NovelToon NovelToon
Rumah Hantu

Rumah Hantu

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Horor / Tamat
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Endah puji astuti

Karya ini menceritakan tentang kehidupan seorang manusia yang sulit bahkan hampir tidak mau berbaur dengan sesama. Bahkan selama hidupnya, hanya ia habiskan untuk keluarganya saja. Kehidupan dengan tetangga dan sekitar tak ia pedulikan. Bahkan untuk menyapa pun sangat enggan dilakukan. Hingga akhirnya ia di temukan telah mati membusuk dirumahnya. Tak ada seorang pun yang mengetahui akhir hayatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endah puji astuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Belatung

Malam ini merupakan malam ke tujuh sebagai peringatan kematian Bu Nuri. Tahlilan yang di adakan di mushala masih tetap berlangsung meskipun hanya beberapa orang saja yang hadir.

Budhe Sumi masih sakit. Sampai sekarang beliau masih diam jika di tanya bagaimana awalnya beliau bisa jadi seperti itu. Pakdhe Yoso dengan telaten merawat istrinya itu.

"Memangnya belum ada tanda-tanda Mbak Sumi akan membaik, Kang?" Ibu bertanya pada Pakde Yoso saat beliau lewat mencari rumput untuk pakan kambing-kambingnya.

"Belum, Tri. Setiap malam Sumi masih suka teriak-teriak. Ndak tahu apa yang di lihat." Pakdhe Yoso tampak gelisah dan khawatir saat menceritakan kondisi istrinya. Tentu saja itu membuat rasa prihatin pada kita semua. Bagaimana tidak, Budhe Sumi merupakan orang tua yang di hormati di sini. Orangnya ramah, suka membantu tetangga yang kesusahan meskipun beliau sendiri masih dalam kondisi kekurangan. Tanpa membeda-bedakan, siapa saja yang meminta pertolongannya pasti sebisa mungkin akan beliau bantu.

"Sekarang Mbak Sum sama siapa di rumah, Kang?"

"Sendiri saja, Tri. Tadi mau minta tolong Yati kok dianya belum pulang dari pasar. Ya sudah, aku tak cari rumput dulu, Tri. Kasihan kalau Sumi di tinggal lama di rumah." pamit Pakde Yoso sambil menenteng karung kosong, di salah satu tangannya memegang arit untuk memangkas rumput.

Ibu bangkit dari kursi dan masuk ke dalam. Keluar lagi membawa rantang di tangannya. Sedangkan hari ini aku dan Mira libur sekolah. Tapi sedikitpun tak ada niat untuk pergi main ke luar rumah bersama teman-teman.

"Bu. ikut." Mira berlari menghampiri Ibu yang sudah sampai di jalan depan rumah. Sebenarnya aku malas untuk ikut, tapi jika tidak, maka aku akan di rumah sendirian karena Bapak sudah ke ladang sejak pagi.

"Bu, mau kemana?" tanyaku.

"Ke Budhe Sumi. Kasihan sendirian di rumah."

"Ayu ikut, Bu." bergegas aku mengambil sandal dan menutup pintu tanpa di kunci. Namun langkahku terhenti, tubuhku mendadak lemas.

"Nduk." panggil Ibu.

"Hah, dalem, Bu." bergegas aku menutup pintu tanpa menguncinya, berlari mengejar Ibu yang masih berdiri di tepi jalan. Sepanjang jalan aku memikirkan sosok yang ku lihat tadi. Hingga melewati pertigaan, samping rumah Bu Nuri, aku masih saja mengingatnya. Sesekali aku menoleh ke belakang, aku merasa, sosok itu mengikuti kami dari belakang.

"Nduk, kalau jalan lihat depan. Nanti tersandung."

"Iya, Bu." aku menyusul Mira yang sudah jalan di depan. Sedangkan Ibu malah berjalan lambat sambil melihat kebelakang.

"Bu, ayo cepat."

Budhe Sumi masih terlelap. Kondisi rumah Budhe Sumi kini memprihatinkan. Lantai rumah entah kapan terakhir kali di sapu, mungkin sebelum Budhe Sumi jatuh sakit seperti ini. Piring kotor juga berserakan di meja makan, dapur, maupun di dipan dekat Budhe Sumi terbaring lemah. Bergegas Ibu mengangkut semua piring-piring kotor dan menempatkannya di satu tempat. Mengambil sapu dan mulai membersihkan lantai dari belakang hingga depan.

"Nduk, tolong piringnya di bawa ke belakang. Nanti di cuci sama Mira, berdua, ya." pinta Ibu.

"Kok aku, Bu?" aku menggerutu.

"Kenapa? Kalian tidak mau?"

"Ayu takut, Bu." jawabku lirih.

"Takut apa? Siang-siang jangan takut, tidak akan ada setan." tukas Ibu. Aku membuang nafas kasar. Bergegas aku menarik tangan Mira untuk membantuku mencuci piring.

Dapur Budhe Sumi ada di sebelah barat paling belakang. Dekat dengan pintu keluar yang menghubungkan dengan halaman samping rumah. Halaman yang biasa Budhe Sumi gunakan untuk menjemur pakaian, halaman yang menjadi jarak antara rumah Budhe Sumi dan Bu Nuri.

Aku menyelesaikan pekerjaan mencuci piring secara kilat. Tak mau rasanya aku berlama-lama di dapur Budhe Sumi yang terkesan singup. Dapurnya luas, namun penerangannya hanya menggunakan lampu bohlam berwarna kuning entah berapa what. Meskipun sudah siang, namun dapur Budhe Sumi masih tampak remang-remang karena tertutup rimbunnya pohon bambu di belakang rumah.

"Sudah selesai?" Ibu rupanya sedang menyuapi Bude Sumi yang sudah bangun.

"Sudah, Bu." aku duduk di sebelah Ibu. Menatap lekat ke wajah Bude Sumi yang masih terlihat lemah. Pandangan Budhe Sumi terlihat kosong.

"Budhe." panggilku lirih. Budhe Sumi hanya melirik sekilas ke arahku, lalu pandangannya kembali menatap ke depan.

"Biarkan Budhe Sumi makan dulu, Nduk." ucap Ibu.

Aku keluar, menemani Mira yang sedang bermain kayu dengan tanah di halaman depan rumah Budhe Sumi.

Halaman samping rumah Budhe Sumi, yang merupakan belakang rumah Bu Nuri, tampak kotor dan singup. Apalagi di tambah rimbunnya pohon bambu belakang rumah Budhe Sumi yang menambah kesan angker suasana sekitar rumah. Dari jauh, terlihat Pakdhe Yoso berjalan memikul karung terisi penuh rerumputan. Suara kambing Pakdhe Yoso yang memang sudah lapar sedari pagi, mengembik melihat sang majikan membawa makan siang untuk mereka.

"Kalian disini?" Pakdhe Yoso tampak tersenyum meskipun keringat mengucur dari tubuhnya. Kulitnya yang legam, semakin mengkilat karena keringat yang terpancar sinar matahari.

"Iya, Pakdhe." Mira menunggui laki-laki tua itu memberikan makan pada kambing-kambingnya di belakang rumah. Aku memilih untuk menungguinya di samping rumah saja. Pohon bambu gang rimbun, dengan suara berdecit saat tertiup angin kencang, membuat daun-daun keringnya berguguran. Dari samping rumah, aku melihat sesosok wanita sedang berdiri di antara pohon-pohon bambu yang sedang bergoyang karena terpaan angin. Sosok itu tetap berdiri kokoh saat pohon-pohon di sekitarnya meliuk-liuk dengan mengeluarkan suara berderit dengan di iringi dedaunan kering yang beterbangan.

Tampaknya Mira dan Pakdhe Yoso tidak memperhatikan, jika keduanya sedang di amati oleh sosok Bu Nuri itu dari jauh. Mulutku terkatup rapat, kaki ku terasa lemas. Seperti saat masih hidup, Bu Nuri menatap Mira dan Pakdhe Yoso tanpa senyum. Rambutnya tergerai panjang, wajahnya putih dengan bedak yang menghiasi wajahnya.

Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Pakdhe Yoso bergegas mencari sapu lidi dan juga cikrak. Mira juga tampak heboh dengan apa yang dia lihat. Meskipun penasaran, namun aku tidak mau mendekat untuk melihat. Apalagi Mira terlihat seperti sedang mual, menahan sesuatu. Aku masih mengamati dari kejauhan. Aroma busuk tiba-tiba saja tercium. Aku menoleh ke rumah sebelah, rumah yang berdiri kokoh, besar dan megah. Berbanding terbalkk dengan rumah di belakangnya, rumah Pakdhe Yoso yang jauh dari kata sederhana.

Perutku mual, seluruh isinya berdesakan meminta untuk di keluarkan. Aku berlari, menuju kolam sampah di belakang rumah Bu Nuri, mengeluarkan semua isi sarapanku. Aku terhuyung, Mira berlari menghampiriku. Banyak pertanyaan yang dia ajukan padaku, namun aku hanya memilih diam, menahan mual yang tak kunjung hilang.

"Pakdhe, disini juga ada belatungnya." Mira berteriak, jemarinya menunjuk ke bawah. Tempat di mana aku mengeluarkan isi perutku baru saja.

1
Yusrizal.75 Yusan
/Toasted/
Isnaaja
aku juga gitu yu,,awalnya bersikap ramah dan sopan,tapi kalau lama lama dicuekin jadinya enggan untuk bersikap ramah dan sopan.melengos aja lewatin orangnya
Endah_Merry: sama kak. aku jg gtu. males aja. nanti di kiranya kita cari perhatian 🤭
total 1 replies
Isnaaja
mungkin setannya bu nuri marah digibahin mira 😁
Endah_Merry: hahaha... iya. dia gk suka di gibahin. dia sukanya klo di ajak gibah 🤭
total 1 replies
Isnaaja
si mira update ya,,selalu lebih tau./Grin/
Endah_Merry: dia biang gosip cilik 😁😁
total 1 replies
Isnaaja
santuy banget ya jawabnya /Facepalm/
Endah_Merry: mau gimana lagi 😌😌
total 1 replies
Isnaaja
awas,nanti kamu dimarahin ibu.
Endah_Merry: hehehe.. Ibu sudah hafal, jdi gk marah 😅
total 1 replies
Isnaaja
apa gak bosen makan telur ceplok setiap hari?/Facepalm/
Endah_Merry: bosen kak, adanya cuma itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
estycatwoman
good
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
😔😔syang'y tetangga sy klkuan'y hmpir mirip dngan Bu Nuri,mlah mgkin lbih parah..
Endah_Merry: iya bener. mending diemin aja.
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mira hebat jg,mskipun mngaku takut tp msih mmpu mnyikapi keadaan..
Endah_Merry: hehehe... wajar sih. namanya jg takut🤭
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
kalau tarik2n slimut sma ayang sih seru,lah..ini tarik2n slimut sm setan😣😣
Endah_Merry: namanya juga setan. mana mau peduli orang yg di ganggu lagi ngapain 😄
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
mampir lg aku kak☺️
Lina Narseh
bagus critanya
Endah_Merry: terimakasih sudah mampir 🤗🤗🤗
total 1 replies
Ai Emy Ningrum
Tanam2an ,bunga2aan takut untuk layu ,rumput2an pun enggan untuk bertunas 😳😳😳 duuh sampe segitu nya efek demit bu Nuri 👻
by the way ,cerita ini tamat kah krn kampung nya sudh jadi kampung mati.Mira dan Ayu pun sudah dewasa dan berkeluarga...😗
Endah_Merry: 🤭🤭🤭🤭 saking cintanya kok
total 20 replies
Ai Emy Ningrum
ngapain lg bu Nuri tuh 😱😳🙀
maghrib maghrib udh keluyuran 👻👻👻
Ai Emy Ningrum: mending muter ,biar rada jauh tp aman dr jangkauan demit 👻👻
total 21 replies
yamink oi
luarrr biasaaaaaa
Ai Emy Ningrum: mantaap 👍🏻👍🏻
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
kemajuan.. hantu bu Nuri udah mau bantuin cuci piring, biasanya cuma banting2 piring doang, besok2 bantuin nyuci baju, masak, nyapu, ngepel 😁😁
Ai Emy Ningrum: meringan kan beban si ibuk lah jd nyah 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayu semaput ditanya sama hantu bu Nuri 🙈🙈🙈
Ai Emy Ningrum: 🤣😹🤣😹🤣😹😂😂😃😃😃
total 11 replies
yamink oi
benar saudara paling dekat adalah tetangga....
Endah_Merry: benar sekali. sekaya kayanya kita dan keluarga lainnya, tetap yang paling pertama nolong kita saat kesusahan emang tetangga.
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
recomended 👍👍👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ: sama2 lah yaaa.. 😚
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!