NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:115.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Fi

Sepakat untuk menikah dan sepakat akan bercerai setelah 2 tahun menikah, itulah perjanjian antara Rani dan Temy sebelum menerima perjodohan mereka. Namun, saat tiba waktunya mereka akan berpisah, keduanya baru menyadari jika keadaan sudah membuat mereka jadi terbiasa dan telah hadirnya benih cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Malam ini adalah malam persiapan bagi Temy. Esok hari, pria itu akan pergi ke Negara Inggris untuk mengikuti reuni di Kota London. Tentu saja, akan ada banyak barang yang ia bawa dari rumah, mengingat Temy berada di sana selama beberapa hari.

Ketika sedang sibuk mengemasi puluhan barang-barang, tiba-tiba Temy mendengar suara deru mobil yang berhenti di depan rumahnya. Tanpa pikir panjang, pria itu berjalan menuju ke jendela, lalu mengamati mobil itu dari lantai dua. Benar saja, itu adalah mobil pagi tadi yang menjemput Rani, istrinya.

Seorang pria yang pernah Temy lihat keluar dari mobil, lalu melakukan yang sama seperti yang ia lakukan pagi tadi. Rani keluar dari pintu sebelahnya, menyunggingkan senyum kepada pria itu. Sempat terjadi perbincangan singkat antara keduanya, sebelum pria itu berpamitan untuk pulang. Mobil pun berjalan kembali.

Temy mendengus kesal, melihat sikap Rani yang semakin berani bermain-main dengan pria di hadapan matanya. Kini, keputusan perceraian yang Temy lakukan sudah sangat tepat. Pria itu tak mungkin menarik kembali keputusannya itu, semuanya telah mutlak.

Temy mengalihkan pandangan ke arah lain, menarik gorden jendela dengan kasar. Pria itu mengamati barang-barangnya yang masih berantakan di atas kasur, mencari-cari sesuatu yang dibutuhkannya saat ini. Sebuah benda pipih yang tergeletak di atas bantal, Temy segera mengambil benda itu dengan sigap.

Temy mengeklik ikon telepon di ponselnya, lalu mencari-cari nama di daftar kontak miliknya. “Rafa ... Rafa ... Rafa ...,” gumamnya. Kurang dari satu menit, nama itu telah Temy temukan. Tanpa basa-basi, Temy langsung menghubungi pria itu.

Tut ...!

Lama menunggu, Temy berdecak kesal. Tak biasanya pria itu membalas teleponnya dengan sangat lambat. Temy tak bisa diam di tempat, ia terus saja berjalan mondar-mandir ke sana ke mari. Emosinya memuncak ketika sang operator mengambil alih untuk berbicara dengannya.

“Nomor telepon yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi ....”

Tut ...!

Temy langsung mematikan sambungan itu, lalu merebahkan diri di atas kasurnya, membenamkan seluruh wajahnya di atas bantal. Semua ini membuat rasa malas Temy kambuh. Pria itu tak memiliki semangat lagi untuk menata beberapa barang bawaannya, mencoba untuk mengulur-ulur waktu.

Namun, tiba-tiba kepalanya terangkat dengan cepat, menyadari bahwa ponselnya berbunyi. “Akhirnya ...!” seru Temy, melihat nama yang terpampang di ponselnya itu. Temy segera mengangkat telepon dari Rafael.

“Halo, tumben menghubungiku malam-malam begini?”  Temy mengembuskan napas kasar, merasa kesal.

“Dari mana saja kau? Kenapa tidak langsung mengangkat telepon dariku?” Temy berucap dengan secuil emosi yang ada di dalam hatinya. Mau bagaimana pun, pria itu masih bisa bersabar.

“Maaf, aku tadi sedang menyetir, ini masih berhenti di pinggir jalan untuk mengangkat teleponmu,” jelas Rafael. “Memangnya ada apa?” sambungnya bertanya.

“Aku cuma mau bertanya kepada kau, berapa hari lagi sampai surat perceraian kita berhasil diproses?” tanya Temy. Rafael diam sejenak, mengira-ngira lama waktu yang sedang ia hitung.

“Mungkin sekitar beberapa minggu lagi.”

“Kau serius?!” sela Temy dengan keras. Temy merasa terkejut karena ia mengira bahwa waktunya tinggal sebentar lagi. Nyatanya, itu semua tak sesuai dengan harapannya.

“Iya, aku sudah pernah bilang sebelumnya, mengurus proses perceraian itu tidaklah mudah. Oleh karena itu, aku butuh waktu yang lama,” jelas Rafael.

“Ayolah, apa kau benar-benar tak bisa mempercepat proses itu? Aku benar-benar sudah tidak tahan!” Temy berucap dengan nada kesal.

“Satu-satunya hal yang bisa kau lakukan hanyalah bersabar ....”

“Aku sudah bersabar dari beberapa hari yang lalu, hei!!!” Lagi-lagi, Temy berucap dengan intonasi tinggi.

“Kalau begitu, tingkatkan kesabaranmu!” Tak mau kalah, Rafael juga meninggikan nada bicaranya, membuat Temy bungkam. “Sedari awal, kau yang membuat semua keputusan ini. Kau tahu, apa yang kau lakukan itu sudah kelewatan. Mungkin aku pernah mengatakan hal ini kepada kau, bahwa kedua orang tuaku juga bercerai selama aku masih kecil. Oleh karena itulah, aku membenci apa pun yang berkaitan dengan perceraian. Rasa trauma akan hal itu masih terus berlanjut hingga aku dewasa!”

Kalimat Rafael membuat Temy bungkam. Kemudian, pria itu pun melanjutkan kalimatnya. “Ya, aku memang akan mengurus semua proses perceraian kau, tapi ... jangan harap aku akan menyetujui keputusan kau. Sampai kapan pun, itu tidak akan pernah terjadi. Bersabarlah dan jangan hubungi aku lagi akan hal ini.”

Tut ...!

1
falea sezi
terlalu baik dan bodoh itu sama
Lastri Naila
Bagus
Hozaimatul Jamilah
hmm
Edelweiss🍀
didesak oleh mama Ira, panik kan kalian😅
Edelweiss🍀
menurutku sebaiknya batalkan saja perceraian itu, karena Temy bukannya KDRT bukannya Selingkuh tp dia hanya hampir terlambat menyadari perasaannya. Jd gak ada salahnya mereka mulai lagi dari awal
Chocolla: Hai kak, mampir yuk ke ceritaku 😊
total 1 replies
Novianti Wulandari
Kecewa
Sandigit
jgn bilang ni Yura calon pelakor awalnya baik2 saja lama2 JD tertarik SM temy
Sandigit
jgn sampe saran Rafael mlh menjadi bumerang n membawa petaka
Sandigit
untuk apa bertahan dg org yg SDH tdk menginginkan kita n mempertahankan buang2 waktu
Edelweiss🍀
ku pikir pernah terjadi malam panas di antara mereka, syukurlah tidak
Edelweiss🍀
Benarkah mereka akan membina rumah tangga yg harmonis kembali😌 ku harap Rani segera hamil🤭
Edelweiss🍀
tak dapat dipercaya inu saran Rafa, semoga gak gatot yah🤨
Edelweiss🍀
Apakah Rani berhasil luluh🤔 tak semudah itu ku rasa.
Edelweiss🍀
Ajakin kekamar aja tuh si Rani, pasti ketahuan perasaan yg dia rasa😅
Edelweiss🍀
gak ada kekerasan dari Temy ke Rani tp rasanya jd kek trauma sama pernikahan😥😥😥
Li Xian LinLu
huhuhu geram
Edelweiss🍀
merindukan, merindukan, dsar Temy benar2 kau ya😣
Edelweiss🍀
mungkin kata yg tepat ialah Menyeruput secangkir kopi🙏🏻☺️
Nuraini Gs09
jangan lm" upnya
sigit daryanto
datang bantuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!