NovelToon NovelToon
Menikahi Wanita Ternoda

Menikahi Wanita Ternoda

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dosen / Romansa / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: ntaamelia

Di suatu malam yang kelam, pria bernama Fierce De Lance Tanson mendapati dosennya diperkosa. Wanita muda itu meringkuk sambil menangis, sementara pelaku telah kabur.

Karena perasaan cinta yang sudah cukup lama terpendam, Fierce membawa sang dosen ke rumah sakit dan berjanji akan bertanggung jawab.

Akan tetapi niat baik tak selalu membuahkan hasil. Tawaran Fierce ditolak mentah-mentah oleh wanita bernama Yuna, karena merasa tak pantas bersanding dengan muridnya itu. Terlebih Fierce masih sangat muda, masa depannya masih sangat panjang.

Namun, siapa sangka? Yuna harus menerima kenyataan pahit ketika dirinya dinyatakan hamil. Hingga akhirnya dia bersedia menerima lamaran Fierce.

Bagaimana kehidupan pernikahan mereka? Akankah berjalan mulus, sementara di hati Yuna hanya ada perasaan bersalah? Dan apa yang akan terjadi ketika identitas si bayi terkuak?

Jangan lupa follow Ig @nitamelia05

Salam anu👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. ATM

Fierce sukses menjual motor kesayangannya, dan membeli motor yang lebih sederhana seperti milik Gilang, sementara semua sisa uangnya dia tabung dan diberikan pada Yuna dalam bentuk ATM.

"Apa maksudnya, Fierce?" tanya Yuna ketika meraih benda tipis itu dari tangan suaminya. Dia baru saja selesai bersiap-siap untuk mengajar, tetapi tiba-tiba Fierce kembali masuk ke dalam kamar.

"Aku berhasil menjual motor milikku, Kak. Dan sisa uangnya aku simpan di ATM itu. Karena Kakak istriku, jadi Kakak yang harus memegangnya," jawab Fierce sambil tersenyum, sementara Yuna tampak terbengong-bengong.

"Motormu yang kemarin itu? Terus kamu kerja pakai apa, Fierce?" tanya Yuna lagi, sudah cukup pemuda ini berkorban untuknya. Dia tidak mau terlihat sangat jahat, hingga Fierce melakukan apapun demi membahagiakan dia.

"Aku beli yang bekas, Kak. Tapi masih bagus kok."

Tidak ada raut wajah menyesal sedikitpun saat Fierce mengatakan itu, membuat Yuna menganga. Wanita hamil itu memijat pelipisnya dan menelan ludahnya dengan kasar. "Kalau begitu biar kamu saja yang simpan kartu ini. Ini kan uangmu."

Fierce merasa sedikit kecewa saat Yuna berkata seperti itu, dia mendorong pelan tangan istrinya yang kini sudah terulur. "Uangku adalah uang Kakak. Sementara uang Kakak, bukan uangku. Apa yang aku berikan adalah bentuk kewajiban. Jadi, jangan menolak."

"Tapi aku yakin ini terlalu banyak, Fierce. Kamu juga butuh uang untuk cadangan di jalan!" cetus Yuna, kini dia mulai menggebu-gebu karena Fierce tak sedikitpun memikirkan dirinya sendiri.

Melihat Yuna yang marah-marah justru membuat Fierce tersenyum, pemuda itu menangkup satu sisi wajah istrinya dan mengusapnya dengan pelan. "Aku sudah mengambil secukupnya. Kakak tidak perlu khawatir."

Terdengar helaan nafas panjang keluar dari mulut Yuna, tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi sifat suaminya yang begitu sabar. "Tapi kalau memang merasa kurang, kamu harus bilang padaku."

Fierce langsung mengangguk dan mengusak puncak kepala Yuna dengan sayang. Suka sekali melihat wanita satu ini berubah menjadi cerewet.

Sesaat mereka saling pandang, dari sejak pertama mereka menikah Fierce belum pernah sama sekali menjamah bibir Yuna, dan sekarang dia semakin tertarik untuk menyentuhnya.

Fierce memangkas jarak dan melangkah pendek. Sementara Yuna bergeming dengan dada yang mulai bergemuruh, dia sudah jelas tahu ke mana arah tatapan mata Fierce.

"Fierce, kita harus—"

Ucapan Yuna berhenti saat wanita itu merasakan sapuan lembut dari bibir suaminya. Namun, bukan hanya tentang kenikmatan yang ia dapat, karena bayangan kelam itu justru lebih mendominasi.

Hingga Yuna mendorong dada suaminya dengan pelan. Yuna benar-benar belum siap.

"Maafkan aku, Fierce," ucap Yuna, agar pemuda itu tidak tersinggung. Tatapannya yang bergulir ke sana ke mari, membuat Fierce tersadar, bahwa sang istri masih memiliki trauma.

"Tidak apa-apa, kita jalani semua ini pelan-pelan, aku akan menunggu sampai Kakak siap," ucap Fierce seraya menyapu jejak basah di bibir Yuna menggunakan ibu jarinya.

***

Berbeda situasi di tempat lain, yakni di rumah kedua orang tua Yuna. Saat itu Bram sudah pergi untuk bekerja, tetapi tiba-tiba seseorang masuk ke dalam rumah dengan penampilannya yang berantakan.

Dia berjalan sambil celingukan, seperti sedang mencari-cari sang pemilik rumah. Hingga tak sengaja dia melihat bayangan Sintia yang sedang mencuci pakaian.

"Bu, aku butuh uang!" teriak Adam—putra satu-satunya Sintia dengan sang mantan suami.

Mendengar suara yang begitu familiar di telinganya apalagi disertai panggilan 'Ibu' sontak saja Sintia langsung menoleh. Dia memicing ketika melihat putranya yang sudah lama tidak pulang itu.

"Apa-apaan kamu, Dam? Datang-datang cuma minta uang, ke mana kamu selama ini?! Apakah kamu tidak memiliki pekerjaan?" omel Sintia, merasa geram dengan sikap sang anak yang memiliki hobi bermain judi dan mabuk-mabukan. Terasa tak ada untungnya, karena sepeserpun Sintia tidak mendapatkan uang dari Adam.

"Sudahlah, Bu. Jangan banyak tanya, walaupun aku menganggur, tapi aku ini sibuk!" balas Adam dengan ketus.

"Sibuk apa? Sibuk main judi? Sama dengan Ayahmu itu!" teriak Sintia, mengingat sang mantan suami yang memiliki hobi sama dengan putranya. Maka dari itu dia meminta cerai.

"Akh, bukannya kasih Adam uang, Ibu malah mengomel terus. Aku akan mencarinya sendiri, Ibu pasti simpan uang 'kan?" Adam melangkah ke arah kamar kedua orang tuanya, dan Sintia langsung mengikuti langkah Adam.

"Tidak ada, Adam!" sergah wanita paruh baya itu, tetapi Adam tak mengindahkan ucapan sang ibu, dia terus berjalan dan mendorong tubuh Sintia yang berusaha menghalanginya.

"Minggir, Bu!" teriak Adam saat Sintia berdiri di depan pintu kamar dengan tangan yang terbuka.

"Cari uang sendiri sana. Kamu tahu sendiri kan, kalau gaji Ayahmu itu hanya cukup untuk kebutuhan."

"Aku tidak peduli!"

"Adam!" teriak Sintia, dia masih berusaha untuk mendorong dada putranya dengan sekuat tenaga. "Minta Yuna sana! Adikmu sudah menikah dengan orang kaya, dia pasti punya banyak uang!"

Mendengar itu, Adam langsung menghentikan gerakan tubuhnya. Dia bergeming sambil membayangkan wajah adik tirinya. Dan dia mulai menyeringai.

1
Deistya Nur
keren, semangat ka 👍💪
Gia Nasgia
otw kepoin
Gia Nasgia
Terimakasih kak Othor untuk karyanya yg menghibur 👍🙏
Gia Nasgia
Fierce Junior hati2 ada gempa lokal😂
Gia Nasgia
🤣🤣🤣🤣🤦‍♀️
Gia Nasgia
Seharusnya sdh sejak dulu
Gia Nasgia
Akhirnya ibu tirinya Yuna tahu bagaimana sifat anaknya 😡semoga keluarga kecil Fierce dan Yuna selalu bahagia 😍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Gia Nasgia
Pakai bocil tokcer juga 🤭
Gia Nasgia
Hahaha meleyot inimah 😂😂
Gia Nasgia
Akhirnya 😍😍
Gia Nasgia
Si Adam nggak tahu sdh berurusan dgn siapa 😡
Gia Nasgia
Aku mendukung An
Gia Nasgia
Yuna umurnya aja yg tua
Gia Nasgia
Yuna jangan cpt mengambil kesimpulan kasihan perjuangan Fierce untuk mendapat restu dari keluarga nya
Gia Nasgia
very sad
Gia Nasgia
Semoga Mom.Soya dan Dad Ken sepemikiran dgn An yg mau menerima masa lalu Yuna 🥺
Gia Nasgia
Tapi kurasa An akan bangga mendengar alasan Fierce menikahi Yuna yg hanya korban dari perbuatan kakak tirinya
Gia Nasgia
Semoga An tdk langsung menghakimi Yuna dan mau mendengarkan penjelasan Fierce
Gia Nasgia
Waduh bakalan ketah klau Junior bukan anaknya Fierce 🥺
Gia Nasgia
Jaka tarub versi modern
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!