Adeline Zinnia Graham, memilih kuliah di Munich demi mengikuti kekasihnya. Namun, suatu peristiwa membuat Adeline memutuskan berpisah.
Hari hari Adeline kembali diisi dengan kehadiran seorang Reyn Elden Frederick yang merupakan dosen sekaligus anak sahabat ayahnya.
Perlahan tapi pasti, benih cinta itu muncul dan pernikahan keduanya pun terjadi. Kehidupan keduanya sangat bahagia hingga dikaruniai seorang anak. Namun, kehancuran dalam kehidupan Adeline dimulai dari sana, ketika ia harus kehilangan orang yang ia sayangi dan juga kehilangan kepercayaan dirinya.
Mampukah Reyn dan Adeline mempertahankan rumah tangga mereka? atau perpisahan adalah jalan yang terbaik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PimCherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RETAK, LALU HANCUR
"Will you marry me?"
Adeline menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia tak percaya Reyn akan melamarnya saat acara wisudanya. Sungguh, ini kejutan yang sangat membahagiakan. Tak banyak hal yang akan ia pertimbangkan karena ia memang sudah memiliki rasa cinta pada seorang Reynzo Elden Frederick.
"Yes!" ucap Adeline sambil menganggukkan kepalanya lagi untuk menegaskan jawabannya.
Senyuman pun terukir di wajah Reyn, juga di wajah kedua orang tua mereka. Anthony dan Kimberly tak menyangka bahwa putri mereka akan segera menikah, padahal ia baru saja lulus kuliah. Di sisi lain, Ethan dan Queen sedikit kaget dengan apa yang dilakukan oleh Reyn meskipun mereka juga bahagia. Usia Reyn yang sudah 27 tahun dan bagaimana sikap Reyn pada wanita lain, membuat mereka bersyukur karena Reyn menjatuhkan pilihan pada putri sahabat mereka.
Aiden tersenyum bahagia saat melihat Adeline bahagia. Baginya, kebahagiaan Adeline kedua orang tuanya adalah yang terutama, apalagi setelah peristiwa kejam yang menimpa keluarga mereka.
Tak perlu acara pertunangan di antara keduanya karena kedua keluarga sepakat untuk menikahkan mereka. Jika Reyn tak memerlukan fase pacaran untuk melamar Adeline, maka mereka tak perlu melewati acara pertunangan untuk menuju ke sebuah pernikahan.
*****
Tiga bulan kemudian, acara pernikahan antara Reyn dan Adeline pun dilangsungkan. Acara resepsi pernikahan diadakan dua kali di dua tempat di negara berbeda. Resepsi pertama dilakukan di Munich, sementara resepsi kedua diadakan di New York.
Sebuah hotel yang berarsitektur seperti kastil kuno, menjadi pilihan Keluarga Graham untuk menggelar resepsi untuk putri bungsu mereka.
"Di mana Aiden?" tanya Anthony pada Kimberly.
"Aku tidak tahu, mungkin ia sudah pulang," jawab Kimberly. Awalnya mereka ingin memperkenalkan Aiden pada salah satu putri rekan bisnis mereka. Bukan karena keinginan mereka, tapi karena keinginan wanita itu.
(Cerita Aiden bisa dibaca di novel "Red Hair Woman & MR. MAFIA) - yang merupakan misi kepenulisan dari NT.
"Kamu bahagia, sayang?" tanya Reyn.
Dengan mengulas senyuman yang sangat cantik, Adeline menganggukkan kepalanya. Ia meeasa beruntung dan bersyukur mendapatkan Reyn sebagai suaminya, pasangan hidupnya. Kenangan buruknya dulu seakan telah hilang dan digantikan oleh perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Reyn.
Setelah acara resepsi pernikahan yang terpaut satu minggu dengan resepsi sebelumnya itu telah selesai, Reyn dan Adeline pun masuk ke dalam kamar hotel yang telah disulap dengan begitu cantiknya.
Malam ini adalah malam pengantin mereka. Hal itu karena mereka memang menundanya sampai acara resepsi pernikahan mereka selesai. Saat pintu kamar sudah tertutup dan tak lupa menguncinya, Reyn menarik pinggang Adeline ke pelukannya hingga tubuh mereka begitu dekat.
"I love you," ucap Reyn.
"I love you too," ucap Adeline kemudian mencium bibir Reyn.
"Kamu nakal! Mencuri ciuman dariku. Seharusnya aku yang melakukannya," ucap Reyn, membuat Adeline tersenyum.
"Aku ingin ciumanku kembali," Reyn langsung melum mat bibir Adeline lalu menggendong istrinya itu menuju ke atas tempat tidur.
Reyn sangat suka belajar. Oleh karena itu, sebelum ini ia telah mempelajari gaun pengantin Adeline terlebih dahulu. Ia tahu di bagian mana saja yang harus ia buka agar malam ini ia bisa unboxing lebih cepat setelah menunggu selama seminggu.
"Kita tidak mandi dulu?" tanya Adeline saat Reyn terus saja mencium lehernya, membuat ia kegelian dan mulai mengeluarkan beberapa suara yang membuat Reyn semakin bersemangat.
"Setelah ini selesai, kita bisa mandi bersama," bisik Reyn di telinga Adeline.
"Ahhhh ...," suara des sahan Adeline kembali terdengar ketika Reyn memberikan sentuhan di leher Adeline. Dengan cepat Reyn membuka gaun yang dikenakan oleh Adeline hingga hanya menyisakan pakaian dal am saja.
Adeline melihat tatapan Reyn yang seakan terpesona saat melihat dirinya, membuatnya malu dan langsung menutup tubuhnya dengan kedua tangan. Saat Adeline menutup tubuhnya, Reyn malah memberikan sentuhan di pa ha Adeline, yang membuatnya menggeliatt karena tubuhnya merasakan gelenyar dan getaran yang luar biasa.
"Sayang ... Ahhh ...," Reyn kembali tersenyum ketika Adeline semakin menikmati apa yang ia lakukan. Ternyata ilmu ulat sutera yang ia pelajari ada gunanya juga, demikian pikir Reyn.
Malam itu, menjadi malam yang berkesan bagi keduanya. Adeline menjadi milik Reyn seutuhnya karena Reyn adalah yang pertama untuk Adeline dan begitu pula sebaliknya.
"Kamu adalah milikku dan selamanya hanya milikku," bisik Reyn di telinga Adeline.
Keduanya terlelap setelah melakukan pertempuran pertama mereka. Tak ada mandi bersama karena Reyn bisa melihat bagaimana istrinya itu kelelahan. Akhirnya Reyn bangkit dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebelum itu, ia menyelimuti tubuh polos Adeline.
*****
Brakkk!!!
Derby melempar barang barang di dalam kamar tidurnya. Ia merasa kesal saat mendengar pemberitaan tentang pernikahan Adeline dengan pria yang ia ketahui adalah pria yang membuatnya dipenjara dan dideportasi ke New York.
"Argghhh!!! Sialannnn!!!" teriak Derby, "Bagaimana bisa mereka hidup bahagia, sementara aku harus menderita seperti ini."
Derby yang selama ini tak bisa keluar dari Kota New York, tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa. Ia pergi kuliah di siang hari dan bersenang senang di malam hari. Kedua orang tuanya sepertinya sudah lelah memberikan nasihat untuknya hingga akhirnya mereka tak lagi mempedulikan apa yang dilakukan oleh Derby.
Kebebasan, itulah yang diinginkan oleh Derby dan ia mendapatkannya, meskipun ia tak bisa keluar dari Kota New York. Namun, kebebasannya kini sepertinya akan hancur ketika ia mengetahui bahwa dirinya mengidap H I V.
Saat ia selesai memeriksakan keadaan dirinya di rumah sakit, dan mendapatkan hasil yang menyakitkan, ia melewati hotel di mana acara resepsi pernikahan Reyn dan Adeline dilaksanakan.
Seketika itu juga hatinya merasa panas dan dendam lama yang ia kubur di dalam hati pun kembali ia gali. Ia tak ingin Reyn dan Adeline hidup bahagia.
"Mereka harus menderita, sama seperti yang ku alami. Jika aku harus mati, maka mereka juga."
Derby benar benar dikuasai oleh amarah yang sangat besar. Ia tak mempedulikan sakit yang ia derita karena fokusnya kini adalah menghancurkan Reyn dan Adeline.
Brakkkk
Derby kembali memukul cermin di hadapannya dengan tinjunya, membuatnya retak kemudian pecah.
"Ya, seperti itulah akan aku buat pernikahan kalian. Retak ... Lalu hancur, hingga tak akan pernah bisa disatukan lagi. Bersiaplah menghadapiku, Adeline sayang," ucap Derby dengan senyum smirk yang menghiasi wajahnya.
🧡 🧡 🧡