NovelToon NovelToon
Misteri Dapur Miranti

Misteri Dapur Miranti

Status: tamat
Genre:Thriller / Horor / Tamat
Popularitas:294.9k
Nilai: 5
Nama Author: PENARI SENJA

Miranti, seorang pengusaha restoran yang sedang berada di puncak kejayaan. Meskipun cara yang ditempuh untuk mencapai kesuksesan itu harus melalui berbagai ritual ilmu hitam, Miranti tetap bahagia dan menikmati kekayaan dan kejayaannya.
Awalnya semua berjalan lancar. Hingga akhirnya, di luar dugaan telah terjadi kesalahan dalam pelaksanaan ritual, hingga keadaan menjadi tak terkendali.
Perjanjian yang awalnya hanya akan mengorbankan anggota keluarganya saja, kini merembet pada orang lain. Korban pun berjatuhan.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PENARI SENJA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12

Amanda melihat kerumunan orang-orang di halaman restoran, dia segera memarkir mobil di salah satu tempat, dan segera berlari ke dalam.

Amanda melihat beberapa orang petugas membawa sebuah kantung jenazah untuk segera dilarikan ke rumah sakit.

Amanda pun terkejut ketika melihat Miranti berjalan terpincang-pincang, dan di lehernya ada beberapa lebam dan luka goresan.

"Kamu kenapa?" tanya Amanda khawatir.

Miranti hanya menggeleng lemah. Wajahnya menunjukkan kesedihan. Amanda dan Miranti mengikuti beberapa orang polisi yang naik ke lantai dua, tempat tinggal mereka.

Di sana ada beberapa orang karyawan yang sedang membereskan ruangan sisa kejadian semalam.

"Apa yang terjadi?" tanya Amanda heran melihat ruangan yang berantakan.

Miranti masih enggan untuk bicara, hanya sebuah gelengan lemah untuk menjawab pertanyaan Amanda.

Entah karena mencurigai Miranti, atau hanya sekedar mencari barang bukti, polisi memeriksa setiap ruangan yang ada di lantai dua tersebut, hingga ke dalam kamar.

Ketika itulah Amanda mengetahui, jika Arif, suami Miranti tengah mengalami sakit dan hanya duduk di kursi roda.

"Mir," bisik Amanda sedih penuh rasa haru.

"Kenapa kamu tidak pernah bercerita padaku?" ujar Amanda penuh haru. Dia tidak mengetahui kalau sahabatnya menyimpan sebuah rahasia menyedihkan selama ini.

Miranti meneteskan air mata, tapi tetap diam seribu bahasa. Meskipun ingin mencurahkan isi hatinya, tapi tetap ditahan.

Amanda mengelus lembut punggung sahabatnya. "Jika kamu ingin bercerita, cerita saja. Aku siap mendengarkan."

Polisi mulai meminta beberapa keterangan pada Miranti, terkait dengan kematian Sonia, hingga meminta penjelasan soal ruangan rumah yang berantakan.

Miranti hanya menjelaskan bahwa telah terjadi pertengkaran antara dia dan mamanya tadi malam. Dia mengatakan, mamanya menjadi tidak terkendali jika sudah mengamuk. Miranti berusaha menutupi kejadian yang sesungguhnya.

☕☕☕

Polisi meminta agar restoran ditutup untuk sementara waktu, demi kelancaran penyelidikan atas kematian Sonia.

Karyawan pun terpaksa diliburkan. Miranti masih meminta beberapa orang tetap masuk untuk beberapa pekerjaan. Dan Amanda pun diminta untuk terus melanjutkan pekerjaannya mengidentifikasi semua aset, karena masalah perpajakan perusahaan sudah sangat mendesak.

Kesempatan itu pun tidak disia-siakan oleh Amanda untuk mengorek informasi dari Bu Min terkait Bu Mala dan putrinya.

"Bu Min tahu di mana alamat rumah Bu Mala?" Pertanyaan Amanda membuat Bu Min kaget.

"Kamu tahu dari mana soal Mala?" tanya wanita yang berusia sekitar 50 tahunan, dengan postur tubuh gemuk dan pendek itu.

Amanda sedikit ragu. "Ng... kebetulan aku pernah belanja ke warung depan, dan Bu Ida bercerita kalau dulu ada tukang bersih-bersih yang bernama Bu Mala. Beliau kerja di sini dengan putrinya. Tapi tiba-tiba ibu itu berhenti dan pulang kampung...Ng... aku hanya ingin memberikan sedikit bantuan untuk beliau, barangkali bisa bermanfaat untuk beliau." Amanda memberikan alasan.

Bu Min mengangguk-angguk.

"Nama putri Bu Mala itu siapa ya Bu?" tanya Amanda lagi.

"Namanya Mayang," jawab Bu Min tanpa mencurigai maksud Amanda.

Amanda terkesiap, tapi berusaha untuk tetap tenang.

"Mayang?" desisnya.

Bu Min menatap Amanda. "Ya. Mayang. Kenapa?" tanya Bu Min.

"Oh, tidak apa-apa." Amanda berusaha mengelak.

Pikiran Amanda bergulir pada peristiwa yang dialami pada malam itu, ketika dia bertemu dengan seorang perempuan muda yang bernama Mayang.

"Berarti semua peristiwa ini bukanlah suatu kebetulan belaka, benar kata Datuk." ujarnya dalam hati.

"Ibu tidak tahu di mana tempat tinggal Mala, yang ibu tahu dia berasal dari daerah selatan," ungkap Bu Min.

Amanda menautkan alisnya, ada sedikit kekecewaan untuk jawaban itu.

"Lalu, kenapa Bu Mala tiba-tiba berhenti, Bu? Apa ada masalah?" selidik Amanda.

Bu Min yang tengah mencabuti rumput yang tumbuh dalam sebuah pot, berhenti sesaat.

"Itu yang ibu bingung. Dia berhenti tiba-tiba, dan pulangnya pun ga pamit sama ibu. Padahal sehari sebelumnya dia masih bekerja, ga ada bahas rencana mau berhenti atau pun mau pulang," jelas Bu Min.

"Tapi selama bekerja di sini, Bu Mala ga pernah ada masalah, kan?" desak Amanda.

"Setau ibu, ga ada. Mereka bekerja seperti biasa aja. Setiap hari kami ngobrol. Mayang pun sangat rajin. Ga pernah membantah jika dimintain tolong." Bu Min terlihat nelangsa, air mukanya berubah sedih. Sinar matanya memancarkan kesenduan.

"Ibu juga ga nyangka, Mala pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan ibu. Padahal kami sudah seperti saudara. Selama setahun kami menghabiskan waktu di sini, kami tidak pernah bertengkar," kenang Bu Min.

Amanda mengelus pundak Bu Min. "Ibu yang sabar, ya.

Bu Min mengusap kedua kelopak matanya secara bergantian, seolah berusaha menahan aliran air mata yang akan menetes.

"Kalau Nak Amanda berhasil ketemu Mala, tolong sampaikan pesan ibu, bilang kalau ibu kangen." Suara Bu Min berubah parau, membuat Amanda ikut terenyuh.

Amanda mengangguk untuk mengiyakan.

☕☕☕

Rangga masih berkutat dengan ruangan yang berserakan. Ternyata cukup menguras tenaga dan memakan waktu untuk merapikan ruangan itu kembali. Karena sangat banyak barang berbahan kaca serta perabotan yang tertata di tempat itu, sebelumnya, sehingga banyak pecahan kaca yang harus dibersihkan sekarang.

Sebagian besar furniturenya terbuat dari kayu jati, dan memiliki massa yang sangat besar, sehingga sangat menyulitkan untuk ditaruh kembali ke tempat semula, karena sangat berat untuk diangkat.

Entah kenapa Miranti tidak menyewa orang untuk membantu membereskan itu semua, tetapi malah menyuruh Rangga dan Dimas.

Amanda dan Nina mendatangi Rangga dan Dimas yang mendapatkan tugas itu. Sebagai orang yang dipercaya dan dimintai tolong oleh Miranti untuk mengawasi, tentunya Amanda merasa bertanggung jawab atas perkembangan kerja yang dilakukan oleh Rangga dan Dimas tersebut. Karena hari itu Miranti dan Mirna berpamitan akan pergi ke rumah Pak Cik.

"Dimas kemana?" tanya Amanda begitu melihat Rangga hanya sendirian.

"Bikin kopi katanya, kak," sahut Rangga.

Keringat bercucuran membasahi wajah dan baju Rangga. Amanda merasa kasihan, hingga berinisiatif untuk membantu.

Akhirnya mereka bertiga bergotong-royong untuk membuat ruangan itu rapi kembali. Ada beberapa barang yang terpaksa harus diungsikan karena sudah tidak layak lagi untuk dipajang di situ.

☕☕☕

1
Mirabel
itu mungkin kuburan mala sama Mayang ?
Wiwit
katanya punya penjaga leluhur koq BS Kya gtu, bingung thor
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
yah endinge bkn greget korban jiwa sgtu banyak nya, jln sesat y cm sesaat kan y enaknya kasian juga anak miranti yg tersisa mmng shrsnya d msnahkan agar tdk merembet cm scra mnsiawi 2 anak itu betul g brdosa dan keji rasanya kl smpe d bakar hidup2 guna memutus rantai perjanjianniblis
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
nah ini mllh ancaman besar, lbh parah dr miranti yg hrs ritual dr cr tumbal. serem amat amanda mlh pd terkecoh seolah smua hnya kecelakaan biasa
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jangan2 yg dddlm tbh pka cik pndh k amanda ya. kok mkn byk korban pdhl g mnta tumbal mlh lbh ngeri korban sekaligus g satu persatu
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
nah betul, pdhl sdh d wanti2
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
trnyata semua ini penyebabnya arif ku pkr laki2 baik mkne kasian sakit gt eh trnyata, sblme pak cik jg tdk ingin miranti tamak agar tdk berat tumbalnya tp krn ambisi dan terlalu lelah dg keadaan mskn mnjdi pgn kaya se kaya2 nya smpe g mkr konsekwensinya, bsw nya putri d jdkan tumbal tp knpa dg fatur kok sprtnya sayang y
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
hi...jd hoek itu kl tau sup apa
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
sadis pol, meta malang sekali nasibmu. andai km g blk ke resto
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iyes bkn aduan tnpa amplop tebal mana d proses apalagi berurusan dg lawan yg berduit pasti d tutup dg sendirinya, byk kasus pembunuhan yg kmgknan besar pelaku adlh org pntg hilnag gt aja, pdhl nangkep maling aja ahli kl org kcl yg melakukan
AGhanteng
Flashback ya miin.. Sblm kejadian arif jatuh sakit.
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
baru mulai kerja sdh ada permintaan tolong dari hantu
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
ibunya manda belum tau saja ,
Miranti sukses dgn jalur demit ,
Naomy
kok bisa kelupaan itu serbuk..kerja bodoh namanya itu
Naomy
.katany pintar si amanda..ga tau ny oon juga..tulalit
Isti Anah
Lumayan
Dewi Andarini
Ceritanya bagus. Penasaran dengan kelanjutannya
Dewi Andarini
nyesek bacanya
Dewi Andarini
tegang
Dewi Andarini
Dimas. sudah lewat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!