NovelToon NovelToon
Tiba-Tiba Membawa Madu

Tiba-Tiba Membawa Madu

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Pelakor / Selingkuh / Cerai / Keluarga & Kasih Sayang / Penyesalan Suami / Chicklit
Popularitas:77.7k
Nilai: 5
Nama Author: July Khan1114

Rania Izzara adalah Istri dari Aditama, mereka membina rumah tangga sudah sepuluh tahun, namun tiba-tiba Rania di kejutkan dengan suaminya yang membawa seorang perempuan ke dalam rumahnya. Alangkah terkejutnya Rania ketika tahu bahwa suaminya telah menikah siri tanpa sepengetahuannya. Rania shock bukan kepalang mengingat selama sepuluh tahun mereka membina rumah tangga baik-baik saja namun kini di hadapakn dengan sosok seorang perempuan yang menjadi madunya.
Akan kah Rania bertahan atau justru dia meningglkan Aditama? padahal Aditama sangat mencintai Rania, namun Aditama memiliki alasan kenapa dia menikah lagi.

yuk simak kisahnya mereka Rania, Aditama dan Khansa sebagi madu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon July Khan1114, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Ucapan Talak.

Rania dia akan keluar sebentar dia ingin menenangkan pikirannya, kali ini Rania menggunakan gamis yang berwarna navy dan menggunakan pasmina yang berwarna hitam terlihat anggun dengan pakaian seperti itu.

Khansa melihat Rania yang sedang turun sambil menenteng tas yang bermerek.

"Mau kemana kamu?" tanya Khansa.

"Bukan urusan kamu," jawab Rania lalu menoleh sama si Mbok yang sedang menyapu.

"Mbok, aku mau keluar sebentar, nanti kalau keburu Adriana datang bilang ya, aku pergi," ujar Rania sambil tersenyum.

Si Mbok menganggukan kepalannya sebagai jawaban sambil tersenyum. Lalu kembali melanjutkan aktifitasnya.

"Kamu sudah izin sama mas Adit gak?" kata Khansa dengan nada mengejek.

Rania yang sudah melangkah berhenti lalu menoleh dan menatap Khansa.

"Tak perlu untuk memberi tahu kamu aku sudah izin apa belum."tegas Rania dia pun langsung melangkah meningglkan Khansa.

Rania memasuki mobilnya lalu menghidupkan mesinnya kemudian dia menyandarkan punggungnya sambil memejamkan mata.

Bayanganya senyuman suaminya begitu melekat, bayangan-bayangan ketika Aditama begitu manis memperlakukan dia seperti ratu.

Rania menarik napas ketika bayangan itu tatkala Aditama yang tiba-tiba membawa perempuan lain ke rumahnya, lalu dia membuka matanya kemudian dia melajukan mobilnya meningglkan halaman rumah.

"[mas aku keluar mau ke caffe tempat pavorit aku]"

Rania mengirim pesan itu kepada suaminya, dan langsung centrang biru terlihat sedang mengetik.

"[Iya sayang, hati-hati ya, jangan lama-lama,]" balas Aditama.

Rania yang melihat balasan dari suaminya dengan menyebut kata sayang sedikit miris karena kata itu sekarang m bukan untuk dia seorang melainkan dia ucapkan dengan wanita lain yang sebagai istri sirinya.

Rania membelokan mobilnya ketika sudah berada di caffe tempat paforitnya, di mana caffe itu menyajikan ruangan yang terbuka dengan suasana masih asri.

Rania turun dari mobil namun sebuah panggilan membuat Rania menoleh.

"Iqbal," sapa Rania ketika tahu Iqbal yang menyapanya.

"Kita ketemu lagi di sini," ujar Iqbal dengan tersenyum. Keduanya kini sedang tersenyum dengan manisnya.

Dari kejauhan Khansa memotret mereka, ia tersenyum sambil melihat layar ponsel lalu kembali melihat di mana Rania dan Iqbal sedang melangkah masuk ke dalam caffe, Lagi Khansa memotert mereka dan kini terlihat Rania sedang menatap Iqbal, dengan cepat Khansa langsung memotretnya siapa saja yang melihat foto itu pasti menyangka mereka sedang pacaran.

"Sempurna," ucap Khansa lalu dia memasukan ponsel itu ke dalam tas dan kembali berjalan mendekati mereka.

"Kamu kenapa? Aku lihat kamu tidak baik-baik saja?" tanya Iqbal ketika mereka sudah duduk, Rania hanya menghembuskan napasnya.

"Kamu tahu dari mana aku tidak baik-baik saja?" tanya Rania yang pandangannya mengarah keluar.

"Mata kamu tidak bisa berbohong, Rania." balas Iqbal.

"Kamu dari dulu emang selalu tahu walau lewat mata," Rania menatap Iqbal lalu tersenyum.

Iqbal melihat sekeliling caffe terlihat ada sosok wanita menggunakan kaca mata hitam di mana ponselnya sedang mengarah ke arahnya, namun Iqbal tidak curiga sama sekali.

Khansa yang melihat Iqbal sedang menatap ke arahnnya langsung dia berfose, seolah sedang selfi dengan kedua jari ia angkat lalu tersenyum.

"Huuff hampir saja ketahuan," gumam Khansa," baik, sudah cukup," Khansa memasukan ponsel itu ke dalam tas.

Rania yang melihat Iqbal seperti sedang menatap seseorang itu langsung menoleh di mana arah mata Iqbal berada, terlihat seorang perempuan menggunakan baju yang sangat ketat sehingga lekuk tubuhnya sangat kentara, namun Rania hanya bisa melihat punggung wanita itu.

"Kamu kenal sama wanita itu?" tanya Rania di mana punggung wanita itu semakin menjauh.

"Enggak, gak tahu siapa," jawab Iqbal lalu kembali fokus ke Rania.

"Benar kan kamu ada masalah?" kembali Iqbal bertanya.

"Ada saatnya aku akan bicara namun tidak sekarang," jawab Rania sambil menarik napas berat.

"Baiklah aku tidak memaksa,"

Keduanya pun berbincang namun Rania lebih memilih untuk tidak cerita sama Iqbal tentang prahara rumah tanggannya, baginya itu adalah aib sekalipun Iqbal temennya tapi tidak baik menceritakan masalahnya terlebih Rania masih setatus Istri.

Mereka lebih banyak menceritakan tentang pekerjaan dan masa-masa SMA, sesekali Rania menggoda Iqbal yang sampai sekarang masih jomblo padahal usiannya sudah memasuki kepala tiga.

"Jangan salah, jomblo bukan berarti gak laku tapi karena banyak pilihan jadi sulit untuk memilih," jawab Iqbal dengan jumawa Rania tertawa pada ahirnya.

"Kamu kePDan Iqbal, hahaha" Rania terus tertawa.

"Sudah ah, aku mau pulang nanti malah jadi fitnah, padahal kita tidak janjian," lanjut Rania menyeka sudut matanya karena tidak berhenti tertawa, kemudian bangkit dari duduknya,

Rania jalan terlebih dahulu.

"Rania," panggil Iqbal, membuat Rania menoleh," jika ada apa-apa jangan sungkan untuk hubungi aku,"

"Terimakasih," ujar Rania tersenyum sambil mengangguk sebelum ahirnya Rania keluar terlebih dahulu.

Khansa sudah datang terlebih dahulu ke rumah dia memandangi hasil pemotertan yang dia ambil.

"Sepertinya aku bakat jadi fotografer," gumam Khansa menatap foto Rania yang sedang menatap Iqbal," bentar lagi kamu akan hancur Rania, sekali aku kirim maka suami mu akan langsung mengusir kamu dari sini," Khansa tersenyum menyeringai.

Sebuah ucapan salam terdengar dari luar di lihatnnya Adriana datang dia masuk setelah si Mbok membukanan pintu.

"Mama kemana Mbok?" tanya Adriana.

"Mama lagi keluar sebentar mungkin bentar lagi datang," jawab Si Mbok

Khansa melihat Adriana dia tersenyum dengan licik lalu melangkah mendekati Adriana. Dia menggengam pundak Adriana dengan sedikit menekan.

"Mama kamu sedang pacaran dengan laki-laki lain," kata Khansa dengan menatap tajam Adriana .

Adriana yang di tatap seperti itu dia merasakan ketakutan air matanya mulai menggenang.

"Non, lepasin Adriana," ujar si Mbok sambil melepaskan genggaman tangan Khansa, namun sama Khansa langsung mendorongnya sehingga si Mbok terjatuh karena Khansa mendorongnya menggunakan tenaga.

"Jangan ikut campur!"

"Aku ingin kalian keluar dari rumah ini! Jika tidak jangan harap kamu nyaman tinggal di sini," tekan Khansa sambil sedikit mengguncangkan tubuh Adrian.

Adrian yang di perlakukan seperti itu menagis dia sangat takut dengan perlakuan Khansa.

Si Mbok bangkit dari duduknya dan dia berushaha untuk melepaskannya namun ushanya sia-sia karena tenaga Khansa sangat kuat.

"Mama!" isak Adriana dengan cucuran air mata.

"Panggil mama kamu, teriak sekaian!" bentak Khansa membaut Adrian makin takut air matannya sangat deras keluar dari matannya.

"Mama!" teriak Adriana sekuat tenaga walau suarannya tidak begitu keras karena rasa takut yang mendominasi.

Rania yang baru saja datang tercekat dengan Khansa yang sedang mencengkram pundak Adrian lalu melihat si Mbok yang sedang berusha melepaskan.

"Adriana!" ujar Rani sambil menaruh tas sembarangan dia berjalan sedikit berlari.

plakkk

Sebuah tamparan mendarat di pipi Khansa, Adriana langsung menghambur kepelukan sang mama dengan iskan yang memilukan.

"Jangan menyentuh anak ku," tekan Rania dengan tatapan nyalang.

Khansa memegangi pipinya kali ini tamparan Rania sangat kencang, membuat Khansa meringis.

"Kamu boleh merebut Mas Adit! merebut semuanya!, tapi jagan melakukan sama anak yang tidak tahu apa-apa!" sorot mata Rania memerah dia emosinya sudah tidak tertahan lagi. Adriana mengeratkan pelukannya yang masih terisak.

"Kamu sebentar lagi akan keluar dari rumah ini, dan selamnnya Aditama menjadi milik ku," Khansa memperlihatkan potret dimana Rania sedang bersama Iqbal.

Seketika Rania terbelalak lalu Khansa langsung mengirim foto itu sama Aditama. Khansa tersenyum melihat wajah Rania yang menegang. Bukan karena takut di kira selingkuh namun cara Khansa yang salah dan akan memperkeruh suasana jika foto itu langsung di kirim sama Aditama.

"Kamu jahat Khansa," Rania mendorong Khansa sehingga terbentur ke tembok.

Adriana langsung di peluk sama si Mbok dengan menutup mata Adriana agar tidak melihat pertengakarn dua orang yang sudah dewasa.

"Ya itu lah aku, aku yang gila akan Aditam aku yang gila akan ketampanannya berbagai cara agar aku bisa hidup dengannya, sekalipun harus membunuh kalian,"

plakkk

Kembali Rania menampar Khansa dengan mata memerah hidung kembang kempis emosi Rania sudah tersulut.

"Satu lagi, kami pernah saling jatuh cinta," lanjut Khansa sambil memegang pipinya.

"Seharusnya kamu tidak usah di tolong sama suami ku, biarkan kamu menjadi wanita malam," tekan Rania yang ahirnya tetesan air mata itupun lolos tanpa bisa di cegah," dan kamu lebih pantas menjadi wanita murahan,"

"Rania!" bentak Aditma lalu melangkah ke arah mereka, Adtiama menatap Khansa di mana di pipinya ada luka lembab bekas tamparan. Lalu menatap Rania dengan tajam.

"Den, ini tidak seperti yang bapak lihat," ujar si Mbok sedikit ketakutan karena melihat sorot mata Aditma yang siapa saja yang melihatnya menjadi ciut.

"Diam, Mbok, bawa Adriana ke atas," tekan Aditama.

"Adriana tidak mau," tolak Adriana yang langsung memeluk sang Ibu.

"Mas, ini waktu yang tepat, bukan kah waktu itu kamu sudah berjanji akan menceraikan dia?" ujar Khansa mendekat,

"Lihat dia telah melakukan kejahan terhadapku," Khansa memperlihatkan pipinya yang memang di situ ada luka bekas tamparan.

Aditama menarik napas berat lalu menoleh sama Rania yang sedag menyeka sudut matannya lalu menatap sama Adriana yang sedang memeluk Rania dengan iskan yang memilukan. Si Mbok pun ikut menangis mendengar ucapan Khansa.

"Mas, buruan ucapakan kalimat itu aku punya bukti dia jalan dengan laki-laki apa kamu belum melihatnya?"

Aditama menatap tajam Rania seolah meminta jawaban langsung dari Rania.

"Dia teman aku waktu SMA, kebetulan dia juga akan ke caffe kita bertemu bukan karena janjian," papar Rania berusha membela diri.

"Bohong mas, aku punya video mereka yang terlihat mesra," timpal Khansa membuat Aditama memejamkna matannya rahangnya mengeras tangannnya mengepal sangat kuat.

"Rania Izzara binti Irsyad dengan sadadar aku talak kamu,"

Rania yang mendengar ucapan Aditama menjatuhkan talak kepadannya menggelengkan kepalnya dia menangis tersedu-sedu tangisanya sangat memilukan, si Mbok mendekat lalu langsung memeluk.

Rania tidak percaya suaminya dengan mudahnya mengucapkan talak sebelum dia menjelaskan semuannya.

"Baik mas, jika itu mau kamu," ujar Rania dengan suara bergetar dia menghapus air matanya," hari ini juga aku akan keluar dari rumah ini,"

Namun saat dia mau melangkah kakinya seolah tidak kuat untuk memopang tubuhnya Rania meluruh, yang langsung di peluk oleh Adriana dengan tangisan yang tak kalah memilukan. Si Mbok ikut meluruh kini ketiganya sambil berpelukan dengan tangis yang memilukan.

Aditama yang melihat itu menitikan air matanya, ada rasa tidak tega melihat mereka hanya Khansa sajan yang tersenyum melihat tangisan yang memilukan dari mereka.

"Luka mereka kebahagiaan aku," ucap Khansa dalam hati.

1
Mma Fifirizkayanti
apkh ada kelanjutanya novel ini kok setengah2 aja
July Khan: tunggu karya yang lain ya kak, novel ini sudah lama hiatus. In Sya Allah akan ada karya yang lain dan baru.🙂.
total 1 replies
Rieya Yanie
lnjut kak
cinta semu
Aditama mudah labil ... 😁😜 beruntung Rania wanita tangguh ...cowok pengkhianat langsung di hempaskan 😎
Sekar arum
kekurangan di novel ini tuh lama bnget up nya
July Khan: 😅😅 sibuk ke hal lain🤭
total 1 replies
itin
seumur umur yang pakai nama Aditama baru ini ketemu karakter tokoh penyelingkuh tapi yang nelangsa. xoxo
biasanya aditama ini tokoh pria tegas berkarakater dan idaman para wanita.
Siti Zaid: Thor..kenapa lama sangat up nya...crita nya kakak suka..semangat thor..syg klau crita separuh jalan...
total 3 replies
Forta Wahyuni
dasar lelaki murahan yg tdk bisa menjaga pandangan, lht cew cantik langsung selera. dasar anu murahan..
Sekar arum
Rania kamu harus main cantik
Sekar arum
kapan up lg thoorr
July Khan: lagi sibuk menggarap novel yang lain kak, jadi ini sedikit terbengkalai😁 insya allah nanti akan adil, biar pembaca gak pada kabur🤭. terimakasih kak
total 1 replies
Yati Syahira
laki bodoh otak selakangan jgn smpi rujik andriana
Rosnelli Sihombing S Rosnelli
Nggak ngerti lah apa yg kau utarakan thor ...sebentar bilang mau nolong kanza trus cinta sama istri pertama trus kau bilang rania cinta pertama si tama kayak nya memang aditama manusia yg plin plan sok tegas tapi melempem nggak suka aja dengan rada cinta ke anak adriana. memang nggak cinta kok dengan istri pertama dan anak kandungnya sendiri. tolonglah thor kau pertegas sampai dimana rasa cinta si tama sama istri pertama. awal jumpa sama kanza niat nolong. kau bilang si tama orang kaya dan pintar masa nggak bisa si tama nyelidiki keluarga kanza. dingin kali cerita mu ini ngga ada yg buat aku gregetan
Nadrah Nandar: maaf Thor kalo bisa jalan ceritanya jangan terlalu melebar aga rkita pembaca ga bingung konflikx jangan terlalu berbelit Belit agar enak di baca masa sih mantan suami dan mantan madu menang terus yg ga masuk akal sudah di perlihatkan bukti video masih juga ga percaya malah berbahagia addehh pemeran utama menderita terus
total 7 replies
Nur Adam
ljjuur
Deo Dega
Lanjut thor 💪💪🥰🥰
Ulan
sudah selesai ya, lg seru2nya
July Khan: tunggu kelanjutanya setah kontrak turun ya kak😊 masih di revew soalnya😉
total 1 replies
July Khan
lagi nunggu kontrak turun jadi sementata tidak up dulu🤭
blecky
semngt rania
blecky
hahahaha Aditama bodoh
Sekar arum
kok malah hamil sih tu pelakor, harusnya mandul, gimana sihh ntar makin besar kpla aja tu ulat bulu
Sekar arum
kapan nih lanjutannya thoorr jgn gntungin atuh
July Khan: di tunggu ya kak, ini lagi proses di dunia nyatannya agak sibuk🤭😁 peluk dari jauh.
total 1 replies
Norhayati Hanipah
menarik jalan cerita
July Khan: terimakasih kak🥰
total 1 replies
Masitoh Masitoh
semangat ya nulisnya biar jln ceritanya lancar...up
July Khan: terimakasih kak😊 semoga suka dengn certanya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!