Berkisah tentang kehidupan seorang pemuda yang tidak memiliki ambisi sedikit pun dalam hidupnya. Tujuan hidupnya hanya lah hidup dengan santai tanpa tujuan yang berarti.
Namun sebuah Sistem tiba-tiba hadir dalam hidupnya mengharuskan ia melakukan sesuatu yang merepotkan bertujuan untuk menuntun ia untuk mencari ambisi terbesar dalam dirinya.
Dapatkah ia menemukan ambisi terbesar dalam dirinya dengan bantuan sistem? ataukah malah ia mengabaikan semuanya untuk menjalani hidup santainya?
Saksikan cerita lengkapnya dalam "SISTEM AMBISI"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iwan Gusti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER XI
~SELAMAT MEMBACA~
"Aku... "
Tampak jelas jika dik ini sedikit ragu dua-dua nya adalah pilihan sulit sekarang semua keputusan ada di tangannya dia tidak bisa asal-asalan dalam mengambil keputusan tapi....
DUK
Secara tiba-tiba dik langsung bersujud di depan pria itu. Tiada yang menyangka dik yang terkenal kuat bersujud di depan pria misterius ini.
"Aku siap menjadi bawahan tuanmu asalkan nyawa bos bisa diselamatkan" Dik
"Bang ini.....?"
"Keputusan ku sudah bulat setidak nya nyawa bos bisa di selamatkan kalian bebas untuk memilih untuk ikut atau tidak aku tidak akan memaksa kalian"
DUK
"Kami juga siap!!"
Senyuman kecil tampak di bibir pria misterius itu ketika melihat empat orang di depan nya ini rasa kekeluargaan dan kebersamaan yang sangat kuat itu sangat sulit di dapatkan tanpa adanya kebersamaan yang cukup lama.
"Pilihan yang tepat, sekarang kalian bisa duduk dengan tenang sebentar sementara aku akan melakukan operasi pengangkatan proyektil peluru di tubuh pria itu"
Hanya 15 menit pria misterius itu telah kembali dengan sarung tangan yang masih ada bercak darah bekas operasi singkat nya itu.
"Bos kalian sudah selamat, sekarang ia sudah aku pindahkan ke ruangan khusus mungkin beberapa jam lagi ia akan sadar atau malah beberapa hari tergantung keadaan"
HUFT~~
Keempat nya menghela nafas lega mendengar hal itu orang yang berjasa bagi hidup mereka sudah selamat betapa bersyukur nya mereka.
"Sekarang sudah saatnya aku bertanya, apa yang terjadi?"
Hah~
Dik sudah menduga pria misterius di depannya ini akan bertanya demikian toh mereka sudah diselamatkan dirinya.
"Jadi begini.... "
Kemudian dik menjelaskan panjang lebar mengenai masalah yang menimpa mereka. Dimulai dari awal mula terbentuk nya mafia mereka.
Pada mulanya bos mereka bernama Roy(yang saat ini tengah terluka) yang masih berumur 30 mengumpulkan mereka anak-anak jalanan yang terlantar dijadikan nya mereka sebagai orang yang terlatih menggunakan senjata hingga berjumlah sekitar 150 orang.
Semakin lama kebersamaan mereka menjadikan mereka seperti keluarga yang saling melindungi satu sama lain.
Pada mula nya mereka hanya membentuk seperti preman yang menguasai pasar, terminal dan fasilitas umum lainnya namun lama-kelamaan jumlah mereka semakin bertambah banyak semuanya berkat wakil pemimpin mereka Jack.
Jack mulai merekrut anggota dalam skala besar, Roy yang selalu berfikir positif tak terlalu masalah lagipula ini juga berdampak baik bagi mereka sebab mereka akhir nya bisa menguasai wilayah timur kota ini.
Namun disitulah awal mula terjadi nya permasalahan yang kini mereka hadapi keinginan untuk berkuasa yang besar dalam diri Jack telah mendorong nya untuk mendesak Roy melakukan perebutan wilayah di wilayah lain.
Namun usulannya selalu ditolak oleh Roy sebab 2 pimpinan wilayah lain yang dikuasai mafia lain telah melakukan perjanjian dengannya untuk tidak saling melakukan perebutan wilayah lagi.
Namun apa boleh dikata Jack yang sudah tertelan kemarahan dengan cepat mengumpulkan orang-orang yang selama ini direkrut nya untuk melakukan kudeta, 350 orang dari 500 anggota mendukungnya sebab mendapat iming-iming dari Jack.
Tepat malam tadi Roy yang tengah di markas nya langsung diserang membabi buta oleh Jack beserta orang-orang yang mendukungnya.
150 orang melawan kekuatan berjumlah 350 orang, sekuat apapun mereka tetap akan kalah jika melawan orang sebanyak itu. Roy tertembak tepat diperut pelakunya tak lain adalah Jack. Untungnya dirinya masih sempat melarikan diri bersama 120 orang pengikutnya.
30 lainnya? mereka semua telah tewas untuk mengulur waktu bagi Roy melarikan diri.
Mengendarai 15 mobil mereka terus bergerak menghindari kejaran pengikut Jack hingga seperti saat ini.
Menurut dik 3 mobil mereka di ledakkan dalam perjalanan sekitar 15-20 orang di dalamnya kemungkinan keseluruhan nya mati ditempat.
"Hah~aku tidak menduga Jack akan tega melakukan hal ini pada kami padahal banyak yang telah kami lewati bersama"
Keempat nya kini menampilkan wajah sedih nya kehilangan anggota keluarga bukanlah sebuah hal yang bisa dengan mudah di terima terlebih bukan hanya satu melainkan sekitar 50 orang yang menjadi korban untuk membiarkan mereka lari seperti ini.
"Kalian tenang saja selama kalian setia kepada tuanku kalian akan selalu selamat kedepan nya mungkin akan ada masa nya kalian membalaskan dendam itu"
Aura membunuh terasa di sekitar mereka. Lagipula saat ini mereka benar-benar merasa sakit hati ketika orang yang mereka anggap saudara dengan tega menusuk mereka dari belakang.
"Sebelum nya maaf ketidak sopanan ku, Namaku Derius mulai saat ini mohon kerja sama nya" ucap Derius sembari membuka tudung kepala yang sedari tadi menutupi wajah nya.
Kini terlihat wajah seorang pria berumur sekitar 30 tahunan di depan mereka. Wajah nya tampan ditambah aura kedewasaan nya itu apalagi aura kepemimpinan nya tampak sangat jelas.
Pria itu sedari awal memang merencanakan ini melihat mereka semua Derius merasa mereka ini adalah orang yang pas untuk dijadikan bawahan tuannya.
Ini semua hanyalah kronologi yang sudah disiapkan oleh Derius ia akan menawarkan sesuatu yang sama-sama berat kebebasan ataukah keselamatan dan mereka telah lolos tes dari diri nya dengan mereka memilih keselamatan bos nya itu sudah membuktikan betapa loyal nya mereka pada atasan.
"Oh tuan Derius terima kasih telah menolong kami semua selanjut nya mohon bantuannya" Dik yang berbicara mewakili yang lain.
"Bagus sekarang kalian beristirahat lah karena besok mungkin tuanku akan datang kemari jadi jangan membuatnya kecewa"
Derius melangkah menaiki tangga meninggalkan keempat orang itu di bawah pengawalan 10 orang bersenjata lengkap lagipula siapa orang yang akan membiarkan orang asing di dalam markasnya tanpa pengawasan.
"Semoga saja tuan menyukai hal ini.. "
***
Hari masih cukup gelap sebab matahari belum terbit menyinari bumi namun Hans telah bangun dengan mata panda nya.
Semalaman ia tak bisa tidur sebab terlalu asyik melakukan trading jadi waktu istirahat nya benar-benar sedikit.
"Huaaaam mungkin lain kali aku harus mengatur waktuku lebih baik lagi lihatlah sekarang aku benar-benar seperti mayat hidup"
Setelah duduk mengumpulkan nyawa nya beberapa menit ia langsung bergegas ingin menyelesaikan misi harian nya.
KREK
Sesosok pria tampak berdiri di depan pintu tapi orang itu kini tengah tidur berdiri dia adalah Derius.
Setelah melakukan tugasnya tadi pria itu langsung pulang ke rumah tuannya namun ia tidak berani mengganggu waktu istirahat tuannya alhasil dirinya berakhir dengan tertidur berdiri seperti saat ini.
"Maaf tuan saya ingin melaporkan tugas dari ruang sudah saya lakukan, mereka saat ini sudah ada gedung milik tuan" Derius
"Kerja bagus Derius sekarang kau bisa beristirahat dulu mungkin nanti aku akan mengunjungi mereka jika sudah sempat"
Derius yang memang sejatinya mengantuk hanya mengangguk dan melangkah pergi memasuki kamar sementara nya. Meskipun berasal dadi sistem tapi mereka tetap sama seperti manusia juga butuh istirahat.
________________________________________________
Biasakan untuk selalu
(✓) Like
(✓) Favorit
(✓) Kritik dan Saran
(✓) Gift
See You Next Time