Follow sosmed author
IG:Mia novita23
Tiktok:Miss Mia Novita
Perceraian antara kedua orangtuanya membuat Argantara tidak memiliki hubungan baik dengan ayahnya. bagaikan air dan minyak yang tidak akan pernah bisa bersatu. Ikuti kisahnya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
satu kamar?
Pernikahan antara kinara dengan Arga benar-benar dilakukan secara sederhana. Tidak ada pesta seperti yang sempat Kinara bayangkan dalam gambaran pernikahan yang dia inginkan selama ini. Hanya pernikahan ijab dan qobul yang dilangsungkan di masjid dekat tempat tinggal orang tua Kinara. Bahkan dari pihak Arga yang datang hanyalah teman dekat Arga, Candra. salah satu murid Kinara yang menjadi saksi acara sakral tersebut.
"Selamat ya, Ga, bu Kinara. Semoga pernikahan kalian langgeng"ucap Candra memberikan selamat pada sahabatnya juga untuk bu Kinara nya
" thanks ya, ndra. Gue minta elo datang karna gue percaya lo gak bakal pernah bocorin tentang apa yang elo tau hari ini" Arga menatap Candra yang sudah mengulas senyum.
"Lo gak usah khawatir, Ga. Sampai kapan pun rahasia lo aman sama gue. Elo gak usah ngeraguin gue, kita berteman nggak hanya setaun dua taun."
"Lo emang terbaik, Ndra." Arga menepuk pundak Candra "jangan sampai anak-anak yang tau soal ini" lanjut Arga.
"Siap..ada yang masih harus gue bantu? Soalnya bentar lagi gue harus anter nyokap" tanya Candra "untuk hari ini kayaknya nggak ada, lo bisa langsung pulang. Jangan lupa salam sama mami" Arga memang memanggil orang tua Candra mami, karna mami nya Candra adalah sahabat dekat bunda dari Arga.
Setelah kepergian Candra kini Arga dengan Kinara sudah bersiap untuk menuju apartemen Arga. Keduanya pamit pada bu Hamida juga kak Salma.
"Semoga bahagia selalu ya, dek. Kakak selalu berdoa untuk kebaikan kamu" Salma memeluk Kinara erat, adik kecilnya kini sudah memiliki rumah yang sesungguhnya, setidaknya Salma tidak akan lagi mendengar omelan bu Hamida untuk Kinara seperti yang selalu terjadi ketika Kinara pulang dari kost.
"Terimakasih, kak. Kinara pamit ya"
Setelah itu kinara menghampiri bu Hamida yang sejak tadi hanya diam"bu, Kinara pamit ya, terimakasih karna selama ini ibu sudah merawat Kinara "
"Ya.." balas bu hamidah singkat.
Arga menunggu Kinara di dalam mobilnya setelah pamit lebih dulu pada bu Hamida serta Salma.
"Sudah?" tanya Arga ketika Kinara sudah masuk kedalam mobil"sudah" balas gadis itu singkat
Di sepanjang perjalanan menuju apartemen Arga tidak ada pembicaraan diantara keduanya. Kinara masih tidak menyangka jika hal yang tak pernah dia inginkan akhirnya hari ini terjadi. Menjadi istri dari muridnya yang berandal.
Ehemm
Arga berdehem dan mencoba memecahkan keheningan didalam mobil itu"kenapa?" tanya Kinara menoleh pada Arga.
"Kita mampir mini market dulu ya, sayang. Soalnya di apartemen tidak ada persediaan bahan makanan" seru Arga seraya melirik pada Kinara"eemmmm mulai hari ini aku bakal panggil kamu sayang."lanjut Arga dan kembali fokus mengemudi, membiarkan Kinara menatapnya.
Mobil Arga berhenti di sebuah swalayan untuk membeli kebutuhan dan persediaan keduanya di apartemen.
Usai memarkirkan mobil Arga mengekor di belakang Kinara dan masuk kedalam swalayan. Menarik satu troli yang akan mereka gunakan untuk membeli barang-barang persediaan selama satu minggu kedepan.
15 menit berlalu, troli yang Arga dorong sudah penuh dengan barang-barang belanjaan mereka, mulai dari barang-barang dapur, roti, susu serta beberapa camilan.
"Ada yang kurang?" tanya Arga sebelum keduanya menuju kasir. kinara kembali mengecek barang belanjaannya"kayaknya sudah cukup untuk persediaan satu minggu" balas Kinara.
Arga mengangguk seraya mendorong troli itu menuju kasir. Keduanya mengantri karna masih ada beberapa orang di depannya. Namun ketika sedang antri ada kejadian yang tidak terduga.
"Kak, adiknya cakep banget" ucap salah satu pelanggan lainya. Kinara menoleh pada gadis yang menggunakan dress dengan belahan dada rendah di sampingnya. Entah kenapa ada rasa tidak suka ketika melihat gadis itu mencuri pandang pada Arga dan mengira jika Arga adalah adiknya.
"Maaf, dia istri gue. Bukan kakak gue" bukan Kinara yang menjawab melainkan Arga. "Ayo, sayang. Aku udah bayar belanjaan kita" seru Arga lembut seraya menarik tangan Kinara, sedangkan tangan satunya membawa barang belanjaan mereka.
Kinara mengulas senyum tipis setelah mendengar perkataan Arga tadi. Sedangkan gadis yang tadi menatap kecewa kearah keduanya.
Kini mobil Arga kembali melaju menuju apartemen Arga yang berada di pusat kota. Sudah beberapa hari Arga tinggal di tempat itu setelah pertengkaran nya dengan papa Adrian malam itu.
"Selamat datang di apartemen, sayang. Semoga kamu betah" kata Arga setelah sampai di dalam apartemen. Pria itu membawa koper Kinara serta beberapa barang belanjaan.
kinara hanya diam tak menjawab, gadis itu mengedarkan pandangan nya dan memperhatikan apartemen Arga yang luas. Namun sedetik kemudian Kinara mengerutkan keningnya karna hanya mendapati satu kamar di apartemen yang menurut sangat luas. Bahkan luasnya melebihi rumah ibunya. Tapi kenapa kamarnya hanya satu?
"Kenapa?" tanya Arga yang menyadari raut wajah Kinara"kamarnya hanya satu?" bukannya menjawab gadis itu justru balik bertanya.
Arga menganggu "hmm iya, memangnya kenapa, sayang?" Arga mendekati Kinara yang masih berdiri menatap kamar di depannya.
"Lalu saya tidur dimana?"
Mendengar pertanyaan Kinara membuat Arga tersenyum. Pria itu mendekat pada Kinara"kamu tidur dikamar sama aku, memangnya kenapa, sayang?"
"Tidur satu kamar?"
"Hmm...bukankah pasangan suami istri memang tidur satu kamar di atas ranjang yang sama?"
Kinara terdiam tak menjawab perkataan Arga, entah kenapa setelah mendengar kalimat tidur satu kamar di atas ranjang yang sama seketika membuat Kinara takut, takut Arga akan meminta haknya sebagai suamimalam ini. Karna jujur saja Kinara belum siap akan hal itu, Kinara masih belum sepenuhnya yakin jika Arga bisa menjadi suami seperti yang Kinara harapkan.
"Tidak perlu takut, aku janji tidak akan macem-macem sebelum kamu mengijinkan" Arga tersenyum kemudian beranjak masuk setelahnya. Sedangkan Kinara merasa lega mendengar ucapan Arga tadi, setidaknya malam ini gadis itu aman dari yang namanya malan pertama seperti yang semestinya terjadi antara pengantin baru.
Waktu terus berputar, usai menyimpan semua bajunya dalam lemari, Kini kinara keluar dari dalam kamar itu untuk menyiapkan makan malam. kinara melirik pada Arga yang masih tertidur lelap di atas ranjang. Sejak tadi pria itu sudah membantunya menata baju di lemari sembari bercerita tentang hal-hal random. Bahkan sesekali Kinara tertawa mendengar cerita Arga.
"Terimakasih, sayang. Masakan kamu enak" puji Arga, kini keduanya sudah selesai makan malam. "Sama-sama," balas Kinara sembari membereskan meja makan. Dengan inisiatif nya sendiri Arga membantu Kinara membawa piring bekas mereka makan ke dapur kemudian langsung mencucinya.
"Biar aku saja," ujar Kinara mengambil alih piring dari Arga"sudah tidak masalah, sayang. Tadi kamu sudah masak, jadi biar aku yang mencucinya"Arga menoleh sekilas sembari tersenyum hangat pada Kinara. Hari pertama menjadi suami cukup memberikan kesan baik dihati Kinara, namun tetap saja belum tumbuh yang namanya perasaan.