"Mommy tidak mau tahu Alex, Nikahi dia...!
karena dia sedang mengandung cucu Mommy. Dan kau akan tahu akibatnya jika Daddymu tahu semua ini!" Ancam sang Mommy.
"Aku akan menikahimu hingga anak itu lahir, setelah itu kita berpisah." Alex.
"Baiklah, saya setuju Tuan." Ucap lntan menatap Nanar.
Arinda lntan Ranaya atau lntan, terpaksa harus menikah dengan Alexander Mark Jameson. Lelaki yang dingin dan tak punya hati. lni semua ia lakukan hanya karena anak yang di kandungnya.
5 Tahun berlalu lntan kembali dipertemukan dengan orang yang pernah memberinya cinta, sekaligus menorehkan luka.
"Aku sangat mencintaimu lntan. Dari dulu, sekarang, nanti dan selamanya, beri aku kesempatan untuk mengurangi rasa luka yang pernah aku beri"
Akankah lntan kembali pada cintanya itu?
Yuk Kepoin mereka jangan lupa dukungannya ya 🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chacha shyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KSI Part 12
Di saat Levi tengah serius mencari baju tiba-tiba saja seseorang memeluknya dari belakang, dengan perasaan campur aduk Levi pun berbalik, Levi segera membuang pandangannya disaat lntan berdiri seperti bayi yang sudah polos, namun dengan cepat dan rakusnya lntan menyecap bibir lelaki di depannya itu dengan gerakan sensualnya.
"lntan sayang jangan lakukan ini karena_ump" kalimat nya tertahan saat lntan kembali menyecap bibirnya meski dengan gerakan yang sangat kaku, namun itu mampu membuat Levi lambat laun mengikuti permainannya. Bahkan lelaki itu kini mengangkat tubuhnya ala bridal style dan membaringkannya di atas tempat tidur.
"Tolong aku, lakukanlah…" rengek lntan pasrah.
Meski ragu dan takut, akhirnya Levi mau tidak mau melakukannya juga, karena ia tidak ingin sangat kekasih tersiksa oleh obat perangsang yang telah di minumnya itu.
Levi memberikan sentuhan lembutnya di tiap titik sensitif milik lntan bahkan ia merasa semakin menggila di saat kedua gundukannya terus saja di sesap, sedangkan di bawah sana tangan Levi berusaha menggelitiknya hingga tubuhnya bergetar hebat saat sesuatu yang ingin tumpah ruah.
Setelah pelepasannya lntan kembali di buat menggila saat sesuatu yang terus bergesekan dengan miliknya dan berusaha untuk merangsek masuk hingga tanpa sadar ia pun melebarkan pahanya, membuat Levi tersenyum dan siap melakukan penyatuannya.
"Apa kau sudah siap sayang?" tanya Levi dan di jawab anggukan oleh lntan, setelah mendapat persetujuan lntan, Levi pun segera melakukan serangannya, namun ternyata sungguh sangat sulit.
"Ahhk sakit…!" pekik lntan disaat Levi memasukkan sedikit benda miliknya itu, bahkan kuku-kuku Intan menancap di punggungnya.
"Aku akan melakukannya pelan-pelan sayang" ucap Levi mengecup mata Intan yang kini sudah mulai berair karena menahan sakit di bawah sana.
Setelah lntan kembali tentang, Levi pun melanjutkan aksinya, dan kini ia pun berhasil meski dengan bersusah payah, sedangkan Intan merasakan jika bagian tubuhnya seperti terbelah jadi dua, namun pengaruh obat yang di minumnya juga memintanya untuk terus ingin menikmati permainan Levi.
Sedangkan Levi Sejenak membiarkan milik Intan menerimanya dengan sempurna setelah itu ia pun mulai bergerak pelan hingga lntan kembali di buat terlena, dan entah sudah berapa kali mereka melakukannya hingga mereka Sama-sama terkulai lemas.
"Begitulah ceritanya" ucap Levi yang kini memeluk tubuh lntan dengan posesifnya.
"Dengarkan aku, kau adalah milikku, dan apa yang ada padamu adalah milikku,!" ucap Levi kembali memberikan sentuhan lembutnya pada tubuh lntan.
"A-apa yang akan kau lakukan?" tanya lntan gugup saat tangan Levi mulai jahil mengelus bagian dadanya.
"Tentu saja kita akan mengulanginya sayang namun kali ini penuh dengan kesadaranmu, bagaimana?" belum juga lntan membuka mulut untuk bertanya Levi kini kembali menyerang tubuh lntan dengan penuh kelembutannya.
"Auhk…" satu ******* lolos keluar.
Levi membalikkan tubuh lntan, hingga posisi Intan kini berada di atasnya lalu ia membantu lntan untuk bergerak maju mundur hingga lntan kembali merasakan gejolak yang menuntunnya bergerak dengan cepat apa lagi di saat Levi terus saja mempermainkan ujung bukit kembarnya membuat sensasi luar biasa di dalam tubuhnya dan begitupun dengan Levi yang terus saja mengimbangi saat lntan terus saja mempercepat gerakannya.
"Lev…levi…" ucap lntan terbata di saat merasakan sesuatu yang ada akan tumpah sedangkan Levi terus saja menekannya dari bawah membuat tubuh lntan bergetar bahkan meliuk-liuk dengan indah, lntan menekan dengan kuat miliknya dan Levi disaat sesuatu dalam dirinya yang ingin tumpah.
Levi kembali membalikkan tubuh lntan hingga kini ia berada di posisi mengungkungnya, dan Levi pun kembali memberikan tekanan demi tekanan yang membuat lntan menegang, Intan dan Levi pun saling berpelukan di saat sesuatu kembali ingin tumpah, bahkan kini menembus dinding rahim milik lntan.
"Sayang Terima kasih, aku tidak sabar dari sini akan terlahir Levi junior, aku benar-benar mencintaimu dan tidak sabaran ingin segera menikah denganmu.
Kau tahu? kau adalah cinta pertama dan terakhirku, aku akan selalu mencintaimu sampai kapan pun lntanku sayang…"
Levi semakin memeluk lntan dengan begitu dalam, rasa cinta yang ada di hatinya memang sangatlah tulus dan apa adanya, Levi memang mengagumi sosok lntan yang polos dengan wajah cantik yang di milikinya membuat sang pewaris sebuah perusahaan otomotif itu melabuhkan cinta pertamanya pada sosok lntan.
Satu bulan kemudian.
"Percayalah padaku aku akan segera kembali untuk menikahimu setelah Oppa sembuh dan keluar dari rumah sakit. Aku akan menceritakan hubungan kita selama ini pada Oppa, Oppa pasti sangat bahagia karena selama ini Oppa selalu menyuruhku untuk segera menikah. Tunggu aku sayang, aku sangat mencintaimu" ucap Levi menghapus air mata kesedihan sang pujaan hati yang sangat di cintainya, bahkan ia pun benar-benar tidak kuasa membendung air mata perpisahannya itu.
Berat rasanya ia untuk meninggalkan lntan. Namun apa mau di kata Oppa nya tiba-tiba saja masuk rumah sakit, dan ia sangat di butuhkan karena ia adalah cucu Satu-satunya di keluarganya itu. Levi memeluk dengan erat kekasihnya itu seolah la tidak ingin berpisah.
"Aku akan segera menemuimu dalam waktu dekat ini setelah itu kita menikah bagaimana?" lntan hanya memberikan sebuah anggukan sebagai tanda ia setuju karena ia juga sudah tidak mampu untuk berkata-kata di saat semua kesedihan yang di rasakannya kini menghimpit di dada, dan dengan berat ia dan Levi harus saling melepaskan.
lntan terus saja menatap kepergian mobil yang di tumpangi Levi hingga menghilang dari pandangannya.
Sebulan sudah kepergian Levi, namun tak ada kabar dan berita sekalipun darinya membuat lntan selalu merenung dan lebih banyak mengurung diri, bahkan sahabatnya Luna binggung dengan kondisinya yang sudah tidak seceria dulu sebelum ia mengenal Levi.
Hingga satu minggu terakhir ini ia hanya memilih untuk berbaring saja, saat merasakan tubuhnya setiap pagi akan terasa lemas dan bahkan merasa mual.
pada akhirnya la pun tersadar jika sudah dua bulan ini ia tidak datang bulan, dan dengan paniknya ia segera menuju ke Apotek untuk membeli tes pack sebanyak-banyaknya, dan alhasil ternyata Dia positif hamil.
Kini Intan hanya bisa menangis kebodohannya yang telah melakukan semua itu tanpa berfikir panjang akibat perbuatannya itu akan merugikan dirinya dan anak yang di kandungnya itu juga akan jadi korban.
lntan segera bangkit berdiri, kini ia berjalan masuk ke kamarnya dan membuka sebuah laci. la pun meraih sebuah kartu nama yang tersimpan di dalam laci itu.
lntan pun sedikit bisa tersenyum saat membaca alamat yang tertulis di kartu nama tersebut.
Ya kartu nama yang pernah Levi berikan kepadanya.
Dengan semangat 45 dan keyakinan penuh lntan pun memutuskan untuk kekota besar agar bisa menemui kekasih yang sudah sangat di rindukannya itu.