Ibrahim Efendi
🤭😁😁 makan bareng, Nanda. itu yang diharapkan Sean.
Ibrahim Efendi
nhaaaa.... ketauaaannn...😁😁😁
Ibrahim Efendi
di kolam kitaaaa.... 😁😁😁
FHR
Ceritanya bikin nangis dari awal sampai akhir, ada pelajaran hidup yang bisa diambil. Semoga kita bisa hidup lebih baik dengan cara yang baik.
Cinta_manis: makasih kakak 🥰
total 1 replies
Dini Mulyati
ending ya....
Yunita Asep
serru banget ceritnya buaaguus.. deh trimksh thor, sehat dan suxes slalu I LOVE YOU..
Cinta_manis: sama2. makasih kak, udah baca sampai bab akhir😍🙏
total 1 replies
Yunita Asep
syukurin.. penyakit mematikan... kamu Rendra...
Yunita Asep
lanjuutt..
Yunita Asep
boleh dong.., ayo tengok biar Nanda tk sedih lagi...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!