NovelToon NovelToon
HARLEY THE SECRET AGENT

HARLEY THE SECRET AGENT

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Petualangan / Tamat
Popularitas:350k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Sally

Warning!

Novel ini hanya untuk usia 21+ yang mempunyai tingkat ke-haluan level tinggi. Tidak ada korelasi nya dengan agama apapun dan budaya manapun!

Orang-orang mengenalnya dengan nama Harley Davidson, seorang pemuda yang tidak diketahui asal usulnya oleh siapapun. Tidak ada yang tahu persis dari mana asal pemuda tampan ini atau siapa orangtua nya, yang mereka tahu hanya bahwa pemuda misterius ini tinggal seorang diri disebuah villa diatas bukit.

Terkadang dia hadir diantara orang-orang dikota itu, terkadang dia menghilang entah kemana tetapi seorang Harley akan selalu kembali ke villa itu dengan mobil sportnya atau motor besarnya.

Hingga satu saat dengan sangat terpaksa dia membawa pulang seorang gadis kedalam rumahnya, yang lambat laun akan mengisi hidupnya.

Siapakah gadis cantik itu?
Aoa yang terjadi ketika Harley harus menyerahkan kembali gadis itu kepada kedua orang tuanya?

Ikuti terus kisah mereka di novel ini yah..
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian semua disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Sally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Harley

" Mommy..." Ucap Rosie lirih

" Rosaline! Apa ini kamu?! Apa kamu baik-baik saja nak?! Apa yang telah si brengsek lakukan kepadamu?! Ya Tuhan mommy pikir kamu...Dimana kamu sekarang?! Mommy dan daddy mencarimu kemana-mana!" Cecar sang mommy dari seberang sana.

Saat Rosie akan memberitahu lokasi dirinya kepada sang mommy, gadis itu menoleh ke arah Harley seakan meminta alamat rumahnya saat ini, tetapi Harley menggelengkan kepalanya.

" Aku baik-baik saja mommy..." Jawab Rosie terisak.

" Syukurlah sayang...Lalu dimana kamu sekarang? Kami akan menjemput mu secepatnya !"

" Aku akan mengirimkan alamatnya lewat pesan singkat mom...Mommy kapan bisa menjemput ku?" Lanjutnya

" Segera setelah kamu mengirimkan alamatnya sayang..."

" Baiklah mom...I love you mommy "

" I Love you sayang..."

Rosie pun mengakhiri sambungan teleponnya, lalu menyerahkan kembali benda pipih jadul itu kepada Harley. Sempat terbersit dibenak Rosie, mengapa untuk orang seperti Harley masih menggunakan ponsel jadul seperti itu. Padahal koleksi mobil dan motornya sangat bagus dan mahal. Sepatutnya pemuda dingin itu menggunakan ponsel pintar pikirnya.

Harley pun mengetik sebuah alamat dan mengirimkannya langsung kepada wanita yang mengaku mommy dari Rosie itu. Tak seberapa lama kemudian sang mommy membalasnya dengan menggunakan huruf kapital, sepertinya wanita itu cukup terkejut setelah mengetahui dimana lokasi anak gadisnya sekarang.

Setelah Harley membalasnya untuk Rosie, sang mommy lalu memberitahu kapan persisnya dia akan menjemput Rosie.

" Tiga hari lagi mommy mu akan menjemput mu, aku akan mengantarmu nanti " Ucap Harley, lalu meninggalkan Rosie menuju kamarnya.

" Kau lihat Max...Dia sepertinya sangat membenciku " Ucap Rosie. Gadis itu pun beranjak dari sofanya menuju dapur, kebiasaan gadis itu ketika kesal atau marah dia akan memasak banyak makanan dan menyantapnya sendirian.

Tiba di kamarnya Harley langsung masuk ke kamar mandi, dia masih mengingat ucapan dokter pagi tadi tentang kondisi terakhir Paloma. Kerusakan di otaknya juga organ tubuh yang lainnya membuat harapan hidup wanita itu sangat tipis, ini membuat Harley sangat terpukul.

Dia marah, sangat marah saat ini. Apalagi mengingat sang dokter yang menyerahkan keputusan untuk kelangsungan hidup Paloma kepadanya.

Harley mengunci kamar mandinya, menyalakan musik sekencang-kencangnya, lalu menyalakan keran air untuk menyirami tubuhnya dan menangis histeris sepuasnya.

" Aku menyesal karena telah mengajakmu berkencan hari itu nenek tua!! "

" Kenapa kamu menghukum ku seperti ini!!! "

" Apa kau marah padaku karena aku selalu memanggilmu nenek tua hah!!"

Kembali Harley berteriak dan menangis histeris, kehilangan Paloma sama seperti kehilangan sosok seorang ibu baginya. Meski dia belum pernah merasakan kasih sayang seorang ibu sebelumnya, hingga wanita tua itu hadir di kehidupan nya lima tahun yang lalu.

Puas meluapkan perasaannya melalui tangisan histeris nya, pemuda dingin itu mengakhiri ritual mandinya. Dia mengganti pakaiannya dengan kaos oblong serta celana tidur panjang lalu membungkus dirinya dengan selimut.

Rosie sempat mendengarkan teriakan dan tangisan Harley dikamar mandi, meski samar karena tertutupi suara musik yang kencang. Tadinya gadis ini akan menawarinya makan, tetapi urung dia lalukan dan memilih untuk kembali ke dapur dan menyantap makanannya seorang diri.

Meski dia belum sepenuhnya memahami situasi yang sedang dihadapi oleh Harley, tapi gadis ini sudah bisa menduga jika wanita yang ditangisi oleh pemuda yang telah menolongnya ini merupakan salah satu korban kejahatan mendiang ayahnya.

Rosia melahap habis makanannya sambil menangis.

Tiga hari kemudian.

" Tunggulah disini, mommy mu sebentar lagi akan tiba " Ucap Harley lalu meninggalkan gadis itu seorang diri didalam sebuah cafe, sementara dia kembali kedalam mobilnya dan memantau Rosie dari sana.

Rosie tidak menanggapi perkataan Harley, dia hanya diam dan menuruti perintah pemuda itu untuk duduk di kursi yang ditunjuk olehnya dan menunggu mommynya disana.

Tiga hari ini Rosie lebih banyak diam, terlebih Harley pun lebih banyak mengurung dirinya dikamar setelah tiba dari aktivitasnya rutin nya menjenguk wanita yang bernama Paloma.

Harley bisa melihat seorang wanita bersama dengan dua orang pria datang dan memeluk dan menciumi gadis itu, bergantian dengan dua orang pria yang hadir bersamanya. Rosie terlihat begitu bahagia.

Harley yakin bahwa wanita itu adalah mommy nya.

Pemuda itupun memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut dan bergegas menuju rumah sakit untuk menemui Paloma, bagaimana pun dia harus mengambil keputusan untuk kelangsungan hidup wanita yang sangat berarti baginya itu.

" Apakah ada alternatif lain dok?" Tanya Harley kepada dokter yang telah menangani langsung Paloma selama ini.

" Maaf tuan Harley, kemungkinan nya sangat tipis..."

" Kalaupun nyonya bisa tetap hidup, itu karena alat penyangga kehidupan yang harus tetap terpasang di tubuhnya " Lanjutnya.

Harley menghela nafasnya berat, jika dia membiarkan Paloma dengan keadaan seperti itu, itu artinya dia akan menyiksa wanita itu lebih lama lagi. Tetapi jika dirinya melepaskan semua alat ditubuhnya itu artinya dia harus bersiap untuk kehilangan wanita yang sangat disayanginya, satu-satunya wanita yang mengenal dirinya luar maupun dalam.

" Beri aku waktu untuk memikirkan nya lagi dok, aku akan menemuinya sekarang..." Ucap Harley, lalu berpamit menuju ruangan dimana Paloma masih tertidur pulas.

Harley menjatuhkan dirinya diatas sofa didalam kamar itu, dirinya tak kuasa untuk duduk disamping Paloma seperti biasa yang selalu dia tempati jika sedang mengunjungi nya. Dia hanya menatap nanar wanita yang terbaring tak berdaya di hadapannya.

" Apa yang harus aku lakukan Paloma...Tolong beri tahu aku..." Ucapnya lirih.

Harley mengusap wajahnya kasar, lalu menghela nafasnya berat. Ini bukanlah sebuah keputusan yang mudah baginya, apakah dia benar-benar harus mempertahankan kondisi Paloma saat ini ataukah melepaskannya.

Seketika ingatannya melayang ke momen dimana mereka selalu melewati hari-harinya dengan penuh canda dan tawa, dimana mereka saling mencela tetapi pada saat bersamaan mereka saling perduli satu sama lainnya.

" Kamu bisa Harley...Kamu adalah pemuda yang kuat...Aku akan selalu ada bersamamu..."

" Paloma!" Seketika Harley terhenyak dari tidur nya, lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, berharap suara tadi merupakan Paloma yang tengah berbisik di telinga nya.

Harley beranjak dari sofanya menuju kamar mandi lalu membasuh wajahnya, dia melihat dirinya melalui pantulan cermin.

" Maafkan aku Paloma, semoga kamu tidak membenciku di alam sana " Ucapnya pada dirinya sendiri.

Harley bergegas keluar dari ruangan itu untuk menemui sang dokter kembali, setelah dia mengeringkan wajahnya terlebih dulu.

Sepertinya dia sudah mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk Paloma, sebuah keputusan yang terbaik untuk dirinya dan wanita yang sudah dia anggap sebagai ibu itu, yang telah hadir menemaninya selama lima tahun ini.

Meski berat, tetapi dia harus kuat dan tabah menerimanya. Suara yang terdengar di telinga nya tadi telah menguatkan keputusan yang akan dia ambil hari ini.

" Dokter..."

.

.

.

To be continue

Hai kakak-kakak terimakasih sudah meninggalkan jejak kalian disini yah...

Happy reading...

Happy weekend

Happy new year 😘😍🤗

1
yeee eee awali yang menarikkkk
NORA SAFITRI
Ayah Tiri, Ayah kandung saja kadang masih ada juga yg bejatnya sama kayak binatang
NORA SAFITRI
asyik,
aku suka cerita genre yg begini 👌👌👌
Jopiterreincaley
Luar biasa
Welem Jacobus
Lumayan
Welem Jacobus
Buruk
K 1 D
sensasi lain dari sekian sensasi heboh lainnya di belahan dunia...
Mommy Sally: hehehehheheh
total 1 replies
K 1 D
sampai disini, max dimana yaa
Mommy Sally: Coba tebaaaakkkk
total 1 replies
K 1 D
ada yg aneh di cerita bab ini, mereka agent elit dan mafia internasional tdk bs menembus pertahanan kakek peot, tp mafia kelas lokal dgn mudahnya menyandra org terdekatnya...

tolong pencerahannya pengarang cerita...
Mommy Sally: wah... aneh ya
total 1 replies
Susana Pai ignasius
bagus banget
Anik Gumilang
sangat bagus,,,action nya dapat,komedinya dapat,,,senam jantung terus pokoknya👍👍
Bunda Puput
dah bucin Harley ma Elle
Bunda Puput
panas²
Bunda Puput
ceritanya keren
Sativa Kyu
👍👍👍
JandaQueen
tegang2 di awal2..ngakak2 di akhir2..
JandaQueen
kok bayanganku pemuda kaos biru berlogo huruf s.... superman... 🤭😀
JandaQueen
oh... sudah tahu namanya to...
De'Ran7
astago .ku pikir kencan sama cewek seusianya ehh malah sama nenek²😂
G
lanjut cerita soal anaknya thooorrrrrrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!