NovelToon NovelToon
Pendekar Dewa Naga

Pendekar Dewa Naga

Status: tamat
Genre:Petualangan / Kultivasi / Fantasi petualangan-Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Dan budidaya abadi / Ahli Bela Diri Kuno / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.6
Nama Author: Fathir Aliyudin

Follow ig: klanqing
Tang Shan adalah seorang remaja yang berusaha merubah takdirnya.
Disaat tidak bisa berkultivasi dan menjadi kultivator kuat.
bahkan ayah Tang Shan tidak mengakui Tang Shan sebagai anaknya.

Apakah Tang Shan berhasil merubah takdirnya?
Ataukah selamanya dia menjadi sampah masyarakat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fathir Aliyudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fang An Vs Tiga Patriak Sekte

Keesokan harinya.

Fang An dan semua kultivator bebas maupun murid dari banyak sekte dan klan yang beraliansi itu berkumpul di lapangan latihan sekte.

Karena jumlah pasukan yang sangat banyak, sehingga lapangan latihan hanya mampu menampung 35% dari jumlah pasukan yang ada.

Rata rata Kultivator bebas dan murid sekte serta klan memiliki kultivasi pejuang prajurit keatas, dan ada beberapa puluh tetua yang memiliki kultivasi pejuang suci tahap awal, sementara Patriak ketiga sekte besar dan ketiga Patriak klan besar, memiliki kultivasi pejuang suci tahap puncak, yang mana kultivasi mereka setara dengan Fang An.

Tapi jika bertarung, meskipun Fang An menghadapi 2 lawan yang memiliki kultivasi yang sama dengannya, mereka bukan apa apa didepan Fang An, semua itu tidak lepas dari dukungan kekuatan fisiknya yang sangat kuat.

Fang An sendiri berkumpul dan berbaris dengan kelompok pertama, mereka dikumpulkan karena membagi tugas, kelompok pertama akan bergerak dari arah selatan, kelompok kedua bergerak dari arah Utara, sementara kelompok ketiga bergerak dari tengah.

Setiap kelompok memiliki 250 ribu pasukan, dimana terdiri dari seratus sepuluh ribu berkekuatan pejuang prajurit, seratus ribu berkekuatan pejuang jendral, lima belas ribu berkekuatan pejuang raja dan sepuluh ribu berkekuatan pejuang kaisar.

Fang An sendiri menekan kekuatan nya hingga ke ranah pejuang prajurit tahap puncak, karena pemuda seusia Fang An, hanya dapat menembus pejuang prajurit tahap puncak, itupun jika didukung oleh sumber daya yang besar.

Kelompok Fang An dipimpin oleh Patriak sekte teratai putih dan Patriak klan Gu, atau biasa dipanggil patriak Tien dan Patriak Gu, setelah membagi pasukan dan mengatur strategi untuk menyergap pasukan aliran sekte aliran hitam, Fang An dan kelompoknya bergerak meninggalkan sekte gunung langit.

*******

Ditempat lain.

Patriak Kun dan pasukan sudah menguasai wilayah timur, tidak ada sekte maupun klan yang tersisa, anehnya, mereka tidak menyerang kota maupun desa yang ada di wilayah timur, target mereka hanyalah klan dan sekte.

Saat ini Patriak Kun dan lainnya bergerak kearah selatan, dimana Fang An dan kelompoknya juga bergerak dari arah itu, jika kedua pasukan bertemu, sudah pasti pertempuran besar akan terjadi, namun pasukan yang bersama Fang An kalah jumlah.

Dan jika hal itu terjadi, sudah pasti pasukan yang bersama Fang An akan di bantai, pasalnya, pasukan yang dibawa oleh Patriak Kun berjumlah hampir satu juta pasukan, sementara pasukan yang bersama Fang An hanya berjumlah 250 ribu saja.

"Kita sudah berada dekat dengan perbatasan wilayah timur dan selatan, dua minggu lagi kita akan tiba di perbatasan, ingatkan pada semua pasukan! jangan menyentuh setiap desa maupun kota, target kita adalah sekte dan klan," ucap Patriak Kun pada ketiga Patriak lainnya.

"Benar patriak Kun, kita tidak boleh menyentuh penduduk kota maupun desa, biarkan mereka hidup agar berkerja untuk kita," timpal Patriak Kongqi mengangguk setuju.

Dua minggu kemudian.

Patriak Kun dan lainnya tiba di perbatasan, saat tiba di perbatasan, Patriak Kun dan ketiga Patriak dan ketiga Patriak lainnya sepakat untuk mengistirahatkan pasukan mereka.

Meskipun pasukan mereka sangat besar, tapi hampir separuh pasukan hanya memiliki kultivasi pejuang jendral kebawah, artinya mereka tidak bisa dipaksakan untuk terus melakukan perjalanan.

*******

Di wilayah selatan.

Setelah melakukan perjalanan selama 2 minggu, Fang An dan pasukan juga hampir tiba di perbatasan, dan hanya membutuhkan waktu kurang dari seminggu lagi untuk tiba di perbatasan selatan dan timur.

"Beristrahat dan buat tenda! lalu pulihkan diri kalian!" ucap Patriak Tien memberi perintah.

Fang An dan pasukan kemudian beristrahat dan membangun tenda, selesai membangun tenda, masing masing dari mereka memulihkan diri dengan menyerap energi spiritual, Fang An juga naik ke sebuah pohon besar, lalu dia duduk mengambil sikap lotus dan menyerap energi spiritual.

Dua hari kemudian.

Fang An dan pasukan kembali bergerak ke perbatasan, mereka bergerak dengan was was, pasalnya, seminggu lagi mereka akn tiba di perbatasan, tentu akan ada pertempuran hebat jika bertemu dengan pasukan aliansi sekte aliran hitam.

Keesokan harinya.

Fang An dan pasukan kembali bergerak ke perbatasan, menjelang malam, akhirnya kedua pasukan dengan jumlah yang tidak seimbang itu bertemu dihutan perbatasan.

"Rupanya kamu ingin menyerahkan nyawamu Patriak Tien," ucap Patriak Kun tersenyum menyeringai.

Patriak Kun tidak membalas, dia hanya tersenyum masam, dia tidak menyangka akan bertemu dengan pasukan besar seperti itu, 250 ribu melawan 950 ribu? sama saja dengan bunuh diri, meski kultivasi setiap pasukan sama, tapi tetap saja pasukan yang dibawa Patriak Tien kalah jumlah.

Selain pasukan kalah jumlah, Patriak Tien dan Patriak Gu memiliki empat lawan yang seimbang, artinya masing masing dari mereka akan menghadapi dua lawan.

Whush..

Berada diposisi paling belakang, Fang An melesat kedepan dan melewati setiap pasukan yang ada didepannya, lalu dia berdiri sejajar dengan Patriak Tien dan Patriak Gu, Fang An dengan malas berkata.

"Aku beri dua pilihan, kembali ke tempat kalian! atau aku habisi disini?" dengan tenang dan suara datar, Fang An memberi pilihan.

Mendengar ucapan Fang An memberi pilihan, Patriak Kun dan ketiga Patriak lainnya tidak bisa menahan tawa, bisa bisanya anak kemarin sore memberi ancaman pada mereka.

"Apa yang bisa kamu lakukan bocah? apa aku tidak salah dengar? Hahaha.." Patriak Su Ju tidak bisa menahan tawa, baik dia, Patriak Kun dan kedua Patriak lainnya tertawa hingga terpingkal pingkal.

Whush..

Tanpa banyak kata, Fang An melesat dengan cepat kearah Patriak Su Ju, lalu melepaskan tapak naga azure dengan kekuatan 80%.

Patriak Su Ju yang asik tertawa pun terkejut saat diserang Fang An, dengan sigap dia menyambut serangan Fang An dengan sebuah tinju juga.

Boom..

Serangan tapak naga azure dan tinju Patriak Su Ju beradu, lalu membuat tangan Patriak Su Ju seketika patah dan tulangnya sampai menembus keluar.

Untuk sesaat, Patriak Kun dan kedua patriak lainnya tercengang, begitu juga dengan Patriak Tien dan Patriak Gu, keduanya juga terkejut, yang membuat mereka terkejut adalah ada kultivator kuat yang bersama mereka, tapi dia tidak menunjukkan diri.

"Aaaarrg,"

Jerit Patriak Su Ju saat tangannya patah, selain menjerit kesakitan, dia juga menatap Fang An dengan wajah permusuhan.

"Jangan menatapku seperti itu jika masih ingin hidup!" ucap Fang An menatap tajam Patriak Su Ju.

"Aku katakan sekali lagi, kembali atau aku habisi kalian semua disini?" ucap lanjut Fang An menatap Patriak Kun dan lainnya bergantian.

"Hahaha.. meskipun kamu kuat, tapi kamu sendirian anak muda, kami tidak takut padamu," Patriak Kun tidak ingin menyerah begitu saja, dia tidak ingin mimpinya menjadi kaisar kekaisaran Ming kandas oleh seorang pemuda.

"Baiklah jika itu pilihanmu, aku sudah memberimu pilihan, tapi jika kamu ingin mati disini, dengan senang hati aku mengabulkannya." balas Fang An datar.

Fang An kemudian mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan, lalu dia melesat kearah Patriak Kun dan kedua patriak lainnya.

Treeeng Treeeeng Treeng..

Senjata mereka beradu, Fang An melawan ketiga Patriak sekaligus, sementara Patriak Tien, Patriak Gu dan pasukan dari kedua kubu hanya diam dan menyaksikan pertarungan tidak seimbang itu.

Meski menghadapi tiga lawan dengan kekuatan yang setara, dengan lincah bergerak zig zag, Fang An dapat menghindari serangan ketiga Patriak, dan juga dapat mendaratkan tendangan serta pukulan pada ketiganya.

Pertarungan mereka sangat sengit, wajah semua orang berubah ubah, mereka tidak percaya dengan apa yang dilihat saat ini, seorang pemuda berusia belasan tahun dapat menghadapi tiga Patriak sekte yang memiliki kekuatan besar.

Pertarungan itu membuat Fang An semakin belajar untuk meningkatkan kemampuan bertarung nya, setiap gerakan yang dilakukan oleh ketiga Patriak, Fang An selalu memperhatikan dan membaca arah gerakan mereka.

Dua jam setelah bertarung, belum ada tanda tanda dari mereka untuk kalah, baik Fang An maupun ketiga Patriak, namun Fang An sudah berhasil membuat ketiganya terluka dengan sayatan pedangnya, sementara Fang An sendiri masih belum terluka sama sekali.

*******

Tinggalkan Like dan Komentar nya ya kak!!!

Dikasih Hadiah dan Vote juga lebih bagus.

Terima Kasih....

1
Widianto Dalang
GEGE artinya GILA EDAN GENDHENG EDAN
Matisekali Hidupsekali
li feng suka nama tu napa bubuh nama fang an. penulis klau bodoh jangan tunjuk kau plagiat novel orang.
Pa Oong
ko ceritanya ga ada tamat menggatung semua jdi males aja buka lagi aplikasi ini
Independent 2020
naif
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Harman Loke
sabar Tang Shan
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Tang shan
Jade Meamoure
yah gak bisa d salahin jg sih para penjaga, orang dah malam jg coba siang hari trus gak d terima nah itu baru bisa bertindak kyk Fang An 😏😏😏
Jade Meamoure
kita kultivasi ganda 🤔🤣🤪
Jade Meamoure
cintaaa oh cintaaaa
payah harusnya Jan dulu jatuh cinta saat skarang jd kurang greget bagusnya saat dah bertempur dg Mo He
Jade Meamoure
layulah orang kekuatan n khasiatnya dah d serap 😏😏😏
Jade Meamoure
emang d tingkat apa tuh perampok ya 🤔🤔🤔 koq keok
Elva Ajja
Patriak Tien dan patriak satunya,kok malah diam aja nonton fang an bertarung, seharusnya mereka membantai pasukan aliran hitam lah..oon kali pun.
Jati Sasongko
author masih mabuk kecubung..wajar saja
Jati Sasongko
dungu dipelihara
Jati Sasongko
efek kecubung SDH mulai ilang
Jati Sasongko
sebelumnya terbang 3 itu apa.. dasar dungu
Jati Sasongko
jenius apanya.. IQ jongkok iya..dungu kok dibilang jenius..MC mabuk kecubung ya
Jati Sasongko
MC dungu begini,
Jati Sasongko
MC pekok, bukan nolong malah sembunyi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!